Pilkada 2020, Pilgub Kalimantan Selatan Memang Menarik

Pilkada 2020, Pilgub Kalimantan Selatan Memang Menarik

Oleh Harmen Batubara

Pilkada Serentak 2020 sesuai rencananya diselenggarakan pada 23 September 2020. Pilkada ini diikuti oleh 270 daerah yang terdiri dari 9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota. Kemendagri mencatat ada 107.531.640 penduduk yang berpotensi menjadi pemilih. Jumlah ini memecahkan rekor pilkada serentak dengan jumlah daerah terbanyak di Indonesia. Kementerian Dalam Negeri  menyebut ada 70 persen petahana berkompetisi di Pilkada 2020. Potensi ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN)  akan dipantau lebih ketat. Pelaksana Tugas Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik waktu itu mengatakan indikasi itu berawal dari temuan banyak calon petahana di pilkada tahun 2020. “Ada kurang lebih 70 persen. Nah, terhadap mereka-mereka ini kita lakukan pemetaan lebih detail, contoh terkait netralitas ASN,” kata Akmal saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Pilkada 2020, Pigub Kalimantan Selatan Memang Menarik
Pilkada 2020, Pigub Kalimantan Selatan Memang Menarik

Akmal menyebut Kemendagri akan fokus untuk mencegah penyalahgunaan wewenang oleh para petahana. Khususnya terkait pengerahan ASN untuk pemenangan. Salah satu yang jadi perhatian Kemendagri adalah kemungkinan petahana mengangkat atau mencopot jajaran pemda untuk pemenangan. Karena itu. Kepala daerah tidak diperbolehkan mengangkat atau mencopot jajarannya enam bulan sebelum dan sesudah pilkada. “Tidak boleh petahana melakukan mutasi, kecuali mengisi kekosongan,” ucap Akmal.

Baca Juga  :  Formula Sukses Affiliate: Wujudkan Peluangmu

Dari berbagai Pilkada yang digelar untuk tahun 2020, maka kasus yang menarik dari Pilkada 2020 adalah Pertarungan tentang Patahana yang bisa bertahan di Kalimantan Selatan dan persaingan dua Patahana ( Bupati vs Wakil Bupati ) di Kabupaten Madina Sumut. Dua daerah ini jadi menarik karena Selisih perbedaan perolehan suara yang mereka dapatkan tergolong relatip kecil. Artinya persaingan kedua pasang kandidat memang berimbang dan saling berkejaran. Untuk KalSel hal ini menarik, karena sang penantang ternyata bisa mensejajarkan dirinya dengan Patahana. Jadi meski kalah tetapi ada pelajaran yang bisa dipetik dari sana. Di satu sisi ada keyakinan para pemilih akan beralih dari Patahana dan berbailk untuk mendukung Pendatang baru, tetapi faktanya justeru terbalik. Begitu juga di Kabupaten Madina, di prediksi Pak Bupati Patahana akan dengan mudah memenangkan Pertarungan, ternyata yang menang malah Patahana Wakil Bupatinya. Apakah ini melulu soal kualitas kepemimpinan atau cara berkampanye yang jadi kunci berhasilan? Kali ini kita hanya berkisah tentang Pilkada Kalsel. Mau Lihat Pilkada Madina Sumut Klik Disini.

Kalimantan Selatan melakukan Pilkada gubernur dan wakil gubernur pada pemilihan kepala daerah serentak 2020. Terdapat dua pasangan dalam kontestasi pilkada. Mereka adalah Sahbirin Noor-Muhidin yang mendapat nomor urut 1 dan Denny Indrayana-Difriadi Drajat nomor urut 2. Pasangan nomor urut 1 didukung oleh enam partai, yaitu Golkar, PDI Perjuangan, PAN, PKB, PKS, dan Nasdem. Total perolehan partai di kursi DPRD sebanyak 40 dari 55 kursi. Sedangkan, Denny-Difriadi diusung oleh empat partai, yaitu Gerindra, PPP, Demokrat, dan Hanura. Total suara di legislatif 15 dari 55 kursi.

Sahbirin merupakan calon patahana. Dia kali ini berpasangan dengan Muhidin yang merupakan lawannya pada pemilihan sebelumnya. Saat itu, Muhidin ikut kontestasi sebagai calon independen. Sementara, Denny merupakan akademisi, aktivis hukum dan antikorupsi. Dia pernah menjadi wakil menteri hukum dan hak asasi manusia periode 2011-2014. Wakil Denny, yaitu Difriadi adalah seorang pejabat daerah di Banjarmasin. Dia memulai karier sebagai Kabag Humas Pemda Batola hingga menjadi Wakil Bupati Tanah Bumbu untuk periode 2010-2015. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN), Sahbirin miliki sebesar Rp22,8 miliar dan Muhidin memiliki harta sebesar Rp674 miliar. Ini menjadikannya sebagai peserta pilkada terkaya. Sementara, Denny total kekayaan yang dimiliki sebesar Rp10,4 miliar. Sedangkan, Difriadi memiliki harta sebesar Rp 6,4 miliar.

Sesuai jadwal pada hari yang ditentukan itu,  maka dilaksanakanlah Pilkada di daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Diatas kertas, jelas Patahana memang didukung oleh koalisi Partai yang hidup dengan subur di Kal Sel. Juga bila dilihat dari berbagai perhargaan yang pernah diterima oleh Patahana selama ini. Rasanya sulit untuk melihat kekalahan Patahana. Tetapi ternyata hasilnya lain. Artinya meski Patahana menang, tetapi selisihnya tergolong kecil.  Hal itu terbukti dan terlihat dari Hasil Pilkada Pertama – Patahana hanya memenangkannya di Lima daerah Yakni : Kab Balangan ; 51.35% ; Kabupaten Banjar : 62.42%; Kab Barito Kuala: 61.77%; Kab TanahBumbu: 50.05%; Kabupaten Tapin: 57.82%  dengan Total : 50.24 %. Sementara Pasangan Denny-Difriadi, malah menang di Delapan Daerah, Yakni : Kab Hulu Sei Sel :57.19% ; Kab Hulu Sei Tengah:57.04%; Kab Hulu Sei Utara: 55.72%; Kab Kota Baru:55.92%;Kab Tabalong : 56.11%; Kab Tanah Laut:56.19%; Kota Banjar Baru : 56.46% ; Kota Banjar Masin:50.88% Total : 49.76%

Dengan selisih jumlah kemenangan sebesar 0.48 %, memang sulit untuk mengatakan bahwa Patahana masih di idolakan oleh warganya. Lebih pas rasanya untuk mengatakan bahwa warga sebenarnya sudah menghendaki Pemimpin yang baru, tetapi sayangnya Calon yang ada juga belum sepenuhnya mereka yakini atau percayai apakah nantinya juga akan lebih baik dari Patahana. Bagi para petarung baru atau Pasangan Deny-Difriadi  jelas dan curiga, serta merasa pasti ada yang anggak beres dalam proses pilkada ini. Mereka kemudian menemukan berbagai “kejanggalan” dan kemudian secara resmi mengajukan Keberatan ke Mahkamah Konstitusi. Kisahnya diperpendek, maka MK kemudian menetapkan adanya Pemungutan Suara Ulang Susulan. MK kemudian menetapkan adanya Pemungutan Suara Ulang di beberapa TPS., dengan rincian sebagai berikut : Pemungutan suara ulang di TPS di Satu Kecamatan di Kota Banjarmasin ;  semua TPS di 5 Kecamatan di Kabupaten Banjar, dan 24 TPS di Satu Kecamatan di Kabupaten Tapin.  Pemungutan Suara Ulang ditetapkan pada tanggal 9 Juni 2021, artinya ada rentang waktu selama lebih kurang 6 bulan. Secara logika kedua kontestan bisa “memanfaatkan waktu yang tersedia”, tentu sesuai dengan aturan yang berlaku Untuk memenangkan pasanganya masing-masing. Bagaimanakah kedua pasangan yang saling berlomba ini bisa memanfaatkannya terpulang pada kemampuannya masing-masing. Kita tidak masuk pada strategi masing-masing.

Baca  Juga  :  Pilkada DiTengah Pandemi

Namun perlu diketahui, sesuai peraturan KPU (PKPU), menurut Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel Erna Kasypiah[1], PSU ini tidak ada tahapan kampanye bagi pasangan calon. Hal ini perlu dipatuhi para pasangan calon dengan tetap jaga iklim kondusif  hingga pelaksanaan PSU yang dijadwalkan pada tanggal 9 Juni 2021 dapat berjalan lancer dan sesuai UU. Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan akan mengaktifkan lagi Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) yang akan mengkaji segala pelanggaran pemilu.

Mereka memintak agar semua pasangan calon beserta Tim Suksesnya harus menjaga iklim kondusif  pada tahapan PSU ini sehingga tidak menimbulkan kegaduhan atau saling lapor. Begitu pula di media sosial, kedua kubu agar tidak kampanye dan tidak saling serang, apalagi buat kampanye hitam. Kendati pada tahapan PSU ini belum ada petunjuk teknis. Bawaslu akan melakukan tindakan termasuk menertibkan kampanye hitam dan sejenisnya di media sosial, termasuk sanksi bagi pelanggarnya. Idealnya memang Bawaslu punya Panitia Pengawas di masing-masing Kecamatan hingga kelurahan/desa supaya pengawasan lebih maksimal di lapangan. Tetapi itu tentu tergantung adanya dana.

Jadi yang kita lakukan dalam melihat pertarungan Pilkada KalSel ini dengan cara melihatnya dari hasil perolehan suara yang mereka dapat pada Pemungutan Suara Ulang. Karena apa? Karena kita percaya masing-masing pasangan juga akan sangat hati-hati dalam memanfaatkan “waktu” yang ada. Sebab kalau salah langkah bisa kena tilang oleh KPU setempat atau malah juga bisa di adukan oleh warga yang memang sedang mencari kelemahan pada lawannya masing-masing.

Nah mari kita lihat Perolehan Suara pada Pemilihan Suara Ulang  – Patahana ternyata mampu memenangkan suaranya dari Lima menjadi di Enam daerah Yakni : Kab Balangan ;51.35% ; Kabupaten Banjar : 65.03%; Kab Barito Kuala : 61.77%; Kab TanahBumbu: 50.05%; Kabupaten Tapin: 56.78% ; Kota Banjar Masin: 53.42 Total : 51.17 %. Yang menarik dari Patahana ini, adalah dia mampu meningkatkan perolehan suaranya di Kabupaten Banjar dari 62.42% menjadi 65.09% atau naik 2.67%. Begitu juga di Kota Banjar Masin naik dari 49.12% menjadi 53.42% atau naik 4.3 %. Sayangnya Patahana justeru berkurang suaranya di Kabupaten Tapin dari 57.82% menjadi 56.78% atau berkuarang 1.04%. Namun demikian pada ahirnya Patahana bisa memperoleh jumlah Total Suara Jadi 51.17%.

