Kopi Lungun Naso Rasasa: Mau Jadi Pebisnis atau Petani Kopi

Kopi Lungun Naso Rasasa: Mau Jadi Pebisnis atau Petani Kopi

Kopi Mandheling punya nama, bisnis Kopinya berkibar dimana-mana. Kopi Mandheling bawaannya sedikit pekat, lembut halus, rasanya ada sedikit asam manis, beraroma floral berbau kakao, tembakau, dan tanah khas mandailing (bange) dengan rasa akhir yang manis. Kopi Mandheling sendiri justeru tumbuh dan subur di zaman penjajahan Kolonial Belanda. Bagi Belanda Kopi ditanam untuk cari uang buat biaya militernya di Tapanuli. Bagi warga para pekebun Kopinya sendiri yang terasa adalah bebannya.  Zaman itu setiap petani Kopi harus merelakan 20% lahannya untuk Belanda. Kalau tidak punya kebun, mereka harus kerja di lahan Kopi pemerintah selama 65 hari per tahun. Tiap tahun rakyat harus setor,tidak peduli kebunnya seperti apa. Hanya boleh tidak bayar kalau ada bencana. Aturannya memang begitu, tapi pada pelaksanaannya Rakyat tetap saja yang dirugikan. Setoran harsu ada. Seperti apapun kisahnya, biarlah itu bagian masa lalu.Tapi Kopi Mandheling justeru tumbuh besar, subur dan cantik dengan rasa tiada tara.

Kopi Mandheling Lungun Naso Rasasa
Kopi Mandheling Lungun Naso Rasasa

Bisnis Kopi di Indonesia menunjukkan gairah yang menggembirakan dari hasil riset TOFFIN[1], memperlihatkan pertumbuhan usaha kedai kopi hingga akhir 2019 diprediksi mencapai 15%—20%, naik jika dibandingkan dengan 2018. Kontribusi kedai kopi terhadap serapan kopi produksi dalam negeri mencapai 25%—30%, diprediksi terus naik ke level 35%—40% pada akhir tahun ini. Ini menandakan bahwa bisnis kedai kopi merupakan bisnis yang memiliki prospek yang baik ke depan. Itu juga berarti Jadi Petani Kopi juga akan sangat menarik. Sekarang pertannyaannya. Mau nenjadi pebisnis Kopi atau jadi Petani Kopi. Itulah yang ingin disampaikan Buku ini.

Berniat Mau Membuka Kedai Kopi?

Bisa jadi Anda tertarik untuk membuka Kedai Kopi? Ya  usaha kedai Kopi. Kedai Kopi adalah bisnis yang menjanjikan. Kenapa bisa disebut menjanjikan? Karena  usaha kedai kopi  itu proses produksinya mudah, tidak bertele-tele. Istilahnya proses membuat dan menghidangkan secangkir kopi itu terbilang mudah dan cepat. Beda dengan kalau anda buka Rumah Makan,  karena untuk mempersiapkan makanan sampai siap saji itu membutuhkan banyak langkah dan tentu membutuhkan waktu. Beda bangat dengan Kedai Kopi. Apalagi anda punya bakat jadi seoarang Barista. Menyajikan Kopi menjadi sesuatu yang sangat special. Karena dalam benak anda terus berpikir dan berdoa  agar rasa Kopi yang anda hidangkan benar-benar sesuai dengan rasa Kopi yang pelanggan harapkan. Secara kasat mata, anda mengambil Kopinya, bisa dilakukan dengan cara manual atau mesin agar jadi bubuk Kopi yang menarik dan baunya harum. Kemudian olah ke mesin, cek semua komposisinya, kalau sudah Oke lalu hidangkan. Selesai.

Baca Juga  : Penulis Juga Cocok Untuk Berbisnis Affiliasi

Menunya juga cukup sederhana. Karena memang hanya butuh menu sederhana. Namanya kedai kopi, tentu menu utamanya adalah olahan-olahan berbagai rasa kopi, bisa jadi hanya sekedar kopi hitam, cappucino, atau kopi susu milenial. Untuk lebih meramaikannya bisa ditambah menu lainnya sebagai  pelengkap, seperti roti bakar, pisang goring atau bakar, singkong, kentang goreng tergantung dimana lokasi Kedai Kopi yang anda Buka. Kalau di Madina mungkin perlu anda tambahkan Kopi Takar, dengan nyamikannya Kipang panyabungan, atau Nasi Ketan plus pisang Goreng.

