OnlineKan BisnisMu, Wujutkan PeluangMu

OnlineKan BisnisMu, Wujutkan PeluangMu

Online kan BisnisMu, sebenarnya hanya mengingatkan agar anda bisa menyesuaikan Bisnis Anda dengan perubahan zaman. Itu saja. Karena, suka atau tidak suka bisnis Online sudah ada di sekitar kita. Bisnis ini sudah akrab dengan anak-anak muda di usia produktif. Karena secara fakta baru merekalah yang sudah mengikuti dunia Online atau dunia maya. Para generasi tua kita atau mereka yang rata-rata diatas 50 tahunan boleh dikatakan masih belum melek dengan dunia Online ini. Sehingga tidak heran kalau diberbagai komunitas, masih banyak yang merasa asing atau belum “nya hok” akan arti dan makna bisnis online ini. Bisnis seperti apakah bisnis Online itu. Semacam apakah bisnis seperti itu? Dalam bentuk atau wujud seperti apakah bisnis ini dijalankan? Akan seperti apakah pola dan jejaring Bisnis Online ini? Atas dasar pemahaman seperti itulah, buku ini di tulis dan mencoba memperkenalkan dasar-dasar pemikiran untuk memulai  mengonlinekan bisnis sendiri dan memahami bisnis Online itu sendiri.

ONLINEkan BISNISMu
ONLINEkan BISNISMu

Pada dasarnya semua bisnis tradisional atau bisnis konvensional bisa di onlinekan, dan kemudian ada banyak jenis bisnis online yang saat ini dijalankan orang. Namun bila dilihat dari jenis produknya,  maka bisnis online  mengenal dua jenis bisnis. Bisnis Online dengan Produk Fisik dan Bisnis Online dengan Produk Digital. Kedua jenis bisnis online ini tumbuh dan berkembang dengan caranya masing-masing.

Bisnis Online dengan Produk Fisik. Jenis bisnis online dengan produk fisik belakangan ini terus berkembang dan sepertinya akan selalu jadi tren di Indonesia. Bisnis ini sama dengan bisnis Off-Line pada umumnya, yakni produk yang terlihat dan dapat dipegang sesuai fisik barang yang dijual, dapat disentuh dan dirasakan. Contohnya adalah barang-barang elektronik seperti Handphone,tablet,computer;  ragam macam pakaian seperti baju, sepatu hingga produk kerajinan tangan, dll.

Info Bisnis Online Bisa Lihat Disini

Apakah Bisnis Online Itu? Bisnis Online pada dasarnya sama seperti bisnis biasa dimana kita harus menjual sesuatu. Tidak peduli jenis apa yang kita perjual belikan, apakah jasa atau produk. Semua bisa. Bedanya, bisnis online jualannya tidak di pasar atau di mall-mall, namun di dunia maya atau internet.Jadi dengan begitu, bisnis online tak ayal adalah bisnis nyata juga. Hanya saja, pasarnya berbeda. Jadi jika masih ada yang beranggapan bahwa bisnis online adalah suatu bisnis cepat menghasilkan uang banyak dan kaya raya, maka itu jelas keliru besar. Tanpa usaha nyata dibarengi dengan kemampuan berbisnis di dunia nyata, percayalah maka bisnis anda juga tidak akan bisa berhasil.

Bisnis Online dengan Produk Fisik. Jenis bisnis online dengan produk fisik belakangan ini terus berkembang dan sepertinya akan selalu jadi tren di Indonesia. Bisnis ini sama dengan bisnis Off-Line pada umumnya, yakni produk yang terlihat dan dapat dipegang sesuai fisik barang yang dijual, dapat disentuh dan dirasakan. Contohnya adalah barang-barang elektronik seperti Handphone,tablet,computer;  ragam macam pakaian seperti baju, sepatu hingga produk kerajinan tangan, dll.