Sebaliknya Pasangan Deny-Difriadi pada Pemungutan Suara Ulang ini, malah mengalami penurunan. Kalau pada Pilkada pertama mereka mampu memenangkan suara di delapan daerah, tetapi pada PSU perolehan suaranya berkurang jadi hanya bisa bertahan di tujuh daerah. Pasangan ini di Kota Banjar Masin mengalami penurunan dari 50.88% menjadi 46.58 % atau turun sebesar : 4.3%. Yang lebih menarik lagi, pasangan ini sama sekali tidak bisa menambah suaranya di Kota Banjar Masin dan Kabupaten Banjar. Di Kabupaten Tapin mereka bisa meningkatkan jumlah suara, sayang jumlahnya terlalu kecil yakni hanya sebesar 1.04%.  Bisa dilihat dari perolehan suaranya saat PSU dengan rincian sebagai berikut : Kab Hulu Sei Sel:57.19%; Kab Hulu Sei Tengah: 57.04%; Kab Hulu Sei Utara: 55.72%; Kab Kota Baru:55.92%; Kab Tabalong : 56.11%; Kab Tanah Laut: 56.19%; Kota Banjar Baru : 56.46%; Kota Banjar Masin: 46.58%  dengan Total Suara : 48.83%

Terkait hasil PSU ini Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana kembali mencoba untuk menggugat hasil pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Mahkamah Konstitusi. Seperti diketahui, Denny menjelaskan ada tiga alasan yang membuatnya melakukan pengajuan gugatan Pilkada Kalsel ke MK. Pertama, pengajuan tersebut adalah hak konstitusionalnya sebagai warga negara sekaligus peserta Pilkada Kalsel.Kedua, pengajuan gugatan tersebut sekaligus untuk meredam potensi konflik di Kalsel. Sebab, menurutnya, jalur hukum yang ditempuh akan mampu menjaga ketertiban dan keamanan ketimbang mengambil langkah-langkah nonhukum. “Kami tidak ingin terjadi instabilitas dan gangguan keamanan di Banua (Kalsel) kita,” kata Denny dalam saluran Youtube-nya, waktu itu selasa (15/6/2021). Ketiga, pengajuan gugatan Pilkada ke MK semakin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berkompromi, negosiasi dan trandaksi dengan pihak petahana. “Amanat suara rakyat akan perjuangkan dengan cara yang benar dan konstitusional,” tegasnya.

Terkait gugatan ini Hakim MK[2] menyatakan perkara Nomor 146/PHP/GUB-XIX/2021 untuk Pilgub Kalsel tidak memiliki kedudukan hukum. “Menyatakan Pemohon tidak memiliki kedudukan hukum. Menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima,” kata Ketua Hakim Konstitusi Anwar Usman Jumat (30/7/2021) yang disiarkan melalui youtube MK. MK juga menyatakan sah Keputusan KPU Provinsi Kalsel omor 37/Pl.02.6-Kpt/63/Prov/VI/2021 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Suara Pasca Putusan MK, bertanggal 17 Juni 2021. “Memerintahkan Termohon (KPU Kalsel) menetapkan pasangan calon terpilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Tahun 2020,” ucapnya.

Dengan demikian PSU pasangan petahana Sahbirin Noor dan Mudihin kembali mengungguli Denny Indrayana-Difriadi dalam pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan gubernur (Pilgub) Kalimantan Selatan (Kalsel) perolehan suara Sahbirin-Muhidin mencapai 51,2 persen. Pada ahirnya, kontestasi Pilkada Gubernur di Kalimantan Selatan ini secara resmi dimenangkan oleh Patahana. Sebagai pemerhati Pilkada kita juga terkesan dengan perjuangan para peserta Pilkada Kalsel. Berbagai upaya yang bisa kita lihat di permukaan, terlihat adanya semangat yang konsisten dari masing-masing pihak untuk  bisa menghadirkan Pilkada yang lebih baik, meski kita juga tahu bahwa masing-masing pihak juga akan selalu memanfaatkan peluang yang ada demi ke untungan pihaknya masing-masing. Tapi semua itu telah berlalu dan Gubernur Patahanan tarnyata masih diberikan kesempatan oleh warga Kalimantan Selatan untuk meneruskan pengabdiannya.

Strategi Sun Tzu Memenangkan Pilkada
Strategi Sun Tzu Memenangkan Pilkada

[1] https://www.antaranews.com/berita/2074462/duel-ulang-pilkada-kalsel-2020-sarat-dinamika-politik-yang-tinggi

[2] https://www.bawaslu.go.id/id/berita/mk-tolak-permohonan-hasil-psu-untuk-pilgub-kalsel-dan-pilbup-labuhanbatu

Blog Bisnis Penghasil Uang  

Blog Bisnis Penghasil Uang  

Oleh harmen batubara

Bagi para pebisnis Online ada salah satu bisnis yang juga bisa diharapkan memberikan hasil yang baik. Yakni bisnis dengan cara Blogging atau istilah kerennya lewat bisnis menjual Impian. Ya menjual gagasan yang konkrit yang bisa di rencanakan, bisa diperhitungkan keuntungannya. Contoh yang pas untuk ini adalah karya Steve Jobs. Steven Paul “Steve” Jobs (24 Februari 1955 – 5 Oktober 2011) adalah seorang tokoh bisnis dan penemu dari Amerika Serikat. Ia adalah pendiri dan mantan CEO Apple Inc. juga sebagai pejabat eksekutif Pixar Animation Studios & juga menjadi anggota dewan direktur The Walt Disney Company. Steve Jobs telah memberikan warisan berupa 7 prinsip yang diyakini banyak orang telah membawanya meraih kesuksesan di usia yang masih terbilang muda pada saat itu.  Steve Jobs dianggap sebagai salah satu CEO yang paling inovatif. Cara-cara yang ia tempuh sering menjadi inspirasi bagi pengusaha dan pemilik bisnis lain. Dari 7 warisannya tiga yang paling saya suka:

cara buat website
cara buat website

Pertama: Lakukan yang Anda Sukai “People with passion can change the world for the better,” kata Jobs suatu ketika. Inilah prinsip pertama yang ia praktekkan selama hidup; ia selalu mengikuti apa kata hatinya. Menurutnya, passion itulah yang membuat segala perbedaan. Akan sulit untuk menghasilkan ide yang baru dan kreatif ketika Anda tidak memiliki ketertarikan dan minat khusus pada apa yang Anda kerjakan.

Kedua: Jangan Menjual Produk, Juallah Mimpi Bagi Steve Jobs, mereka yang membeli produk Apple bukanlah “pelanggan”. Mereka adalah orang-orang yang dipenuhi dengan harapan, mimpi dan ambisi. Ia membuat produk untuk membantu orang-orang ini mewujudkan mimpi mereka. “Some people think you’ve got to be crazy to buy a Mac, but in that craziness we see genius,” kata Jobs. Bagaimana Anda melihat pelanggan Anda? Bantulah mereka melepaskan sisi jeniusnya dan Anda akan memenangkan hati dan pikiran mereka.

Baca  Juga    :  Membangun Tim Sukses Pilkada

Ketiga: Ciptakan Pengalaman yang Sangat Menyenangkan. Kita ketahui Apple Store telah menjelma menjadi toko ritel terbaik dengan memperkenalkan inovasi sederhana, yang dapat diadopsi dan didalami oleh semua bisnis. Inovasi tersebut membantu mereka memperkuat hubungan emosional dengan pelanggan. Contohnya, tidak ada kasir di Apple Store. Mereka punya staf ahli, konsultan, teknisi jenius, tapi tidak ada kasir. Mengapa? Karena Apple Store bukanlah bisnis yang ‘menjual sesuatu’; mereka adalah bisnis yang ‘memperkaya hidup’. Disinilah perbedaan besarnya.

Kita kembali ke Blog. Lalu Blog seperti apa yang bisa menghasilkan itu? Namun demikian perlu juga diingat. Bahwa Blogging itu. Sama seperti bisnis lainnya. Maksudnya. Tidak semua bisnis berpotensi menghasilkan uang yang banyak. Apalagi sampai puluhan hingga ratusan juta. Karena hal itu? Tergantung dari jenis bisnisnya, caranya mengelola, dan caranya mengembangkannya. Berikut ini langkah-langkah yang harus anda perhatikan dan lakukan:

Kesatu :   Pilih Topik Yang Tepat & Anda Senang

Tak peduli seberapa kerasnya usaha anda, kalau topiknya salah maka blog anda tidak akan pernah berhasil. Menyedihkan…Karena itulah tahap pemilihan topik merupakan yang terpenting. Masih ingatkan akan ungkapan ini, “People with passion can change the world for the better,” kata Steve Jobs suatu ketika. Inilah prinsip pertama yang ia praktekkan selama hidup; ia selalu mengikuti apa kata hatinya. Menurutnya, passion itulah yang membuat segala perbedaan. Akan sulit untuk menghasilkan ide yang baru dan kreatif ketika Anda tidak memiliki ketertarikan dan minat khusus pada apa yang Anda kerjakan. Melakukan sesuatu yang kita  suka, ya jelas sekali bedanya. Dasarnya suka, ya nggak dapat imbalanpun kita sudah pasti senang. Topik blog anda sebaiknya merupakan kombinasi dari:

  • Sesuatu yang merupakan keahlian/minat anda
  • Sesuatu yang diminati dan bernilai bagi banyak orang

Kenapa harus sesuai minat? Begini…Anda akan membuat konten di blog. Konten yang anda buat ini harus bisa menjadi bacaan yang menarik atau bermanfaat bagi orang lain. Kalau tidak, buat apa capek-capek baca. Ya kan? Bayangkan. Kalau anda tidak ahli atau tidak berminat dengan topiknya, apa bisa membuat konten yang menarik bagi orang yang berminat dengan topik tersebut? Itu sebabnya topik yang anda pilih harus yang menarik buat anda sendiri.

Kedua :  Buat Konten Terbaik Yang Bermanfaat

Sejak awal anda harus konsisten dengan yang anda tulis, dengan fokus hanya satu tema seperti yang telah anda pilih  dan jangan berganti ganti tema/topik. Seperti di awal tadi, yang paling penting,konten/isi artikel haruslah berkualitas;  jangan sampai anda menulis konten asal asalan atau seadanya,harus ada perencanaan dalam membuat konten. Ingat lebih baik membuat satu konten tapi berkualitas daripada banyak tapi tidak berkualitas sama sekali. Untuk mendapatkan konten berkualitas, anda bisa lakukan dengan banyak cara. Bisa lewat membayar para penulis professional, bisa dengan mengajak penulis tamu, bisa dengan memintak izin agar artikel blog lain bisa nada muat kembali di Blog anda. Intinya, banyak cara untuk mendapatkan konten berkualitas. Lakukan itu dengan cara anda sendiri, dan lakukan yang terbaik.

Ingat.. setiap konten yang anda buat harus yang terbaik daripada yang lain. Buat yang terbaik dari yang pernah ada. Buatlah konten yang membuat pembaca blog anda senang dan puas. Tidak perlu menerbitkan konten terlalu sering? Lebih baik fokus membuat satu  buah konten dengan kualitas terbaik, daripada membuat 10 konten yang biasa-biasa saja.

Ketiga :  Promosikan Konten TerbaikMu Untuk Dapat Traffik

Hal yang sering dilupakan para blogger adalah sisi promosi. Promosi ada yang gratis dan ada pula yang berbayar. Kalau anda ingin mendapatkan penghasilan dari Blog atau usaha Online, maka satu hal yang tidak bisa anda lupakan adalah berpromosi. Anda bisa melakukannya lewat media social secara gratis dan berbayar misalnya: Facebook, Instgram, Pinterest, LinkedIn, Twitter, Scoop it, Sumble Upon, Reddit dll.

Semua media social itu mempunyai jalur promosi baik yang gratis maupun yang berbayar. Intinya adalah, kalau anda ingin memperoleh penghasilan maka anda juga harus mempersiapkan dana anda untuk bepromosi. Karena promosi berbayar masih pilihan terbaik yang bisa mendatangkan pengunjung langsung ke Blog atau produk kita sendiri. Ingat Blog sebaik apapun itu, tetapi kalau tidak ada yang tahu, ya anggak akan ada pengunjungnya. Tanpa pengunjung, blog anda nggak akan ada manfaatnya. Baik itu untuk orang lain maupun untuk diri anda sendiri. Jadi Blogger masa kini, memang harus juga memahami dunia promosi.

Keempat   :   Bangun Reputasi, KredibilitasMu

Ingat kembali ketika anda menggunakan Google Search untuk mencari informasi. Ada 2 jenis website : Pertama, website yang ‘biasa aja’: Entah karena kontennya kurang bagus, desainnya tidak menarik, atau karena pemiliknya tidak mengajak kita berinteraksi. Setelah selesai membaca, kita tidak pernah ingat lagi dengan blog ini.

Kedua, website yang ‘istimewa’: Website yang berbeda dari website lainnya, lebih bagus. Ketika selesai membaca, rasanya ingin simpan/bookmark halamannya, like/follow akunnya, lalu langganan ke blognya. Website tipe kedua yang akan sukses. Kalau anda ingin membuat blog tipe kedua, lakukan ini:

  • Aktif berkontribusi di komunitas yang tepat
  • Ajak pembaca like/follow akun social anda
  • Lakukan list building
  • Bicara dengan pembaca anda

Inilah 10% hal yang tidak dilakukan oleh sebagian besar blogger (seperti yang saya jelaskan di awal tadi). Blogger pemula biasanya lebih suka menghabiskan waktu mengutak-atik tampilan, plugin, kecepatan, dan beberapa urusan SEO yang kurang penting. Hal yang penting seperti pembuatan konten berkualitas dan promosinya diabaikan.

Tentukan sumber pendapatan blog Anda

Sejak awal Anda membangun Blog, tentu sudah direncanakan dari sumber mana saja pendapatan Blog yang akan anda harapkan. Hal ini penting, anda harus tahu dimana kekuatan dan kelemahan yang anda miliki. Kalau anda berniat membangun sebuah Blog, maka dari sisi mana saja perlu anda pikirkan sumber penghasilan yang jadi fokus anda. Dengan demikian anda harus peka dari mana saja yang bisa anda harapkan sebagai penghasilan dalam mengelola sebuah Blog. Selama ini yang paling menjanjikan adalah kalau anda punya produk sendiri dan kemudian memasarkannya. Kalau hal itu berhasil, maka andalah yang akan mendapatkan penghasilan terbesar. Jadi cepat atau lambat sebaiknya memang anda harus merencanakan untuk membuat produk sendiri.

Baca  Juga :  Penulis Berbisnis Affiliasi

Berikut ini adalah 4 jenis sumber pendapatan blog diurutkan dari yang paling tinggi potensi keuntungannya ke yang paling rendah. Mari kita lihat satu persatu :

Membuat produk Sendiri  Mempunyai produk sendiri merupakan pilihan terbaik untuk mendapatkan penghasilan dari blog. Ini karena keuntungannya 100% jadi milik anda, tidak dibagi dengan pihak lain. Ada 2 jenis produk yang bisa anda buat yakni produk digital dan atau produk fisik. Produk digital berarti produk yang tidak bisa dilihat secara fisik, adanya hanya di dalam hard disk komputer anda tanpa bentuk fisik. Berikut ini beberapa contoh produk digital: Ebook; Video khususnya Tutorial;  E-Course atau Kursus online; Webinar (Seminar ala Online); Website atau Blog Membership berbayar;  Jual Foto dan audio; Aplikasi, Template, Plugin; SaaS (Software as a Service);  dan Website (jual-beli website). Beberapa contoh seperti ebook, video, ecourse, sangat mudah proses pembuatannya.Hampir sama seperti pembuatan konten biasa, hanya saja dalam bentuk lain. Membuat produk fisik dan beberapa Contohnya : Buku; DVD, Kursus/kelas; Produk kreatif; Produk manufaktur; dan produk Merchandise.Sebagai blogger, anda sebaiknya punya rencana jangka panjang untuk membuat produk terserah apakah itu fisik atau digital.

Memilih Model Bisnis Online, Ciptakan Peluangmu
Memilih Model Bisnis Online, Ciptakan Peluangmu

Program afiliasi (Affiliate program) Affiliasi marketing dalam artian menjual produk orang lain, kalau anda berhasil menjualnya maka anda akan dapat komisi. Dalam membangun sebuah Blog terbaik di segmennya, tentu akan sangat banyak produk yang laris atau diminati kastamer sesuai dengan segmen tersebut. Nah disinilah posisi anda sebagai seorang ahli pada segmen tersebut akan didengar kastamer terkait suatu produk. Kalau hal ini anda manfaatkan dengan baik, dalam artian tetap memperhatikan kepentingan kastamer, anda dapat memberikan produk yang bisa memecahkan masalah mereka.Kalau produk-produk tersebut laku, maka anda akan mendapatkan penghasilan besar.

Ada beberapa cara anda bisa mendapatkan produk Affiliasi. Pertama, dengan bergabung dengan Affiliate Network. Kedua, dengan cara mencari langsung program afiliasi individu yang ada di pasaran terkait segmen anda. Berikut ini beberapa contoh affiliate network yang populer: Kalau Blog anda berbahasa Inggeris bisa gabung dengan jaringannya Amazon – produk fisik; Clickbank – produk digital; Share A Sale – berbagai produk dan layanan; CJ – berbagai produk dan layanan; Rakuten Linkshare – berbagai produk dan layanan; WarriorPlus, JVZoo – produk internet marketing; Envato – produk untuk web developer dan desain grafis. Untuk jaringan affiliasi Indonesia juga jumlahnya juga tidak sedikit, seperti : Ratakan.com; AsianBrain ; Qlapa ; IDAFF; Zaxaa ; Kirim.Email ; Omegasoft ; iPaymu ; AVG  ; BOC Indonesia  Bali Orange Communications; Cloud Media Biz;  Qwords.com; TipsHamil; Club Sehat; Bhinneka;  Projects.co.id; Lazada; Books&Beyond; MatahariMall.com; Zalora Dll Bagaimana anda menjual affiliasi di Blog, tentu hal itu harus anda lakukan dengan baik, dan disesuaikan dengan visi dan misi blog anda sendiri.

Penghasilan lain yang bisa anda harapkan dari Blog anda adalah dengan memberikan Jasa atau layanan kepada para kastamer anda. Bisa juga dengan menjual jasa yang sesuai dengan Segmen utama blog anda. Misalnya anda punya blog tentang manajemen bisnis, maka anda bisa membuat pelatihan manajemen bisnis atau jasa konsultasi manajemen bisnis. Berikut ini beberapa contoh penjualan jasa yang dapat dilakukan melalui blog: Event Organizer; Web developer; App developer; Desain grafis ; Social media manager; Pembicara; Pelatih/tutor; dan Penulis Dll. Secara umum, harga jasa pada umumnya jauh lebih tinggi daripada harga produk. Meskipun begitu, bukan berarti jasa selalu lebih bagus. Semua itu ada plus minusnya. Misalnya untuk menjual jasa, waktu yang kita keluarkan lebih tinggi daripada produk. Tapi  semua itu tergantung lagi dari keinginan anda sendiri.

Publisher iklan Dalam hal ini Iklan yang saya maksud disini bukan hanya AdSense dan jaringan iklan lain, ada banyak jenis iklan lain yang bisa anda manfaatkan. Berikut ini beberapa jenis iklan: Pay per Post, dibayar untuk setiap artikel yang anda tulis; Text link, iklan berupa link; Lowongan kerja ; Sponsorship; dan Ad Network (AdSense). Bukannya AdSense itu tidak bagus, saya hanya mengingatkan bahwa ada banyak cara memasang iklan di Blog anda dengan penghasilan yang jauh lebih baik dari Adsense. Ada juga hal lain yang perlu anda pertimbangkan. Misalnya kalau tidak ada produk/jasa yang bisa dijual terkait blog anda. Misalnya blog yang berisi konten-konten hiburan atau blog dengan banyak Segmen. Sehingga tidak ada produk yang bisa dijual. Kasus lain, kalau anda punya lebih dari 1 blog sehingga tidak sempat untuk membuat banyak produk apalagi menjual jasa untuk masing-masing blognya. Dalam 2 kondisi ini iklan menjadi pilihan satu-satunya. Tapi semua itu tergantung Anda.

BumDes & BumNas Bersinergi Memasarkan Pertanian

BumDes & BumNas Bersinergi Memasarkan Pertanian

Oleh Harmen Batubara

Sinergi Bersama BumDes & BumNas Dalam Pemasaran Pertanian
Sinergi Bersama BumDes & BumNas Dalam Pemasaran Pertanian

Apa yang terjadi di kalangan petani pada masa Panen? Saat panen tiba petani biasanya harus menghadapi kenyataan harga jual yang rendah dan sulitnya memasarkan hasil panen mereka. Harga jual yang rendah di tingkat petani diantaranya disebabkan oleh panjangnya rantai distribusi dan ketergantungan petani pada tengkulak. Tengkulak merupakan pengepul yang membeli hasil panen dari petani dan menyalurkannya ke pengecer. Sayangnya, ketergantungan petani terhadap tengkulak ini tak dipungkiri masih terus terjadi sampai saat ini. Hal ini antara lain disebabkan ketidaktahuan petani terhadap informasi pemasaran seperti harga jual di tingkat konsumen dan bagaimana agar konsumen lebih mudah mengakses hasil panen petani.  Mestinya para petani kita sudah punya Pasar yang punya gudang pendingin, dan pemasaran secara digital lewat aplikasi. Pasar yang bisa mereka kembangkan sendiri lewat BumDes dan Bumnas.

Baca   Juga   :  Penulis Life Style DotCom

Saat seperti ini kita bisa dan senang melihat kalangan Petani Cabe di Kabupaten Seleman. Yogyakarta. Karena dengan sistem lelang cabai ini, para petani dapat memperoleh harga jual yang tinggi, dan tidak mudah dipermainkan tengkulak atau pengepul.  Pemasaran hasil panen cabai melalui sitem lelang yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mampu meningkatkan keuntungan petani maupun kelompok tani di wilayah setempat hingga mencapai ratusan juta.

“Karena dengan sistem lelang cabai ini, para petani dapat memperoleh harga jual yang tinggi, dan tidak mudah dipermainkan tengkulak atau pengepul. Keberhasilan petani cabai dalam mengelola hasil panen terlihat dari kinerja pasar lelang cabai. “Pasar lelang ini bertujuan untuk mempererat jaringan pemasaran antar petani cabai,” Keberhasilan pasar lelang cabai juga membawa Kabupaten Sleman ditetapkan Kementerian Pertanian dan Pemerintah DIY sebagai sentra cabai. “Di Sleman tanaman cabai dikembangkan di wilayah timur, tengah dan sebagian besar bagian barat seluas 1.500 hektare.

Saat ini perkembangan usaha komoditas cabai di wilayah Sleman telah berjalan dan berkembang dengan baik. Mulai dari produktivitas cabai mencapai 9 hingga 12 ton per hektare, penerapan musim tanam untuk mengatasi ketersediaan cabai dan penerapan prinsip tata niaga menggunakan lelang. “Di Sleman terdapat 11 lelang atau titik kumpul yang tersebar di wilayah Kecamatan Tempel, Turi, Ngaglik, Kalasan, Pakem dan Kecamatan Ngemplak. Usaha ini akan jauh lebih baik lagi, kalau Pemda dan BumDes setempat bisa membangun infrastruktur berupa “ Gudang Pendingin” dan juga jaringan pemasaran “berupa” Aplikasi bersama dalam pemasaran Komditas Pertanian mereka. Kita ingin melihat para pihak mauterus membangun Sinergi agar bisa berjalan lebih baik lagi.

Selama ini drama susahnya para petani takkala PANEN RAYA adalah Bulog yang tidak mampu menyerap panen gabah mereka. Seperti kejadian di tahun 2017. Perum Bulog menetapkan target penyerapan beras dan gabah tahun 2017 mencapai 3,7 juta ton[1]. Target penyerapan tahun ini lebih rendah dari target penyerapan tahun 2016 yang mencapai 3,9 juta ton. Pasalnya realisasi penyerapan gabah dan beras Bulog sepanjang tahun 2016 hanya 2,97 juta ton. Hal itu disebabkan harga beras di tingkat petani yang sudah meningkat di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sehingga Bulog tidak perlu melakukan penyerapan kecuali untuk kebutuhan stok saja.  Direktur Pengadaan Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, dari target penyerapan tahun ini sebesar 3,7 juta ton, Bulog menargetkan penyerapan beras public service obligation (PSO) sebesar 3,2 juta ton beras komersil 500 ton. Ia bilang, target penyerapan beras dan gabah Bulog tahun ini dibuat berdasarkan realisasi penyerapan tahun 2016 yang jauh dari target. Kendati demikian, penyerapan tahun 2016 jauh di atas realisasi penyerapan tahun 2015 sebesar 2,4 juta ton.

Mari kita lihat kejadian di tahun 2018 lalu.  “Kami optimistis target penyerapan ini dapat tercapai kalau kondisi cauaca bagus dan normal,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (19/1/2018).  Ia menjelaskan kendala utama yang dialami Bulog untuk mencapai target penyerapan tahun lalu adalah harga beras di lapangan sudah tinggi atau di atas HPP yakni Rp 7.300 per kilogram (kg). Bila Bulog memaksakan terus menyerap, maka akan terjadi lonjakan harga dan hal ini berpotensi membuat inflasi lebih tinggi.  Namun kalau melihat laporan Kementerian Pertanian (Kemtan) tahun lalu yang produksi mencapai 79 juta ton gabah kering giling (GKG), maka target penyerapan tahun ini dapat tercapai.  Sejumlah upaya juga dilakukan Bulog untuk mencapai target tersebut, yakni dengan : Pertama, optimalisasi program ON FARM Perum Bulog melalui kerja sama dengan Gabungan kelompok tani (gapoktan) maupun sinergi dengan BUMN lain seperti PT Pertani Persero yang memiliki mesin giling padi dan pengering serta gudang; Kedua, Bulog mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras dengan rentang kualitas dan harga tertenttu yang memungkinkan Bulog bisa mencapai jumlah serapan yang lebih besar dengan memperkuat unit-unit pengolahan di daerah; Ketiga, Bulog juga melakukan pengembangan infrastruktur ; Keempat, meningkatkan pasar beras selain PSO antara lain dengan pengembangan jaringan rumah pangan kita (RPK), lumbung pangan desa atau BUMdes yang digagas Kementerian Desa.

Selain itu, Bulog juga akan mempersiapkan stok pangan untuk program rakyat miskin (raskin) dimana pada tahun ini di bagi dua. Pertama lewat program raskin dan kedua lewat penggunaan evo-cer atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dimana setiap masyakat memiliki uang non tunai sebesar Rp 110.000 per bulan untuk pembelian beras. Meskipun program ini ada, namun Tri menilai tidak berdampak signifikan pada penyerapan Bulog karena volume beras yang disiapkan sama dengan tahun lalu yakni 15,7 juta ton. Khusus untuk raskin sebesar 14,2 juta ton dan untuk pasar e vocer sebesar 1,6 juta ton.

BumNas Masih Sibuk Dengan Dirinya Sendiri

Dalam penglihatan kita, secara konsep peran Bulog sudah sesuai dengan Visi dan Misi nya tetapi dalam pelaksanaannya, terlihat ketidak siapan mereka dalam melihat Dinamika pasar. Begitu sesuatu terjadi perubahan maka terkesan mereka “ memintak petunjuk lagi” ke Pusat. Hal seperti ini tidak jauh bedanya dengan cara penaggulangan Bencana pada era sebelum pemerintahan Jokowi-JK.  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Williem Rampangilei[2] menceritakan tentang ketidakpuasan Presiden Jokowi dalam penanggulangan bencana di Indonesia. “Berawal dari gempa Pidie Aceh pada Desember 2016, Presiden tidak puas dengan cara kerja di lapangan dalam penangangan bencana dan minta percepatan,” ujar Williem di depan 3.200 peserta Rapat Kerja Nasional BNPB-BPBD 2017 di Yogyakarta, Kamis (23/2/2017). Dengan ketidakpuasan ini, cara kerja penanggulangan bencana pun diubah. Semula ketika terjadi bencana, penilaian dan verifikasi infrastruktur untuk rekonstruksi dilakukan pasca tahap tanggap bencana. Sebab, pada tanggap bencana biasanya fokus pada penyelamatan manusia. Tapi, karena Presiden tidak puas, tahap itu pun dilakukan bersamaan dengan verifikasi infrastruktur yang rusak untuk tahap rekonstruksi.

 “Jadi ketika satu hari verifikasi menemukan 15 bangunan rusak, langsung keesokan harinya bantuan ditransfer dari pemerintah ke warga bersangkutan, tidak perlu melewati tahap birokrasi yang berlapis-lapis dan memakan waktu berbulan-bulan,” ucap dia. BNPB, kata Williem, juga menurunkan tim untuk menganalisis, sehingga ketika tanggap darurat selesai, rekonstruksi dan rehabilitasi pun juga bisa selesai lebih cepat.Karena itu, dia mengatakan, personel BPBD harus berkualitas dan bersertifikasi. Bulog juga harus belajar dari cara kerja BNPB.,sehingga setiap tahun tidak terkesan selalu kedodoran serta membuat masyarakat bingung dengan stabilitas harga.

Baca   Juga  :    BumDes Jaya Indonesia Sejahtera

Hal yang sama juga bisa kita temukan pada komoditi lain, misalnya pada harga-harga Bawang merah atau bawang putih. Yang terjadi di pasaran sebenarnya sangat jelas, kalau pasokan berkurang maka harga akan mengalami kenaikan. Proses itu sebenarnya terjadi tidak dalam waktu seketika. Artinya kalau memang kementerian Perdagangan atau Kementerian Pertanian bekerja dengan baik, mereka juga sudah pasti tahu bakal apa yang akan terjadi pada komoditas tertentu. Sehingga dengan mekanisme serta kerja sama lewat jaringan mereka, pastilah dapat berbuat sesuatu sehingga kenaikan harga-harga tidak menjadi gaduh di saantero negeri. Mari kita lihat contoh berikut ini.

Pasokan Kurang Harga Bawang Merah[3] Naik Rp 2.000/Kg. Sejak awal Februari 2018, harga bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai mengalami kenaikan. Kenaikan ini dipicu jumlah menurunnya produksi bawang pada Februari. Pantauan di pasar Induk Brebes pada Senin (5/2/2018) siang, kenaikan harga bawang rata rata sebesar Rp 2.000 per kg. Ini berlaku pada semua jenis bawang kecuali bawang ukuran paling kecil. Tati (40), salah satu pedagang eceran bawang di Pasar Induk Brebes menjelaskan, kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak 3 hari lalu. “Kalau dirata-rata kenaikannya Rp.2.000 untuk semua jenis, kecuali yang paling kecil. Bawang kelas pabrikan ini masih rendah seperti kemarin kemarin,” ujar Tati saat ditemui di kompleks Pasar Induk Brebes. Ditempat terpisah, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari mengatakan, harga bawang merah di petani saat ini memang sudah sedikit mengalami kenaikan. Yakni, kualitas super dari semula Rp 6.000 per kg untuk kualitas super naik menjadi Rp 8.000 tiap kg. Meski mengalami kenaikan namun belum bisa memberikan keuntungan bagi petani. Sebab, harga minimal bawang merah agar petani mendapatkan untung adalah di kisaran Rp.13.000 – Rp.15.000 tiap kg.

Kenaikan itu terjadi menurut Juwari, karena stok di petani mulai berkurang. Akan tetapi, ketika panen kembali terjadi di daerah, maka diperkirakan harga akan kembali anjlok.  Kabid perdagangan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Ahmad Ma’mun mengungkapkan, kenaikkan ini akibat produksi bawang yang mengalami penurunan hingga lebih dari 50 persen. Dikatakan, pada bulan Januari lalu, jumlah produksi bawang merah di Brebes mencapai 86 ribu ton dan pada bukan Februari turun menjadi 32 ribu ton.”Kemarin sudah mulai membaik harganya. Kenaikkan rata rata Rp 1.000 sampai Rp 3.000 per kg. Ini di semua pasar pasar yang ada di Brebes. Tidak hanya di pasar Induk saja tapi kenaikan di semua pasar,” terang Ahmad Ma’mun saat melakukan pengecekan harga di Pasar Induk. Kenaikan ini diprediksi akan terus berlangsung, sepanjang produk bawang dari luar baik dari luar negeri maupun luar kota, tidak merambah ke pasaran Brebes.

Mencari Pola Sinergis Yang Serasi

Contoh lainnya terkait komoditi bawang putih  Menjelang bulan Ramadan, harga bawang putih mengalami kenaikan cukup di sejumlah pasar. Kenaikan harga sendiri sudah berlangsung selama kurang lebih 2 pekan terakhir[4]. Harga komoditas bumbu dapur naik dari di kisaran Rp 60.000/kg, dari sebelumnya kisaran Rp 40.000/kg.Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto, mengungkapkan kenaikan harga bawang putih tersebut dipicu kenaikan harga bawang putih di China. Sebagai informasi, sebanyak sekitar 95% kebutuhan bawang putih bergantung impor, terbanyak dari China.”Setelah kita lakukan kajian, informasi dari importir, kenaikan bawang putih terjadi karena kelangkaan bawang putih di China. Biasanya sudah panen, tapi karena cuaca baru panen di sekitar akhir Mei dan Juni,” jelas Prihasto kepada detikFinance, Minggu (7/5/2017).

Diungkapkannya, bawang putih yang beredar di pasaran saat ini merupakan stok lama. Harga akan kembali normal setelah pasokan bawang putih kembali pulih. “Bawang putih yang ada saat ini itu yang dikeluarkan dari stok lama. Karena memang di China belum panen,” ungkap Prihasto. Lanjut dia, sebenarnya ada pasokan bawang putih impor lain yang cukup besar selain dari China, yakni yang berasal dari India. Namun rupanya bawang putih India kurang laku di pasaran.”Sebenarnya ada cukup banyak stok bawang putih dari India, saat bersamaan bawang putih dari China berkurang. Tapi di pasar kurang laku,” ujar Prihasto.

Penyelesaian Perselisihan Batas Daerah
Penyelesaian Perselisihan Batas Daerah

Dari contoh kedua komiditi tersebut, maka terlihat dengan sangat jelas bagaimana sebenarnya mekanisme harga-harga itu bergerak naik, dan kalau mereka yang mempunyai tugas untuk menstabilkan harga-harga itu bekerja dengan baik, maka jauh sebelum keadaan itu tiba mereka sudah bisa berbuat sesuatu. Dengan demikian berbagai kabar kenaikan harga-harga komditi itu tidak jadi berita yang nggak sedap didengar di setiap waktu. Kita hanya ingin mengatakan bahwa mereka yang diberi amanah untuk menjaga harga-harga komoditi itu, ya belum bekerja sebagaimana mestinya serta masih sangat jauh dari yang diharapkan.


[1] http://www.bulog.co.id/berita/37/6004/10/1/2017/Target-Bulog-Penyerapan-Beras-&-Gabah-3,7-Juta-Ton.html  ; [2] http://www.liputan6.com/news/read/2866488/presiden-tidak-puas-bnpb-ubah-cara-kerja-penanggulangan-bencana ; [3] https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3850758/pasokan-kurang-harga-bawang-merah-naik-rp-2000kg ; [4] https://finance.detik.com/sosok/d-3494309/penyebab-harga-bawang-putih-naik-pasokan-dari-china-berkurang

Menjaga Marwah Perbatasan

Menjaga Marwah Perbatasan

Oleh harmen batubara

Meski Indonesia mempunyai Perbatasan dengan 10 negara tetangga, dan belum ada yang selesai permasalahannya. Tapi kondisinya tetap aman dan dalam suasana bersahabat. Persoalannya mulai berbeda setelah Laut China Selatan jadi ajang pertarungan Pengaruh antara China dan Amerika Serikat. Kedua Negara belum menemukan kata “sepakat” tentang pengaturan wilayah LCS ini. Amerika mau agar China menghormati hokum Internasional, tetapi China tidak Mau. Hal ini kembali mengemuka takkala. Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris, menuduh China terus melakukan intimidasi di perairan Laut China Selatan. Harris menegaskan bahwa AS akan memperjuangkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.Hal itu dilansir AFP, Selasa (24/8/2021).

Batas Laut Profil Perbatasan Indonesia
Batas Laut Profil Perbatasan Indonesia

Harris melakukan kunjungan ke Singapura dan Vietnam Dalam pidatonya Harris menegaskan kembali bahwa AS memiliki ‘komitmen abadi’ di kawasan Asia. Dia juga menyinggung soal klaim-klaim China dalam sengketa Laut China Selatan. “Kita tahu bahwa Beijing terus memaksa, mengintimidasi dan mengklaim sebagian besar Laut China Selatan,” sebut Harris dalam pidatonya di Singapura. “Klaim yang melanggar hukum ini telah ditolak oleh putusan pengadilan arbitrase tahun 2016, dan tindakan Beijing tidak mau mengakuinya dan terus merusak tatanan yang sudah ada.

Baca  Juga   :  Pengamanan & Pertahanan Di Perbatasan

Bagi Indonesia belakangan  ini ada berita sejumlah nelayan di Kepulauan Riau ketakutan melihat enam kapal perang China mondar-mandir di Laut Natuna Utara pada Senin (13/9/2021) lalu.  “Nelayan merasa takut gara-gara ada mereka di sana, apalagi itu kapal perang. Kami ingin pemerintah ada perhatian soal ini supaya nelayan merasa aman saat mencari ikan,” kata Hendri, Rabu (15/9/2021), dikutip dari Kompas.id.

Sementara Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I TNI Angkatan Laut Letnan Kolonel Laode Muhammad mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan mengenai kehadiran enam kapal perang China yang dilihat nelayan di Laut Natuna Utara. Namun, bila ada kapal perang China yang mondar-mandir di ZEE Indonesia, biasanya kapal perang TNI AL akan membayangi dan melakukan komunikasi dengan mereka. Menurut Laode, ada empat kapal perang TNI AL yang bersiaga di Natuna, yakni KRI Diponegoro-365, KRI Silas Papare-386, KRI Teuku Umar-385, dan KRI Bontang-907. “Yang jelas, kapal kami selalu ada di sana sehingga kalau ada kapal China yang masuk (teritorial Indonesia), kami pasti membayangi,” ujar dia. Memang perlu di ingat China mempunyai catatan jelek terkait bertetangga yang baik dengan Negara tetangganya. Boleh dikatakan China hampir mempunyai persoalan perbatasan dengan semua Negara tetangganya, dan terus saja meletupkan “perang” meski terbatas.

Dalam hal hubungan Internasional, masalah teritorial merupakan salah satu penyebab klasik munculnya konflik antar negara dan menjadi ancaman abadi bagi perdamaian serta keamanan internasional Tapi anehnya, tidak semua Negara dengan benar-benar membenahi perbatasannya. Bahkan banyak Negara yang menempatkan penegasan perbatasannya pada Lembaga/Kementerian yang justeru awam dengan masalah perbatasan itu sendiri. Indonesia bisa digolongkan pada Negara yang seperti itu. Padahal semua paham bahwa ketidakjelasan batas territorial; merupakan salah satu hal, menjadi faktor laten penyebab munculnya sengketa perbatasan yang akan mengganggu stabilitas hubungan antarnegara. Hal seperti itu sudah bukan lagi rahasia umum, boleh dikatakan 85% Negara di Dunia ini mempunyai permasalahan perbatasan dengan Negara tetangganya. Apalagi kalau hal itu kita lihat dibelahan Asia, hampir semua Negara punya masalah perbatasan dengan Negara tetangganya. Sebut saja nama negarnya, misalnya China atu Tiongkok, Negara ini punya permasalahan batas dengan India, dengan Jepang, dengan Korea Selatan, dengan Malaysia, dengan Brunai, dengan Vietnam, dengan Filipina. Indonesia sendiri mempunyai masalah perbatasan dengan sepuluh (10) Negara tetangganya dan selalu bermasalah dengan kedaulatan perbatasannya.

Menjaga Marwah Perbatasan
Menjaga Marwah Perbatasan

Tidak banyak juga orang yang tahu, kalau kedaulatan itu lahir dari pertarungan memperebutkan pengaruh dan kekuasaan. Pertarungan itu berupa perang selama 30 tahun (1618-1648) antara kaum Protestan dan kaum Katolik Roma berakhir di meja perundingan. Sekilas[1], perang ini adalah perang keyakinan. Namun, sesungguhnya perang di Eropa tersebut adalah perang tentang perebutan pengaruh dan kekuasaan. Lantaran itulah, perang ini melibatkan banyak negara. Sebutlah Swedia, Belanda, Jerman, Denmark, dan Italia. Perang yang menelan banyak korban tersebut diakhiri dengan perundingan damai Osnabruck dan Munster di Provinsi Westphalia, Jerman. Perjanjian damai ini dikenal dengan nama Perjanjian Westphalia.

Salah satu isi perjanjian Westphalia, yang jadi tonggak sejarah dan praktik hubungan dan hukum internasional, ialah adanya pengakuan kedaulatan negara tanpa campur tangan negara lain. Ini yang kita sebut SOVEREIGNTY OF STATE. Konsep kedaulatan negara inilah yang mengubah konstelasi politik global dan meneguhkan prinsip kesederajatan bangsa-bangsa yang ada di dunia ini.

Kedaulatan negara memiliki dua unsur utama: (1) pemegang kedaulatan (negara) secara mutlak memiliki otoritas dan (2) kedaulatan negara ditandai dengan adanya teritori, di mana otoritas mutlak itu dijalankan secara penuh. Kedua unsur ini acapkali dipostulatkan secara hukum dengan istilah supreme authority within a territory. Bagi filosof RP Wolff, otoritas adalah ”The right to command and correlatively the right to be obeyed.”

Jabaran dari perjanjian damai Westphalia mengenai kedaulatan negara ini diabadikan dalam Piagam PBB, khususnya dalam Pasal 2 (4), yang jelas menegaskan, semua anggota PBB (negara) dalam hubungan internasional mereka menjauhkan diri dari tindakan mengancam atau menggunakan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik negara lain atau dengan cara apa pun yang bertentangan dengan tujuan-tujuan PBB. Kedaulatan suatu negara terkandung di dalamnya adalah otoritas penuh menjalankan hukum yang dibuat oleh negara tersebut. Membuat dan menjalankan hukum dalam wilayah dan teritori negara adalah kebebasan mutlak negara tersebut dan tidak boleh dicampuri negara lain.

Dari Sisi Pengelolaan Ekonomi

Hal lain yang juga, menentukan bagaimana bangsa lain melihat dan menaruh respek terhadap kedaulatan perbatasan suatu Negara, adalah dengan melihat kemampuan Negara itu dalam hal pengelolaan Ekonomi negaranya. Sulit untuk menghargai kedaulatan sebuah bangsa, kalau ternyata Negara itu tidak mempunyai kedaulatan dalam mengelola ekonomi negaranya. Seperti halnya dalam penegasan perbatasan, ternyata Indonesia juga mempunyai masalah serius dalam mengelola perekonomiannya. Minimal selama pemerintahan Orde Lama sampai jatuhnya Orde Baru.

Pada Era Reformasi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai -13% (minus 13%). Namun, perlahan tapi pasti ekonomi Indonesia semakin menunjukan pemulihan. Pada tahun 1999 ekonomi Indonesia naik menjadi 0,7%, jauh dari angka sebelumnya -13%. Ini sebenarnya belum maksimal dikarenakan investor masih belum percaya kepada ekonomi Indonesia kala itu, ditambah krisis politik Timor Timur pada 1999 yang menyebabkan lepasnya Timor Timur Indonesia. Inflasi Indonesia yang sebelumnya menembus angka 75%, akibat dari depresiasi mata uang dan krisis ekonomi mampu ditekan hingga menjadi 14% pada 1999.  Hal ini tidak terlepas dari bantuan keuangan oleh lembaga perbankan dunia seperti IMF yang nilanya mencapai 40 Milliar $ AS  sehingga mampu membantu Indonesia untuk mengatasi krisis. Tercatat pada tahun 1998 hutang indonesia mencapai 70% dari total PDB.

Menjaga Marwah Perbatasan
Menjaga Marwah Perbatasan

Ekonomi mulai stabil sejak tahun 2000an. Bahkan sejak 2000 – 2014 ekonomi Indonesia stabil dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi 5%. Dari sisi inflasi, inflasi paling tinggi hanya pada tahun 2000 yang mencapai 20%. Dan kembali tinggi pada 2005, 2008, dan 2010 yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Namun pada tahun 2012 hingga 2015 inflasi stabil bahkan dibawah 11% dan kini jauh lebih kecil lagi dibawah 4%.

Baca   Juga   :  Jadi Penulis Berhasil, Ya Mulai Saja Dulu

Dari sisi konstribusi PDB sektor pertanian, industri, dan jasa masih mendominasi. Bisa dituliskan ekonomi Indonesia setelah krisis yaitu sejak 2000 – 2014 berada dalam keadaan stabil. Dan pemerintah mampu mengatasi krisis dan menciptakan kondisi ekonomi dan politik yang stabil. Bahkan Indonesia berhasil menyelenggarakan pemilu pertama yaitu pada 2004 dengan sukses yang secara tidak langsung membuktikan kepada para investor bahwa Indonesia masih merupakan negara yang aman dalam hal ekonomi maupun politik. Walaupun hutang pemerintah Indonesia meningkat. Artinya secara ekonomi Negara kita masih jauh dari Negara-negara tetangga kita. Tetapi satu hal kita percaya Negara kita secara ekonomi sudah jauh lebih bagus dan sudah berada pada jalur yang benar. Bahkan banyak juga yang memprediksi Indonesia akan jadi kekuatan ekonomi Dunia di tahun 2030 an.

Dilihat Dari Sisi Pertahanan

Hal lain yang membuat orang lain menaruh respek pada perbatasan Negara adalah dilihat dari segi Pertahanan. Seperti apa Negara itu menjaga kedaulatan pertahanannya. Karena itu saya ingin memperlihatkan sisi pertahanan kita sebagai sebuah Negara kepulauan.  Pada hari kebangkitan Nasional di tahun 2015 Indonesia memperlihatkan pada dunia ada 40an kapal illegal pencuri ikan yang ditenggelamkan. Sebuah pengalaman nyata memperlihatkan bahwa ke depan Indonesia akan bertekad untuk mengamankan wilayah perairannya dari illegal apapun juga. Meski harus diakui, apa yang dilakukan itu barulah aksi yang sesungguhnya tergolong kecil, bila dikaitkan dengan besarnya jumlah illegal fishing yang menjarah kekayaan laut Nusantara yang jumlahnya lebih dari 7000 kapal. Tetapi dengan hal itu setidaknya Indonesia telah berani mencanangkan dan bertekad secara sungguh-sungguh untuk menjalankan amanat UU nya untuk melindungi segenap bangsa di seluruh wilayah tumpah darahnya.

Sejatinya UU telah mengamanatkan bahwa Negara wajib melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Negara yang berada di pertemuan dua samudra (Hindia dan Fasifik) dan dua benua ( Asia dan Australia). Strategi pertahanan NKRI minimal, harus mampu memperhatikan realita geografi; bahwa (i) wilayah negeri ini terdiri dari rangkaian pulau besar dan kecil, dengan luas perairan 5 juta km², termasuk ZEEI serta daratan 2 juta km² (ii) ada tiga perbatasan darat, dengan seluruh rangkaian pulau dan kepulauan negeri yang terbuka dan berbatasan dengan sepuluh negara yang memiliki FIRE POWER yang berbeda beda, (iii) negeri dengan kewajiban menyiapkan 3 ALKI bagi dunia. Strategi pertahanan NKRI haruslah strategi pertahanan yang mampu manangkal, menindak dan memulihkan.

Baca  Juga     :  Semangat Membangun Perbatasan, Beranda Depan Bangsa

Kini kita sadar bahwa TNI AL kita harus kuat. Tetapi bagaimana menjadikan AL kuat kalau keadaan ekonomi nasionalnya masih dalam perjuangan? Di satu sisi kita memang harus sadar bahwa negara kita itu penuh hutang, dan pertahanan negara kita itu hanya dilakukan dengan alut sista bekas dan dengan tentara yang digaji ala kadarnya. Kalau kita bisa “nyadar” dan mau menyadari sebagai bangsa, barulah kita sadar alangkah “lembeknya” negeri ini yang masih memberi pengampunan bagi para koruptor yang merusak sendi-sendi kehidupan bernegara. Karen Mingst (Mingst,199:120) mengatakan, geografi bukan sekedar penghias peta, dan konfirmasi fisik bukan sekedar data. Memiliki letak geografi yang strategis tidak cukup menjadikan suatu negara berpengaruh, tapi yang lebih utama lagi adalah bagaimana negara itu memanfaatkan elemen geografik dan memberikan nilai tambah pertahanan secara efektif demi kepentingan nasionalnya. Hal ini menjadi sangat penting. Jangan hanya terpesona oleh Kapal Armada yang besar, tetapi berdayakanlah letak dan posisi Pulau-pulau Nusantara ini sehingga bisa menjadi jauh lebih kuat dari Kapal Armada manapun juga. Harapannya, Indonesia dapat memanfaatkan potensi maritimnya untuk menggerakkan perekonomian nasional, sehingga dapat meningkatkan pengaruh Indonesia di tingkat internasional. Pertumbuhan ekonomi  akan memberikan jalan buat membangun dan meningkatkan kekuatan Angkatan Laut. Sangatlah mustahil mengembangkan perekonomian maritim tanpa adanya kemampuan untuk mengamankan wilayah perairannya, jalur perdagangannya, rangkaian pelabuhannya serta semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Indonesia perlu mengawasi perairannya dan menyelesaikan berbagai persoalan penegasan perbatasannya serta memastikan tegaknya hukum di wilayahnya.

Secara sederhana sebenarnya Indonesia sudah mempunyai kemampuan untuk mempersenjatai negaranya sendiri. Indonesia telah memulai industri pertahanannya sejak tahun 1958. Hanya saja para pimpinan kitalah yang kurang menghargai kemampuan bangsanya sendiri. Lihatlah negara India, dan perhatikan pula China, kemampuan dua bangsa itu tidak ada yang istimewa, tetapi mereka mampu membangun negaranya dengan cara mereka sendiri. Kemudian lihat kita di Indonesia, semua kita punya, tetapi Negaranya sibuk dengan semua urusan yang bukan menjadi urusan demi kejayaan bangsanya, masih disibukkan dengan urusan demi golongan dan urusan demi partai. Dalam kondisi seperti itulah kita menjaga Marwah Perbatasan kita. Entah seperti apa bangsa lain melihat kita, biarlah itu mereka saja yang tahu. Harapan kita, semoga bangsa kita bisa sadar dan kukuh untuk mau memajukan bangsa dan Negara sendiri.

[1] Hamid Awaluddin Mantan Duta Besar RI Di Rusia Dan Belarus (Sumber : Kompas, 26 Januari 2016)

Kemiskinan Yang MengInspirasi

Kemiskinan Yang MengInspirasi

Oleh  : Harmen Batubara

Kemiskinan sebenarnya memberikan Manfaat besar bagi yang bisa mengambil manfaatnya.  Meskipun miskin itu sesuatu yang tidak enak, tetapi ia mampu memberikan manfaat yang tidak ternilai harganya. Sesungguhnya, sungguh menarik kalau kita meng eksplore kehidupan manusia yang merasa kurang beruntung. Manusia-manusia miskin. Pengalamanku mengatakan menjadi Miskin itu sesungguhnya adalah sebuah Kesempatan. Karena tidak semua orang bisa merasakannya. Boleh dikatakan hampir semua manusia bisa melewatinya. Tapi kenapa mereka tetap miskin? Ya itulah persoalannya. Karena mereka ternina bobokkan oleh kemiskinan itu sendiri. Mereka jadi terlena. Mereka tidak mencari jalan keluar dari kemiskinan itu. Sebagian dari mereka, memang karena tidak tahu jalannya. Mereka memang tidak tahu jalan kehidupannya. Sehingga mereka seolah-olah terlihat tidak punya Mau. Tidak jelas apa Maunya. Manusia yang tersesat ke kehidupan yang TIDAK DIA INGINI. Setiap Asa Bertabur Nikmat.

Setiap Asa Bertabur Nikmat Kemiskinan Yang MengInspirasi
Setiap Asa Bertabur Nikmat Kemiskinan Yang MengInspirasi

Prinsipnya adalah bahwa Apa yang Kita Pikirkan Akan menarik dan direspon oleh “alam sekitar kita” dan akan memberi respon secara langsung terkait apa yang kita Pikirkan. Masalahnya? Apakah kita bisa meyakinkan lingkungan Kita? Disitulah persoalannya. Kalau lingkungan sekitar mempercayai niat atau pikiran Kita maka jadilah Kita seperti apa yang Kita inginkan dan Sebaliknya.Jadi sederhananya. Ketika Kita menginginkan sesuatu, dan mengatakannya atau “mendeklarasikannya” dengan jelas.  Percayalah lingkungan di sekitar Kita akan berpartisipasi untuk mewujutkannya. Disini hukum atraksi ( Law Of Attraction”) akan fasilitasi “keinginan Kita dengan alam sekitar” untuk mewujutkannya buat Kita.

Sederhananya. Kalau anda punya keinginan sungguh-sungguh dan berusaha untuk itu? Maka percayalah “jagad Raya” atau alam ini akan membantuMu mewujudkannya. Misalnya kalau Anda mau keluar dari Belenggu Kemiskinan. Baca Buku “Setiap AsaBertabur Nikmat”. Buku yang berisi “Road Map” keluar dari Belenggu Kemiskinan. Lalu Deklarasikan NiatMu. Nyatakan dengan Tegas” bahwa Kau Ingin SukSes, Berhasil dan tidak mau Hidup Miskin. Percayalah Alam sekitar akan memberikan responnya.Jagad Raya akan membantuMu. Kalau Kau Yakin maka Alam pun akan Yakin Padamu dan Kau Pasti Berhasil.

Masih ingat dengan kisah Bob Sadino? Pria yang awalnya mau membuka “ Taksi Berkelas” dengan mobil Merci yang dia kemudikan sendiri? Sayangnya. Pada masa itu mobilnya tabrakan dan hancur? Kemudian dia terpaksa jadi Kuli bangunan dengan upah setara Rp 100 ribu perhari? Ya dia sungguh terpukul, dan mengalami depresi. Tapi untunglah, suatu hari sahabatnya memberi saran untuk mencoba terapi “pelihara ayam”. Maksudnya dengan membuat  kesibukan yang bermanfaat  baginya yakni dengan memelihara ayam, maka kesehatannya bisa pulih kembali. Ternyata cara itu berjalan baik, dan malah Bob Sadino bisa melihat peluang baru dari BERTERNAK AYAM. Bob Sadino mampu melihat peluang bisnis dari telur ayam. Tidak punya modal? Tidak jadi soal. Bob  menghubungi sahabatnya, Sri Mulyono Herlambang untuk mengirimkan 50 bibit Ayam broiler langsung dari Belanda. Bob yang pada saat itu, sama sekali masih asing dengan ketrampilan berternak ayam. Belajarnya hanya dari majalah. Tetapi ternyata bisa dan malah berhasil menjualkan telur ayamnya, mulai dari hanya hitungan biji perhari hingga jadi puluhan Kilo. Artinya dia bisa mengatasi permasalahan kemiskinannya ketika ia berhasil menghasilkan “telor ayam” puluhan kilo perminggu.

