Mensejahterakan Warga Papua Di Tengah Pembangunan

Mensejahterakan Warga Papua Di Tengah Pembangunan

Oleh Harmen Batubara

Pembangunan itu membutuhkan infrastruktur lengkap dengan budayanya, mau tidak mau dia akan menggerakkan kehidupan warga yang ada. Apapun itu adanya. Persoalannya kalau warga itu masih dalam tahapan masyarakat peramu dan pemburu maka yang timbul adalah kehawatiran. Kehawatiran bahwa pembangunan itu justeru hanya akan menyingkirkan warga yang akan dibangun itu. Sesuatu yang sangat rasional. Hal seperti ini akan selalu berulang. Hal seperti itulah yang disampaikan Cahyo Pamungkas saat peluncuran buku Pembangunan, Marginalisasi, dan Disintegrasi Papua secara daring, Jumat (11/9/2020). Buku yang diterbitkan oleh Imparsial, TIFA, Forum Akademisi Papua Damai, dan Parahyangan Centre for Democracy and Peace Studies ini menggarisbawahi pentingnya dialog untuk menjembatani perbedaan persepsi tersebut.

Mensejahterakan Warga Papua Di Tengah Pembangunan
Mensejahterakan Warga Papua Di Tengah Pembangunan

Tidak ada yang baru di sana, kecuali persepsi orang atas ajakannya untuk “berdialog”. Entah apa maksudnya. Pembangunan itu memang pembawa perubahan, dan bagi mereka yang tidak bisa berubah pasti tertinggal dan ditinggalkan. Sepintas memang kejam, tetapi itulah kenyataan. Tidak ada pembangunan yang “TAYLOR MADE” sesuai dengan keadaan warganya, karena pembangunan itu adalah pembawa perubahan terbaru pada zamannya, perubahan zaman ke arah yang lebih rasional sesuai tuntutan zaman. Bagaimanakah pembangunan yang cocok untuk warga tradisional yang masih dalam tahap peramu dan pemburu? Pertama berdayakan warganya, dan teruskan pembangunan infrastrukturnya. Keduanya diserasikan. Sederhana dan tidak perlu mutar-muter.

Budaya Peramu dan Pendulang adalah sebuah pencapaian dalam bertranformasi. Budaya  cari makan secara meramu, berburu dan mendulang, menurut Koentjaraningrat masuk dalam unsur-unsur kebudayaan manusia universal. Masyarakat yang mendiami wilayah perbatasan dan pedalaman Papua masih menganut “budaya peramu dan pendulang”. Meskipun termasuk unsur kebudayaan universal, namun masih berada pada kualitas primitif dalam sistem hidup berkelompok yang kecil-kecil dan belum masuk dalam kategori unsur-unsur kebudayaan industrial atau kebudayaan modern yang menggunakan teknologi. Masyarakat Papua itu khususnya yang diperbatasan dan pedalaman baru sampai pada tahap peradaban transisi dari primitif menuju peradaban tradisional. Hal seperti ini, memerlukan strategi adaptasi.

Baca  Juga  :  Membangunan Perbatasan Berbudaya Papua

Seperti apa Budaya Papua dan bagaimana pula karakter kemiskinan di tanah Papua itu?[1] Karakter kemiskinan di Papua bersumber dari kultural atau budaya. Di Papua nilai sosial jauh lebih tinggi dari nilai ekonomi. Hampir setiap rumah di Papua bukan berisi keluarga inti, yaitu bapak, ibu dan anak. Setiap rumah berisi keluarga besar. Akhirnya gaji (pendapatan) tidak cukup untuk kebutuhan sebulan. Sistem budaya mengkondisikan bapa ade, ipar, mertua tinggal bersama; belum lagi acara adat yang melibatkan seluruh keluarga besar dengan biaya yang besar juga. Hasil pertanian yang seharusnya memiliki nilai ekonomi yang besar, akhirnya menjadi tidak berharga, karena kerabat hasil pertanian ,dibagi bagikan akhirnya menjadi tidak mencukupi.

Menjadi orang Papua miskin di pegunungan tentu lebih sederhana bila dibandingkan dengan orang Papua miskin di daerah perkotaan.  Sebab meski tidak punya uang di pegunungan sepertinya tidak jadi persoalan. Karena yang jualan juga tidak ada. Berbeda dengan di Kota, semua serba harus beli. Bisa anda bayangkan hidup di kota tanpa uang di tangan. Untuk sekedar makan masih bisalah ngutang di warung tetangga, tetapi begitu ada yang sakit atau dapat musibah? Dunia jadi gelap. Untung sekarang  di era Jokowi sudah ada BPJS, sudah ada kartu Pintar dan Kartu Sehat. Masalah seperti ini tentu berlaku di kota-kota seluruh Indonesia. Kalau di Bandung atau Jakarta, mereka masih bisa cari uang kontan lewat apa saja; misalnya jadi tukang pacul musiman. Mereka bawa pacul dan pergi ke kota, ada saja yang memerlukan jasanya. Satu minggu kemudian pulang ke kampungnya dan bawa uang.

Membangun warga Papua asli sebenarnya sama maknanya dengan menjadikan warga Papua yang masih hidup dengan pola Meramu dan Berburu (Mendulang) di daerah perbatasan, pedalaman dan warga pekerja serabutan di perkotaan. Mereka membutuhkan sesuatu yang bisa menghasilkan lewat bertani (di pedesaan_ dan punya ketrampilan di perkotaan). Intinya sesungguhnya warga miskin itu perlu pekerjaan yang selalu bisa memberi mereka penghasilan, misalnya punya kebun karet. Kebun karet adalah ATM di perdesaan. Pagi mereka menyadap karet, siangnya sudah dapat uang. Apakah susah memberikan kebun karet atau kebun Kopi pada warga Papua? Tanah luas, dana operasional ada dana Otsus ada dana lainnya. Buat pola Transmigrasi; tapi khusus orang lokal. Sediakan lahan @dua hektar, siapkan lahannya, buatkan rumahnya; sediakan bibit; sediakan obat hama dan berikan mereka kebutuhan hidup selama satu tahun. Didik mereka agar jadi petani Karet, petani Kopi yang baik. Maka mereka akan jadi tuan bagi diri mereka sendiri. Apakah Pemda tidak bisa membuatkan mereka modal seperti ini? Sementara untuk anak-anak mereka diberikan kartu pintar dan kartu kesehatan ala Jokowi. Sungguh membangun negeri ini sebenarnya tidaklah susah. Pemda bisa melakukan itu. Hanya saja pemda sering berpikirnya terlalu rumit dan terlalu jauh.

Menurut penelitian kalangan Missionaris di Papua, Kebun karet cocok untuk menjadi tumpuan hidup warga Papua asli. Berbeda dengan kebun sawit, sawit adalah tanaman industri yang pengelolaannya ikut pola dan disiplin yang tinggi. Mulai dari pemberian obat hama, penyiangan rumput, dan pemetikan hasil semua sudah harus sesuai jadwal. Kalau tidak bisa merawatnya sesuai jadwal maka hasilnya akan busuk. Hal seperti ini, tidak cocok bagi warga Papua yang umumnya masih tradisional dan “malas”.

Kebun karet lain, dia tahan banting dan umumnya mudah di rawat. Demikian juga dengan cara memanennya. Kalau pagi misalnya hari hujan, nanti agak siangan masih bisa “menyadap” karetnya. Pengolahan hasilnya juga hampir tidak membutuhkan ketrampilan khusus. Siapapun bisa melakukannya. Itulah yang dilakukan Modestus  Kosnan (48) meski terlihat berpeluh di bawah terik mentari membalik-balik lembaran karet putih yang dijemur disamping rumahnya, tapi ia senang. “Syukur hari ini tak hujan. Saya bisa menjemur karet sampai kering,” katanya. Modestus adalah salah satu warga Erambu yang berkebun karet. Karet selama ini menjadi sumber penghasilan utama bagi Modestus dan keluarganya.

Atau cobalah ke daerah-daerah penghasil Kopi di Papua, Anda akan tahu bahwa sebagaian warga Papua sudah trampil berkebun Kopi dan punya penghasilan dari sana. Misalnya kopi Baliem[2] atau Kopi Wamena. Jelasnya di Papua  terdapat beberapa daerah  kopi dan sudah dikembangkan sejak jaman Belanda. Ada juga Kopi Timika yang tersebar di wilayah suku Amungme yakni di daerah Hoea, Tsinga, Utekini, dan Aroanop.  Juga ada Kopi Nabire. Kopi Nabire lebih banyak tersebar di daerah Paniay dan Deiyai. ada lagi kopi Arfak dan Kebar di Manokwari dan Kopi Kaimana. Kopi berikutnya adalah Kopi Dogiyai, biasanya ditanam di sekeliling lembah Kamuu yang berada di pegunungan Mapia, di Kabupaten Dogiyai. dikenal sebagai biji kopi dogiyai, atau ‘Kopi Moanemani’.  Bisa dibayangkan kalau Pemda mempunyai program kerja yang bisa mempasilitasi agar warga Papua bisa punya kebun Kopi.

