Mau Jadi Penulis, Ya Mulai Saja Dulu

Mau Jadi Penulis, Ya Mulai Saja Dulu

Oleh harmen Batubara

Seorang sahabat bertanya Pa Harmen bagaimana agar saya bisa senang membaca dan juga bisa senang menulis?  Jawabannya sebenarnya sederhana saja. Mulai saja dahulu. Nanti dan berikutnya kita lihat sendiri perkembangannya. Sebab, seperti halnya sebuah proses dalam memproduksi sesuatu, menulis juga memerlukan teknik dan proses tertentu, termasuk didalamnya kemampuan menemukan atau memilih issu. Memilih issu menjadi penting, karena ia merupakan segmen, segmen yang menjadi keahlian atau experties si penulis, juga adanya pasar atau pembaca yang memang menginginkan. Juga yang perlu dimiliki adalah adanya kemampuan bahasa bertutur lewat tulisan, dan juga ketrampilan menulis itu sendiri.

buat web-bukuperbatasan dot com
Mau Jadi Penulis, Ya Mulai Saja Dulu

Sehingga dengan demikian nantinya akan  dapat menghasilkan sebuah  tulisan yang menarik, bermanfaat, dan enak dibaca. Teknik menulis jenis tulisan yang satu dengan lainnya pasti berbeda berbeda, dan itu memang banyak ragamnya, tetapi dari semua itu kalau anda menulis maka menulislah seolah anda sedang bercakap cakap dengan teman yang anda senangi, karena bertutur terhadap teman sehingga berbagai gaya yang anda punya akan terasa sah sah saja.

Bagai mana Anda Memilih Issu.  Pemilihan isu didalam menulis sangat penting karena tingkat aktualitas/kebaruan dari suatu isu yang dipilih secara tidak langsung akan memperlihatkan betapa pentingnya membaca suatu tulisan; dan ada keyakinan dari tulisan tersebut akan memberikan, paling tidak suatu informasi baru. Kalau pun isu baru tidak ditemukan, tetapi anda masih bisa menyuguhkan sudut pandang baru, atau minimal anda masih bisa atau punya peluang untuk melakukan perumusan ulang terhadap isu lama yang sudah jenuh dibicarakan. Tentu saja banyak isu lain yang dapat dikembangkan secara kreatif dan inovatif yang menunjukkan sifat aktual dan kontekstual dari suatu tulisan. Kejelian melihat sesuatu issu adalah bagian dari ke mampuan sang penulis.

Baca Juga   : Menulis Dengan Hati, Menulislah Secara Profesional

Defenisi Isu[1]  sendiri, adalah suatu peristiwa atau kejadian yang dapat diperkirakan terjadi atau tidak terjadi pada masa mendatang, yang menyangkut ekonomi, moneter, sosial, politik, hukum, pembangunan nasional, bencana alam, hari kiamat, kematian, ataupun tentang krisis. Isu juga sering di sebut rumor, kabar burung, dan gosip. Sebagai contoh bisa kita sebutkan saat munculnya isu “ Matinya Ideologi”.  Isu ini muncul dari Daniel Bell dari tulisannya dibuku yang berjudul The End of Ideology. Ia menekankan penolakannya terhadap kepercayaan umum selama ini yang menjadi konsepsi menyeluruh tentang problematik sosial budaya sebagaimana diobsesikan oleh berbagai ideologi sebagai cara bertindak manusia.

Dalam karyanya The End of IdeologyBell membagi menjadi 3 bagian atas penolakannya tersebut. Saya hanya menyoroti bagian yang pertama berisi kritik dan analisa Bell atas beberapa pendekatan yang keliru terhadap masyarakat Amerika. Dalam kritiknya terhadap Teori Masyarakat Massa, Bell berpretensi untuk menunjukkan bagaimana sejumlah teori tentang Amerika menyajikan penggambaran yang tidak utuh. Menurutnya Kapitalisme Amerika itu sejatinya berawal dari tumbuhnya perusahaan perusahaan keluarga di tahun 50an.

Menurut Bell kegagalan sosialisme di Amerika berakar pada ketidak mampuan menyelesaikan dilema dasar antara etika dan politik. Sifat dari gerakan sosialis yang berpatokan pada logikanya sendiri, menyebabkan mereka tak bisa berkompromi terhadap kapitalisme. Mood politik pada tahun 30-an sampai 50-an yang menimbulkan depresi besar ekonomi dunia, munculnya fasisme dan imperialism di Negara yang kebudayaannya maju, dan pembunuhan birokratis terhadap jutaan orang membuat Bell memberikan kesimpulan bahwa berakhirlah harapan-harapan agung dan bahwa ideologi telah berakhir di Barat.

Sebuah karya tulisan bisa menimbulkan gejolak yang hebat serta melahirkan isu yang kaya imaginasi dan memerlukan penjelasan. Di Sinilah seorang penulis di tuntut untuk dapat memilih suatu isu dengan memanfaatkan trending suatu isu. Isu itu sungguh luas dan banyak ragamnya. Misalnya takkala isu geng motor sedang ramai. Sebagai seorang penulis anda akan dengan mudah membuat suatu tulisan yang menarik tentang trending motor yang cocok untuk para geng motor itu sendiri. Anda tinggal mencari motor yang harganya tidak terlalu mahal, tarikannya responsip dan modis atau mudah dimodifikasi jadi sangat sangar. Sebagai seorang penulis memilih isu adalah sebuah ke jelian tetapi bisa dikalkulasi. Anda dapat memanfaatkan mesin pencari isu nya Google yang dikenal juga dengan Keyword Planner. Anda bisa memanfaatkan software ini untuk mencari trending topik atau issu dalam bidang apa saja. Sebagai penulis anda sebaiknya harus dapat memanfaatkan software tersebut, dan itu gratis.

Google Keyword Planner sejatinya adalah alat yang disediakan oleh google untuk mereka yang mau pasang Google adwords agar dalam memasang adwords lebih tepat sasaran dalam mendatangkan pengunjung ke situs/website.Namun jangan lupa alat ini ternyata bisa anda manfaatkan dalam merencanakan pemilihan judul,deskripsi dan keyword (isu) yang tepat bila anda hendak membuat blog/website. Maka dengan memanfaatkan Riset Keyword Dengan Google Keyword Planner maka anda akan bisa melihat mana kata kunci yang lagi trending satu dua tahun ke depan sama dengan para blogger yang sebelum mereka menentukan judul blognya juga memanfaatkan tool ini untuk menentukan judul untuk website,deskripsi,maupun keyword yang akan di pilih buat blognya.

Kemampuan Berbahasa dan Gaya

Menarik tidaknya suatu tulisan juga ditentukan oleh kemampuan bahasa dan gaya penulisan yang memperlihatkan ciri khas dari sebuah tulisan atau seorang penulis. Tulisan yang ditulis oleh seseorang seyogyanya atau idealnya memiliki karakter khusus yang membedakan tulisannya dengan tulisan orang lain. Ingat masing-masing orang yang menuliskan sebuah artikel maupun penyuntingan artikel memiliki gaya penulisan yang berbeda-beda. Hal ini menyumbang keunikan dan sekaligus jadi semacam hak istimewa yang dimiliki oleh para penulis itu sendiri. Meskipun demikian, hal yang berkenaan dengan pemilihan kata (diksi) dan istilah hendaknya tetap menjadi perhatian utama oleh para penulis, usahakan jangan ikut latah atau menuliskan istilah atau kata-kata yang malah membingungkan atau bombastis.