Saya ingin memperkenalkan salah satu  dari pendekar Kemiskinan itu. Saya suka Dahlan Iskan. Saya suka bukan karena keberhasilannya membangun Jawa Pos, atau karena keberhasilannya di dunia bisnis hingga jadi Menteri Negara. Dari penglihatan saya itu semua adalah efek samping dari keberhasilannya “menuntaskan kemiskinan” yang menderanya sejak lahir. Pergumulannya dengan kemiskinan berlangsung sejak dia lahir hingga menjadi “reporter” surat kabar lokal di Samarinda. Bayangkan, meski masih sebagai Reporter, tapi ia berhasil tercatat sebagai mahasiswa di dua universitas, IAIN dan Univ 17 Agustus dan juga berumah tangga.

Kemiskinan telah membuatnya bisa melihat dunia apa adanya. Kalau kau berusaha pasti ada hasilnya. Hasilnya? Ya tergantung kualitas usahamu. Kemiskinan telah membuatnya bisa memanfaatkan Kain Sarung menjadi sesuatu yang luar biasa. Dahlan kecil  sudah biasa dengan CUCI KERING. Maksudnya cuci dan tungguin hingga kering. Kalau lagi mencuci baju, sarung bisa dikemulkan pada badan atasnya. Kalau lagi mencuci celana, sarung bisa dijadikan bawahan. Kalau lagi cari sisa-sisa panen kedelai sawah  tetangga, sarung itu bisa dijadikan karung. Kalau perut lagi lapar dan dirumah tidak ada makanan, sarung bisa diikatkan erat-erat dipinggang jadilah dia pengganjal perut yang bersahabat. Kalau mau sholat jadilah dia benda yang penting untuk menghadap Tuhan. Kalau lagi kedinginan, jadilah dia selimut. Kalau sarung itu sobek masih bisa dijahit. Kalau ditempat jahitan itu robek lagi, masih bisa ditambal. Kalau tambalanya pun robek, sarung itu belum juga akan pensiun. Masih bisa dirobek sesuai kebutuhan. Bagian yang besar bisa digunakan sebagai sarung bantal dan bagian yang kecil bisa dijadikan popok bayi.

Dahlan telah selesai dengan kemiskinannya. Pengalaman telah memberinya segalanya, yakni keyakinan. Masa-masa tahun 1975 an, adalah masa-masa kehidupan Koran,  kegiatan jurnalisme dan KORAN KAMPUS tumbuh subur. Suatu masa yang memungkinkan “munculnya” anak-anak muda ke panggung nasional. Semua semangat menyatu di sana, ada aroma perjuangan, aroma profesionalisme, ada uang dan ada ketenaran. Setahun kemudian Dahlan sudah kembali ke Surabaya dan menjadi wartawan Tempo. Ia menemukan dunianya di sana. Sejak saat itu keberhasilan demi keberhasilan dia capai, nggak ada redupnya.

Berikut saya ingin juga memperlihatkan bagaimana seorang anak muda dari keluarga miskin dan sangat bersahaja tetapi ternyata dalam perjuangan hidupnya mampu keluar dari Jebakan kemiskinan itu sendiri dan menjadi kaya Raya dan jadi Menteri Negara di saat uasianya masih tergolong muda. Dialah Bahlil Lahadalia.

Baca Juga  :  Jadi Penulis Profesional ? Tulis Saja Dulu

Kini siapa yang tidak kenal Bahlil Lahadalia, SE., terlebih lagi setelah ia dilantik menjadi Menteri Investasi/Kepala BKPM oleh Presiden Jokowi pada 28 April 2021. Menteri dengan dengan harta 300 Milyar. Sungguh sebuah pencapaian yang tidak mudah. Kalau tahu jalan hidupnya maka anda akan lebih kagum lagi pada sosok pemuda ini. Bahlil Lahadilia lahir di Banda, Maluku pada 7 Agustus 1976. Ia anak kedua dari delapan bersaudara pasangan Lahadalia dan Nurdjani. Leluhur ayah Lahadalia berasal dari Sulawesi Tenggara. Mereka merantau ke Kepulauan Banda, Maluku Tengah. Sedangkan ibunya, Nurdjani berasal dari Banda Neira, salah satu pulau di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Maluku.

Kemiskinan Yang MengInspirasi
Kemiskinan Yang MengInspirasi

Bahlil kecil menghabiskan masa sekolah dasar hingga pendidikan tinggi di wilayah timur. Ia menempuh sekolah dasar di SD Negeri 1 Seram Timur, kemudian melanjutkan ke jenjang sekolah pertama di SMP Negeri 1 juga  di Seram Timur, Maluku. Kemudian keluarganya pindah ke Fak-Fak, Papua Barat. Bahlil kemudian  melanjutkan pendidikan di SMEA YAPIS Fakfak, Papua Barat.

Pemuda yang  memasuki masa remaja di Fakfak Papua ini justeru datang dari keluarga biasa  yang sangat bersahaja. Bisa dibayangkan. Bapaknya adalah seorang kuli bangunan dan ibunya juga ikut membantu keluarga dengan bekerja sebagai pembuat kue-kue jajanan sekaligus sebagai Tukang Cuci pakaian bagi beberapa tetangga di sekitar mereka.

Kalau dia ditanya awal mula jadi pengusaha dia malah mengatakan, sejak dari kecil saat SD dia sudah jadi “pengusaha” tetapi  sebagai penjaja kua, jualan kue yang dibuatkan mamahnya.  Itu terjadi bukan karena ke inginannya, tapi karena hal itu harus dilakukan  dan terpaksa dilakukan. Karena memang saat itu keluarganya,  nyaris tidak punya apa-apa, mamahnya terpaksa jadi tukang cuci atau laundry  di rumah tetangga. Ya sebagai spesialis cuci pakaian. Hal itu dilakukan untuk bisa membantu bapaknya yang bekerja sebagai  buruh atau kuli bangunan dengan gaji saat itu Rp 7.500/hari setara dengan Rp 100.000. saat ini.

Jadi keluarga dengan 8 orang bersaudara ini, awalnya 9, salah satu meninggal dunia, Bahlil adalah anak kedua. Jadi kondisinya memang sejak SD itu kalau  mau sekolah, ya harus bantu cari duit atau cari duit sendiri. Jadi dia jadi penjual kue, menjajakan kue dari apa yang mamahnya  buat, itu adalah bentuk keharusan. Keadaan menuntut nya harus melakukan sesuatu dan membantu keluarga nya  agar dapat hidup dan  mempertahankan kelanjutan hidup. Kalau nggak, nggak bisa bantu mamah dan keluarga saya, jelas tidak mungkin  adik-adik nya banyak.

Dalam kondisi seperti itulah kemudian dia bisa beli buku, bisa beli sepatu, bisa beli dan bermain kelereng dengan teman-temannya. Itu berlanjut terus sampai dengan SMP. Ketika saat  SMP, karena memang kondisi keuangan orang tua yang masih susah, dia pernah jadi  kondektur angkot. Jadi jualan ikan di pasar. Saat duduk di SMP kelas 3  dia juga pernah jadi pembantu excavator proyek saat musim libur sekolah. Malah ketika di SMEA, dia sudah punya SIM dan jadi sopir angkot. Lulus SMEA Bahlil berangkat ke Jayapura dan tinggal di asrama orang Fakfak.

Bisa dibayangkan bagaimana ia bisa keluar dari Fak-Fak untuk melanjutkan pendidikan? Ini adalah tipikal masalah bagi remaja Kampung yang ingin melanjutkan pendidikan tetapi tidak punya uang dan saudara di Kota tempat pendidikan itu berada. Dari caranya hidup selama ini, sebenarnya dia sudah memeiliki ketrampilan “cara hidup” di Kotanya, yakni kota Fakfak. Dihatinya dia sudah sangat PD ( percaya diri) bahwa sebenarnya dengan “ketrampilan” dan pengalaman hidup yang telah dipunyainya selama ini dia mampu hidup di Kota mana sajapun. Masalahnya dia lagi ngggak punya biaya untuk sekedar transportasi dan biaya pendaftaran untuk Kuliah. Tapi itupun dia percaya bisa mendapatkannya, itu sudah pasti. Masalahnya belum ketemu saja.

Baca Pula  :  Cara Meraih Satu Milyar Pertama Dari Bisnis Online 

Waktu itu dia putuskan berangkat ke Jayapura karena melihat teman-teman seangkatan nya pergi kuliah. Dia tahu, sebab teman-temannya memang sudah dari jauh jauh hari mempersiapkannya. Tetapi melihat teman-temannya pada berangkat. Dia lalu tertantang, kalau mereka bisa dan berani kenapa saya tidak? Dengan semangat seperti itulah Bahlil muda berangkat ke Jayapura. Soal nanti seperti apa? Ya bagaimana nantinya sajalah. Bahlil muda memilih berangkat ke Jayapura, karena pilihan itulah yang paling realistis. Keluarganya memang tahu kalau ia ke Jayapura tetapi hanya sebatas sebagai perantau bukan untuk Kuliah. Bahlil muda berangkat ke Jayapura. Saat itu dia hanya membawa ijazah, baju juga cuma punya tiga stel, ditambah SIM (Surat Izin Mengemudi). Dia berangkat tanpa Koper atau Tas, yang ada hanya KANTONG KRESEK. Dia naik Kapal Perintis, dari Fakfak ke Jayapura. Waktu itu lama perjalanan diperlukan waktu dua minggu baru tiba ke Jayapura, naik Kapal Perintis kan kondisinya juga sangat berbeda. Penumpang campur dengan kambing-kambing, kayu, keladi, sayur mayur dll semua campur baur.  Kapal Perintis saat itu memang demikian kondisinya. Tapi ya senang saja.

Bahlil ahirnya mendaftarkan diri ke perguruan tinggi Swasta. Di Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) kini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay, Jayapura. Kehidupan baru pun harus dimulai. Alhamdulillah di dekat asrama ada Pasar. Pasar itu posisinya agak di dalam sekitar 70-100 meteran dari pinggir jalan. Jadi setiap jam 5 subuh dia sudah bangun lengkap dengan grobak, sebagai porter belanjaan. Yakni membawakan belanjaan para pengunjung pasar hingga ke pinggir jalan ke tempat angkot lalu lalang. Lumayan dari satu orang biasanya bisa dapat 200-250 rupiah. Pada hari berikutnya dia juga sudah siap dengan dagangan Koran lokal atau Koran Jakarta yang hari kemarin. Jual Koran juga ternyata menarik, minimal bisa beli makan sarapan hingga makan siang, bahkan kalau lagi untung kisa dapat sampai beli makan malam. Bahlil muda sudah bisa melihat peluang itu, memang tidak mudah tetapi jalannya sudah ada. Bahwa hasilnya tidak seberapa, tidak masalah.  Bahwa jalan seperti itu berat ya..benar benar berat..tapi ada jalan keluarnya.