Strategi Adaptasi Pembangunan

Menganalisa lebih jauh tentang “strategi adaptasi” dalam konteks warga Papua di perbatasan, di pedalaman yang ada saat ini, maka penguatan kapasitas Sumberdaya Manusia (SDM) menjadi salah satu hal mendasar yang perlu diprioritaskan. Agenda penguatan kapasitas SDM dalam “strategi adaptasi” ini akan menopang terwujudnya keunggulan dari masyarakat maupun daerahnya khususnya perbatasan dan pedalaman. Kalau hal itu yang dibicarakan, maka peran pendidikan dan pelatihan menjadi sebuah titik konsentrasi yang fundamental untuk dikembangkan. Pendidikan yang mereka butuhkan, bukanlah pendidikan formal biasa seperti yang sudah kita kenal, tetapi pendidikan yang bisa membarikan mereka Kebun, bisa membuat mereka kemampuan untuk mengelolanya dan bisa memasarkan hasilnya, hingga mereka bisa hidup dari karyanya.

Pendidikan seperti itu menjadi pilar utama dengan pemamfaatan teknologi Tepat Guna menjadi suatu pilihan yang mampu membekali SDM perbatasan, pedesaan pedalaman. Pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk pembukaan kebun karet, kopi atau Sagu seara tuntas sehingga mereka mampu mengelolanya. Dipercaya melalui pendidikan seperti ini, SDM perbatasan, pedesaan pedalaman diproyeksikan untuk mampu membangun diri dan daerahnya sendiri di mana nantinya dapat mendukung proses perwujudan kemandirian yang diagendakan baik oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah. Teknologi tepat guna di tengah budaya peramu bisa di contohkan seperti berkebun karet rakyat, berkebun Pinang dan mengolah Pohon Sagu. Untuk agenda pendidikan ini, ada dua opsi yang perlu dijadikan pertimbangan, di mana di antaranya adalah pengembangan pendidikan yang berorientasi kepada kearifan lokal yang berlaku. Bisa juga dengan mengirimkan SDM ini untuk belajar di luar daerahnya ke Pemda tetangganya yang sudah lebih manu. Sehingga mereka bisa merasakan sendiri manfaatnya.

Baca   Juga   : BumDes & BumNas Sinergis Rakyat Sejahtera

Balada orang Papua  menjadi PENDATANG BARU DIATAS TANAHNYA Sendiri sebenarnya adalah bagian dari proses adaftasi itu sendiri. Hampir semua warga pribumi mengalami hal seperti itu. Hal serupa itukita bisa temui di Jawa pada awal tahun 70 an, yang lebih dikenal denganistilah “Ali Baba”. Maknanya yang punya adalah Ali (pribumi) tapi yangmengoperasikannya adalah Baba (pendatang, turunan tionghoa). Hal seperti ituterjadi juga di Malaysia Dll. Persoalan yang satu ini cukup rumit bagi siapapun di Papua Kita bisa lihat contoh, bahwa beberapa pasar yang sudah dibangun di sana, setelah selesai kemudian sering terjadi tidak berfungsi sama sekali. Lalu ada juga pasar yang sudah dibangun itu, tetapi sama sekali tidakmengakomodir masyarakat asli Papua. Lalu mereka mengatakan bahwa  “mereka menjadi pendatang baru di atas tanahnya sendiri”. Padahal, awalnya mereka punya toko, mereka memang diberi jatah; tetapi kemudian tidak punya modal dan tidak punya kemampuan; kemudian Toko pindah tangan dengan cara illegal, mereka menjualnya,mereka dapat uang tapi kemudian tersisih.

Hal lain yang menarik dengan Papua adalah “Budaya Proposal”. Pernah dengar Budaya Proposal Ala Papua[3]. Budaya Apapula itu? Inilah salah satu sisi lain yang memprihatinkan. Mari kita dengarkan penuturan Gubernur Papua Lukas Enembe SIP, MH. Menurutnya  masyarakat Papua masih hidup dalam kemiskinan dan ketergantungan, mereka belum bisa menolong dirinya sendiri.  Kemampuan mereka hidup sangat bergantung dari kebijakan pemerintah baik pusat, maupun daerah dalam hal ini provinsi dan kabupaten/kota.

Perubahan baru yang sangat merisaukan adalah “ cara hidup masyarakat Papua hidup dengan budaya proposal ”. Budaya proposal sudah menjadi budaya baru, “sehingga setiap ganti kepemimpinan pasti selalu memiliki pengalaman yang sama. Karena itu, beberapa waktu lalu saya telah membakar kurang lebih 20 ribu proposal yang telah dimasukan ke Pemerintah Provinsi Papua[4]. Gubernur menuturkan, keputusannya untuk membakar seluruh proposal tersebut  sudah melalui perang bathin yang luar biasa dalam hatinya, Gubernur berdoa pada Tuhan meminta kekuatan agar dapat menyelamatkan masyarakat Papua sehingga mereka terbebas dari rasa ketergantungan yang tinggi terhadap kebijakan pemerintah, yang pada akhirnya akan menyusahkan dan melemahkan kekuatan dirinya. ‘’Keinginan saya adalah masyarakat Papua dapat keluar dari ketergantungan terhadap kebijakan pemerintah, menggali dan mengelola potensi yang ada pada mereka dan sekitar mereka agar dapat bermanfaat bagi kehidupann mereka,’’ Ujarnya waktu itu. Budaya Proposal ini telah membuat ketergantungan dan pengharapan kepada pemimpinnya dengan cara yang kurang mendidik, Karena memang tidak lebih dari “memintak belas kasihan”, meminta sumbangan demi kepentingan keluarga dan diri pribadi kepada Putra daerah yang jadi Pemimpin mereka. Mereka merasa karena dukungannya maka sang peminpin akan hidup senang dan jadi peminpi mereka. Tentu tidak ada salahnya memintak bantuannya.

Seperti yang dikatakan Enembe, berat memang untuk mengubah kultur Papua yang kesemuanya penuh ketergantungan, tapi sang Gubernur tetap akan bekerja keras selama masa kepemimpinannya agar masyarakat Papua dapat Bangkit dan Mandiri serta Sejahtera. Harapan ini tidak muluk-muluk sebab banyak langkah konkrit dan strategis yang sedang  diperjuangkan dan laksanakan sesuai dengan visi misi Gubernur Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera. “Sang Gubernur selalu mengingatkan kepada semua komponen masyarakat di Papua, baik aparatur pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, adat serta komponen lainnya untuk selalu bekerja dengan hati, dengan penuh kerendahan serta jujur maka Tuhan akan memberkati masyarakat dan tanah Papua.

[1] Saya lalu ingat klipping saya tentang kemis kinan di Papua. Pada tahun 2008 ada wawancara wartawati Jubi Angle Flassy dengan Dr Dirk Veplum, MS . Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cendera wasih tentang bagaimana karakter kemiskinan di tanah Papua dan hemat saya masih relevan untuk dipergunakan melihat kemiskinan di Papua saat ini.

[2] https://www.omiyago.com/kopi-nusantara/550-omiyago-kopi-papua-baliem-100-gr

[3] Disebut Budaya Proposal, biasanya dalam setiap muncul kepeimpinan Baru (Gubernur, Bupati,Walikota) maka banyak warga (yang merasa “dekat” dengannya) mengajukan proposal untuk membangun sesuatu, bisa untuk ternak babi, bisa untuk menyekolahkan anak, bisa untuk memperbaiki rumah dll jumlah proposal itu bisa mencapai 20 ribuan.

[4] Ungkap Gubernur dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Recky Ambrauw, pada pembukaan Musyawarah Daerah I Jaringan Aksi Perubahan Indonesia (JAPI), Rabu (2/10/2013) di Diklat Sosial Abepura waktu itu.

Penulis Life Style DotCom

Penulis Life Style DotCom

Penulis Life Style DotCom Rahasia Sukes Penulis Preneur

Oleh   Harmen Batubara

Penulis Entrepreneur Life Style Dot Com adalah penulis yang memahami dunia Dot Com,  ahli tentang SEO[1] terkait penulisan Artikel baik buat blog, sosial media, press release, e-book dan Buku serta sekaligus mengusung suatu brand yang bakal jadi pusat kegiatan bagi kepentingan kepenulisannya. Baik sebagai penulis yang sekaligus mengembangkan brandnya ataupun nantinya jadi pembicara, nara sumber dan expert pada bidangnya. Cobalah bertanya pada diri anda sendiri. Sebagai apa anda maunya dikenal dunia sekitarmu, apa yang menjadi expertiesmu, seperti apa nantinya dirimu dilihat orang dalam tiga tahun lagi?