Bisnis Online dengan Produk Digital  berbeda dengan produk fisik, bisnis online dengan produk digital memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi. Bisnis online dengan produk digital adalah bisnis yang menjual belikan produk yang secara fisik tidak dapat disentuh, tapi keberadaannya dapat dimanfaatkan. Contohnya adalah software komputer, mp3, video, graphic desain, ebook, script web, space hosting, bandwidth, domain, membership, space iklan, backlink, dll. Bisnis seperti ini bisa anda kembangkan sehingga berjalan secara otomatis. Artinya produknya tersaji lewat website secara menarik. Kalau ada yang tertarik dia tinggal pesan dan bayar kemudian produknya tinggal di Download (jumlah download dibatasi sesuai aturan bisnisnya). Pembayarannya langsung masuk ke rekening anda. Anda tinggal meng iklankannya dan kalau berhasil dan produk anda disenangi para kastamer anda maka uang anda akan terus bertambah dan tambah di rekening anda. Sederhana sekali Kan?

Membangun bisnis online baik dengan produk fisik ataupun digital sama-sama membutuhkan jasa pembayaran (Transfer Via ATM, Go Pay, Paypal dll); juga jasa pengepakan dan jasa pengiriman. Boleh dikatakan bisnis online yang baik membutuhkan alat (tool) yang dapat membantu anda menjalankan bisnis anda agar bisa operasional dengan baik. Tetapi jangan hawatir, sebab ada banyak “Mall Online” yang bersedia membantu anda tanpa memungut bayaran sama sekali. Mereka memberikan “lapak” atau Toko untuk anda berdagang di Mall mereka. Misalnya anda sudah punya produk fisik maka anda tinggal daftar ke Bukalapak Com atau Tokopedia Com[1] untuk menjadi pelapak. Anda akan bisa berjualan secara Online di Mall mereka tanpa diributkan oleh penghitungan biaya pengiriman dan cara pembayaran. Kalau anda mau. Anda tinggal iklankan produk anda dan kalau laku anda akan diberitahu kemana barangnya akan dikirimkan. Setelah transaksi selesai ( barang sudah sampai ke pembeli) anda bisa mengambil uang anda di admin lewat transfer yang sangat mudah. Enak kan? Peluang seperti itu banyak sekali. Baik nasional misalnya di Indonesia ( Matahari Mall, Blibili, Lazada, Zalora, Bhinneka Dll) atau Internasional ( Amazon, Alibaba dll)

Bagaimana kalau anda mau membuat sendiri Toko anda? Jawabnya bisa dan juga sangat “menantang” anda bisa buat Toko anda bisa operasional dengan cara nyaris secara otomatis. Kalau dilihat dari sisi ini maka bisnis Online ini sungguh menantang dan memerlukan upaya atau proses pembelajaran yang sungguh-sungguh agar anda bisa mewujutkan ide bisnis anda. Anda bisa memualainya lewat bisnis Online biasa atau dengan cara baru model Start Up, suatu bisnis yang baru sama sekali atau memodifikasi model bisnis yang sudah ada sehingga bisa lebih baik dari sebelumnya.

Karena fleksibel, bisnis online dengan produk digital, menjualnya tidak memerlukan pengiriman barang. Konsumen atau pembeli bisa langsung mendownloadnya setelah membayar. Namun demikian bisnis ini tetap memerlukan jasa pembayaran dan sarana Download yang aman dari berbagai kecurangan ( downloadnya bisa dibatasi). Tidak ayal lagi, karena proses yang cepat, konsumen juga tidak butuh proses lama untuk mendapatkan produk yang diinginkan.Salah satu bisnis online jenis digital yang paling besar adalah iTunnes dari Apple Inc. Layanan dari Apple Phone menjual produk berupa mp3 dengan harga yang beragam. Google juga menjual produk-produk digital dan salah satu wadah terbesarnya adalah App Store untuk produk Android.