Hal yang membuat bisnis Kedai Kopi jadi menarik, karena pangsa pasarnya luas.    Kopi adalah minuman yang bisa dinikmati oleh siapa saja, laki dan perempuan mulai dari anak milenial himgga opung dan nenek-nenek. Mulai dari kalangan menengah ke bawah, sampai yang strata kaya dan kaya raya, semuanya suka dan senang  dengan mencoba menikmati minum kopi.  Artinya, pangsa pasar dari produk kopi ini tergolong sangatlah luas. Hal ini memberikan harapan untuk memperoleh keuntungan lebih bagi para pebisnis kedai Kopi. Secara loagika biasa mereka berpotensi mendapatkan untung besar, terlebih lagi kini minim kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat kita.

Yang menarik lagi, bisnis Kedai kopi bukanlah usaha musiman yang bisa redup sewaktu-waktu, tapi bisnis ini gak ada matinya, justru terus tumbuh setiap tahunnya. Inilah yang membuat bisnis kopi bisa menjanjikan keuntungan setiap harinya. Di kelas dunia kita sudah mengenal Starbucks Coffee, Costa Coffee dan LuckIn Coffee, mereka bersaing keras dengan jargon bisnisnya masing-masing. Mereka punya puluhan ribu Kedai kopi dimana-mana di seluruh Dunia.

Bisnis Kedai Kopi ini bisa dibuka secara sederhana, bisnis kopi juga gak harus membutuhkan tempat yang mewah dan luas. Sekarang tukang jual kopi yang hanya bermodalkan FOOD TRUCK atau GEROBAK saja sudah banyak, malah adalagi yang lebih sederhana, hanya dengan Termos dan Kopi sacet yang ditemani dengan kudapan dan rokok ketengan. Para pebisnis Kopi termosan ini mampu menjual Kopinya mulai seharga Rp2000 per cangkir, dan kalau mau ditambah sebatang rokok  Cukup Rp 5000. Sebuah penemuan usaha yang mampu melayani warga ekonomi kelas apa adanya. Sama dengan di Kampung kita sendiri, kalau harga Kopi masih sekitar Rp2000 percangkir ya masih Ok lah.

Saat kita mau berangkat mangguris setelah sholat subuh pastilah kita berani memesan secangkir Kopi dengan nasi ketan berikut dua potong pisang Goreng seharga Rp 5000. Dengan catatan ya apa adanya. Kopinya juga ya apa adanya saja yang penting terasa ada pahit-pahit dan aroma kopinya. Ya begitu saja memang. Di luar semua itu, artinya berbisnis Kedai Kopi ini juga harus jeli memilih segmen pasarnya. Apakah menengah ke bawah atau malah kelas bawah saja atau kelas menengah ke atas. Sebab segmen itu akan menentukan corak atau model Kedai Kopi yang akan anda buka. Kalau itu untuk kelas menengah atas, maka kedai kopi anda perlu ada lahan parkir untuk mobil dan motor, perlu punya kamar kecil dan perlu adanya Wifi dan juga perlu desain interior yang sesuai dengan selera konsumen di Kota anda.

Kopi Mandheling Lungun Naso Rasasa,Jadi Pebisnis atau Petani Kopi
Kopi Mandheling Lungun Naso Rasasa,Jadi Pebisnis atau Petani Kopi

Sebelum memulai bisnis kedai kopi, harus ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari peralatan, lokasi, dan perekrutan karyawan perlu dipikirkan matang-matang untuk memuluskan bisnis.

Modal Usaha. Pertama, anda harus sudah siapkan modal usahanya. Modal bisa diperoleh dari duit tabungan, atau duit patungan dengan teman atau keluarga atau mengajukan pinjaman ke Bank. Jika memutuskan untuk mengajukan kredit, pastikan Anda sanggup membayar cicilannya, meskipun usaha kedai Kopi anda belum menghasilkan sesuai yang anda harapka.

Lokasi Usaha. Kedua perhatikan lokasi kedai. Hal ini sangat penting, penting dan penting sekali. Dalam memilih lokasi anda harus ikut para pedagang China. Mencari lokasi di tempat yang ramai jangan seperti cara pebisnis kita, mencari lokasi yang murah.  Karena kata orang-orang lokasi menentukan laku tidaknya bisnis Kedai Kopi kita. Karena itu carilah lokasinya, ini kalau bisa, di lokasi di sekitar pusat-pusat keramaian, seperti kawasan wisata, tengah kota, persim pangan jalan atau di daerah perkantoran.

Namun demikian, anda juga harus ingat, penentuan lokasi juga perlu memperhatikan budget, gak mungkin kan kalau budget pas-pasan tapi mau buka di tempat elite? Tapi sekali lagi jangan memilih lokasi karena harganya yang murah. Idenya adalah tetap pilih lokasi yang baik yang bisa memenuhi budget anda.