Penulis Life Style DotCom
Penulis Life Style DotCom

Bayangkan ada jutaan atau puluhan juta penulis bisnis online yang ada di dunia maya, bisa anda gambarkan bagaimana agar orang  bisa menemukan tulisan, dagangan atau bisnis anda, tentu memerlukan suatu usaha yang berkualitas serta didukung talenta yang memahami bidangnya; baik dari sisi teknis penulisan ataupun dari sisi SEO nya sendiri. Karena itu anda dituntut dan jadi penulis yang memahami SEO, anda perlu menguasai marketing, paham akan periklanan, paham akan dunia affiliasi marketing, tahu caranya membuat produk sendiri. Sebuah upaya yang memerlukan ketrampilan dan pengalaman.

Baca Juga   :  Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya

Penulis era dot com diharuskan oleh zaman untuk memahami dunia Life Style Dot Com,  penulis yang seharusnya ahli tentang SEO terkait penulisan artikelnya baik buat blog, sosial media, press release, e-book dan buku-bukunya serta sejak awal sudah mulai mengusung suatu brand (online) yang akan jadi pusat strategis kegiatan bagi kepentingan kelanjutan kepenulisannya baik sebagai penulis itu sendiri atau kegiatan “bisnis” yang terkait dengan kegiatannya dalam berintegrasi dengan para teman-teman dan calon kastomernya; hal itu bisa sebagai pusat pelatihan kepenulisan, bisa berupa marketingnya atau memperdalam ketrampilan pada keduanyanya sementara sang penulis sendiri terus  mengembangkan kemampuan expertiesnya sembari mengembangkan usahanya baik itu jadi pembicara, nara sumber sesuai bidangnya.

Era Life Style Dot Com

Lifestyle dot com adalah gaya hidup masa online, era internet, gaya hidup yang bisa melakukan kegiatannya dari mana saja sepanjang ada lap top dan jaringan online. Kalau anda penulis atau pebisnis online jenis PKL atau Pedagang Kaki Lima Online, maka penampilan anda mungkin mirip anak muda seadanya dengan menjingjing laptop atau netbook ke sana ke mari, kadang mangkal di café atau di taman kota sekedar mencari hot spot atau jaringan online. Kemudian ia “membuka lapak”, mengecek apakah segala sesuatunya masih berjalan dengan baik. Melihat lihat iklannya di berbagai direktori dan kemudian menjadwalkan pengiriman surat–surat baru (email marketing) pada para pelanggannya. Setelah semuanya diketahui masih berjalan normal dan surat-surat baru telah terjadwal dengan baik ( hanya butuh waktu sekitar 20 -30 menit), setelah itu si anak muda ke Bank terdekat untuk menguangkan chek-cheknya atau melihat secara fakta uangnya di bank yakni dengan membuat print out buku-buku banknya pada minggu terahir.

Setelah itu ia kembali mencari tempat mangkal, bisa jadi di halaman belakang resto yang tengah persiapan makan siang, di sanalah ia mulai menuliskan berbagai artikel yang ia perlukan untuk konten di beberapa blognya, atau meneruskan proyek penulisannya tentang E-book yang tengah Populer terkait Autoresponder murah yang tidak lagi perlu berlangganan seperti autoresponder biasa; tapi cukup satu kali beli dan setelah itu anda tidak perlu lagi bayar apa-apa. Apa yang menarik di sini adalah bagaimana seorang penulis bisa berperan sebagai penulis pada umumnya, tetapi pada waktu yang sama menjadi seorang pengusaha Online, baik sebagai seorang affiliate, atau bisa juga sebagai blogger, atau malah menjual produknya sendiri. Gambaran seperti itulah yang kita sebut sebagai penulis Life Style Dot Com.

Mana ada sih bisnis yang semudah dan sefleksibel ini? Anda bisa cari dimana saja. Pasti anda tidak akan menemukan, enaknya punya kehidupan yang ditopang atau sebagai penulis di zaman online atau oleh bisnis online dengan gaya hidup ala lifestyle dot com. Kalau mereka yang sudah punya nama atau yang bergerak dengan bisnis online gedean, ceritanya lain lagi. Mereka melakukan bisnisnya bisa dari kapal pesiarnya, atau dari hotel berbintang lima di Hawaii atau di Bali. Kantor virtualnya ada dimana-mana, ia cukup melakukan chatting dengan sang manajer operasionalnya, dan setelah semua di ketahui berjalan normal, barulah ia mencek uang pemasukannya untuk kemudian larut dengan upaya mencari ide-ide untuk buku baru atau ide –ide baru untuk bisnis online yang lebih menjanjikan. Kehidupan sepertinya begitu menjanjikan. Apakah anda tidak tertarik dengan gaya seperti itu?

Benang merahnya, adalah bisnis online telah hadir dan membawa peluang besar yang belum pernah ada sebelumnya. Sebuah peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, sejauh mereka tahu ilmunya. Perlu anda ketahui, memulai dan mengembangkan bisnis internet Anda sendiri adalah salah satu cara terbaik saat ini yang bisa memberikan anda berbagai keuntungan, baik dalam permodalan, pengoperasian serta mampu memberikan anda kesempatan untuk memiliki lebih banyak penghasilan, fleksibilitas, gaya hidup dot com. Nah kalau anda sebagai penulis, tentu zaman seperti ini adalah zaman yang penuh dinamika yang bisa membuat anda jadi apa saja hanya dengan bermodalkan Laptop dan jaringan internet dan tentu saja kualitas kemampuan anda sebagai penulis atau pebisnis online.

Menulis Online Di Era Dot Com

Bayangkan di meja anda seolah dihadirkan ruang buku atau referensi yang besarnya lebih besar dari lapangan sepak Bola Gelora Bung Karno? Yang benar? La iyalah. Coba anda bayangkan betapa hebatnya layanan informasi yang bisa anda dapatkan lewat Google (www.google.com), Bing, Yahoo dll. Coba ketikkan apa saja di Search engine nya Google misalnya, maka dalam hitungan detik anda akan disuguhi ratusan juta info terkait apa yang anda mintak, itu bermakna ratusan jutaan lembar buku, yang kalau anda masukkan dalam satu ruangan; sungguh tidak terbayang betapa besarnya ruangan yang anda perlukan. Kehidupan Life Style Dot Com benar-benar informasi Dunia ini ada dalam jinjingan tangan anda; ruaarrr biasa. Kalau kita tidak bisa memanfaatkannya, maka sungguh yang tidak terbayangkan?

Baca Pula    :  Pengalaman Jadi Penulis Harian Koran Lepas

Percaya atau tidak, semua ini bukan mimpi tetapi bisa anda wujudkan. Anda hanya perlu seseorang yang bisa menunjukkan caranya untuk anda atau sebuah buku yang bisa menunjukkan Anda, langkah – demi-langkah, persis seperti bagaimana para penulis buku  atau pebisnis online yang sudah sukses melakukannya. Itu sebabnya saya ingin memperkenalkan Anda kepada buku saya “ Peluang Usaha di Clickbank Kaya Dengan Bisnis Lifestyle Dot Com”  Percaya atau tidak, apa yang saya tuliskan dalam buku tersebut adalah jurus-jurus dasar yang berhasil mengantarkan para pebisnis Online sebelumnya meraup Jutaan atau bahkan milyaran rupiah bagi mereka pada zamannya. Nah kali ini saya kembali mengajak anda untuk ikut menjadi penulis di era life style dot com ini. Karena apa? Karena saya tahu persis banyak sekali anak muda di luar sana yang hebat dalam kegiatan online, tetapi mereka tidak atau belum memanfaatkannya bagi perbaikan dalam hidup mereka.

Ingat ini barulah jurus dasar, untuk bisa berhasil dan mahir dan menjadikan anda seorang penulis Buku atau penulis Online pada era Dot Com yang baik, untuk menjadikan anda professional anda perlu berbuat atau melakukan sesuatu dengan baik dan berlatih sambil memperkaya ilmu anda. Anda perlu terus berlatih tetapi sambil membangun usaha anda. Kalau dalam dunia militer, latihan adalah sesuatu yang harus. Tiada hari tanpa latihan. Umumnya habis mereka latihan lalu diberikan penugasan; kemudian kembali ke barak untuk di latih kembali dan seterusnya di tugaskan kembali. Begitu seterusnya sehingga mereka benar-benar profesional.