Pengalaman hiduplah yang membuat ia bisa berintegrasi dengan lingkungannya. Masa-masa itu adalah tahun-tahun 97-98, dimana pemerintah Orde Baru mengalami keterpurukan ekonomi yang parah. Demonstrasi ada dimana-mana yang menuntu perbaikan. Bahlil muda terpanggil, ikut demo, disamping tetap cari makan sendiri dan biayai kuliah. Pada semester ke lima, Bahlil muda malah suda terpilih jadi Ketua Senat Mahasiswa. Pergerakan mereka ini bisa dikatagorikan masuk pada Angkatan 66. Menurut Bahlil mereka termasuk angkatan 66 di Jayapura. Jadi kalau disebut angkatan 66 Jayapura, ya mereka inilah pelakunya.  Semester 5 Bahlil sudah jadi ketua senat, setelah itu semester 6 dia mulai berpikir bahwa dia harus menghentikan kemiskinan ini. Waktu itu tekad nya mengatakan begini, kemiskinan harus distop. Kemiskinan ini paling tidak baik. Masih tahun itu juga, dia bersama-sama kawan kawannya mendirikan perusahaan keuangan berbasis IT., dia jadi Direkturnya dengan gaji bulanan 35 juta/bulan. Nggak kebayangkan? Tapi tiulah Bahlil muda, sejak saat itu dia terus membangun bisnisnya dan merambah keberbagai bidang. Bisnisnya melaju dan berkembang yang membuatnya kaya raya.

Penulis Profesional, Bahagia Dengan Tulisannya

Penulis Profesional, Bahagia Dengan Tulisannya

Oleh Harmen Batubara

Kalau secara “to the point” maka makna penulis professional itu, sebenarnya lebih merujuk kepada pekerjaan. Ya sebagai pekerjaan penulis Profesional yang sudah memasang tariff atas berbagai tulisan yang ia hasilkan. Disini  kepenulisan itu, sudah jadi komoditas professional yang ada kualitas, karakter dan lengkap dengan harganya. Pada hakekat sebenarnya, entah apapun perangkat keprofesionalismean pekerjaan anda, maka yang lebih penting adalah apakah anda bahagia dengan pekerjaan anda. Kalau anda senang dan bisa bahagia karenanya maka itu sudah cukup. Mau disebut sebagai penulis professional atau penulis saja, tidak akan buat perbedaan. Kalau tulisan anda sudah punya “trade mark” tersendiri serta punya komunitas yang jadi penggemarnya, maka itu saja sudah lebih dari Cukup.

Menulis Membuatku Bahagia
Menulis Membuatku Bahagia

Pernahkah terlintas dalam pikiranmu bahwa penulis terkenal, punya nama, kaya secara material dan hidup ala selebriti di berbagai dunia panggung? Tetapi sebenarnya mereka juga hanyalah penulis biasa saja. Penulis yang siapa saja sebenarnya bisa menuliskannya. Anda pasti ingin klarifikasi? Masa Sih? Cobalah perhatikan. Berbagai  tayangan live Show  di Televisi, terserah  apa genrenya, ada banyak  penggemar dan berhasil menghasilkan “bintang” bintang  tenar, kaya raya dsb dsb. Apakah tayangan atau show itu memang bagus? Nope! Belum tentu? Memang ada yang bagus tetapi lebih banyak lagi yang biasa-biasa saja. Lalu apa intinya? Ya lihatlah industeri yang melahirkan bintang dan mega bintang nya itu. Merekalah yang punya hajat, merekalah yang punya “selera” dan merekalah yang menentukan mana bintang yang Top dan mana yangTop sekali.

Baca Juga : Menjadi Penulis Pro Dengan Memanfaatkan Logika SEO

Nah di sanalah bedanya. Kalau banyak anak muda yang ingin jadi penulis Idola, berkarya, dan kaya raya maka jadilah bagian dari “pentas Show” yang diusung oleh industeri penerbitan. Bukan apa-apa. Karena begitu mereka berhasil menjadikan sebuah buku “Booming”, maka perhatikanlah hanya dalam hitungan minggu akan muncul lagi buku-buku baru yang lebih hebat, yang lebih “booming” dari yang sebelaumnya. Padahal hanya dalam tenggat waktu yang demikian terbatas?  Kapan Penulisnya bisa menuliskannya? Karena mesin industeri penerbitan itu bekerja, mereka mampu mendikte selera; anda kalau tidak membaca buku terbitan mereka, pasti anda tergolong kuno. Nggak tahu jaman, nggak gaya, nggak ngarus dst dst.

Hanya satu tindakan yang harus anda ambil. Membeli buku mereka, dan menyebut sang Penulisnya sebagai “penulis hebat, penulis cerdas” yang dilahirkan zaman. Kalau anda berani menyebut yang sebaliknya, maka anda pasti dibilang tidak punya akal sehat dan anda memang orang yang tidak bisa mengikuti zaman. Itulah dunia panggung. Industeri memang harus mampu membuat panggung- panggung yang melegenda. Tanpa itu rasanya sepi. Masalahnya? Apakah anda berada dalam “radar” mereka? Kalau tidak ya anda hanya akan jadi sekedar penulis professional. Memang tidak kaya sekali, tetapi anda layak hidup seperti para professional lainnya. Mungkin tulisan ini akan sedikit banyak bisa membantu anda untuk menjadi penulis professional.

Tahu Selera Pasar

Penulis Yang Tahu Selera Pasar   Tapi jangan salah persepsi, setiap segmen ( niche) mempunyai pasarnya sendiri-sendiri. Ada pasar yang ramai, tetapi hanya diminati oleh para pembaca yang menengah ke bawah. Sebaliknya ada juga segmen yang sebenarnya tidak banyak peminatnya, tetapi umumnya disukai oleh mereka yang punya daya beli. Dan banyak lagi ragamnya. Sekarang memang semua sudah ada “perangkat” atau “tool” yang bisa membantu anda. Anda bisa membaca selera pasar pada segmen yang anda suka lewat “Google” jelasnya “Google Keyword Planner” atau berbagai software yang memungkinkan anda tahu dengan benar, seperti apa sebenarnya “realitas” segmen yang akan anda kan tulis.

Baca Pula : Pengalaman Jadi Penulis Harian Koran Lepas 

Begitu anda happy dengan segmen yang akan anda tulis, maka lakukanlah Riset perihal segmen yang akan anda tulis. Riset di sini adalah lewat “dektop” publishing artinya riset lewat berbagai tulisan Online terkait segmen yang akan anda tulis tersebut. Ingat kalau melakukan riset, perhatikan obyek yang anda riset; pilih juga kredibilitasnya.  Anda harus telaten saat dimana anda memanfaatkan data apa adanya dan pada saat yang mana harus memilih data dari sumber-sumber yang punya kredibilitas. Misalnya dari kalangan penerbit atau harian yang sudah punya jam terbang puluhan tahun; dari data atau publikasi kalangan universitas ternama; serta publikasi yang bisa anda yakini kredibilitasnya. Kemudian yang juga tidak kalah menariknya.  Apakah nantinya anda dalam menerbitkan buku tersebut hanya mengandalkan pada para penerbit “Mayor” yang memang hidupnya hanya dari dunia penerbitan Buku? atau anda terbitkan sendiri lewat pola “Selfpublishing” yang memadukan website pribadi, website toko Online sendiri serta memanfaatkan website mall; seperti Bukalapak com, Tokopedia com, Lazada, Alibaba, Amazon com Dll. Anda bisa memanfaatkan berbagai media website anda sendiri dengan kombinasi website pro yang memang sudah ada di pasar yang bisa anda manfaatkan secara gratis.

Disiplin dan Mampu Memotivasi Diri

Seperti kata seorang sahabat, kalau masih menulis hanya dengan mengandalkan mood, pertimbangkan ulang cita-citamu untuk jadi penulis profesional! Karena bagaimanapun tak bisa hanya mengandalkan mood. Penulis yang profesional memperlakukan aktivitas menulisnya sebagai sebuah pekerjaan yang tetap harus dilakukan setiap hari, tanpa peduli mood dan situasi hati. Tak peduli habis patah hati, gagal ujian, atau baru saja bertengkar dengan pacar, atau isteri dan tak ada alasan untuk tidak menulis. Ada banyak hal yang orang lupa kalau melihat dunia seorang penulis. Ibarat rutinas seorang prajurit professional, menulis juga harus punya jadwal-jadwal yang sudah tersusun dan telah dipraktekkan dengan baik. Seorang prajurit kegiatannya dikerangkakan oleh waktu dan waktu. Jam 06.45 dia sudah harus apel pagi ( apel nya memang jam 07.00 tapi dia sudah harus di posisi apel 15 menit sebelumnya, itu berarti sudah harus bangun jam 04.30). Kegiatan Apel pagi diikuti dengan rutinitas senam pagi, dan nanti baru selesai jam 08.00 Kegiatan berikutnya sesuai dengan tugasnya masing-masing sampai Isoma ( istirahat Sholat makan siang) pada Jam 13.30. Kegiatan berikutnya sampai Jam 15.00. Diikuti Apel Siang.Jam 16.00-17.30 kegiatan ekstra;  Jam 21.00-21.30 Apel malam dst dst.

Dalam kerangka waktu yang seperti itulah mereka membina kesegaran atau kesemaptaan tubuh, ketrampilan bela diri, kemampuan profesionalnya dst dst. Kehidupan seperti itu sudah jadi suatu ritme. Dalam garis besarnya mereka mempunyai waktu –waktu yang bervariasi sesuai satuannya masing-masing. Yakni waktu untuk penugsan di lapangan; waktu untuk pendidikan ; dan waktu penugasan di satuan. Kalau di lapangan biasanya mulai dari 3 bulan-satu tahun penugsan; pendidikan biasanya tergantung jenis dan tingkatannya dengan durasi satu bulan-satu tahun. Dengan cara itulah mereka menempa diri hingga akhirnya jadi prajurit professional. Polanya bisa jadi tidak sama persis, tetapi seperti itulah garis besarnya. Saya tahu itu, karena saya ada di lingkungan itu selama 30 tahun.

Begitupulalah seorang penulis, dia harus mempu membuat kerangka kerjanya, kerangka cara dia meningkatkan kemampuan profesi kepenulisannya sendiri, dan juga menjaga kebugaran tubuhnya. Bisa dibayangkan kalau model penulis yang dalam satu hari bisa duduk di depan Laptop 6-7 jam disamping seruputan minum kopi. Kalau dia tidak menyediakan waktunya untuk melatih kebugaran tubuh minimal satu jam per hari. Maka percayalah dia akan tidak pernah sampai di sana (jadi penulis professional). Hanya dalam tubuh yang sehatlah maka akan muncul kemampuan menulis yang baik dan professional. Bahwa penulis itu selama ini dipersepsikan seperti kehidupan seniman, yang bekerja hanya kalau lagi mud, penuh sensasi dan berbagai atribut kesenimanan lainnya. Percayalah itu semua hanya sebuah persepsi yang keliru. Penulis professional itu justeru hidupnya penuh disiplin, bahkan melebihi disiplinnya seorang prajurit. Kenapa? Karena dia harus mampu mengatur jadwalnya sendiri. Mengatur strategi bagaimana ia mendapatkan penghasilan; bagaimana ia meningkatkan kemampuan profesionalnya dan menjaga stamina tubuhnya sendiri dan membina keluarganya.