Perlengkapan dan peralatan. Tahapan berikutnya setelah Anda mendapatkan lokasi, adalah membeli perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan. Seperti misalnya, meja dan kursi, alat atau mesin pembuat kopi, mesin kasir, dan lain-lain. Perlengkapan dan peralatan harus disesuaikan dengan segmennya serta konsep kedai yang sesuai dengan segmen tersebut. Konsep kedai sederhana tidak memerlukan banyak meja kursi dan peralatan yang canggih, cukup gunakan alat pembuat kopi manual juga sudah bisa beroperasi. Perlengkapan dan peralatan ini Relatip sekali. Kalau anda akan buka kedai Kopi di Kota besar, mungkin anda perlu biaya peralatan dan perlengkapannya sekira 15-20 jutaan. Kalau ke kota yang lebih kecil tentu biayanya juga akan lebih kecil.

Berikut ini beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk membuka cafe kopi sederhana, dengan beberapa peralatannya[2]; Moka pot Rp 100.000 ;  Syphon         Rp 850.000 V60 Rp 100.000 ; Vietnam drip Rp 130.000 ; French press Rp 80.000 ; Milk jug Rp 100.000; Grinder listrik Rp 400.000; Ketel   Rp 280.000; Mini burner Rp 85.000 ; Milk frother Rp 100.000  Sampai disini saja Rp 2.225.000.

Kemudian anda juga perlu beberapa perlengkapan, seperti : Meja barista Rp 2.000.000 ; Meja kursi sederhana      Rp 750.000; Rak kayu Rp 200.000 ; kulkas Rp 1.000.000; Biji kopi, susu, dan bahan makanan Rp 1.500.000 ;  jumlahnya jadi Rp 5.450.000. Ditambah biaya lain-lain, seperti :  Gaji barista Rp 2.500.000/bulan + karyawan biasa Rp 1.500.000 ;  Sewa tempat dan renovasi  Rp 5.000.000/bulan ;  Bayar retribusi  Rp 150.000; Listrik      Rp 300.000; Wifi Rp 550.000/bulan. Jumlahnya Rp 9.000.000. Kalau di jumlahkan secara keseluruhan mencapai Rp 17.675.000.

Baca Juga   : Kopi Takar KoPi Mandailing

Konsep kedai.  Anda juga harus siap bersaing, karena itu anda juga harus berusaha secara sungguh-sungguh. Salah satu cara agar bisa bersaing di pasar adalah berani saling beradu konsep. Sebelum membuka kedai, anda perlu menentukan segmen kedai Kopi anda, karena segmen ini akan menentukan Konsep Kedai Kopi anda. Segmen inilah yang membawa anda pada corak atau model Kedai Kopi anda. Apakah Kedainya akan bercora seperti kafe, Kedai Kopi model Lopo atau kedai kopi yang sederhana saja. Konsep kafe tentu memerlukan modal yang lebih, karena mengandalkan desain interior dan arsitektur untuk menarik pembeli.

Mencari pemasok biji kopi. Ada banyak distributor-distributor biji kopi yang menjajakan biji berkualitas. Tugasmu adalah memilih yang terbaik, dan pastinya tidak terlalu mahal serta terjamin pasokannya.

Merekrut karyawan. Anda mungkin bisa saja menjalankan kedai secara sendirian, tapi alangkah lebih baiknya merekrut seorang karyawan, khususnya seorang barista yang baik. Barista adalah profesi yang bertugas untuk membuat kopi yang enak.  Bisa dikatakan, barista merupakan sosok yang paling berpengaruh dalam kualitas produk kopi yang disajikan. Karena untuk mengolah rasa kopi yang enak, diperlukan sarana pendukung, dan suasana, itu semua ada pada seorang Barista. Karena itu kalau Anda bisa memilih barista yang baik dan memiliki rekam jejak bagus, percayalah kedai Kopimu berpeluang sukses.

Usaha Keras dan Bersabar  Saya pernah melihat prosesnya seorang teman membangun Kedai Kopi, tetapi memang harus diakui teman itu memang juga adalah seorang manajer disalah satu Perusahaan Sepeda Motor terkenal, sehingga dari segi modal dan pertemanan dia sudah punya. Jadi begitu Kedai Kopinya di launching sampai sekarang pengunjungnya tidak pernah sepi. Bisnisnya jelas untung, dan kini ia sudah punya 5 Kedai Kopi di dua Kota.

Ya kita kembali ke cara kita membuka Kedai Kopi. Memulai kedai kopi sederhana di bulan-bulan awal akan terasa sangat sulit. Kedai kopi telah dibuka, namun ekspektasi akan pengunjung yang datang tidak berbanding baik dengan biaya operasional yang sudah dikeluarkan. Ya pada saat seperti ini, haruslah bersabar, dan tidak hanya bersabar dari bulan-bulan awal ini, kita sendiri sebagai pemilik kedai kopi akan banyak dapat pelajaran bagaimana memperkenalkan kedai kopi ke pasar dengan segala cara yang ada.

Dalam tahapan seperti ini khususnya di bulan-bulan awal harus dimanfaatkan untuk menganalisa bagaimana membentuk pasar kedai kopi milik kita, apakah dengan pemasaran di media sosial, atau menggunakan pemasaran konvensional lainnya. Bahkan, di bulan-bulan awal ini, jika ada pengunjung yang datang, mintalah review apa yang kurang dari kedai kopi milik kita. Tentunya review dari pengunjung yang datang, menjadi tolak ukur untuk mengembangkan kedai kopi kecil ini. Apakah plang kedai kopi terlalu kecil atau tidak terlihat strategis, atau mengenai sajian kopi atau pun mengenai penataan ruang kedai kopi. Semua hal ini didapatkan di bulan-bulan awal, keseruan mengembangkan kedai kopi ini tidak bisa ditemukan jika membuka kedai kopi langsung besar, tentunya ada jarak antara pengunjung dan pemilik kedai kopi.

Tidak ada salahnya jika memiliki budget berlebih, mengalokasikannya untuk strategi pemasaran bisa menggunakan para influencers untuk memperkenalkan kedai kopi milik kita. Di era yang serba digital ini, sudah seharusnya memiliki akun instagram, facebook untuk usaha kedai kopi kita, sebab dengan media sosial kita sebagai pemilik usaha dapat selalu keep in touch dengan pelanggan. Tidak hanya itu saja, media sosial juga menjadi sarana tepat untuk mengambil keputusan untuk kedai kopi atau menginformasikan hal-hal menarik kepada pelanggan.

[1] https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4826275/hasil-riset-kedai-kopi-di-ri-bertambah-2000-dalam-3-tahun  diakses 16 maret 2020

[2] https://lifepal.co.id/media/kedai-kopi-bermodalkan-rp-16-jutaan/   diakses 12 Mei 2020

Kopi Takar KoPi Mandailing

Kopi Takar KoPi Mandailing

Oleh Harmen Batubara

Kopi Mandheling atau Mandailing sudah dikenal orang Eropa dan Amerika sejak ratusan tahun yang lalu, tepatnya sejak zaman Belanda Tahun 1833. Sebagai warga Mandailing kita sering bertanya dalam hati. Seperti apa sih Topnya Kopi Mandheling ini? Sebagai gambaran bisa jadi hal itu bisa kita lihat dari Perhelatan Specialty Coffee Association of America (SCAA) Expo ke-28  di Georgia World Congress Center, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS), 14-17 April 2016. Asosiasi kopi spesial terbesar Kopi dunia. Terlebih dalam ajang tahunan tersebut Indonesia terpilih menjadi PORTRAIT COUNTRY. Portrait country merupakan penghargaan dari SCAA kepada negara penghasil kopi-kopi terbaik. Dengan menjadi portrait country, sebuah negara mendapat panggung dan perhatian khusus dalam ajang yang menjadi barometer industri kopi spesial itu.

Kopi Mandheling Lungun Naso Rasasa
Kopi Mandheling Lungun Naso Rasasa

“Dunia sudah lama menikmati kopi-kopi terbaik dari Indonesia. Ini saatnya kami mengapresiasi Anda. Berterima kasih kepada para petani hingga pelaku industri di dalamnya,” kata Bill Carney, tentu termasuk Kopi Mandailing. Direktur Eksekutif SCAA. Selain pameran kopi spesial, SCAA juga menjadi tempat pameran dan transaksi teknologi pemrosesan dan penyajian kopi terkini. SCAA dihadiri sekitar 12.000 orang dari lebih kurang 75 negara. Di antara negara-negara itu, nama Indonesia bergaung di setiap penjuru sejak awal pembukaan, Kamis (14/4/2016) malam.

Pada seremoni pembukaan, video testimoni orang-orang berpengaruh di dunia kopi tentang cita rasa kopi Indonesia ditayangkan di depan ribuan peserta. Selain Erna Knutsen, Presiden Direktur Royal Coffee AS Bob Fulmer juga menuturkan, Indonesia telah membantu manusia menemukan keindahan cita rasa dari sebuah tanaman tropis.”Dear Indonesia, thank you for your coffee (Indonesia, terima kasih untuk kopi Anda),” ucapnya. Kopi Mandailing memang Top, tetapi bagaimana dengan Madina? Tempat Kopi itu tumbuh dan dikembangkan?