Bagaimana Cara Menjalankan Bisnis Online  Dari dua jenis bisnis online yang diuraikan di atas, memiliki cara dan metode berebada dalam menjalankannya sesuai dengan wujud produknya. Walau memiliki perbedaan mendasar, namun kedua jenis bisnis online tersebut memiliki kesamaan dalam memulai atau membangunnya. Hampir pula serupa dengan memulai bisnis offline, bisnis online juga memiliki ketentuan dasar yang harus dilakukan. Berikut adalah langkah langkah utama yang harus dilakukan untuk dapat menjalankan dan memulai bisnis online agar bisa berhasil:

Pertama : Tentukan Bisnis Online sperti apa yang akan anda lakukan. Bisa memilih untuk meng Onlinekan bisnis anda sendiri. Bisa juga dengan mempertimbangkan apakah anda akan melakukan bisnis Online untuk menjual produk fisik atau Digital? Apakah anda sudah mempunyai produk atau belum? Kalau anda belum punya produk sendiri, anda tetap bisa berbisnis Online dengan jalan menjualkan produk orang lain ( Bisnis Online Marketing atau bisnis Affiliasi). Intinya bisnis ini anda bisa mendapatkan uang dari komisi penjualan yang anda lakukan. Anda bisa menjualkan produk orang lain seperti di Lazada, Zalora, Bhinneka dll (Indonesia) atau Amazon, Alibaba (internasional).

Kedua, bisnis yang baik adalah bisnis yang bermanfaat bagi banyak orang, dan satu-satunya alasan mengapa kita membangun bisnis adalah karena bisnis itu bisa membantu banyak orang tanpa keterlibatan kita secara langsung.  Alasan yang kedua inilah mengapa penting membangun system bisnis Online yang benar. Dengan sistem bisnis yang baik dan benar, bukan saja pemilik bisnis itu sendiri yang merasakan manfaatnya, customer atau masyarakat umum pun akan merasakan betapa bermanfaatnya berbisnis dengan anda. Semoga Bisa bermanfaat.

[1] Saya punya Toko Buku di Tokopedia.com yakni Tokopedia.com/bukuperbatasan dan di Bukalapak.com yaitu Bukalapak.com/bukubatas

LandingPress, Bisnis Online Jadi Menyenangkan

LandingPress, Bisnis Online Jadi Menyenangkan

Dengan Theme ini Berbisnis Online jadi menyenangkan. Faktanya, LandingPress sudah Membantu Mengakselerasi dan Meningkatkan Profit hampir 7000+ Pebisnis Online seperti Anda dengan Mudah Apa yang Bisa Anda Lakukan dengan LandingPress?  Ya Sekarang Anda Bisa Membuat Hampir Semua Halaman Penawaran Bisnis Anda dengan Mudah Mulai :

  • Pemilik Toko Online ; Membuat toko online yang canggih. eCommerce, cek ongkir, auto chat WA & SMS
  • Digital Advertiser ; Mengumpulkan audiece melalui Facebook Pixel dan Google Tag Manager dengan mudah
  • Pelaku MLM Online ; Bikin halaman penawaran yang menarik untuk mengumpulkan prospek
  • Affiliate Marketer ; Bikin halaman penawaran bonus dengan drag and drop LIVE editor
  • Bloger / Publisher : Bikin website yang fast loading & mobile friendly untuk memikat para pengunjung
  • Personal Branding; Membuat halaman portofolio yang shareble dengan mudah

Bayangkan Besarnya Potensi Calon Pembeli/Konsumen/Prospek Dari Bisnis Online Anda!  Kami Coba tampilkan data dari CFO Zalora, Frans Budi Pranata dan Dia mengatakan:

  • Di Indonesia, ada 90 ± juta orang yang kini telah terhubung dan bisa menggunakan Internet.
  • Orang Indonesia rata-rata habiskan 5-6 Jam ONLINE.
  • Orang Indonesia yang punya kartu kredit lebih dari 15juta orang.
  • Orang Indonesia yang punya rekening bank lebih dari 90juta orang.
  • 60% Orang Indonesia memegang CASH.
  • Industri ecommerce kita 500% growth selama 4 tahun terakhir.
  • Saat ini sales online USD 10 milyar, di tahun 2020 menjadi USD 130 milyar.