Gaya penulisansesungguhnya  merupakan hasil dari proses dialektika pada diri si penulis sendiri, baik sebagai pembaca yang mengidolakan penulis-penulis kesayangannya dan juga tidak lepas dari pengalamannya dalam menulis. Namun demikian, gaya penulisan dapat juga dipelajari atau dilakukan dengan meniru gaya penulis idaman sendiri. Jangan tersinggung kalau misalnya anda disebut mencontoh gaya penulisan seseorang, sebab hal semacam itu nantinya akan mengkristal dengan sendirinya. Sebab bagaimanapun setiap orang pasti berbeda, gaya boleh sama tetapi ciri khas seseorang tetap akan memberi warna.

Baca Pula  : Penulis Juga Cocok Untuk Berbisnis Affiliasi 

Gaya penulisan dalam menyajikan artikel dot com dapat memberi kualitas lebih bagi artikel itu sendiri di mata pembaca, oleh karenanya tidak ada salahnya Anda mencari gaya penulisan yang tepat untuk tulisan  Anda sehingga tujuan  Anda semakin mudah untuk dicapai. Secara visual, ppembaca online atau internet lebih mudah mencerna poin penting saja dari pada membaca kata demi kata. Oleh karena itu pastikan artikel tulisan  berkualitas Anda mudah dipahami dengan, karena itu ada baiknya perhatikan beberapa tips dan teknik gaya penulisan artikel dot com berikut ini :

Heading dan Sub Headings.  Heading pada sebuah halaman website atau blog, memiliki fungsi sama dengan heading yang ada di halaman buku atau majalah. Yakni, untuk menunjukkan informasi yang penting, dan membuat pengguna dapat menyortir halaman dengan cepat untuk menemukan informasi yang mereka cari. Di dalam internet, hal ini sangat penting, karena pengunjung website tidak selalu membaca semua text yang ada di sebuah halaman web.

Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya
Mau Jadi Penulis, Ya Mulai Saja Dulu

Heading dan subheading ini sejatinya adalah perlengkapan SEO sederhana yang berfungsi untuk menyusun level-level heading dan subheading pada website. Header mempunyai tingkatan sampai 6 tingkat dan dimulai dari H1 hingga H6. H1 yaitu header yang paling besar dan yakni H6 header yang paling kecil. Penggunaan H1 biasanya digunakan untuk judul blog, dan h2 digunakan untuk judul posting, serta h3 untuk widget. Jika dilihat dalam tingkatan heading, maka level header pertama seharusnya mengandung keyword yang utama pada blog atau pada artikel.

Fungsi Heading dalam sebuah blog sangat penting. karena dengan bantuan tag heading di blognya, maka akan mempermudah google dan mesin pencari lainnya mencari serta mengindex blog anda dengan cepat. Selain itu, dengan teknik tag heading ini juga akan mempermudah para pembaca yang datang ke website atau blog Anda memahami informasi dari artikel yang Anda berikan

Format artikel. Bagaimana Anda memberikan format dalam setiap artikel blog Anda juga memudahkan pembaca untuk memahami apa yang Anda sampaikan melalui artikel blog Anda. Penggunaan penebalan, HURUF BESAR, kata miringgaris bawah, sampai poin dapat memberi perbedaan. Namun jangan terlalu berlebihan karena akan menyulitkan pembaca untuk menangkap pesan Anda sesungguhnya.

Gambar. Penggunaan gambar dalam blog tentu akan memberikan efek imajinasi kepada pembaca untuk menyerap pesan yang Anda sampaikan. Dengan demikian seolah pembaca sedang merasakan apa yang Anda sampaikan. Selain itu, penggunaan gambar juga dapat mendatangkan pengunjung ke blog Anda.

Paragraf pendek. Seperti sudah sedikit disinggung sebelumnya, pembaca dapat kehilangan konsentrasi saat membaca karena banyak hal. Oleh karenanya hindari paragraf yang terlalu panjang agar pembaca dapat tetap fokus.

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Isu

Pengalaman Jadi Penulis Harian Koran Kejar Honor

Pengalaman Jadi Penulis Harian Koran Kejar Honor

Oleh Harmen Batubara

Mengirimkan artikel ke Koran atau umumnya kolom opini di media massa, mungkin menjadi dambaan bagi para penulis. Entah menulis untuk  koran berskala nasional atau pun lokal, yang jelas ada prestise tersendiri bagi penulisnya serta kepuasan berbagi perspektif pada masyarakat. Saya sendiri punya pengalaman seperti itu, tetapi niatnya memang beda. Waktu itu semangat saya untuk menulis hanya satu cari honornya. Di tahun 70an, kala itu sebagai mahasiswa UGM saya tidak punya uang. Kesepakatan dengan ortu hanya bisa menyediakan uang bulanan, sebesar Rp 1000 (seribu Rp) per bulan, harga beras saat itu Rp30/Kg. Sementara jumlah kiriman atau wessel rata-rata mahasiswa di Yogya antara 5, 10 hingga 25 per bulan. Hidup dengan pola santri yang sudah saya persiapkan, uang seribu itu bisa menghidupi saya kala itu.

Sebagai anak perantau, sebenarnya saya sudah membekali diri dengan berbagai ketrampilam cari uang yang sudah saya persiapkan sejak SMP. Misalnya seperti kemampuan menderes karet, kemampuan jual BBM, jual sayur mayur pakai sepeda, kemampuan jadi Tk Cat Rumah; kemampuan jual nasi uduk, nasi kuning dan lain-lain. Sayangnya semua ketrampilan itu sangat menguras waktu, dan tenaga. Jadi tidak cocok untuk dilakukan disamping kuliah. Saat itulah ide untuk jadi penulis di Koran muncul. Saya sendiri termasuk yang suka membaca, dan punya selera yang baik terkait membaca tulisan. Saya dengan mudah bisa melihat berbagai “kelemahan” sebuah artikel, hanya dengan pilihan kata-katanya saja.

Baca Juga : Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya 

Tekad untuk menulis langsung saya tanamkan dalam hati. Saya harus melakukan pelatihan yang saya desain sendiri. Polanya juga sederhana, cari artikel yang membahas masalah yang sama istilah sekarang sesuai segmen atau “niche” nya, baca semuanya. Kemudian dari semua artikel itu cari intinya, cari kelemahan dan kekuatannya. Kemudian tuliskan sebuah artikel yang lebih baik lebih lengkap dan lebih menarik. Lebih lengkap dalam artian referensinya, data pendukungnya, lengkap dengan gaya yang lebih luwes. Kala itu belum ada Om Google. Jadi semua data harus dibaca dan ditulis ulang dengan tangan. Habis mesin tik juga belum punya. Pada bulan pertama, pelatihan yang saya lakukan itu ternyata sangat menyenangkan hati. Semua artikel itu saya kemas dalam bentuk Klipping. Klipping tulis tangan.  Minimal menurut saya waktu itu, saya mulai tahu selera kepenulisan Media Nasional, dan Lokal. Pada bulan kedua, saya dipercaya jadi Tukang Ketik di RW tempat saya tinggal. Itu artinya sehabis jam kerja RW, mesin ketik bisa saya pakai. Yang penting semua surat-surat ke RW an harus sudah kelar. Itulah tugas pokok saya di ke RW an.

Perkuat Tekat dan Tekuni Sampai Full

Karena kepelatihan ini, saya jadi pelanggan semua perpustakaan di Yogyakarta. Karena setiap hari saya pasti datang sebab masing-masing perpustakaan tersebut punya langganan Media yang berbeda. Polanya tetap sama, baca dan uraikan masalah apa yang dituliskan oleh media nasional atau lokal hari itu terkait satu “niche” atau topik tertentu. Kemudian cari kekurangannya, dan temukan kekurangan tersebut lewat buku-buku atau majalah atau eksilopedia dst.dst. Secara tidak langsung, saya juga sudah mempunyai sahabat-sahabat di perpustakaan. Mereka inilah yang sering saya ajak diskusi terkait terkait topik-topik tertentu. Pelatihan ini secara tidak langsung, telah membawa saya kepada pemikiran bahwa saya sudah berada sama-sama di garis depan para penulis artikel tersebut. Apa yang mereka tuliskan bisa saya lihat mulai dari kekuatan dan kelemahannya dan bahkan enak tidaknya untuk dibaca.