Begitu dengar suara letusan mereka langsung tahu itu letusan dari senapan jenis apa, dari jarak berapa ditembakkannya dan seterusnya. Menjadi penulis berhasil tidak cukup diawali dengan mengetahui ilmu dasarnya saja tetapi setelah itu anda perlu terus menempa diri, perlu terus mengasah, melatih diri sambil memanfaatkan teknologi yang ada. Bila tidak anda akan jadi Gaptek, tertinggal di landasan dan hanya jadi sekedar penonton.

Ibarat belajar menyetir mobil, pelajarannya juga sangat sederhana dan semua polanya sama; tetapi kalau anda ingin jadi seorang sopir di Formula-1 tentu akan lain lagi. Soal nyetirnya bisa sama tetapi soal kemampuan menghadapi dinamika, tentu tidak bisa lepas dari kemampuan latihan serta kualitas anda sendiri, khususnya kekuatan syaraf anda. Apakah dalam tekanan berupa target yang demikian tinggi masih bisa bekerja normal? Menulis juga tidak jauh dari itu, ilmu menulisnya barangkali sama tetapi karya nya akan sangat berbeda. Seorang penulis pemula dengan penuh talenta akan berbeda dengan seoranga penulis gaek yang sudah kaya dengan asam garam kehidupan. Tapi yang jelas tulisan mereka sama-sama memukau para pembacanya. Jadi jangan gamang dengan penulis hebat, sebab para pembaca setiap tulisan akan berbeda.

[1] Search Engine Optimation suatu cara menulis di media online agar lebih mudah di temukan oleh mesin pencari dari seperti Google, Yahoo, Bing dll

Kenapa BumDes Jadi Mangkrak?

Kenapa BumDes Jadi Mangkrak?

Oleh  Harmen Batubara

Kenapa sampai ada Desa yang BumDesnya Mangkrak?  Apakah salahnya ada pada SDM Desa yang belum punya SDM yang bisa mengelola BumDes? Atau memang Desa itu sangat minim potensinya? Sehingga nggak punya sama sekali sesuatu yang bisa untuk di jual atau ditawarkan ke warganya?   Pasalnya, Presiden Jokowi sendiri melihat sendiri setelah mengucurkan dana desa total Rp329,8 triliun dalam kurun lima tahun. Ternyata mendapat laporan masih adanya 2.188 BUMDes mangkrak dan 1.670 BUMDes yang berjalan, tapi belum optimal menggerakkan perekonomian desa.

Kenapa BumDes Jadi Mangkrak?
Kenapa BumDes Jadi Mangkrak?

Berbagai pendapatpun bermunculan, khususnya dari para pemerhati dan para ahli yang selama ini telah ikutan mengawal kiprah pengelolaan BumDes ini. Misalnya Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparan Anggaran (FITRA) Misbah Hasan menekankan bahwa selama lima tahun ini, minimnya kajian atau perencanaan mendalam ketika pembentukan usaha BumDes merupakan kelemahan utama yang perlu diperhatikan. “Perintah membuat BUMDes adalah mandatori dari kementerian, sehingga ditafsir oleh dinas pemerintah desa, setiap desa harus dibentuk BUMDes tanpa ada persiapan, perencanaan, dan sebagainya,” ujarnya kepada Bisnis, (22/12/2019).

Baca Juga :  BumDes & BumNas Sinergis Rakyat Sejahtera 

Menurutnya, banyak pendirian BUMDes yang masih sebatas ‘yang penting berdiri’, akibat tanpa business plan yang baik dan orientasinya masih sebatas melengkapi administratif. Akhirnya, kebanyakan BUMDes menerapkan model TOKO RITEL MODERN atau MINIMARKET, “Padahal, hal ini justru berpotensi membunuh perekonomian desa, karena produk-produk lokal desa tidak ikut dipasarkan,” tambahnya.

Belum lagi apabila BUMDes yang dibentuk hanya menerapkan model koperasi simpan pinjam. Tata kelola yang belum baik dari pengurus ditambah belum siapnya tingkat literasi masyarakat sekitar, berpotensi menimbulkan masalah seperti kredit macet, dan lain sebagainya.Oleh sebab itu, Misbah menyarankan adanya pengawasan dan pendampingan intensif terhadap BUMDes dari pihak otoritas yang lebih tinggi, misalnya pemerintah provinsi atau pemerintah pusat.

Ada juga yang melihat dari segi Kelembagaan BumDes itu sendiri. Mereka[1] menilai Pendapat Menteri Desa mengatakan bahwa BUMDes itu perlu melakukan  holding. Sesungguhnya tidak bisa membentuk holding karena BUMDes sendiri belum mendirikan unit usaha berbadan hukum sebagaimana diamanatkan dalam Permendes No. 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan, dan Pengelolaan, dan pembubaran Badan Usaha Milik Desa.

Menurut mereka BUMDes perlu bertransformasi untuk melembagakan dirinya menjadi badan usaha resmi berkekuatan hukum bisnis untuk melaksanakan transaksi usahanya secara profesional. Harus segera tinggalkan cara konvensional demi meningkatkan proses dan progresnya menjadi kekuatan ekonomi desa. Maka jangan heran bila BUMDes pada umumnya mangkrak karena memang tidak dibina atau tidak didampingi oleh tenaga profesional dalam menjalankan roda usaha BUMDes dan termasuk dalam membentuk unit usaha berbadan hukum sesuai amanat regulasinya.

BUMDes harus membuka ruang investasi atau penyertaan modal pada usahanya, baik untuk investor untuk masuk ke dalam lembaga BUMDes maupun terhadap peningkatan bidang usahanya. Salah satu strateginya adalah mereformasi kelembagaannya terlebih dahulu. Usulan tranformasi BUMDes untuk di pertimbangkan oleh pemerintah dan pemda agar bisa bergerak dalam menggali potensi desa yang bersangkutan adalah sebagai berikut:

Pertama: BUMDes dilembagakan menjadi koperasi multi pihak atau multi stakeholder cooperative. Termasuk dalam pembentukan atau pendirian BUMDes bukan lagi ditetapkan dengan Peraturan Desa, tapi melalui Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) yang dilegalisir oleh Kementerian Hukum dan HAM.Struktur kepemilikan BUMDes adalah pemerintah desa sebagai representasi publik (suara 50-60%), masyarakat desa berbasis KTP dan KK setempat sebagai representasi people (suara 20-30%) dan kelompok investor atau sponsorship sebagai representasi private (suara 10-20%).

Baca Pula   :  BumDes Jaya Indonesia Sejahtera

BUMDes akan menjadi lebih efektif karena masing-masing pihak secara alamiah menghendaki atas nilai terbaik bagi kepentingannya. Juga makin transparan karena masing-masing pihak membutuhkan informasi yang cukup agar dapat mengendalikannya. Efek keberlanjutannya, adalah mencegah penyalahgunaan wewenang oleh elit desa (elite captured).

Kedua: Permendes No. 4 Tahun 2015 pasal 8 yang menyebut BUMDes dapat membentuk unit usaha berupa Perseroan Terbatas (PT) dan/atau Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Selanjutnya direvisi atau ditambahkan pilihan kelembagaan yaitu BUMDes dapat membentuk primer koperasi (multi stakeholder cooperative).  Maksud dari revisi Permendes tersebut untuk menghilangkan kekakuan atau memberi kesempatan adanya alternatif pilihan karena pada Permendes No. 4 Tahun 2015 tidak mengafirmasi badan hukum koperasi. Namun lebih penting dan terkondisi sebagai usaha menambah kesejahteraan masyarakat desa. Pilihan terbaik adalah BUMDes bertransformasi menjadi primer koperasi yang berbasis multipihak.

Tetapi kalau kita berkaca pada beberapa BumDes yang telah berhasil maka yang terlihat benang merahnya adalah di Desa tersebut ada SDM yang mengetahui permasalahan Ekonomi di Desanya; SDM Desa itu mengetahui apa sebenarnya yang mereka butuhkan dan termasuk solusi atau pemecahaannya. Maka mereka dirikanlah BumDes dan itu berhasil.

Potensi Desa itu Luar Biasa

Secara empirik Desa jadi menarik didiskusikan karena dua misteri modal sosial di Indonesia yang sungguh berbeda dengan keyakinan teoritik. Pertama, desa-desa di Indonesia sebe¬narnya sangat kaya modal sosial tetapi juga rentan secara sosial. Di satu sisi masyarakat desa sudah lama mempunyai beragam ikatan sosial dan solidaritas sosial yang kuat, se¬bagai penyangga penting kegiatan pemerintahan, pemba¬ngunan dan kemasyarakatan. Swadaya dan gotong royong telah terbukti sebagai penyangga utama “otonomi asli” desa. Ketika kapasitas negara tidak sanggup menjangkau sampai level desa, swadaya dan gotong royong merupakan sebuah alternatif permanen yang memungkinkan berbagai proyek pembangunan prasarana desa tercukupi. Di luar swadaya dan gotong-royong, masyarakat desa mempunyai tradisi to¬long-menolong, bahu-membahu dan saling membantu an¬tarsesama, apalagi ketika terjadi musibah yang mereka lihat secara dekat.

Tetapi di balik ikatan sosial dan solidaritas sosial yang menyenangkan itu, masyarakat desa sering menghada¬pi berbagai kerentanan sosial (social vulnerability) yang menyedihkan, bahkan bisa melumpuhkan ketahanan sosial (social security) mereka. Ketahanan sosial masyarakat desa kerapkali sangat rentan ketika menghadapi gempuran dari luar, mulai dari regulasi dan kebijakan pemerintah, proyek pembangunan, wabah penyakit menular, narkoba, bencana alam, kekeringan, dan masih banyak lagi. Bahkan bantuan dari pemerintah seperti BLT kompensasi BBM juga memu¬nculkan kerawanan sosial dalam masyarakat, misalnya da¬lam bentuk pertikaian antara warga dan aparat setempat.

Kedua, desa kaya modal sosial tetapi tidak kaya modal ekonomi. Dengan kalimat lain, modal sosial itu tidak men¬galami transformasi menjadi modal ekonomi. Studi Ed¬ward Miguel, Paul Gertler, dan David I. Levine (2005) di 274 daerah industri di Indonesia, misalnya, menunjukkan bahwa modal sosial tidak berpengaruh secara signifikan ter¬hadap pertumbuhan industri. Karena itu, wajar jika Prof. Robert Lawang, pernah mengajukan pertanyaan: mengapa modal sosial yang kaya tidak menghasilkan modal ekonomi? Bagaimana dan dimana letak missink link antara modal so¬sial dan modal ekonomi?

Mari kita lihat keberhasilan BumDes Tirta Mandiri Pongok Klaten Jawa Tengah.Banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi dalam membangun eonomi berbasis komunitas di desa. Betapa tidak. Padahal, pada tahun 2001 Desa Ponggok justru masuk dalam daftar Inpres Desa Tertinggal (IDT). Letak geografis di dataran rendah lereng Merapi, sebenarnya membuat Ponggok kaya dengan sumber mata air seperti umbul Ponggok, Besuki, Kajen, Kapilaler, dan Sigedang. Tapi hal tersebut kala itu tak cukup membuat Ponggok sejahtera. Kemudian perubahan itupun mulai datang dengan lahirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan nama Tirta Mandiri, yang merupakan sebuah usaha yang digagas di bidang kepariwisataan.

Awal terbentuknya BUMDes Tirta Mandiri Unit Usaha yang dikelola baru berupa TOKO PAKAN IKAN dan KOPERASI SIMPAN PINJAMAN Modal Bagi Masyarakat, pengelolaan air bersih serta merintis kegiatan pariwisata Umbul Ponggok sebagai wahana rekreasi. Di awal berdirinya BumDes ini hanya memiliki 3 orang karyawan, sekarang karyawan sudah lebih dari 80 orang yang seluruhnya berasal dari masyarakat desa setempat. “Dengan gaji diatas UMR kabupaten (UMR Kabupaten Klaten Rp 1.527.500). Artinya di satu desa ga perlu lagi harus berbondong bondong ke kota, di sini sendiri kita sudah bisa memberi penghidupan yang layak; begitu selalu yang pengurus katakan. Jika pada 2012 pendapatan kotor BUMDes Tirta Mandiri sekitar Rp 150 juta. Setahun kemudian meningkat menjadi Rp 600 juta. Kemudian 2014 melonjak Rp 1,1 miliar. Pada 2015 melebihi target yang ditentukan Rp 3,8 miliar menjadi Rp 6,1 miliar. Tahun 2016 dengan pimpinan BUMDes yang baru, target Rp 9 miliar terealisasi Rp 10,3 miliar.

[1] H.Asrul Hoesein. https://www.kompasiana.com/hasrulhoesein/5e196736d541df5b4f04e542/hindari-mangkrak-bumdes-harus-segera-transformasi-kelembagaan-koperasi?page=all

Penulis Profesional, Bahagia Dengan Tulisannya

Penulis Profesional, Bahagia Dengan Tulisannya

Oleh Harmen Batubara

Kalau secara “to the point” maka makna penulis professional itu, sebenarnya lebih merujuk kepada pekerjaan. Ya sebagai pekerjaan penulis Profesional yang sudah memasang tariff atas berbagai tulisan yang ia hasilkan. Disini  kepenulisan itu, sudah jadi komoditas professional yang ada kualitas, karakter dan lengkap dengan harganya. Pada hakekat sebenarnya, entah apapun perangkat keprofesionalismean pekerjaan anda, maka yang lebih penting adalah apakah anda bahagia dengan pekerjaan anda. Kalau anda senang dan bisa bahagia karenanya maka itu sudah cukup. Mau disebut sebagai penulis professional atau penulis saja, tidak akan buat perbedaan. Kalau tulisan anda sudah punya “trade mark” tersendiri serta punya komunitas yang jadi penggemarnya, maka itu saja sudah lebih dari Cukup.

Menulis Membuatku Bahagia
Menulis Membuatku Bahagia

Pernahkah terlintas dalam pikiranmu bahwa penulis terkenal, punya nama, kaya secara material dan hidup ala selebriti di berbagai dunia panggung? Tetapi sebenarnya mereka juga hanyalah penulis biasa saja. Penulis yang siapa saja sebenarnya bisa menuliskannya. Anda pasti ingin klarifikasi? Masa Sih? Cobalah perhatikan. Berbagai  tayangan live Show  di Televisi, terserah  apa genrenya, ada banyak  penggemar dan berhasil menghasilkan “bintang” bintang  tenar, kaya raya dsb dsb. Apakah tayangan atau show itu memang bagus? Nope! Belum tentu? Memang ada yang bagus tetapi lebih banyak lagi yang biasa-biasa saja. Lalu apa intinya? Ya lihatlah industeri yang melahirkan bintang dan mega bintang nya itu. Merekalah yang punya hajat, merekalah yang punya “selera” dan merekalah yang menentukan mana bintang yang Top dan mana yangTop sekali.

Baca Juga : Menjadi Penulis Pro Dengan Memanfaatkan Logika SEO

Nah di sanalah bedanya. Kalau banyak anak muda yang ingin jadi penulis Idola, berkarya, dan kaya raya maka jadilah bagian dari “pentas Show” yang diusung oleh industeri penerbitan. Bukan apa-apa. Karena begitu mereka berhasil menjadikan sebuah buku “Booming”, maka perhatikanlah hanya dalam hitungan minggu akan muncul lagi buku-buku baru yang lebih hebat, yang lebih “booming” dari yang sebelaumnya. Padahal hanya dalam tenggat waktu yang demikian terbatas?  Kapan Penulisnya bisa menuliskannya? Karena mesin industeri penerbitan itu bekerja, mereka mampu mendikte selera; anda kalau tidak membaca buku terbitan mereka, pasti anda tergolong kuno. Nggak tahu jaman, nggak gaya, nggak ngarus dst dst.

Hanya satu tindakan yang harus anda ambil. Membeli buku mereka, dan menyebut sang Penulisnya sebagai “penulis hebat, penulis cerdas” yang dilahirkan zaman. Kalau anda berani menyebut yang sebaliknya, maka anda pasti dibilang tidak punya akal sehat dan anda memang orang yang tidak bisa mengikuti zaman. Itulah dunia panggung. Industeri memang harus mampu membuat panggung- panggung yang melegenda. Tanpa itu rasanya sepi. Masalahnya? Apakah anda berada dalam “radar” mereka? Kalau tidak ya anda hanya akan jadi sekedar penulis professional. Memang tidak kaya sekali, tetapi anda layak hidup seperti para professional lainnya. Mungkin tulisan ini akan sedikit banyak bisa membantu anda untuk menjadi penulis professional.

Tahu Selera Pasar

Penulis Yang Tahu Selera Pasar   Tapi jangan salah persepsi, setiap segmen ( niche) mempunyai pasarnya sendiri-sendiri. Ada pasar yang ramai, tetapi hanya diminati oleh para pembaca yang menengah ke bawah. Sebaliknya ada juga segmen yang sebenarnya tidak banyak peminatnya, tetapi umumnya disukai oleh mereka yang punya daya beli. Dan banyak lagi ragamnya. Sekarang memang semua sudah ada “perangkat” atau “tool” yang bisa membantu anda. Anda bisa membaca selera pasar pada segmen yang anda suka lewat “Google” jelasnya “Google Keyword Planner” atau berbagai software yang memungkinkan anda tahu dengan benar, seperti apa sebenarnya “realitas” segmen yang akan anda kan tulis.

Baca Pula : Pengalaman Jadi Penulis Harian Koran Lepas 

Begitu anda happy dengan segmen yang akan anda tulis, maka lakukanlah Riset perihal segmen yang akan anda tulis. Riset di sini adalah lewat “dektop” publishing artinya riset lewat berbagai tulisan Online terkait segmen yang akan anda tulis tersebut. Ingat kalau melakukan riset, perhatikan obyek yang anda riset; pilih juga kredibilitasnya.  Anda harus telaten saat dimana anda memanfaatkan data apa adanya dan pada saat yang mana harus memilih data dari sumber-sumber yang punya kredibilitas. Misalnya dari kalangan penerbit atau harian yang sudah punya jam terbang puluhan tahun; dari data atau publikasi kalangan universitas ternama; serta publikasi yang bisa anda yakini kredibilitasnya. Kemudian yang juga tidak kalah menariknya.  Apakah nantinya anda dalam menerbitkan buku tersebut hanya mengandalkan pada para penerbit “Mayor” yang memang hidupnya hanya dari dunia penerbitan Buku? atau anda terbitkan sendiri lewat pola “Selfpublishing” yang memadukan website pribadi, website toko Online sendiri serta memanfaatkan website mall; seperti Bukalapak com, Tokopedia com, Lazada, Alibaba, Amazon com Dll. Anda bisa memanfaatkan berbagai media website anda sendiri dengan kombinasi website pro yang memang sudah ada di pasar yang bisa anda manfaatkan secara gratis.

Disiplin dan Mampu Memotivasi Diri

Seperti kata seorang sahabat, kalau masih menulis hanya dengan mengandalkan mood, pertimbangkan ulang cita-citamu untuk jadi penulis profesional! Karena bagaimanapun tak bisa hanya mengandalkan mood. Penulis yang profesional memperlakukan aktivitas menulisnya sebagai sebuah pekerjaan yang tetap harus dilakukan setiap hari, tanpa peduli mood dan situasi hati. Tak peduli habis patah hati, gagal ujian, atau baru saja bertengkar dengan pacar, atau isteri dan tak ada alasan untuk tidak menulis. Ada banyak hal yang orang lupa kalau melihat dunia seorang penulis. Ibarat rutinas seorang prajurit professional, menulis juga harus punya jadwal-jadwal yang sudah tersusun dan telah dipraktekkan dengan baik. Seorang prajurit kegiatannya dikerangkakan oleh waktu dan waktu. Jam 06.45 dia sudah harus apel pagi ( apel nya memang jam 07.00 tapi dia sudah harus di posisi apel 15 menit sebelumnya, itu berarti sudah harus bangun jam 04.30). Kegiatan Apel pagi diikuti dengan rutinitas senam pagi, dan nanti baru selesai jam 08.00 Kegiatan berikutnya sesuai dengan tugasnya masing-masing sampai Isoma ( istirahat Sholat makan siang) pada Jam 13.30. Kegiatan berikutnya sampai Jam 15.00. Diikuti Apel Siang.Jam 16.00-17.30 kegiatan ekstra;  Jam 21.00-21.30 Apel malam dst dst.

Dalam kerangka waktu yang seperti itulah mereka membina kesegaran atau kesemaptaan tubuh, ketrampilan bela diri, kemampuan profesionalnya dst dst. Kehidupan seperti itu sudah jadi suatu ritme. Dalam garis besarnya mereka mempunyai waktu –waktu yang bervariasi sesuai satuannya masing-masing. Yakni waktu untuk penugsan di lapangan; waktu untuk pendidikan ; dan waktu penugasan di satuan. Kalau di lapangan biasanya mulai dari 3 bulan-satu tahun penugsan; pendidikan biasanya tergantung jenis dan tingkatannya dengan durasi satu bulan-satu tahun. Dengan cara itulah mereka menempa diri hingga akhirnya jadi prajurit professional. Polanya bisa jadi tidak sama persis, tetapi seperti itulah garis besarnya. Saya tahu itu, karena saya ada di lingkungan itu selama 30 tahun.

Begitupulalah seorang penulis, dia harus mempu membuat kerangka kerjanya, kerangka cara dia meningkatkan kemampuan profesi kepenulisannya sendiri, dan juga menjaga kebugaran tubuhnya. Bisa dibayangkan kalau model penulis yang dalam satu hari bisa duduk di depan Laptop 6-7 jam disamping seruputan minum kopi. Kalau dia tidak menyediakan waktunya untuk melatih kebugaran tubuh minimal satu jam per hari. Maka percayalah dia akan tidak pernah sampai di sana (jadi penulis professional). Hanya dalam tubuh yang sehatlah maka akan muncul kemampuan menulis yang baik dan professional. Bahwa penulis itu selama ini dipersepsikan seperti kehidupan seniman, yang bekerja hanya kalau lagi mud, penuh sensasi dan berbagai atribut kesenimanan lainnya. Percayalah itu semua hanya sebuah persepsi yang keliru. Penulis professional itu justeru hidupnya penuh disiplin, bahkan melebihi disiplinnya seorang prajurit. Kenapa? Karena dia harus mampu mengatur jadwalnya sendiri. Mengatur strategi bagaimana ia mendapatkan penghasilan; bagaimana ia meningkatkan kemampuan profesionalnya dan menjaga stamina tubuhnya sendiri dan membina keluarganya.

Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya

Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya

Oleh harmen batubara

Apakah Anda sedang mencari peluang usaha yang bisa anda kerjakan lewat internet?  Atau apakah Anda juga sedang berpikir untuk mencari cara memulai bisnis online dan ingin mendapatkan penghasilan tambahan disamping pekerjaan utama Anda? Atau mungkin saja anda sendiri masih mahasiswa dan ingin memanfaatkan  bisnis Online untuk menambah penghasilan? Atau, Anda memang benar-benar ingin fokus mau terjun di jalur bisnis online sebagai sarana untuk mendapatkan sumber penghasilan utama?

Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya
Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya

Kalau hal seperti itu masalahnya, maka tulisan ini bisa jadi akan bisa menjadi bahan masukan bagi Anda. Mencari penghasilan atau penghasilan tambahan dari bisnis Online. Bisnis Online memang memberikan peluang yang cukup menggembirakan. Sebab bisnis ini tidak memerlukan anda melakukannya lewat “door to door” – tetapi anda bisa memintak perangkat Online untuk melakukannya pada anda. Bayangkan. Kalau di dunia Off-line, anda bisa juga melakukan bisnis jualan, tetapi caranya sungguh ribet. Anda mungkin memerlukan Toko, memerlukan beli dagangan, memerlukan tenaga bantu dll yang semuanya itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sementara di Dunia Online anda bisa membuka sebuah Mall atau Toko yang sangat besar tanpa memerlukan modal untuk menyewa Mall, menyewa para pegawai, membeli dagangan dll dll yang biayanya sangat…sangat mahal.

Baca Juga   :  Jadilah Ahli Google Ads Uang Akan Datang

Tetapi satu hal yang anda perlu tahu adalah perihal bisnis internet atau Online itu sendiri. Anda memerlukan pengetahuan dasar yang menjelaskan seperti apa sebenarnya dunia bisnis online tersebut yang sesungguhnya. Memang anda memerlukan untuk membaca dua buku wajib bagi para pebisnis Online ( Formula Sukses dan Formula Gaptek). Cara bodonnya sih, baca buku itu, maka anda akan memahami secara detail apa sesungguhnya bisnis Online tersebut dan bagaimana cara memulainya.

Perlunya Mindset Bisnis Yang Benar

Dalam bisnis intinya bukanlah semata untuk mencari uang. Kalau minsed kita sudah dibatasi oleh pemikiran hanya sebatas cari uang, maka percayalah idenya akan cepat kering. Kenapa? Karena anda hanya fokus pada keinginan anda pribadi. Tapi kalau anda memikirkan sesuatu bisnis yang bisa membuat banyak orang senang, juga anda lakukan karena senang melakukannya, maka percayalah idenya akan terus berkembang sesuai dengan dinamika dari orang-orang atau pangsa pasar yang akan anda layani.