Kami percaya sekali, Anda sedang berbisnis atau akan berbisnis Online. Inilah beberapa alasan kenapa Anda membuka website LandingPress ini sekarang.

LIHAT LANDINGPRESS DI BLOG SAYA DI SINI atau DISINI

Karena Jualan online itu membutuhkan pemasaran Online dan itu memerlukan cara yang tepat  dan kata kuncinya ada 2, yaitu: Traffict Generation, dan Traffict Conversion. Anda bisa menggunakan search engine optimization (SEO) atau Facebook Ads untuk urusan traffict generation. Sementara untuk traffict conversionkita anda memerlukan “Sales Funel” Ya. Sales Funel Profesional. Karena itu pekalah dan beri perhatian pada desain dan ilustrasi sales funnel. Semua pebisnis online yang sukses harus memahami kekuatan dan kelemahan Sales Funel ini.

Sales funnel mengikuti psikologi konsumen masing-masing. Bisnis jualan obat herbal dan jualan kamera tidak sama, jelas beda termasuk psikologi konsumennya. Inilah sebabnya kenapa sales funnel setiap bisnis tidak sama.

LandingPress, Bisnis Online Jadi Menyenangkan
LandingPress, Bisnis Online Jadi Menyenangkan

KAMI BISA BIKIN WEBSITE UNTUK ANDA GRATIS LIHAT DISINI

Jadi, jika Anda sudah capek-capek promosi tetapi konversi penjualan masih kecil ada 2 kemungkinannya:

  • apakah traffict yang Anda generate sudah tertarget?
  • apakah desain sales funnel Anda sudah tepat?

Urusan menarget konsumen bisa kita serahkan ke para marketing misalnya facebook ads maupun google adwords. Tetapi problemnya “sudah capek-capek promosi tetapi tidak ada penjualan” bakal tetap muncul  jika Anda tidak membuat sales funnel yang professional dan menarik. Dan ternyata yang paling menyebalkan adalah…Membuat Sales Funnel ternyata Sulit Sekali! Terlebih lagi kalau Anda tidak memakai “alat dan sarana” yang pas.

KUNJUNGI WEBSITE LANDINGPRESSNYA DI SINI

Banyak perkara yang harus Anda perhatikan, seperti :

  • Website wajib FAST LOADING dan MOBILE FRIENDLY
  • Landingpage harus simple, menarik dan profesional
  • eCommerce System (toko online) yang komplit dan easy to use
  • Blog yang informatif guna membangun engagement dengan pengunjung
  • Integrasi dengan facebook fixel, adroll dan google tag manager

Dan berbagai keunggulan lainnya . . .Tentu ini tidak murah! KECUALI…YA KECUALI ANDA MENEMUKAN THEME YANG PAS DAN PROFESIONAL.

Sekarang Anda bisa membuat hampir semua jenis landingpage, toko online canggih, dan website UKM Anda dengan sangat mudah! Meski Anda masih pada katagori New Bie  Yaitu dengan Theme LandingPress

BumDes Jaya Indonesia Sejahtera

BumDes Jaya Indonesia Sejahtera

Oleh harmen batubara

Pemerintah sesuai dengan UU Desa secara nyata telah mengalokasikan Dana ke Desa dalam jumlah yang belum terbayangkan selama ini. Pada 2015 total Dana Desa Rp 20,7 triliun (dibagi ke 74.093 desa); 2016 sebanyak Rp 46,9 triliun (dibagi ke 74.754 desa); dan pada 2017 ini akan disalurkan Rp 60 triliun (dibagi ke 74.910 desa). Penyerapan Dana Desa tergolong fantastis. Tahun pertama terserap 82,72 persen dan tahun kedua 97,65 persen, di tengah situasi regulasi yang belum terlalu mapan, sosialisasi yang dikendalai waktu, dan persebaran desa yang sedemikian luas. Nah yang lebih menggembirakan lagi adalah Desa Nusantara ternyata memiliki modal social yang juga tergolong terbaik yang pernah ada.