Madina dengan Ibu Kotanya Panyabungan kini sudah jadi daerah potensil dan cukup seksi untuk dikembangkan menjadi wilayah yang mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Madina atau lebih dikenal sebagai wilayah Mandailing memang mempunyai sejarah panjang dalam pengembangan wilayahnya. Pemerintah Hindia Belanda mulai memasuki wilayah Mandheling atau Mandailing Natal tahun 1824 dan membentuk pemerintahan dibawah Karesidenan Air Bangis bagian dari Gouvernment Sumatra’s Westkust. Tahun 1834 ibu kota pemerintahan Mandailing pindah dan berada di bawah Karesidenan Tapanuli. Tahun 1852, Wilayah Mandailing Natal dibagi menjadi 2 Afdeling yaitu[1]:  Afdeling Mandailing terdiri dari Groot Mandailing, Klein Mandailing, Ulu dan Pakantan dan Batang Natal. Afdeling Natal terdiri dari Distrik Natal, Sinunukan, Partiloban, Kara-kara, Teloh Baleh, Tabuyung, Singkuang, Batu Mondan dan Batahan.

Sebelum Mandailing Natal menjadi sebuah kabupaten, wilayah ini masih termasuk salah satu Kecamatan dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah terjadi pemekaran, dibentuklah Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1998, secara formal diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 9 Maret 1999.

Sejak awal Lemah Dalam Insfrastruktur

Pada masa itu Belanda belum bisa memasuki wilayah Mandailing. Belanda masih mencoba merebut Bonjol, Bonjol kala itu masih berstatus  DOM[2].  Ini mengindikasikan bahwa penguasaan wilayah dengan pengerahan militer yang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Harus ada biaya yang bisa diambil dari daerah taklukan.  Karena itu, selagi masa perang dan melakukan pertempuran, produksi beras lokal pun dimanfaatkan untuk menghasilkan uang. Terlebih lagi waktu itu beras masih melimpah dan dikirim ke Jawa.

Baca Juga   :  Membangun Tim Sukses Pilkada 

Militer Belanda pertamakali mendarat di Natal 1833. Membangun benteng Eluot di Panjaboengan, tepatnya di Natal pada tahun 1834. Setelah menguasai Mandailing Belanda membangun benteng di Rao 1834. Sementara benteng Bonjol masih eksis. Pada tahun 1837 benteng Bonjol dikuasai kemudian lanskap Mandheling, Ankola dan Sipirok juga sepenuhnya dikuasai. Selama fase invasi ke Bonjol, otoritas sipil di Mandailing berkedudukan di Kotanopan dipimpin oleh Francois Bonnet. Paska Bonjol, selanjutnya militer Belanda mengalihkan perhatian ke Padang Lawas. Untuk memperkuat pertahanan pasukan Belanda dibangun benteng di Pijor Koling (1837), untuk lebih meningkatkan fungsi pos militer sebelumnya di Sayurmatinggi. Karenanya, lanskap Mandailing (groot dan klein) menjadi sangat terjaga keamanannya, sebab ada tiga benteng: di tengah lanskap Mandailing, masih ada benteng Fort Eluot di Panjaboengan, di selatan Mandailing di Rao dan di utara Mandailing di Pijor Koling. Kedua benteng di sisi luar Mandailing ini masih aktif, hingga ekonomi kopi dimulai dan pemerintahan sipil diselenggarakan di Mandheling dan Ankola.

Pembangunan Infrastruktur bagi Pengembangan Mandailing dari sananya memang lemah tapi realistis. Pemerintah Belanda bisa disebut sangat realistis dalam berbagai tindakannya. Mandailing yang tadinya sudah menjadi lumbung beras dan punya komoditi Kopi terbaik pada masanya, justeru itu yang terus dioptimalkan untuk kepentinganya. Dalam hal pembangunan infrastruktur mereka lebih fokus pada pengembangan sarana jalan yang sudah ada yakni Jalan Poros Kotanopan-Sibolga. Jalan ini merupakan bagian dari Jalan-Padang-Bukit Tinggi-Lubuk Sikaping-Panti-Rao-dan Kotanopan. Saya pernah punya Buku Partiang Latong[3] karya anak Panyabungan, sayang kini entah sudah dimana tetapi buku itu dengan jelas melukiskan bagaimana dinamika jadi Kernet Pedati yang ditarik kerbau, sebagai tulung punggung transpotasi dari Panyabungan ke Sibolga. Pada waktu itu seluruh komditas Pemerintah Belanda diangkut (via lelang) melaui transporasi Kuda beban dan Pedati.

Pembangunan jalan di masa Aisten Residen A.P. Godon[4] sesungguhnya sudah terlaksana antara Panyabungan dan Natal. Pembangunan jalan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari koffij-cultuure. Namun bagi Belanda memandang Tapanuli tidak hanya Mandheling, karena itu harus ada jalan penghubung yang menghubungkan satu sama lain dengan lanskap lainnya (Sipirok, Padang Lawas dan Silindung/Toba) sebagai bagian dari rencana keseluruhan Belanda di Tapanuli yang belum tersendtuh sama sekali. Saat itu, pembangunan jalan poros begitu penting, selain sudah ada jalan arteri Natal-Panyabungan, jalan poros antara Kotanopan dan Sibolga akan menyatukan semua jalan-jalan arteri di seluruh Tapanuli. Untuk efektivitas pemerintahan dan perdagangan, jalan poros ini juga dengan sendirinya menghubungkan dua asisten residen yang ada: Asisten Residen Tapanuli di Sibolga, dan Asisten Residen Mandheling en Ankola di Kotanopan. Jalan poros ruas Tapanuli ini sesungguhnya bagian dari jalan poros Sumatra’s Westkust darri Padang ke Fort de Kock, lalu Kotanopan, Padang Sidempoean dan Sibolga. Pada zaman Belanda  pelabuhan Padang-Natal- dan Sibolga sudah jadi semacam “pintu barat” yang jadi penghubung ekspor ke manca Negara khususnya Eropa, India dan Timur Tengah khususnya untuk komoditi jenis Kopii dan kayu gaharu.

Kalau kita berkaca pada MP3EI maka sesungguhnya, Madina masih juga belum terjangkau. Hal ini bisa dilihat dari pembangunan Infrastruktur di Koridor Ekonomi Sumatera: Koridor Ekonomi Sumatera memiliki tema pembangunan sebagai “Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional” yang dalam detailnya Madina masih belum dapat bagian. Untunglah para elit Politik di Madina bisa melobi munculnya KEK Batahan  yang melalui Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), menjadikan KEK ini salah satu pilar pembangunan ekonomi Madina ke depan yang fokus membangun kawasan industri dengan pola public private Parthnership (PPP), yaitu kesatuan pemerintah dan swasta membangun kawasan industri dan infrasruktur pendukung sehingga potensi kawasan dapat dipacu pertumbuhannya dalam mengejar Indonesia menjadi negara maju dan berpendapatan tinggi di 2030. Kecuali KEK Batahan juga Lapangan Terbang Malintang. Kedua infrastruktur ini dipadukan dengan berbagai jalan Kabupaten yang bakal dibangun akan mampu menjadikan Pusat-pusat Pariwisata alam Madina untuk kian berkembang.

Baca Pula  :  Onlinekan BumDesMu

Kita dapat melihat bahwa Madina terus berupaya untuk berbuat sesuatu bagi para penggiat Kopi, meski terbatas, sarana jalan terus dibangun misalnya dari desa Pagur ke Desa Padang Lawas. Madina juga sudah mempunyai partner dengan PT Kopi Rakyat Indonesia untuk bekerja sama mengembangkan lahan Kopi bersama rakyat; juga sudah ada rumah produksi Kopi dari BI, sudah didirikan Sekolah Kopi. Juga sudah ada   Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Mandailing (MPIG) sebagai pemilik Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Mandheling dan sekaligus jadi kawan dalam meningkatkan kualitas kopi di tingkat petani, baik dari sisi hulu maupun hilir atau mulai dari budidaya hingga paska panen agar sesuai dengan standar kualitas pasar internasional. Serta bagaimana pula melakukan negosiasi dengan produsen-produsen yang selama ini memakai nama Mandailing. Mereka yang selama ini mengharumkan nama Kopi Mandheling, semua itu semoga akan membuat para penggiat Kopi Mandheling jadi lebih solid dan lebih bekerja sama untuk kemakmuran bersama.