Bisnis Online ini sejatinya sama seperti jenis bisnis lainnya, ketika Anda memutuskan untuk membangun bisnis online pastinya ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, misalnya seperti:  Modal ; Produk atau Jasa yang akan dijual ; Pasar atau “market” yang akan disasar; strategi pemasarannya sendiri; dan Kelangsungan bisnis dan tren bisnis itu sendiri. Sebenarnya bisnis Online juga membutuhkan pekerja professional. Seorang pebisnis yang paham apa yang akan dilakukan. Bukan hanya meraba-raba dan atau sekedar coba-coba. Bedanya anda tidak langsung berhadapan dengan pasar secara langsung. Karena itu anda bisa belajar teori atau ilmunya dan langsung menerapkannya dan kemudian melakukan evaluasi untuk perbaikan.

Untuk itu, sebelum memikirkan hal-hal tersebut, benahi dulu mindset Anda.Faktor penentu kesuksesan suatu bisnis, 95% ditentukan oleh kualitas pribadi manusianya atau mindset manusianya. Ini adalah hal-hal yang sifatnya non-teknis. Dan sisanya adalah yang sifatnya teknis. Yang secara teknis bisa dipelajari. Anda bisa saja mempunyai keahlian membuat suatu web yang canggih, dengan berbagai fitur dan tampilan yang keren. Atau, bisa saja Anda sangat ahli dalam suatu bidang. Namun jika tidak mempunyai mindset yang unggul, maka semua kemampuan itu justeru tidak bisa berkembang dengan semestinya. Anda akan terperangkap rutinitas keahlian anda itu sendiri.

Jadi pastikan bahwa setiap usaha yang kita kembangkan itu ada manfaat bagi sesama .Usahakan supaya kegiatan yang kita lakukan itu bisa memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar, dan juga bagi kebaikan sesama termasuk diantaranya diri anda sendiri. Dengan begitu, Anda akan menemukan alasan mengapa Anda berbisnis online.Tujuan utama kita dalam berbisnis selain mendapatkan penghasilan, juga kita lakukan karena kita suka, dan juga supaya bisa melayani lebih banyak orang dan lebih bermanfaat bagi sesama?

ONLINEkan BISNISMu
ONLINEkan BISNISMu

Mulailah Dengan Jualan Produk Orang Lain atau Affiliate

Untuk bisa jualan produk atau jasa di bisnis Online, maka anda juga perlu mempunyai perangkat untuk melakukan bisnis tersebut, seperti adanya Komputer, atau Laptop atau Handphone dan akses internet. Tanpa perangkat tersebut tentu anda tidak bisa melakukan kegiatan bisnis Online.

Baca  Juga   :  Mau Jadi Penulis, Ya Mulai Saja Dulu

Kalau hal itu anda sudah punya, maka cobalah tanyakan pada diri anda sendiri, produk apa sebenarnya yang menarik minat anda. Produk apa sebenarnya yang anda memang sedikit banyak mengerti dan paham tentang produk / jasa tersebut. Sukur kalau produk itu juga ternyata anda senangi. Tanpa dasar seperti ini, percayalah anda akan cepat kehabisan ide. Kemudian coba cari produk atau jasa yang banyak di cari orang di sekitar anda atau dimana saja. Artinya produk itu memang banyak diminati karena memang bermanfaat bagi pembelinya. Bagaimana cara mencarinya? Yah karena ini baru langkah pertama, dan anda sendiri belum punya Ilmunya tentu yang bisa anda lakukan barulah sebatas “perkiraan” atau dari berbagai info yang anda dengar dari sana sini. Nah kalau anda sudah punya ilmunya? Maka anda tinggal melakukan “riset” dan akan menemukan produk tersebut. Hal itulah yang membuat anda perlu membaca buku “Formula Sukses” dan atau “Formula Gaptek.”

Pasarkan Produk/ Jasa Pilihan Anda ke Pasar Bisnis Online

Sampai disini anda tentu akan bertanya? Bagaimana kita akan memasarkan produk/Jasa  kepada halayak di dunia Online?  Secara logika, anda juga akan menjawabnya lewat “media social”. Ya lewat media social seperti pacebook, twitter, Instagram, Google+,Linked In, Tumbrl, Scoop It Dll. Memang media sosmed bukanlah ajang beriklan ria, tetapi kalau anda bisa mengemasnya dengan baik tentu orang juga tidak akan keberatan. Nah disinilah intinya, anda memang harus paham Ilmu social media; harus bisa membuat Fan Page di Facebook, harus bisa memanfaatkan iklan yang ada di social media tersebut. Tanpa itu anda akan kekeringan ide. Nah anda perlu mempelajari cara memanfaatkan social media dan itu bisa anda dapatkan dalam kedua buku di atas (Formula Sukses dan Formula Gaptek).

Bisnis Anda Memerlukan Website

Sampai pada langkah ini anda sudah merasakan bahwa anda memang memerlukan sebuah Website. Untuk Apa? Untuk menjadi tempat anda memperlihatkan siapa sebenarnya (Brand anda sendiri); kalau di dunia nyata ya Toko atau Kantor Bisnis Anda sendiri. Tentu Toko yang bagus dan berada di Lokasi yang baik akan sangat berbeda dengan Toko asal-asalan? Ya kan? Jelas Ya. Website juga demikian. Website banyak macamnya ada yang dibuat secara amatiran dan juga gratisan. Ada juga yang dibuat secara professional dan berbayar. Semua itu punya tahapan-tetapi intinya anda memerlukan sebuah atau banyak website untuk keperluan bisnis anda. Nah di buku yang saya sebut tadi, anda juga diajarkan cara membuat website secara professional. Di website inilah anda melakukan semua aktifitas bisnis anda; disinilah anda menjelaskan produk yang anda jual-seperti apa produk tersebut dibuat, dan apa manfaatnya bagi mereka yang membelinya. Anda juga menjelaskan akan memberikan mereka Diskon kalau membeli lewat Link anda sendiri. Malah lebih dari situ, anda akan memberikan pada mereka Bonus yang sangat bermanfaat kalau mereka membeli lewat website Anda. Dan masih banyak lagi kegiatan yang bisa anda lakukan lewat website anda.

Anda Memerlukan Mentor Bisnis

Bagi Anda yang mau belajar bisnis online dengan lebih serius, saya sarankan untuk mencari mentor. Dialah yang akan membimbing Anda dalam masa-masa awal membangun bisnis.Anda bisa belajar dari pengalaman suksesnya, serta jatuh bangunnya dari proses yang mereka alami. Dengan adanya mentor, Anda bisa mempercepat proses trial and error yang Anda butuhkan selama berproses menuju puncak.

Ini adalah beberapa rekomendasi tempat belajar bisnis online, yang diampu oleh para mentor dan praktisi yang sudah berpengalaman, dan insya Allah cocok bagi Anda yang ingin memulai belajar bisnis online:

SB1M   Apa itu SB1M?    Ya jelasnya : SB1M Komunitas belajar Online bersama dengan Video Tutorial Terlengkap ; Memiliki basecamp / tempat belajar offline ( Jakarta ) serta akan belajar memiliki Bisnis Online yang memiliki system; Bisnis Online Anda Dapat jalan sendiri meskipun ada atau tidak ada kita di dalamnya; dan  SB1M memiliki Visi Setiap membernya mampu mencapai penghasilan 1 Miliar Sebulan Dari Bisnis Online.

SB1M Memiliki Program Private Mentor . Jika Anda Benar Benar Pemula Mentor Siap Datang Ke Rumah Anda dan mengajarkan secara “one on one”   Jakarta, Depok, Bogor, Pekalongan, Kudus, Semarang Dll  Anda juga mencoba jadi anggota versi “Gratis” nya. Klik Disini.

Cafebisnis  Diasuh oleh Lutvi Afandi, salah satu legenda internet marketing dan bisnis online di Indonesia. Materinya komplit, panduan A-Z urut dan rapi. Enak banget ngikutinnya.

Cek disini → Panduan Bisnis Online by Cafebisnis (aff)

LandingPress Membuat Webiste Pro Jadi Mudah

LandingPress Membuat Webiste Pro Jadi Mudah

Oleh harmen Batubara

Kalau anda tertarik dengan berbisnis di Online, salah satu yang perlu anda kuasai adalah Kemampuan membuat Website. Sebab dengan kemampuan tersebut serta berbagai kembangan dari Ilmunya, maka kemampuan anda untuk berbisnis Online kian terasah.  Jadi apakah anda MAU BUAT WEBSITE? MERASA BELUM BISA? INI DIA SOLUSINYA. Lupakan frustasi dan kesusahan Anda selama ini dalam membuat website, karena dengan MultiPress Anda bisa HEMAT banyak uang dan waktu. Dengan fitur drag n drop + live preview serta block element siap pakai, bikin website HANYA tinggal klik, drag & drop!  SEBELUM KITA ULAS PANJANG LEBAR. BELI SEKARANG SELAGI DISKON DAN DAPATKAN SEMUA INI JADI MILIK ANDA: LandingPress WordPress Theme ; Developer License ; Install di Website Sendiri; Install di Website Client; Tanpa Batasan Website (UNLIMITED Sites); Documentation/Tutorial; Support Gratis Selamanya; Gratis Update Selama Satu Tahun; Bisa Request Fitur yang Relevan; 40 Web Templates Siap Pakai; dan Bonus 6 Jenis Graphic Templates (PSD). Sungguh suatu harga dan fasilitas yang tidak akan anda dapatkan di Theme manapun juga.