Secara empirik Desa jadi menarik didiskusikan karena dua misteri modal sosial di Indonesia yang sungguh berbeda dengan keyakinan teoritik. Pertama, desa-desa di Indonesia sebenarnya sangat kaya modal sosial tetapi juga rentan secara sosial. Di satu sisi masyarakat desa sudah lama mempunyai beragam ikatan sosial dan solidaritas sosial yang kuat, sebagai penyangga penting kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Swadaya dan gotong royong telah terbukti sebagai penyangga utama “otonomi asli” desa. Ketika kapasitas negara tidak sanggup menjangkau sampai level desa, swadaya dan gotong royong merupakan sebuah alternatif permanen yang memungkinkan berbagai proyek pembangunan prasarana desa tercukupi. Di luar swadaya dan gotong-royong, masyarakat desa mempunyai tradisi to¬long-tolong menolong, bahu-membahu dan saling membantu antar sesama, apalagi ketika terjadi musibah yang mereka lihat secara dekat.

Tetapi di balik ikatan sosial dan solidaritas sosial yang menyenangkan itu, masyarakat desa sering menghadapi berbagai kerentanan sosial (social vulnerability) yang menyedihkan, bahkan bisa melumpuhkan ketahanan sosial (social security) mereka. Status desa condong menjadi sekadar ”ruang hidup sementara”, yang sewaktu-waktu bisa dibongkar, digusur, dan bahkan dihapuskan ketika negara atau korporasi membutuhkannya untuk dieksploitasi dan dikonversi menjadi ruang ekstraktif demi peningkatan pendapatan. Indikasinya, desa-desa penuh dengan izin investasi pertambangan, perkebunan sawit, properti, atau izin eksploitatif lainnya. Desa menjadi area perebutan sumber daya alam dan arena konflik agraria.

Derap Langkah Perubahan Di Desa

Malah seperti kata Sri Palupi[1]  Area desa bisa dengan mudah berpindah menjadi area konsesi korporasi atau lokus proyek strategis pemerintah, sementara warganya tak berdaya ketika dipaksa melepaskan hak mereka atas lahan dan ruang kehidupannya. Desa-desa di lingkar industri pertambangan dan perkebunan sawit, misalnya, kebanyakan warganya kehilangan lahan dan berubah status dari petani mandiri menjadi buruh. Ada desa yang keberadaannya dihapuskan karena areanya dikuasai korporasi atau menjadi lokus proyek strategis pemerintah. Bahkan desa-desa yang lahan pertaniannya sudah bersertifikat sekalipun, warganya bisa dengan mudah kehilangan haknya. Juga ada banyak desa yang kehilangan sebagian atau seluruh ruang hidupnya karena pemerintah secara sewenang-wenang menetapkan wilayah desa sebagai kawasan hutan. Padahal, warga sudah tinggal di desanya jauh sebelum republik ini berdiri. Ada lebih dari 30.000 desa yang berada di kawasan hutan tanpa akses atas sumber daya agraria.

Ketahanan sosial masyarakat desa kerapkali sangat rentan ketika menghadapi gempuran dari luar, mulai dari regulasi dan kebijakan pemerintah, proyek pembangunan, wabah penyakit menular, narkoba, bencana alam, kekeringan, dan masih banyak lagi. Bahkan bantuan dari pemerintah seperti BLT kompensasi BBM juga memunculkan kerawanan sosial dalam masyarakat, misalnya dalam bentuk pertikaian antara warga dan aparat setempat.

Kedua, desa kaya modal sosial tetapi tidak kaya modal ekonomi. Dengan kalimat lain, modal sosial itu tidak mengalami transformasi menjadi modal ekonomi. Studi Edward Miguel, Paul Gertler, dan David I. Levine (2005) di 274 daerah industri di Indonesia, misalnya, menunjukkan bahwa modal sosial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan industri. Karena itu, wajar jika Prof. Robert Lawang, pernah mengajukan pertanyaan: mengapa modal sosial yang kaya tidak menghasilkan modal ekonomi?