Bisnis Kopi Bisnis Yang Menarik

Bisnis Kopi adalah bisnis yang menarik dan menjanjikan bagi yang memang senang dengan Kopi, tetapi yang lebih menarik bagi kalangan per Kopian di Indonesia adalah bagaimana agar Kopi yang sudah banyak di kenal warga Dunia ini bisa jadi ladang penghasilan. Idenya adalah bagaimana agar Kopi ini jadi bisnis yang menarik. Itu artinya akan lahir kelak pusat-pusat kebun Kopi yang lengkap dengan dukungannya. Kebun-kebun Kopi yang punya sarana jalan untuk menjangkaunya. Jadi siapapun ia, mereka bisa berkebun Kopi dengan mudah. Mereka juga punya banyak sumber pengetahuan terkait bagaimana caranya berkebun Kopi yang benar dan baik serta mempu memberikan hasil kepada mereka secara optimal. Mereka juga tahu terkait berbagai peralatan berbisnis Kopi. Baik itu sarana yang baik dan benar untuk para pekebunnya, atau sarana dan teknologi yang tepat untuk para pemilik Kedai Kopi, para pemilik Kedai Panggang Kopi. Kita ingin melihat munculnya peran Pemda, peran Perguruan Tinggi/ Sekolah, peran Koperasi, peran Rumah Produksi dan bahkan peran para konsultan Kopi. Peran para Kolaborator yang bisa menghadirkan bisnis Kopi yang menguntungkan bagi semua pihak.

Mari kita lihat bisnis Kopi dari kedai Kopi Starbucks (AS), Costa Coffee (UK) dan Luckin Coffee (China). Starbucks Corporation[1] adalah sebuah perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia,dengan 20.336 kedai di 61 negara, termasuk 13.123 di Amerika Serikat, 1.299 di Kanada, 977 di Jepang, 793 di Britania Raya, 732 di Cina, 473 di Korea Selatan, 363 di Meksiko, 282 di Taiwan, 204 di Filipina, 164 di Thailand dan 326 di Indonesia.

Starbucks menjual minuman panas dan dingin, biji kopi, salad, sandwich panas dan dingin, kue kering manis, camilan, dan barang-barang seperti gelas dan tumbler. Melalui divisi Starbucks Entertainment dan merek Hear Music.  Perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film. Banyak di antara produk perusahaan yang bersifat musiman atau spesifik terhadap daerah tempat kedai berdiri. Es krim dan kopi Starbucks juga dijual di toko grosir.

Tetapi yang sering orang lupa adalah bahwa ide pendirian starbucks ini sesungguhnya adalah ide tiga guru sekawan. Maksudnya mereka tertarik mendirikan Kedai Kopi ini bukanlah oleh sebuah impian yang besar, dan bukan juga karena mereka mempunyai biji kopi yang berkualitas. Sama sekali jauh dari itu. Sebagai guru yang sama-sama penikmat kopi mereka jadi terinpirasi membangun Kedai Kopi yah karena mereka melihat teman mereka yang berbisnis menjual Biji Kopi Panggang “roast” dan laris manis. Kenapa kita tidak coba berbisnis serupa?  Barulah pada tahun 1987, para pemilik asli menjual Starbucks ke Howard Schultz yang mengganti merek sebagian kedai kopi Il Giornale miliknya menjadi Starbucks dan segera memperluas operasinya. Pada tahun itu pula, Starbucks membuka kedai pertamanya di luar Seattle di Waterfront Station, Vancouver, British Columbia, dan Chicago, Illinois.

Jaringan Kopi terbesar kedua adalah Costa Coffee, Kedai ini didirikan di London pada tahun 1971 oleh dua Bruder Bruno dan Sergio Costa sebagai operasi grosir yang memasok kopi panggang ke katering dan spesialis toko kopi Italia. Seperti Starbucks kemudian dibeli oleh Whitbread pada tahun 1995, kemudian dijual pada tahun 2019 kepada perusahaan Coca-Cola, dan Kedai ini terus berkembang menjadi 3.401 toko di 31 negara dan 18.412 karyawan. Bisnis ini memiliki 2.121 restoran di Inggris, lebih dari 6.000 fasilitas penjual Costa Express dan 1.280 outlet di luar negeri (460 di Cina). Apa yang ingin kita katakana adalah; kedai Kopi yang diawalnya adalah sebuah usaha “suka-suka” tetapi kemudian jatuh ke tangan pebisnis maka jadilah ia jaringan bisnis yang memberikan keuntungan besar bagi para pemiliknya.

Kini muncul LucIn Coffee dari China, Luckin Coffee Inc. adalah rangkaian Kedai kopi Cina. Perusahaan ini didirikan di Beijing pada 2017. Pada Januari 2020, ia mengelola 4.507 toko dan melebihi jumlah toko Starbucks di Cina.  Sebagian besar tokonya adalah di area lokasi “penjemputan” di gedung perkantoran atau kampus yang melayani pengambilan dan pengiriman pesanan online. LuckIn Coffee sejak awal didirikan sudah dengan pola starUp, buatkan model Kedainya dan tawarkan ke pasar begitu pasar menerimanya atau mengapresiai kelahirannya maka mereka langsung meng “ScaleUp” nya besar-besaran.