Lupakan semua kerja keras! Anda dapat membangun situs Anda dengan mudah dan cepat dengan Thema LandingPress. Thema menyediakan semua yang Anda butuhkan untuk mulai membangun situs indah dan dapat Anda ditayangkan dalam waktu singkat. Desain & tata letak yang disesuaikan melalui admin WordPress, panel admin ramping dan super mudah digunakan.Dengan Live Editornya anda bisa lihat hasilnya secara langsung. Tidak ada lagi kerja keras dan membuang-buang waktu dan sakit kepala dengan berbagai coding & desain! Waktu yang tak terhitung jumlahnya Anda Bisa Hemat dengan tema ini. Nggak usah atau berhenti membayar jutaan rupiah  untuk web designer dan web programmer. Berhenti membayar untuk tema mahal WordPress premium di luar sana. Jika harga adalah salah satu keprihatinan Anda, maka tema ini adalah untuk Anda!

KAMI BUATKAN WEBSITE GRATIS UNTUK ANDA LIHAT DISINI

Apa sebenarnya WordPress theme MultiPress Ini? Ini Tema atau Plug In ? YES, LandingPress adalah tema WordPress. Ini TIDAK Plugin WordPress. LandingPress adalah merek theme WordPress baru “serba guna” yang menawarkan desain yang indah dan profesional ditambah ratusan fitur canggih. Tema yang bersih yang dibuat oleh salah satu dari pembuat theme kelas Dunia, THEMEFOREST  … ini adalah tentang tema BERKUALITAS TINGGI … kualitas THEMEFOREST!

Baca  Juga  : OnlineKan BisnisMu, Wujutkan PeluangMu

Percayalah Dengan LandingPress ini, pembuatan Situs atau Blog Anda Bisa dalam Hitungan  Menit. Atau Jam. Percaya Nggak?  Tidak peduli, apakah Anda  akan membuat sebuah situs e-commerce, website bisnis, blog, atau web Portofolio;  kadang-kadang Anda perlu dan dituntut untuk bisa membuat situs Anda secara cepat. Multipress menyediakan demo XML, halaman template, dan  sangat enak bagi penggunannya USER-FRIENDLY sehingga Anda bisa mendapatkan situs Anda hanya dalam hitungan beberapa menit atau jam.

Pre-Configured Page Layouts : LandingPress dilengkapi dengan demo XML, sehingga Anda dapat menyalin konten Anda ke dalam template PREMADE, dan meluncurkan situs Anda segera. Instant Builder Slider: LandingPress dilengkapi dengan PLUGIN  Slider handal (nilai $ 19) secara GRATIS. Anda langsung dapat membuat sliding display dengan sistem drag-and-drop sederhana. Easy Squeeze Page Builder: Perlu penyesuaian besar kecilnya halaman? Dengan LandingPress, Anda langsung dapat membuat halaman sesuai ukuran  yang memenuhi syarat lead untuk membantu membangun daftar email Anda.

Blog Post Template: Bangun komunikasi sesuai selera  pelanggan Anda, sambil meningkatkan SEO alami; dengan memanfaatkan -posting blog template LandingPress yang sudah tersedia. Anda tinggal utak atik di sana – sini dan kemudian posting! WooCommerce Integration: LandingPress 100% terintegrasi dengan plugin WooCommerce. Tidak ada kebutuhan instalasi tambahan, sehingga Anda dapat membangun website Toko Online anda dengan cepat dan segera menghasilkan uang dari website Anda. Kurang apa? Coba?  User-Friendly Visual Frontend Layout Builder: Setiap tema LandingPress sudah termasuk Plugin  COMPOSER VISUAL (nilai $ 30) secara GRATIS. Cepat dan mudah, tinggal drag & drop elemen yang Anda inginkan pada situs web Anda. Portofolio Page Template: LandingPess memungkinkan Anda MEMAMERKAN pekerjaan Anda secara profesional. Gunakan premade template halaman portofolio untuk menampilkan gambar, video, atau pekerjaan lain.

LandingPress Menawarkan Kemungkinan Desain tidak terbatas

Tidak masalah jika situs Anda seorang penjual produk,atau hanya sekedar mencari klien baru, atau mungkin hanya sekedar menarik para pembaca? – dengan tata letak yang tepat dapat membuatnya lebih sukses. Itu sebabnya Tema LandingPress dibuat mampu untuk memberikan kemungkinan desain tak terbatas. Apapun hasil situs yang anda cari, Multipress dapat membantu Anda untuk mencapai dan memaksimalkannya!

Powerful Advanced Theme Options Panel From font size to color scheme, Tersedia panel Tema Advanced yang berisi berbagai ukuran FONT berikut skema warna. Pilihan ini memudahkan Anda untuk memilih tampilan yang sempurna bagi penampilan website Anda. 2000 + Retina Ikon berkualitas tinggi dapat dengan mudah memasukkan nya ke dalam postingan atau halaman Anda. Ukuran dan warna dapat dengan mudah anda atur sesuai dengan desain website yang Anda inginkan.Benar-benar Blog Canggih Pilihan para blogger profesional atau pribadi. LandingPess memberikan semua pilihan yang Anda perlukan. Anda yang memutuskan tata letak setiap postingan, meta data, fitur gambar, dan hampir semua yang dapat Anda pikirkan atau inginkan.

Tersedia OPTIN FORM CANGGIH Untuk blog profesional atau pribadi. Tema LandingPress memberi Anda semua pilihan yang Anda inginkan. Anda memutuskan tata letak setiap Optin, meta data, fitur gambar, dan hampir apa pun yang dapat Anda pikirkan baik sebagai blogger profesional atau pribadi. Dalam  hal desain  CUSTOM HEADER  umumnya kalau tema-tema lainnya hanya memberikan anda beberapa pilihan terbatasa dan telah ditetapkan, Jelas sangat membatasai kreasi Anda. Tapi Tema LandingPress memberikan Anda pilihan tidak terbatasan dan diberi kemampuan untuk menyesuaikan header sesuai yang anda inginkan. Anda sendiri yang memutuskan posisi logo, menu font, isi topbar, search bar, dan banyak lagi.

Baca  Juga  :  Kopi Takar KoPi Mandailing

600 + termasuk Google Font; anda tinggal iilih font yang sempurna untuk website Anda! Dengan begitu banyak pilihan, Anda akan menemukan font yang tepat untuk yang sesuai dengan dengan kegemaran pengunjung Blog Anda. Kustom Widget LandingPess tersedia widget kustom yang mudah anda sesuaikan untuk memberikan Anda kontrol yang lebih mantap atas situs web Anda. Pilihan variasi warna tidak terbatasan; Variasi Warna LandingPress membuat anda mudah untuk menyesuaikan warna teks, sidebars, footer, dan segala sesuatunya sesuai dengan  yang Anda perlukan atau inginkan. Tersedia Pilihan Portofolio Canggih, dengan pilihan ini anda dapat memamerkan pekerjaan Anda persis sebagaimana yang Anda inginkan! Dengan halaman tidak terbatas portofolio, template premade, dan kategori yang bisa di filter, LandingPress  memungkinkan Anda bangga dengan menampilkan portofolio Anda.

Saya sudah Coba memanfaatkan Thema LandingPress ini, menurut saya sangat enak untuk dimanfaatkan. Ini dia beberapa Web saya yang sudah memanfaatkan Thema LandingPress. www.harmenbatubara.com; www.bisnetreseller.com; www.ebookperbatasan.com  Dll. Terlebih Bagi Mereka yang mau melakukannya dengan pengetahuan Desain. Maksudnya bisa memanfaatkan fitur-fitur yang ada untuk mempercantik tampilan Websitenya sesuai dengan ilmu design yang benar. Kalau anda tertarik Ulasan lebih Lanjut bisa Kalau anda kesulitan bisa kita Bantu.Lihat Disini

Masih ada lagi Pilihan Kustomisasi Lainnya, seperti : logo interaktif, menu, dan bar pencarian ; navigasi Sticky ; Animasi Progress Bar dan Bagan; Touchable carousel ; animasi Scroll ; Integrasi Google Maps; Built-In 404 Halaman; User Friendly Formulir Kontak; dan lain-lainnya