Hasilnya setelah enam bulan latihan dan berjuang barulah satu tulisan saya dimuat di Koran  Dua Mingguan Eksponen di jalan KH Dahlan-Yogyakarta. Senangnya bukan main. Honornya sebesar Rp 500  saya berikan pada akan pa RW. Sejak saat itu saya sudah dikenal sebagai penulis di Koran. Dua bulan berikutnya, hampir semua Koran nasional sudah menerbitkan artikel-artikel saya. Yang Paling melegakan, saya dapat mempertahankan penghasilan honor dari tulisan saya tiap bulannya antara 17-35 ribu rupiah. Sutau capaian yang tidak sederhana. Saya masih ingat anak bupati yang kostnya di Realino waktu itu wesselnya baru sebesar Dua puluh lima ribu rupiah.

Besarnya honor menulis di Koran ini sungguh jauh berbeda dengan saat sekarang. Harga beras per Kg waktu itu baru tiga puluh rupiah. Jadi harga satu artikel di harian Nasional seperti Kompas-Sinar Harapan dan Surabaya Post waktu itu bervariasi antara 17,500 sampai 30,000 rupiah atau setara dengan 580 kg -1000 kg beras ukuran sedang. Sementara Koran Lokal seperti Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat dan Suara Merdeka bervariasi antara 1500-2500 rupiah. Berkaca dengan pengalaman ini maka berusaha menjadi seorang penulis  adalah soal kemauan, soal cara dan ketekunan.

Jangan Lupa Pakailah Tip Ini Untuk Menulis

Kalau mau jadi penulis ada baiknya pakailah Tip Sederhana Ini Inilah beberapa tips atau kiat yang umumnya dilakukan para penulis pemula, sehingga tulisannya berhasil menembus media. Di antaranya;

Perhatikan gaya penulisan media tersebut. Demikian juga dengan gaya penulisan opininya di koran tersebut, sebab masing-masing media mempunyai standar dan selera penulisan yang berbeda.

Topik Aktual. Koran terbit setiap hari, isu berubah setiap saat. Untuk menulis topik aktual, tantangannya adalah  untuk tidak hanya mengerti isu-isu terdahulu tapi juga memprediksi isu yang akan datang. Karena itu mengikuti isu yang tengah berkembang di media tersebut, namun bukan semacam berita melainkan opini dengan berbagai perspektif. Sebagai penulis opini, kita dituntut cermat menghadirkan perspektif baru untuk mengurai persolan yang tengah terjadi  melalui berbagai informasi yang ada. Pastikan anda mengikuti Koran atau Harian yang mampu merekam berbagai opini sesuai Segmen yang ada kembangkan.

Baca Juga : Formula Sukses,Pebisnis Affiliate: Wujudkan Peluangmu

Ide Orisinal, Bukan Plagiat atapun Kompilasi. Terkadang data didapat dari tulisan lain. Tapi yang perlu diperhatikan, jangan sampai data itu justru menjadi yang utama dalam tulisan. Kembangkan ide terlebih dahulu baru kemudian data mengikuti.

Argumentasi Logis.Logisme adalah syarat mutlak supaya ide dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Karena, tujuan menulis sejatinya adalah untuk menyumbangkan solusi dan tidak bertele-tele. Kurangi kata ‘kita’. Karena kata ‘kita’ mengesankan tulisan tersebut adalah tajuk rencana atau tulisan untuk meyapa redaksi. Sebut saja saya atau penulis kecuali kalau sifatnya memang sudah common sense.

Mengikuti Aturan. Perhatikan betul ejaan yang digunakan. Perhatikan pula aturan yang ditentukan oleh redaksi, misalnya: jenis tulisan, jumlah karakter, margin, spasi, dan seterusnya. Sebaik-baiknya tulisan tapi jika tidak mengikuti aturan tetap akan ditolak oleh redaksi. Kemudian menggunakan Bahasa yang Sopan. Keba nyakan media kini menerima tulisan melalui e-mail. Karena kemudahan ini, terkadang kaidah dan etika menulis surat terabaikan. Tulislah isi e-mail dengan sapaan kepada redaksi dan berisi maksud e-mail tersebut dengan bahasa yang sopan. Dengan begitu, redaksi jadi lebih merasa dihormati.

Perbanyak referensi. Sebuah tulisan akan sulit meyakinkan redaksi kolom opini jika referensinya kurang meyakinkan, entah itu sebagai data penguat, atau teori yang digunakan dalam menopang perspektif tulisannya. Meski referensi yang berlebihan juga pasti akan menyebalkan, dan itu tentu tidak disukai.

Afiliasi dalam sebuah lembaga atau organisasi. Biasanya, background seorang penulis opini juga dipertimbangkan. Hal ini bisa dimaklumi, misalkan anda seorang peneliti dari lingkungan Kementerian Pertahanan. Meskipun apa yang anda tuliskan sebenarnya tidak jauh beda dari penulis lainnya, tetapi latar belakang anda dari Kementerian terkait telah mempunyai nilai tersendiri bagi mereka. Lagi pula Harian tersebut ada juga keinginan untuk melahirkan penulis dari lingkungan Kementerian Pertahanan.

Dari pengalaman penulis sendiri, sering terasa ada perhatian dari Redaksi terkait dimana posisi penulisnya. Saya masih ingat takkala penulis melakukan penegasan batas antara Indonesia dan Papua New Guinea, semua tulisan yang saya kirimkan dari lokasi tersebut dimuat oleh media yang saya kirimi. Begitu juga pada saat saya melaksanakan Kuliah Kerja Nyata, semua tulisan-tulisan dari lapangan tersebut dimuat oleh media yang saya kirimi. Kesan saya waktu itu, redaksinya seperti ingin membantu penulisnya. Dengan kata lain latarbelakang si penulis termasuk sesuatu yang jadi pertimbangan redaksi.

Juga jangan lupa untuk melampirkan data diri penulis. Syarat yang satu ini juga penting. Jangan lupa cantumkan scan KTP atau tanda diri lainnya seperti nomor NPWP, nomor rekening (biasanya ada honor untuk penulis), dan foto diri . Untuk syarat seperti ini, biasanya agak berbeda antara Koran yang satu dan lainnya, karena itu perlu disesuaikan dengan permintaan media bersangkutan.

Penulis Profesional, Bahagia Bersama Tulisannya

Penulis Profesional, Bahagia Bersama Tulisannya

penulis pro

Oleh Harmen Batubara

Kalau secara “to the point” maka makna penulis professional itu, sebenarnya lebih merujuk kepada pekerjaan. Ya sebagai pekerjaan penulis Profesional yang sudah memasang tariff atas berbagai tulisan yang ia hasilkan. Disini  kepenulisan itu, sudah jadi komoditas professional yang ada kualitas, karakter dan lengkap dengan harganya. Pada hakekat sebenarnya, entah apapun perangkat keprofesionalismean pekerjaan anda, maka yang lebih penting adalah apakah anda bahagia dengan pekerjaan anda. Kalau anda senang dan bisa bahagia karenanya maka itu sudah cukup. Mau disebut sebagai penulis professional atau penulis saja, tidak akan buat perbedaan. Kalau tulisan anda sudah punya “trade mark” tersendiri serta punya komunitas yang jadi penggemarnya, maka itu saja sudah lebih dari Cukup.

Pernahkah terlintas dalam pikiranmu bahwa penulis terkenal, punya nama, kaya secara material dan hidup ala selebriti di berbagai dunia panggung? Tetapi sebenarnya mereka juga hanyalah penulis biasa saja. Penulis yang siapa saja sebenarnya bisa menuliskannya. Anda pasti ingin klarifikasi? Masa Sih? Cobalah perhatikan. Berbagai  tayangan live Show  di Televisi, terserah  apa genrenya, ada banyak  penggemar dan berhasil menghasilkan “bintang” bintang  tenar, kaya raya dsb dsb. Apakah tayangan atau show itu memang bagus? Nope! Belum tentu? Memang ada yang bagus tetapi lebih banyak lagi yang biasa-biasa saja. Lalu apa intinya? Ya lihatlah industeri yang melahirkan bintang dan mega bintang nya itu. Merekalah yang punya hajat, merekalah yang punya “selera” dan merekalah yang menentukan mana bintang yang Top dan mana yangTop sekali.

Baca Juga : Menjadi Penulis Pro Dengan Memanfaatkan Logika SEO

Nah di sanalah bedanya. Kalau banyak anak muda yang ingin jadi penulis Idola, berkarya, dan kaya raya maka jadilah bagian dari “pentas Show” yang diusung oleh industeri penerbitan. Bukan apa-apa. Karena begitu mereka berhasil menjadikan sebuah buku “Booming”, maka perhatikanlah hanya dalam hitungan minggu akan muncul lagi buku-buku baru yang lebih hebat, yang lebih “booming” dari yang sebelaumnya. Padahal hanya dalam tenggat waktu yang demikian terbatas?  Kapan Penulisnya bisa menuliskannya? Karena mesin industeri penerbitan itu bekerja, mereka mampu mendikte selera; anda kalau tidak membaca buku terbitan mereka, pasti anda tergolong kuno. Nggak tahu jaman, nggak gaya, nggak ngarus dst dst.

Hanya satu tindakan yang harus anda ambil. Membeli buku mereka, dan menyebut sang Penulisnya sebagai “penulis hebat, penulis cerdas” yang dilahirkan zaman. Kalau anda berani menyebut yang sebaliknya, maka anda pasti dibilang tidak punya akal sehat dan anda memang orang yang tidak bisa mengikuti zaman. Itulah dunia panggung. Industeri memang harus mampu membuat panggung- panggung yang melegenda. Tanpa itu rasanya sepi. Masalahnya? Apakah anda berada dalam “radar” mereka? Kalau tidak ya anda hanya akan jadi sekedar penulis professional. Memang tidak kaya sekali, tetapi anda layak hidup seperti para professional lainnya. Mungkin tulisan ini akan sedikit banyak bisa membantu anda untuk menjadi penulis professional.

Tahu Selera Pasar

Penulis Yang Tahu Selera Pasar   Tapi jangan salah persepsi, setiap segmen ( niche) mempunyai pasarnya sendiri-sendiri. Ada pasar yang ramai, tetapi hanya diminati oleh para pembaca yang menengah ke bawah. Sebaliknya ada juga segmen yang sebenarnya tidak banyak peminatnya, tetapi umumnya disukai oleh mereka yang punya daya beli. Dan banyak lagi ragamnya. Sekarang memang semua sudah ada “perangkat” atau “tool” yang bisa membantu anda. Anda bisa membaca selera pasar pada segmen yang anda suka lewat “Google” jelasnya “Google Keyword Planner” atau berbagai software yang memungkinkan anda tahu dengan benar, seperti apa sebenarnya “realitas” segmen yang akan anda kan tulis.

Baca Pula : Pengalaman Jadi Penulis Harian Koran Lepas 

Begitu anda happy dengan segmen yang akan anda tulis, maka lakukanlah Riset perihal segmen yang akan anda tulis. Riset di sini adalah lewat “dektop” publishing artinya riset lewat berbagai tulisan Online terkait segmen yang akan anda tulis tersebut. Ingat kalau melakukan riset, perhatikan obyek yang anda riset; pilih juga kredibilitasnya.  Anda harus telaten saat dimana anda memanfaatkan data apa adanya dan pada saat yang mana harus memilih data dari sumber-sumber yang punya kredibilitas. Misalnya dari kalangan penerbit atau harian yang sudah punya jam terbang puluhan tahun; dari data atau publikasi kalangan universitas ternama; serta publikasi yang bisa anda yakini kredibilitasnya. Kemudian yang juga tidak kalah menariknya.  Apakah nantinya anda dalam menerbitkan buku tersebut hanya mengandalkan pada para penerbit “Mayor” yang memang hidupnya hanya dari dunia penerbitan Buku? atau anda terbitkan sendiri lewat pola “Selfpublishing” yang memadukan website pribadi, website toko Online sendiri serta memanfaatkan website mall; seperti Bukalapak com, Tokopedia com, Lazada, Alibaba, Amazon com Dll. Anda bisa memanfaatkan berbagai media website anda sendiri dengan kombinasi website pro yang memang sudah ada di pasar yang bisa anda manfaatkan secara gratis.

Disiplin dan Mampu Memotivasi Diri

Seperti kata seorang sahabat, kalau masih menulis hanya dengan mengandalkan mood, pertimbangkan ulang cita-citamu untuk jadi penulis profesional! Karena bagaimanapun tak bisa hanya mengandalkan mood. Penulis yang profesional memperlakukan aktivitas menulisnya sebagai sebuah pekerjaan yang tetap harus dilakukan setiap hari, tanpa peduli mood dan situasi hati. Tak peduli habis patah hati, gagal ujian, atau baru saja bertengkar dengan pacar, atau isteri dan tak ada alasan untuk tidak menulis. Ada banyak hal yang orang lupa kalau melihat dunia seorang penulis. Ibarat rutinas seorang prajurit professional, menulis juga harus punya jadwal-jadwal yang sudah tersusun dan telah dipraktekkan dengan baik. Seorang prajurit kegiatannya dikerangkakan oleh waktu dan waktu. Jam 06.45 dia sudah harus apel pagi ( apel nya memang jam 07.00 tapi dia sudah harus di posisi apel 15 menit sebelumnya, itu berarti sudah harus bangun jam 04.30). Kegiatan Apel pagi diikuti dengan rutinitas senam pagi, dan nanti baru selesai jam 08.00 Kegiatan berikutnya sesuai dengan tugasnya masing-masing sampai Isoma ( istirahat Sholat makan siang) pada Jam 13.30. Kegiatan berikutnya sampai Jam 15.00. Diikuti Apel Siang.Jam 16.00-17.30 kegiatan ekstra;  Jam 21.00-21.30 Apel malam dst dst.

Dalam kerangka waktu yang seperti itulah mereka membina kesegaran atau kesemaptaan tubuh, ketrampilan bela diri, kemampuan profesionalnya dst dst. Kehidupan seperti itu sudah jadi suatu ritme. Dalam garis besarnya mereka mempunyai waktu –waktu yang bervariasi sesuai satuannya masing-masing. Yakni waktu untuk penugsan di lapangan; waktu untuk pendidikan ; dan waktu penugasan di satuan. Kalau di lapangan biasanya mulai dari 3 bulan-satu tahun penugsan; pendidikan biasanya tergantung jenis dan tingkatannya dengan durasi satu bulan-satu tahun. Dengan cara itulah mereka menempa diri hingga akhirnya jadi prajurit professional. Polanya bisa jadi tidak sama persis, tetapi seperti itulah garis besarnya. Saya tahu itu, karena saya ada di lingkungan itu selama 30 tahun.

Begitupulalah seorang penulis, dia harus mempu membuat kerangka kerjanya, kerangka cara dia meningkatkan kemampuan profesi kepenulisannya sendiri, dan juga menjaga kebugaran tubuhnya. Bisa dibayangkan kalau model penulis yang dalam satu hari bisa duduk di depan Laptop 6-7 jam disamping seruputan minum kopi. Kalau dia tidak menyediakan waktunya untuk melatih kebugaran tubuh minimal satu jam per hari. Maka percayalah dia akan tidak pernah sampai di sana (jadi penulis professional). Hanya dalam tubuh yang sehatlah maka akan muncul kemampuan menulis yang baik dan professional. Bahwa penulis itu selama ini dipersepsikan seperti kehidupan seniman, yang bekerja hanya kalau lagi mud, penuh sensasi dan berbagai atribut kesenimanan lainnya. Percayalah itu semua hanya sebuah persepsi yang keliru. Penulis professional itu justeru hidupnya penuh disiplin, bahkan melebihi disiplinnya seorang prajurit. Kenapa? Karena dia harus mampu mengatur jadwalnya sendiri. Mengatur strategi bagaimana ia mendapatkan penghasilan; bagaimana ia meningkatkan kemampuan profesionalnya dan menjaga stamina tubuhnya sendiri dan membina keluarganya.

Pengelolaan Wilayah Pesisir, Mensejahterakan Nelayan

Pengelolaan Wilayah Pesisir, Mensejahterakan Nelayan

Oleh Harmen Batubara

Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah laut 2/3 dari seluruh wilayahnya. Dengan Dekalarasi Djuanda 1957 sebagai  konsep Wawasan Nusantara memberikan kita anugerah yang luar biasa baik itu laut, darat maupun udara. Indonesia memiliki wilayah laut seluas 5,8 juta km2 yang terdiri dari wilayah teritorial sebesar 3,2 juta km persegi dan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) 2,7 juta km2. Selain itu, terdapat 17.504 pulau di Indonesia dengan garis pantai sepanjang 95.181 km.  Secara geografi  Indonesia merupakan Negara terbesar ke lima di dunia yang menghubungkan dua benua (Asia-Australia) dan dua samudra  ( Hindia dan Pasifik)  merupakan jantung perdagangan di belahan dunia timur.

Pengelolaan Wilayah Pesisir
Pengelolaan Wilayah Pesisir

Di Laut wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI berbatasan dengan 10 (sepuluh) negara  sahabat yaitu  India, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, Kepu lauan Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste dan di Darat berbatasan dengan 3 (tiga) Negara yaitu ; Malaysia, Papua Nugini dan RDTL. Selain itu terdapat 92 (sembilan puluh dua) buah pulau kecil terluar yang merupakan halaman Negara dan tiga belas diantaranya membutuhkan perhatian khusus.

Baca Juga : BumNas & BumDes Sinergis Rakyat Sejahtera

Sebelum anda meneruskan membaca betapa hebatnya potensi ekonomi yang terdapat di wilayah pesisir. Saya mintak perhatian Anda untuk membaca ide dari pengelolaan wilayah pesisir ini. Pengelolaan Wilayah Pesisir yang demikian kaya dengan berbagai potensi, mengingatkan kita perlunya pemahaman yang menarik terkait pengembangan potensi bisnis dengan pola SHARING PLATFORM, pola bisnis yang bisa menjangkau para peminatnya dengan cara yang menjanjikan. Masih ingat Facebook? Facebook kini sudah menjadi perusahaan media besar TANPA memproduksi konten apapun. Go-Jek dan UBER adalah perusahaan transportasi besar TANPA memiliki kendaraan. AIRBNB adalah perusahaan hospitality TANPA memiliki satu pun kamar hotel atau villa. Banyak yang menyebut fenomena ini sebagai sharing economy. Hal ini dimungkinkan oleh berbagai perusahaan tersebut rela bergabung karena memiliki business model berbasis platform. Apa yang dimaksud dengan platform? Sebaiknya kita sederhanakan saja. Secara sekilas, kita bisa melihat bahwa mereka tidak memiliki aset yang merupakan kunci dari operasi yang dijalankan. Mereka bisa bertahan dan berkembang pesat karena mereka menciptakan suatu wadah yang dapat menghubungkan calon pengguna dan pemilik aset dalam bahasa yang sama, yakni ingin bersama-sama menghasilkan uang. Wadah inilah yang disebut sebagai suatu platform.

Nelayan Masih Tertinggal

Tren seperti inilah yang kita harapkan bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Pusat, Pemda, BUMN, BumDes dan Swasta dalam mengelola wilayah pesisir di Indonesia. Mempertemukan para pengelola dengan Pemda sang pemilik asset untuk menghadirkan berbagai produk serta layanan andalan yang berada di wilayah pesisir yang kesemuanya itu bisa jadi lahan lapangan kerja bagi warga. Pemda bisa mengubah perkembangan dunia bisnis, perdagangan, ekonomi, dan pada akhirnya akan membawa kesejahteraan di tengah tengah kehidupan kita. Mari teruskan membaca potensi wilayah pesisir.

Sebagai negara maritim[1] dan kepulauan ter unik di dunia, Indonesia memiliki baragam potensi SDA kelautan yang besar. Kekayaan SDA kelautan dapat didayagunakan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa melalui sedikitnya 11 sektor ekonomi, yakni: (1) perikanan tangkap, (2) perikanan budidaya, (3) industri pengolahan hasil perikanan, (4) industri bioteknologi kelautan, (5) pertambangan dan energi, (6) pariwisata bahari, (7) kehutanan, (8) perhubungan laut, (9) sumberdaya wilayah pulau-pulau kecil, (10) industri dan jasa maritim, dan (11) SDA non-konvensional.

Potensi produksi lestari sumberdaya ikan laut Indonesia yang dapat dipanen mencapai 6,4 juta ton/tahun atau 8% dari potensi lestari ikan laut dunia. Pada 2009 tingkat pemanfaatannya mencapai 4,8 juta ton (75%). Potensi produksi budidaya laut diperkirakan mencapai 47 juta ton/tahun, dan budidaya perairan payau (tambak) sekitar 5,5 juta ton/tahun. Sementara itu, pada 2009 total produksi budidaya laut baru mencapai 2,5 juta ton (5,3%), dan total produksi budidaya tambak sebesar 1,5 juta ton (27%). Artinya, potensi pengembangan usaha perikanan, khususnya untuk budidaya laut dan tambak, masih terbuka lebar.  Dari total produksi perikanan sebesar 9,75 juta ton, hanya sekitar 1,25 juta ton yang diekspor, dan sisanya (8,5 juta ton) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.  Perlu dicatat, bahwa sekitar 65% kebutuhan protein hewani rakyat Indonesia dipenuhi dari ikan, seafood, dan beragam produk perikanan (BPS, 2009).  Dengan kata lain, kontribusi sektor perikanan dan kelautan bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa, bukan hanya dalam hal ekonomi, tetapi juga berupa perbaikan gizi, kecerdasan dan kesehatan rakyat.

Indonesia juga memiliki potensi industri bioteknologi kelautan berbasis marine BIODIVERSITY RESOURCE (sumberdaya keanekaragaman hayati laut) paling besar di dunia berupa industri makanan dan minuman, farmasi (seperti Omega-3, squalence, viagra, dan sun-chlorela), kosmetik, film, kertas, bioenergi, bioremediasi, genetic engineering, dan beragam industri lainnya yang hingga kini hampir belum tersentuh pembangunan. Potensi ekonomi perikanan dan bioteknologi kelautan diperkirakan mencapai US$ 100 miliar setiap tahunnya atau setara dengan besarnya APBN 2009.

Baca Pula : Menulis Sambil Berbisnis Affiliasi

Saat ini sekitar 75% produksi minyak dan gas bumi berasal dari kawasan pesisir dan lautan. Dari 60 cekungan yang potensial mengandung migas, 40 cekungan terdapat di lepas pantai, 14 di pesisir, dan hanya 6 yang di daratan. Dari seluruh cekungan tersebut diperkirakan potensinya sebesar 11,3 miliar barel minyak bumi. Cadangan gas bumi diperkirakan sebesar 101,7 triliun kaki kubik.  Survei geologi oleh Dept. ESDM (2009) menemukan 68 cekungan baru yang mengandung potensi migas, 50 cekungan merupakan yang benar-benar baru ditemukan, sedangkan 18 cekungan lainnya merupakan perluasan dari cekungan yang telah teridentifikasi sebelumnya. Lokasi dari 68 cekungan baru itu tersebar di wilayah Sumatera, Selat Sunda, Kalimantan, Maluku, dan Papua yang sebagian besar juga terdapat di wilayah pesisir dan laut.  Contohnya, Blok gas Masela di Laut Timor, NTT memiliki potensi cadangan gas sebesar 10 TCF (trillion cubic feet) yang merupakan cadangan gas terbesar kedua di Indonesia setelah blok gas Tangguh di Papua dengan potensi cadangan gas sebesar 14,4 TCF.

Belum lagi potensi ekonomi dari industri dan jasa maritim (seperti galangan kapal, coastal and offshore engineering, pabrik peralatan dan mesin kapal, fibre optics, dan teknologi komunikasi dan informasi), pulau-pulau kecil, dan SDA non-konvensional yang sangat besar. SDA non-konvesional adalah SDA yang terdapat di wilayah pesisir dan laut Indonesia, tetapi karena belum ada tekonologinya atau secara ekonomi belum menguntungkan, sehingga belum bisa dimanfaatkan.  Contohnya adalah DEEP SEA WATER INDUSTRIES, bioenergi dari algae laut, energi gelombang, energi pasang surut, OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion), sumber-sumber mata air tawar di dasar laut, energi listrik dari ion Na+ dan Cl- , energi nuklir, dan mineral laut (Becker and Carlin, 2004).

Potensi total nilai ekonomi kesebelas sektor kelautan Indonesia diperkirakan mencapai US$ 800 miliar (Rp 7200 triliun) per tahun atau lebih dari tujuh kali APBN 2009. Sedangkan, kesempatan kerja yang dapat dibangkitkan mencapai 30 juta orang. Ekonomi kelautan bakal semakin strategis bagi Indonesia, seiring dengan pergesaran pusat ekonomi dunia dari Poros Atlantik ke Asia-Pasifik. Dewasa ini, 70% perdagangan dunia berlangsung di kawasan Asia-Pasifik. Sekitar 75% dari seluruh barang dan komoditas yang diperdagangkan di dunia ditransportasikan melalui laut Indonesia dengan nilai sekitar US$ 1.500 triliun per tahun (UNCTAD, 2008).

Besarnya potensi laut pasti akan mengundang berbagai kepentingan untuk mengambil peran dalam memanfaatkannya. Pengelolaan wilayah pesisir jadi penting karena harus bisa melestarikan potensi yang ada serta di sisi lain dapat memanfaatkannya untuk kepentingan bersama. Hal itu terlihat dalam Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, dirumuskan bahwa pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pualu kecil adalah rangkaian suatu proses mulai dari perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, dan pengendalian sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil antar sektor, antara pemerintah dan pemerintah daerah, antara ekonomi darat, laut, serta antara ilmu pengetahuan dan manajemen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil berasaskan pada: keberlanjutan, konsistensi, keterpaduan, kepastian hukum, kemitraan, pemerataan, peranserta masyarakat, keterbukaan, desentralisasi, akuntabilitas, dan keadilan. Hal mana dilakukan  dengan cara mengintregasikan kegiatan : antar pemerintah dan pemerintah daerah; antar pemerintah daerah; antar sektor; antar pemerintah, dunia usaha, dan rakyat; antar ekosistem darat dan ekosistem laut; dan antar ilmu pengetahuan dan prinsip-prinsip manajeme. Dengan demikian dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil akan lepas dari kerusakan lingkungan yang makin parah. Perlindungan terhadap pengelolaan lingkungan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil secara implisit diatur dalam Chapter 17 dari Agenda 21. Sedangkan mengenai pentingnya perlindungan pelestarian lingkungan laut untuk mendukung pembangunan kelautan di atur dalam Bab XII UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea ) 1982. Tetapi untuk mensejahterakan warga pesisir bukanlah sesuatu yang mudah dan hal itulah yang akan anda temukan dalam membaca buku ini.

[1] https://dahuri.wordpress.com/2008/01/01/transformasi-kekayaan-laut-untuk-kemajuan-kemakmuran-dan-kedaulatan-bangsa/

Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya

Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya

Oleh harmen batubara

Apakah Anda sedang mencari peluang usaha yang bisa anda kerjakan lewat internet?  Atau apakah Anda juga sedang berpikir untuk mencari cara memulai bisnis online dan ingin mendapatkan penghasilan tambahan disamping pekerjaan utama Anda? Atau mungkin saja anda sendiri masih mahasiswa dan ingin memanfaatkan  bisnis Online untuk menambah penghasilan? Atau, Anda memang benar-benar ingin fokus mau terjun di jalur bisnis online sebagai sarana untuk mendapatkan sumber penghasilan utama?

Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya
Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya

Kalau hal seperti itu masalahnya, maka tulisan ini bisa jadi akan bisa menjadi bahan masukan bagi Anda. Mencari penghasilan atau penghasilan tambahan dari bisnis Online. Bisnis Online memang memberikan peluang yang cukup menggembirakan. Sebab bisnis ini tidak memerlukan anda melakukannya lewat “door to door” – tetapi anda bisa memintak perangkat Online untuk melakukannya pada anda. Bayangkan. Kalau di dunia Off-line, anda bisa juga melakukan bisnis jualan, tetapi caranya sungguh ribet. Anda mungkin memerlukan Toko, memerlukan beli dagangan, memerlukan tenaga bantu dll yang semuanya itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sementara di Dunia Online anda bisa membuka sebuah Mall atau Toko yang sangat besar tanpa memerlukan modal untuk menyewa Mall, menyewa para pegawai, membeli dagangan dll dll yang biayanya sangat…sangat mahal.

Baca Juga   :  Jadilah Ahli Google Ads Uang Akan Datang

Tetapi satu hal yang anda perlu tahu adalah perihal bisnis internet atau Online itu sendiri. Anda memerlukan pengetahuan dasar yang menjelaskan seperti apa sebenarnya dunia bisnis online tersebut yang sesungguhnya. Memang anda memerlukan untuk membaca dua buku wajib bagi para pebisnis Online ( Formula Sukses dan Formula Gaptek). Cara bodonnya sih, baca buku itu, maka anda akan memahami secara detail apa sesungguhnya bisnis Online tersebut dan bagaimana cara memulainya.

Perlunya Mindset Bisnis Yang Benar

Dalam bisnis intinya bukanlah semata untuk mencari uang. Kalau minsed kita sudah dibatasi oleh pemikiran hanya sebatas cari uang, maka percayalah idenya akan cepat kering. Kenapa? Karena anda hanya fokus pada keinginan anda pribadi. Tapi kalau anda memikirkan sesuatu bisnis yang bisa membuat banyak orang senang, juga anda lakukan karena senang melakukannya, maka percayalah idenya akan terus berkembang sesuai dengan dinamika dari orang-orang atau pangsa pasar yang akan anda layani.