Kopi Takar Mandailing

Kopi Mandailing juga sedikit banyak juga sudah berusaha untuk tetap menjaga Popularitasnya. Misalnya dari Pemda Madina sendiri jauh jauh hari sudah mencoba untuk mengusung nama Kopi Mandailing ke panggung Dunia. Ya mereka mendirikan Lopo Takar Mandheling Coffee[1] Berdiri di Ubud. Bali. Ya kegiatan ini di inisiasi Dewan Riset Daerah Kabupaten Mandailing Natal. Idenya juga sederhana yakni memperkenalkan bubuk kopi Mandailing di ranah internasional. Kedai itu bernama “Lopo Takar Mandhelling Coffee Tasty”. Pendirian Kedai Kopi ini bekerja sama dengan pengusaha Bali, yakni Wawan Akil (12/1/2014) Pada kesempatan Peluncurannya banyak dihadiri wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri, bahkan bintang-bintang film Hollywood diantaranya Julia Robert. Juga ada Cristine Hakim,” kata Ketua Dewan Riset Daerah Kabupaten Mandailing Natal, H. Syahrir Nasution, kepada wartawan,13/1/2014.

Kalau mau mencari tahu Kedai Kopi Mandailing ya cobalah kita lihat Kopi Takar. Kopi ini bisa kita temukan di RM Pondok Paranginan. Sesuai namanya, takar dalam bahasa daerah Mandailing Natal artinya batok kelapa. Kopi Takar disajikan dengan cangkir yang terbuat dari batok kelapa, dengan ciri uniknya, ada potongan kayu manis yang di taruh dalam kopi. Kayu manis ini bisa juga digunakan sebagai sendok sekaligus sedotan.  Selain menambah kesan unik pada tampilan, kayu manis juga memperkaya cita rasa pada kopi ini. Aroma kayu manis ini  kental terasa di hidung dan lidah sehingga menambah kenikmatan.

Jika kopi biasanya disajikan dengan gula putih, Kopi Takar berbeda. Kopi ini menggunakan gula aren sebagai pemanisnya.  Sedangkan cara pembuatannya relatif sama dengan kopi pada umumnya, yakni diseduh dengan air panas atau mendidih. Yang membedakan itu rasanya. Rasa dan aroma kayu manisnya jadi ciri khas. Meski unik dan terkesan eksklusif, kopi ini dijual dengan harga yang relatif murah. Yakni Rp 10 ribu per cangkir.  Para pelanggannya senang dengan Kopi Takar ini karena rasanya yang agak sedikit berbeda dengan kopi lain. Rasa kayu manis dan gula arennya membuat rasa kangen sendiri.

Kalau mau mencoba rasa Kopi Mandailing lainnya mungkin anda bisa ke  Lopo Mandheling Coffee, suasanya dengan dikelilingi sawah maka view suasana sawah pedesaan akan memanjakan mata anda. Kedai Kopi ini memang mnyuguhkan Kopi Khusus (speciality) Mandailing. Kopinya mereka beli dari petani kopi desa Ulu Pungkut, Sopotinjak, Pagur, Pagar Gunung dan Simpang Banyak sebuah dataran tinggi di Mandailing Natal yang memang sudah lama dikenal dengan daerah penghasilan kopi dengan kwalitas baik.

Kedai kopi yang diberinama Lopo Mandheling Coffee ini berdiri sejak tahun 2014 didesain semi modern minimalis dengan sebuah bar tunggal ditengah bangunan sejenis ruko dengan menambah tempat duduk disamping sebidang sawah, dengan menyajikan berbagai penganan dan minuman lainnya. Menurut para pencinta Kedai Kopi ini yang menarik adalah adalah seduhan hangatnya kopi mandailing, terasa enak terutama bila diminum tanpa gula.Ada beberapa olahan kopi yang di buat di Lopo Mandheling Coffee  ini dan itu bergantung permintaan tamu, misalnya kopi tubruk, saring, espresso, cafelatte, cappucino, sanger kopi mandailing dan semua bergantung permintaan.

[1] https://madina.go.id/kafe-lopo-takar-mandhelling-coffee-tasty-berdiri-di-daerah-wisata-ubud-bali/

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Starbucks

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Mandailing_Natal

[2] http://akhirmh.blogspot.com/2014/08/bag-1-sejarah-mandailing-pemerintahan.html#more

[3]  Buku itu dengan jelas menceritakana kisah pelaku transportasi utama yakni Pedati yang mengangkut Kopi dan barang dagangan lainnya dari Panyabungan ke Sibolga serta episode penyeberangan di Sungai Batang Akola di Sayurmatinggi saat itu belum ada Jembatan.

[4]   http://akhirmh.blogspot.com/2014/09/bag-3-sejarah-mandailing-koffij-stelsel.html#more