Tetapi sepertinya semua itu kini sudah pasti akan berbeda, dan ini tidak lepas dari Strategi Pembangunan Desa Jokowi. Terutama setelah munculnya politik pembangunan desa[2] yang ditandai oleh kelahiran UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 segera menyergap menjadi kesadaran dan harapan baru atas kejumudan kemajuan desa. Pembangunan tak lagi sekadar dirayakan sebagai turunnya daftar proyek yang dikerjakan di desa, tetapi dipestakan atas kedaulatan desa dalam merumuskan dan memutuskan masa depannya sendiri. Di masa silam, desa dan warganya menonton dengan khidmat deru pembangunan dari pagar rumah sambil berharap proyek itu tak menjadi onggokan monumen karena tidak bersenyawa dengan kebutuhan warga.

UU yang baru memastikan dikuburnya model itu karena desa memiliki kewenangan untuk menegakkan kedaulatannya. Dua otoritas vital yang dipunyai desa itu adalah kewenangan lokal berskala desa (subsidiaritas) dan kewenangan hak asal usul (rekognisi). Demikian pula proses pembangunan meletakkan warga sebagai partisipan gerakan, di mana musyawarah desa (musdes) menjadi forum tertinggi dalam mengambil keputusan. Pelan-pelan literasi politik diperkuat agar warga sadar atas kekuasaan yang dimilikinya.

Kewenangan lokal berskala desa sebetulnya menjadi bahasa desentralisasi dalam literatur ekonomi dan politik. UU Desa telah mendesentralisasikan urusan pembangunan sampai ke level pemerintahan desa, bukan cuma di kabupaten. Asas subsidiaritas ini memberikan ruang penuh bagi desa memutuskan serta menyelenggarakan pembangunan dan pemberdayaan selama berada dalam skala desa. Jika desa berderu dengan aneka program pembangunan, itu tak lagi monopoli keputusan pemerintahan di atasnya dalam memasok kebutuhan program, tetapi hasil dari sikap kolektif warga yang dirangkum dalam proses musdes.

Baca Juga : Membaca Strategi Perbatasan Jokowi

Tak dibenarkan pemangku kepentingan lain, termasuk pusat, mengambil arena kewenangan itu karena keberadaannya diproteksi UU. Kewenangan ini menahbiskan desa sebagai pemegang otoritas untuk menjaga suara dan daya hidup warganya di lapangan politik, di mana partisipasi memiliki bobot penuh karena dilatari kewenangan mengambil keputusan, bukan sekadar mengerjakan program.

Kewenangan hak asal-usul menjadikan desa lebih tangguh lagi karena pilar terpenting desa sebetulnya terletak pada tiang pancang sosial. Desa hidup berdasarkan dinamika norma, budaya, adat, keyakinan, dan agama yang menjadi mata air pengetahuan serta konsensus dalam menjaga kehidupan bersama. Desa di masa lalu mengendalikan seluruh perkara kehidupan bersandarkan pada aturan main informal tersebut sebelum tahap demi tahap direnggut oleh formula aturan main formal (hukum negara). Desa dapat mengelola harmoni hidup secara ritmis karena mereka adalah agregasi komunitas yang terpaut dengan nilai-nilai setempat. Ini beda halnya dengan desa masa kini yang digiring menjadi unit administrasi pemerintahan sehingga seluruh aturan perilaku hidup mesti dikelola dengan hukum formal yang kadang jauh dari nilai adat desa.

Implikasinya, salah satu tiang penyangga roboh dan “surau” desa menjadi nyaris ambruk. Untungnya, jaminan penyelenggaraan asas rekognisi ini mendirikan kembali pilar tersebut sehingga desa tegak lagi. Kemenangan merawat kekayaan ini akan menjadi penanda kekuatan bantalan sosial desa. Desa punya daya hidup!Aneka kewenangan penting itu tak akan menjelma jadi daya dorong perubahan jika tak disertai sumber daya. Itulah yang dibaca oleh pemerintah sehingga politik fiskal digeser dengan memberikan instrumen “dana transfer” ke desa, yang disebut dana desa (DD). Desa yang telah memiliki otoritas menjadi lebih bertenaga karena bisa mengelola anggaran sendiri (anggaran pendapatan dan belanja desa/APBDesa) dengan salah satu sumbernya dari DD (di samping enam sumber lain).