Bisnis Online ini sejatinya sama seperti jenis bisnis lainnya, ketika Anda memutuskan untuk membangun bisnis online pastinya ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, misalnya seperti:  Modal ; Produk atau Jasa yang akan dijual ; Pasar atau “market” yang akan disasar; strategi pemasarannya sendiri; dan Kelangsungan bisnis dan tren bisnis itu sendiri. Sebenarnya bisnis Online juga membutuhkan pekerja professional. Seorang pebisnis yang paham apa yang akan dilakukan. Bukan hanya meraba-raba dan atau sekedar coba-coba. Bedanya anda tidak langsung berhadapan dengan pasar secara langsung. Karena itu anda bisa belajar teori atau ilmunya dan langsung menerapkannya dan kemudian melakukan evaluasi untuk perbaikan.

Untuk itu, sebelum memikirkan hal-hal tersebut, benahi dulu mindset Anda.Faktor penentu kesuksesan suatu bisnis, 95% ditentukan oleh kualitas pribadi manusianya atau mindset manusianya. Ini adalah hal-hal yang sifatnya non-teknis. Dan sisanya adalah yang sifatnya teknis. Yang secara teknis bisa dipelajari. Anda bisa saja mempunyai keahlian membuat suatu web yang canggih, dengan berbagai fitur dan tampilan yang keren. Atau, bisa saja Anda sangat ahli dalam suatu bidang. Namun jika tidak mempunyai mindset yang unggul, maka semua kemampuan itu justeru tidak bisa berkembang dengan semestinya. Anda akan terperangkap rutinitas keahlian anda itu sendiri.

Jadi pastikan bahwa setiap usaha yang kita kembangkan itu ada manfaat bagi sesama .Usahakan supaya kegiatan yang kita lakukan itu bisa memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar, dan juga bagi kebaikan sesama termasuk diantaranya diri anda sendiri. Dengan begitu, Anda akan menemukan alasan mengapa Anda berbisnis online.Tujuan utama kita dalam berbisnis selain mendapatkan penghasilan, juga kita lakukan karena kita suka, dan juga supaya bisa melayani lebih banyak orang dan lebih bermanfaat bagi sesama?

ONLINEkan BISNISMu
ONLINEkan BISNISMu

Mulailah Dengan Jualan Produk Orang Lain atau Affiliate

Untuk bisa jualan produk atau jasa di bisnis Online, maka anda juga perlu mempunyai perangkat untuk melakukan bisnis tersebut, seperti adanya Komputer, atau Laptop atau Handphone dan akses internet. Tanpa perangkat tersebut tentu anda tidak bisa melakukan kegiatan bisnis Online.

Baca  Juga   :  Mau Jadi Penulis, Ya Mulai Saja Dulu

Kalau hal itu anda sudah punya, maka cobalah tanyakan pada diri anda sendiri, produk apa sebenarnya yang menarik minat anda. Produk apa sebenarnya yang anda memang sedikit banyak mengerti dan paham tentang produk / jasa tersebut. Sukur kalau produk itu juga ternyata anda senangi. Tanpa dasar seperti ini, percayalah anda akan cepat kehabisan ide. Kemudian coba cari produk atau jasa yang banyak di cari orang di sekitar anda atau dimana saja. Artinya produk itu memang banyak diminati karena memang bermanfaat bagi pembelinya. Bagaimana cara mencarinya? Yah karena ini baru langkah pertama, dan anda sendiri belum punya Ilmunya tentu yang bisa anda lakukan barulah sebatas “perkiraan” atau dari berbagai info yang anda dengar dari sana sini. Nah kalau anda sudah punya ilmunya? Maka anda tinggal melakukan “riset” dan akan menemukan produk tersebut. Hal itulah yang membuat anda perlu membaca buku “Formula Sukses” dan atau “Formula Gaptek.”

Pasarkan Produk/ Jasa Pilihan Anda ke Pasar Bisnis Online

Sampai disini anda tentu akan bertanya? Bagaimana kita akan memasarkan produk/Jasa  kepada halayak di dunia Online?  Secara logika, anda juga akan menjawabnya lewat “media social”. Ya lewat media social seperti pacebook, twitter, Instagram, Google+,Linked In, Tumbrl, Scoop It Dll. Memang media sosmed bukanlah ajang beriklan ria, tetapi kalau anda bisa mengemasnya dengan baik tentu orang juga tidak akan keberatan. Nah disinilah intinya, anda memang harus paham Ilmu social media; harus bisa membuat Fan Page di Facebook, harus bisa memanfaatkan iklan yang ada di social media tersebut. Tanpa itu anda akan kekeringan ide. Nah anda perlu mempelajari cara memanfaatkan social media dan itu bisa anda dapatkan dalam kedua buku di atas (Formula Sukses dan Formula Gaptek).

Bisnis Anda Memerlukan Website

Sampai pada langkah ini anda sudah merasakan bahwa anda memang memerlukan sebuah Website. Untuk Apa? Untuk menjadi tempat anda memperlihatkan siapa sebenarnya (Brand anda sendiri); kalau di dunia nyata ya Toko atau Kantor Bisnis Anda sendiri. Tentu Toko yang bagus dan berada di Lokasi yang baik akan sangat berbeda dengan Toko asal-asalan? Ya kan? Jelas Ya. Website juga demikian. Website banyak macamnya ada yang dibuat secara amatiran dan juga gratisan. Ada juga yang dibuat secara professional dan berbayar. Semua itu punya tahapan-tetapi intinya anda memerlukan sebuah atau banyak website untuk keperluan bisnis anda. Nah di buku yang saya sebut tadi, anda juga diajarkan cara membuat website secara professional. Di website inilah anda melakukan semua aktifitas bisnis anda; disinilah anda menjelaskan produk yang anda jual-seperti apa produk tersebut dibuat, dan apa manfaatnya bagi mereka yang membelinya. Anda juga menjelaskan akan memberikan mereka Diskon kalau membeli lewat Link anda sendiri. Malah lebih dari situ, anda akan memberikan pada mereka Bonus yang sangat bermanfaat kalau mereka membeli lewat website Anda. Dan masih banyak lagi kegiatan yang bisa anda lakukan lewat website anda.

Anda Memerlukan Mentor Bisnis

Bagi Anda yang mau belajar bisnis online dengan lebih serius, saya sarankan untuk mencari mentor. Dialah yang akan membimbing Anda dalam masa-masa awal membangun bisnis.Anda bisa belajar dari pengalaman suksesnya, serta jatuh bangunnya dari proses yang mereka alami. Dengan adanya mentor, Anda bisa mempercepat proses trial and error yang Anda butuhkan selama berproses menuju puncak.

Ini adalah beberapa rekomendasi tempat belajar bisnis online, yang diampu oleh para mentor dan praktisi yang sudah berpengalaman, dan insya Allah cocok bagi Anda yang ingin memulai belajar bisnis online:

SB1M   Apa itu SB1M?    Ya jelasnya : SB1M Komunitas belajar Online bersama dengan Video Tutorial Terlengkap ; Memiliki basecamp / tempat belajar offline ( Jakarta ) serta akan belajar memiliki Bisnis Online yang memiliki system; Bisnis Online Anda Dapat jalan sendiri meskipun ada atau tidak ada kita di dalamnya; dan  SB1M memiliki Visi Setiap membernya mampu mencapai penghasilan 1 Miliar Sebulan Dari Bisnis Online.

SB1M Memiliki Program Private Mentor . Jika Anda Benar Benar Pemula Mentor Siap Datang Ke Rumah Anda dan mengajarkan secara “one on one”   Jakarta, Depok, Bogor, Pekalongan, Kudus, Semarang Dll  Anda juga mencoba jadi anggota versi “Gratis” nya. Klik Disini.

Cafebisnis  Diasuh oleh Lutvi Afandi, salah satu legenda internet marketing dan bisnis online di Indonesia. Materinya komplit, panduan A-Z urut dan rapi. Enak banget ngikutinnya.

Cek disini → Panduan Bisnis Online by Cafebisnis (aff)

Memilih Theme Yang Sesuai Dengan Bisnismu

Memilih Theme Yang Sesuai Dengan Bisnismu

memilih theme

Oleh harmen batubara

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah memilih Theme dan E-commesce yang sesuai dengan bisnis Onlinemu. Ibarat berdagang di Offline kalau misalnya anda mau jualan Bakso. Apakah anda akan mencari sewaan Ruko atau sewaan Lapak di Pujosera? Memang sih, anggak ada batasan yang pasti. Jualan bakso di Ruko juga nggak ada salahnya, kalau kebetulan lokasi tempatnya bagus. Meski jualan bakso di Pujosera tentu akan lebih menantang. Begitu juga kalau anda mau membuka Butik? Jelas anda tidak akan menyewa lokasi Pujosera kan? Begitu jugalah kira-kira memilih Theme dan e-commerce dalam suatu website. Sangat tidak pas, kalau anda memilih Theme magazine untuk membuat Toko Online dan sebaliknya. Begitu juga dengan proses pembayarannya. Buatlah Website anda bisa menerima system pembayaran yang sudah umum atau yang lebih baik lagi. Karena itu ada baiknya kita perhatikan berbagai hal yang terkait dengan Theme

Baca Juga : Mencari Bisnis Terbaik Buatmu Sendiri

Sudah tidak bisa di ragukan lagi jika WordPress merupakan salah satu atau mungkin untuk Indonesia merupakan nomor satu sebagai CMS untuk membuat website dan blog. WordPress adalah platform Content Management System dan platform blogging yang paling populer dan banyak digunakan. Awalnya WordPress hanya sebagai alat blogging sederhana tetapi sekarang sudah menjadi Content Management System yang sangat kuat. Ada banyak alasan, mengapa WordPress menjadi CMS dan platform blogging nomor satu. Salah satu hal yang paling penting yang membuat WordPress menjadi pilihan pertama dari blogger dan perusahaan adalah karena WordPress sangat USER FRIENDLY, mudah digunakan dan mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan dengan baik.

WordPress memungkinkan Anda untuk dengan mudah membuat dan mempublikasikan konten. Ditambah lagi sangat banyak Plugin pilihan, dengan plugin yang baik anda dapat menambahkan fungsionalitas tambahan bagi WordPress Anda, dan  dapat dengan mudah mengubah desain blog atau website menjadi lebih baik, lebih menarik dan lebih responsip.

Perlu Anda ketahui bahwa desain web atau blog memainkan peran yang sangat penting. Bisa jadi dan meskipun Anda mempublikasikan konten dengan isi yang menarik dan penting serta banyak diminati di blog Anda, tetapi jika desain blog atau web Anda tidak menarik, maka percayalah pengunjung akan meninggalkan blog Anda dengan segera. Jika Anda ingin mempunyai blog dengan desain yang menarik dan profesional, luangkan waktu untuk membaca berbagai tips terkait pemilihan Theme sehingga Anda dapat memiliki Theme WordPress yang sesuai dengan bisnis online anda.

Juga Baca : Memulai Binis Pilihlah Yang Anda Suka

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini terdapat begitu banyak perangkat seperti smartphone, tablet, desktop, notebook dan perangkat lainnya. Semua perangkat ini memiliki resolusi layar yang berbeda dan dengan berbagai macam perangkat tersebut orang mengakses internet untuk menemukan berbagai informasi di website dan blog. Karena begitu banyaknya perangkat yang bisa digunakan untuk mengakses internet dengan berbagai ukuran resolusi layar yang berbeda, maka ketika Anda sedang memilih theme untuk blog Anda, Pastikan Anda memilih theme yang sepenuhnya responsif dengan desain elegan dan bisa memanfaatkan berbagai perangkat pengguna.

Baca Juga : Membuat Website Bersama LandingPress

Dengan mengetahui berbagai kondisi yang kita bicara tadi, sekarang timbul pertanyaan baru? Apakah Anda harus menggunakan theme WordPress gratis atau membeli theme premium untuk website atau  blog Anda?  Bukan apa-apa sekarang itu ada begitu banyak theme gratis yang mengagumkan dengan desain besar dan juga fitur lengkap yang tersedia untuk Anda. Sementara Theme premium ada juga harganya sangat mahal tetapi kemampuannya hanya begitu-begitu saja. Hal itulah yang perlu untuk lebih diwaspadai. Meskipun ada ungkapan bahwa theme versi gratis itu bisa saja suatu saat tidak lagi dikembangkan oleh pemiliknya. Maka tentu saja website atau blog anda akan ketinggalan zaman.

Theme Premium dan Beberapa Alasan Untuk Memilihnya

Sama seperti saya, Anda mungkin akan berkata kenapa harus menghabiskan uang hanya untuk membeli theme premium?  Padahal Anda dapat men-download dan menggunakan theme gratis dengan kualitas yang tidak kalah menariknya. Ada banyak alasan, manfaat dan keuntungan dari membeli theme premium. Para ahli selalu bilang begini. Jika Anda ingin memiliki website atau blog dengan desain profesional jangan ragu untuk menginvestasikan beberapa puluh dolar untuk membeli theme premium. Bbeberapa alasannya adalah sebagai berikut :

  • Pengembang theme premium memberikan dukungan atau support yang profesional dengan theme yang Anda beli, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika menemukan masalah dalam penggunaan theme tersebut. Anda bisa menghubungi mereka untuk membantu anda.
  • Penyedia theme WordPress terkemuka, adalah pengembang professional dan mereka selalu menjaga dan menggunakan praktik terbaik dan standar pengkodean yang umum.
  • Theme Premium dirancang dan dikembangkan dengan standar web saat masa kini dan akan selalu mengikuti perkembangan teknologi seperti desain web yang responsif, fitur baru HTML 5, Microformats dll
  • Theme Premium umumnya selalu Up to date atau melakukan update secara teratur sesuai dengan perkembangan yang ada, termasuk dari sisi keamanannya. Mereka sangat mengharga para pelanggan mereka yang telah membayar theme mereka; dan karenanya mereka akan selalu menjaga theme tetap Up to date sampai berbagai versi baru mereka rilis dan anda akan mendapatkan versi terbarunya, sesuai perjanjian.
  • Dengan update dari waktu ke waktu, theme Anda tentu saja akan selalu mengikuti perubahan sesuai dengan ketentuan perkembangan WordPress. Bayangkan kalau hal yang berbeda terjadi pada theme gratis yang tidak lagi di Update oleh para pengembangnya. Maka sebaliknya berbagai kendala dalam pengoperasian dan tampilan website atau blog anda yang gratisan tidak lagi bisa diapa apakan atau muspro.
  • Theme Premium terutama dari pengembang yang baik adalah Theme yang paling mungkin untuk sepenuhnya selalu Up to date dan responsive, dan jangan lupa bahwa mesin pencari seperti Google, Yahoo, Bing dll senang dengan website atau blog yang responsif.
  • Theme Premium mempunyai fitur panel kontrol atau yang sering disebut theme option atau antarmuka untuk mengubah desain dan format blog atau website Anda. Keamanan sangat penting dan Anda dapat menghindari masalah keamanan dengan membeli theme premium dari penyedia theme premium terpercaya, memiliki reputasi pengembang dan sumber daya.