Pada 2015 total DD Rp 20,7 triliun (dibagi ke 74.093 desa); 2016 sebanyak Rp 46,9 triliun (dibagi ke 74.754 desa); dan pada 2017 ini akan disalurkan Rp 60 triliun (dibagi ke 74.910 desa). Penyerapan DD tergolong fantastis. Tahun pertama terserap 82,72 persen dan tahun kedua 97,65 persen, di tengah situasi regulasi yang belum terlalu mapan, sosialisasi yang dikendalai waktu, dan persebaran desa yang sedemikian luas.

Sejauh yang sudah tercapai selama dua tahun pelaksanaan program DD ini, sekurangnya lima hal pokok telah dirasakan di lapangan. Pertama, desa berdenyut kembali dalam kegairahan pembangunan yang ditandai oleh maraknya kegiatan musdes dan keterlibatan warga dalam perencanaan sampai eksekusi pembangunan. Salah satu pemandangan lazim saat ini, warga desa berkerumun membahas aneka ikhtiar pembangunan dan pemberdayaan, seperti inisiasi pasar desa atau pembentukan badan usaha milik desa (BUMDesa).

Baca Pula : NawaCita Mewujudkan Kemakmuran di Perbatasan

Kedua, transparansi anggaran menjadi keniscayaan baru sebagai bagian dari akuntabilitas penyelenggara pemerintahan desa. Di balai desa dipasang baliho APBDesa, demikian pula di lokasi-lokasi strategis atau sarana ibadah. Desa telah memberikan jawaban kontan atas kepercayaan yang diberikan. Ketiga, keswadayaan dan gotong royong terlihat kokoh karena seluruh program harus dijalankan secara swakelola, tak boleh diberikan kepada pihak ketiga. Tak jarang, warga desa menyumbangkan apa pun yang dimiliki agar pembangunan berjalan paripurna, misalnya tenaga, tanah, rumah, dan aset fisik lain.

Keempat, ongkos pembangunan menjadi amat murah karena dikerjakan oleh warga desa dengan semangat keguyuban tanpa harus mengorbankan kualitas. Pada 2016 saja telah terbangun hampir 67.000 kilometer (km) jalan, jembatan 511,9 km, MCK 37.368 unit, air bersih 16.295 unit, dan PAUD 11.926 unit. DD juga dimanfaatkan untuk posyandu 7.524 unit, polindes 3.133 unit, dan sumur 14.034 unit. DD juga digunakan untuk membangun tambatan perahu 1.373 unit, pasar desa 1.819 unit, embung 686 unit, drainase 65.998 unit, irigasi 12.596 unit, penahan tanah 38.184 unit, dan ribuan BUMDesa (PPMD, 2017). Dengan menggunakan ukuran apa pun, efisiensi DD sangat mengagumkan.

Kelima, munculnya aneka upaya untuk memperkuat kapasitas warga dan pemberdayaan lestari dengan basis budaya dan pengetahuan lokal. Banyak desa yang menginisiasi munculnya sekolah desa, sekolah perempuan, peraturan desa untuk memproteksi sumber daya alam dan ekologi, pembuatan almanak desa, balai rakyat, dan masih banyak lagi prakarsa menggetarkan di desa. DD bukan cuma dirayakan sebagai tradisi penyerapan anggaran, melainkan aktivitas berdesa yang mengendap dalam jantung kesadaran kedaulatan desa. Desa kini tengah Mngukir Sejarahnya.

[1]  Sri Palupi, Refleksi Tiga Tahun UU Desa, Kompas.id, 14 Februari 2018 [2] Ahmad Erani Yustika,  Proklamasi Pembangun Desa, kompas.id, 23 oktober 2017. Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa/PPMD (2015-2017); Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi