Pengalaman Jadi Penulis Harian Kejar Honor

Pengalaman Jadi Penulis Harian Kejar Honor

Oleh Harmen Batubara

Menulis untuk kejar honor sampai kapanpun pastilah tetap ada. Karena memang tulisan adalah sesuatu yang jadi bagian dari kehidupan itu sendiri. Bisa diyakini, setiap zaman mempunyai corak dan gayanya masing-masing. Bagi sebagian orang ada yang lebih enak tetapi bagi yang lainnya malah sebaliknya jadi sangat menyusahkan. Malah harus membuat mereka berubah cara, berubah ketrampilan. Misalnya bagi penulisan zaman tahun-tahun 70an, tentu cukup dengan mesin Tik. Karena pada zaman itu belum ada yang namanya Komputer. Kini di zaman Online, seorang penulis tidak hanya dituntut bisa menulis dengan computer, tetapi ia juga harus paham memanfaatkan media sosial seperti Google, Facebook, Yahoo, Bing, LikedIn, Tumblr Dll. Kalau dia tidak paham maka habislah ia. Tulisannya bakalan nggak bisa mendatangkan penghasilan lagi.

Pengalaman Jadi Penulis Harian Kejar Honor
Pengalaman Jadi Penulis Harian Kejar Honor

Terus terang jadi penulis pada masa sebelum zaman Online menurut saya jauh lebih enak dari pada saat ini. Gambarannya yang sebutkan adalah pada era tahun-tahun 70-80an. Saat itu harga artikel untuk Koran Nasional sekelas Kompas, Sinar Harapan, Surabaya Post sekitar Rp 22500-32500., Sementara untuk harian lokal seperti Pikiran Rakyat (bandung), Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta), Merdeka (Semarang) Dll sekitar Rp1500-2500. Harga beras dengan kualitas sedang waktu itu sekitar Rp30-40 per Kg. Jadi satu artikel Koran Nasional itu setara antara 750 kg-1000 kg beras., sementara untuk Koran Lokalnya sekitar 50 kg-85 kg. Jauh dari lumayan. Sementara harga sekarang jauh dari nilai seperti itu, untuk Koran Nasionalnya bervariasi atau setara dengan harga 50-100 kg beras, sementara Koran lokal, blog serta media sejenisnya bervariasi antara 3-5 kg beras. Tentu tidak semua, karena dengan kualitas kepenulisan tertentu, masih ada penulis yang dibayar hingga puluhan juta perbulan.

Zaman berubah, selera para pembaca juga berubah. Meski medianya tumbuh dengan begitu massif, tetapi kualitas kepenulisannya malah jauh berbeda. Bisa jadi tulisan yang pada zaman dahulu harus dibuat dengan rapi, enak dibaca dan informative serta infonya bermanfaat kini. Jauh berubah, tulisan sudah berubah bentuk. Bentuknya sudah jadi media Video, bisa berupa Vlog, videostreaming sehingga jauh lebih jelas, lebih menarik dan juga lebih dekat dan lebih emosional. Kalau sebelumnya para Blogger masih bisa mendapatkan penghasilan dengan jumlah yang menggembirakan lewat kepenulisan. Maka dengan munculnya Vlog, semuanya jadi berubah. Kalau anda memang ahlinya, maka penghasilannya nyaris tidak terbatas. Anda bisa memperoleh honor hingga ratusan juta per bulan.

Tetapi untuk jadi Youtuber berpenghasilan tinggi, tentu memerlukan modal yang juga besar. Minimal anda punya segmen yang menarik, punya Tim yang solid dan professional dan mampu menghasilkan Vlog yang professional. Sebagai contoh di sepanjang tahun 2020 antara lain, ada Jess No Limit, Frost Diamond, BUDI01 GAMING, Baim Paula, Rans Entertainment, Deddy Corbuzier, Atta Halilintar, Jessica Jane, Ricis Official dan efdew.

Sebagai gambaran, anda bisa melihat Siswanto. Ya, siswanto dari Banyumas, Jawa Tengah ia menjadi perbincangan karena ia mampu berpenghasilan sampai Rp 150 juta per bulan. Dialah Siswanto si pemilik akun Siboen Chanel. Siboen Chanel (dengan satu ‘n’) adalah akun YouTube yang punya 1,22 juta langganan dan 2.032 konten video. Siswanto atau akrab dipanggil Siboen adalah perintis Kampung YouTuber di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Siboen dikenal dengan konten dunia misteri, memancing hingga kegiatan jalan-jalan. Dalam sehari, ia menghabiskan waktunya untuk mengisi konten untuk saluran Youtubenya sejak jam 06.00-23.00. Pada pukul 06.000 pagi, Siboen sudah harus di sungai untuk produksi konten video memancing. Sekitar pukul 07.00 atau 08.00 pagi dia pulang dan materi video mentah diserahkan ke tim penyunting.  Biasanya “Dia sarapan, habis sarapan terus  ke bengkel, buat konten bengkel, ini sampai jam 12.00 WIB siang,” ucapnya. Dalam sehari mereka  dapat memproduksi lima kontan, karena sebagian kontennya disiarkan olehnya dengan cara streaming. Karena tidak memerlukan proses penyuntingan, ia terus melakukan siaran langsung hingga pukul 23.00. Siboen mengaku hampir tiga tahun belakangan ini hanya tidur empat jam sehari. Hal ini lantaran seluruh proses editing, penataan dan kebijakan lain ia lakukan sendiri. Maksudnya meski ada Tim nya tetapi masih harus terus dalam didampinginya. Tentu berbeda, kalau Tim nya sudah solid dan professional, maka tentu proses kerjanya juga akan lebih menyenangkan.

Baca Juga  :  Penulis Life Style DotCom

Sekarang kalau anda mau mendapatkan honor dari Tulisan, maka sebaiknya anda membuka Usaha Jasa Penulisan.  Kalau tidak bisa gabung dengan sesama para penulis artikel. Selanjutnya, anda bisa mulai mencari job menulis di situs-situs freelance Indonesia. Silahkan cari di kategori penulis artikel, writing, atau sejenisnya. Lalu lakukan bid/penawaran pada job menulis yang ada. Beberapa situs yang bisa anda lihat : Fastwork.id, salah satu situs freelance yang cukup lengkap ; Sribulancer.com ; Projects.co.id ; Selain itu, anda juga bisa coba gabung di grup-grup blogger indonesia di facebook, dan tawarkan jasa anda disana. Tentunya dengan mentaati  dan mengikuti aturan masing-masing grup nya. Pada masa-masa awal, mungkin anda akan rada sulit mendapatkan job disini. Tapi seiring waktu ntar bisa lebih mudah. Apalagi kalau ntar anda udah mulai membangun portofolio.

Buat Web Portofolio?  Anda juga bisa membuat Web Portofolio Anda sendiri. Maksudnya, anda bisa bikin satu blog atau website untuk portofolio penulisan. Bisa gunakan blog dengan domain dan hosting sendiri, atau menggunakan blog gratisan. Kalau mau terlihat professional, memakai sebaiknya jangan yang gratisan. Meski kalau untuk pemula hal seperti itu tidak jadi soal. Yang penting Lakukan saja dahulu. Jika menggunakan blog gratisan, saya sarankan menggunakan wordpress.com saja, karena di Indonesia orang banyak yang pakai  platformnya. Sarana lainnya, bisa menggunakan medium.com, blogspot, atau tempat-tempat lain.

Hal yang bisa anda isi di blog ini;   Berbagai contoh artikel penulisan dalam berbagai topik. Tuliskan artikel terbaik anda disini;  Bisa tulis 3-10 artikel untuk tiap kategori ; Kelompokan artikel-artikel ini dalam kategori yang sesuai;  Buat halaman ABOUT ME yang jelas. Berisikan skill yang anda kuasai, dan hal lainnya secara singkat atau The Best Of You mu.: Buat halaman kontak yang mudah ditemukan. Cantumkan kontak anda yang mudah dihubungi; dan Buat halaman portofolio pekerjaan yang telah anda buat. Halaman ini bisa anda update terus nanti, menyesuaikan dengan pekerjaan yang anda lakukan.

Pada umumnya, banyak pencari penulis lepas yang meminta portofolio atau contoh tulisan anda.  Web atau blog ini bisa langsung anda berikan. Bisa juga Dengan Mengajukan Penawaran Langsung Ke Pemilik Website/Blog. Hal lain yang bisa anda lakukan adalah dengan mengajukan penawaran langsung ke pemilik website/blog. Langkah ini bisa dilakukan saat sudah mempunyai portofolio pekerjaan yang cukup, atau langsung dari awal. Jika anda langsung melakukan hal ini dari awal, pastikan anda sudah menguasai cara membuat artikel yang bagus ya.

Caranya juga sederhana. Cari blog-blog di topik artikel yang anda inginkan/kuasai ; hubungi pemilik blog melalui halaman kontak atau email yang tersedia; Jika perlu, hubungi langsung ke banyak blog; Buat Penawaran Jenis Artikel/Jasa.  Kalau anda merasa sudah mampu.  Artinya, saat anda merasa sudah menguasai cara penulisan artikel yang dibutuhkan oleh blogger, bisa juga nanti anda tawarkan jenis artikel tertentu kepada mereka. Anda bisa tawarkan dengan harga berbeda. Misalnya saja; Artikel mendalam. Artinya artikel yang ditulis secara lebih serius. Artinya selain riset kata kunci, juga disertai riset sumber yang lebih mendalam, lengkap dengan link sumber, kesimpulan, dan hal lainnya. Anda bisa tawarkan dengan harga lebih mahal. Biasanya jenis artikel ini dipakai sebagai artikel utama oleh rekan blogger ; dan Artikel standar. Jenis artikel biasa, meski tetap dengan riset kata kunci saja.

Penawaran konten bulanan. Berupa penawaran paket artikel untuk satu bulan, dua minggu, atau satu minggu. Semua artikel disertai dengan riset kata kunci, juga memperhatikan SEO. dan lain sebagainya.

Baca  Juga   :  Formula Sukses Affiliate: Wujudkan Peluangmu

Ini pengalaman zaman dahoeloe. Mengirimkan artikel ke Koran atau umumnya kolom opini di media massa, mungkin menjadi dambaan bagi para penulis. Entah menulis untuk  koran berskala nasional atau pun lokal, yang jelas ada prestise tersendiri bagi penulisnya serta kepuasan berbagi perspektif pada masyarakat. Saya sendiri punya pengalaman seperti itu, tetapi niatnya memang beda. Waktu itu semangat saya untuk menulis hanya satu cari honornya. Di tahun 70an, kala itu sebagai mahasiswa UGM saya tidak punya uang. Kesepakatan dengan ortu hanya bisa menyediakan uang bulanan, sebesar Rp 1000 (seribu Rp) per bulan, harga beras saat itu Rp30/Kg. Sementara jumlah kiriman atau wessel rata-rata mahasiswa di Yogya antara 5, 10 hingga 25 per bulan. Hidup dengan pola santri yang sudah saya persiapkan, uang seribu itu bisa menghidupi saya kala itu.

Sebagai anak perantau, sebenarnya saya sudah membekali diri dengan berbagai ketrampilam cari uang yang sudah saya persiapkan sejak SMP. Misalnya seperti kemampuan menderes karet, kemampuan jual BBM, jual sayur mayur pakai sepeda, kemampuan jadi Tk Cat Rumah; kemampuan jual nasi uduk, nasi kuning dan lain-lain. Sayangnya semua ketrampilan itu sangat menguras waktu, dan tenaga. Jadi tidak cocok untuk dilakukan disamping kuliah. Saat itulah ide untuk jadi penulis di Koran muncul. Saya sendiri termasuk yang suka membaca, dan punya selera yang baik terkait membaca tulisan. Saya dengan mudah bisa melihat berbagai “kelemahan” sebuah artikel, hanya dengan pilihan kata-katanya saja.

Baca Juga : Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya 

Tekad untuk menulis langsung saya tanamkan dalam hati. Saya harus melakukan pelatihan yang saya desain sendiri. Polanya juga sederhana, cari artikel yang membahas masalah yang sama istilah sekarang sesuai segmen atau “niche” nya, baca semuanya. Kemudian dari semua artikel itu cari intinya, cari kelemahan dan kekuatannya. Kemudian tuliskan sebuah artikel yang lebih baik lebih lengkap dan lebih menarik. Lebih lengkap dalam artian referensinya, data pendukungnya, lengkap dengan gaya yang lebih luwes. Kala itu belum ada Om Google. Jadi semua data harus dibaca dan ditulis ulang dengan tangan. Habis mesin tik juga belum punya. Pada bulan pertama, pelatihan yang saya lakukan itu ternyata sangat menyenangkan hati. Semua artikel itu saya kemas dalam bentuk Klipping. Klipping tulis tangan.  Minimal menurut saya waktu itu, saya mulai tahu selera kepenulisan Media Nasional, dan Lokal. Pada bulan kedua, saya dipercaya jadi Tukang Ketik di RW tempat saya tinggal. Itu artinya sehabis jam kerja RW, mesin ketik bisa saya pakai. Yang penting semua surat-surat ke RW an harus sudah kelar. Itulah tugas pokok saya di ke RW an.

Perkuat Tekat dan Tekuni Sampai Full

Karena kepelatihan ini, saya jadi pelanggan semua perpustakaan di Yogyakarta. Karena setiap hari saya pasti datang sebab masing-masing perpustakaan tersebut punya langganan Media yang berbeda. Polanya tetap sama, baca dan uraikan masalah apa yang dituliskan oleh media nasional atau lokal hari itu terkait satu “niche” atau topik tertentu. Kemudian cari kekurangannya, dan temukan kekurangan tersebut lewat buku-buku atau majalah atau eksilopedia dst.dst. Secara tidak langsung, saya juga sudah mempunyai sahabat-sahabat di perpustakaan. Mereka inilah yang sering saya ajak diskusi terkait terkait topik-topik tertentu. Pelatihan ini secara tidak langsung, telah membawa saya kepada pemikiran bahwa saya sudah berada sama-sama di garis depan para penulis artikel tersebut. Apa yang mereka tuliskan bisa saya lihat mulai dari kekuatan dan kelemahannya dan bahkan enak tidaknya untuk dibaca.

Hasilnya setelah enam bulan latihan dan berjuang barulah satu tulisan saya dimuat di Koran  Dua Mingguan Eksponen di jalan KH Dahlan-Yogyakarta. Senangnya bukan main. Honornya sebesar Rp 500  saya berikan pada akan pa RW. Sejak saat itu saya sudah dikenal sebagai penulis di Koran. Dua bulan berikutnya, hampir semua Koran nasional sudah menerbitkan artikel-artikel saya. Yang Paling melegakan, saya dapat mempertahankan penghasilan honor dari tulisan saya tiap bulannya antara 17-35 ribu rupiah. Sutau capaian yang tidak sederhana. Saya masih ingat anak bupati yang kostnya di Realino waktu itu wesselnya baru sebesar Dua puluh lima ribu rupiah.

Besarnya honor menulis di Koran ini sungguh jauh berbeda dengan saat sekarang. Harga beras per Kg waktu itu baru tiga puluh rupiah. Jadi harga satu artikel di harian Nasional seperti Kompas-Sinar Harapan dan Surabaya Post waktu itu bervariasi antara 17,500 sampai 30,000 rupiah atau setara dengan 580 kg -1000 kg beras ukuran sedang. Sementara Koran Lokal seperti Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat dan Suara Merdeka bervariasi antara 1500-2500 rupiah. Berkaca dengan pengalaman ini maka berusaha menjadi seorang penulis  adalah soal kemauan, soal cara dan ketekunan.

LandingPress Theme
LandingPress Theme

Jangan Lupa Pakailah Tip Ini Untuk Menulis

Kalau mau jadi penulis ada baiknya pakailah Tip Sederhana Ini Inilah beberapa tips atau kiat yang umumnya dilakukan para penulis pemula, sehingga tulisannya berhasil menembus media. Di antaranya; Perhatikan gaya penulisan media tersebut. Demikian juga dengan gaya penulisan opininya di koran tersebut, sebab masing-masing media mempunyai standar dan selera penulisan yang berbeda.

Topik Aktual. Koran terbit setiap hari, isu berubah setiap saat. Untuk menulis topik aktual, tantangannya adalah  untuk tidak hanya mengerti isu-isu terdahulu tapi juga memprediksi isu yang akan datang. Karena itu mengikuti isu yang tengah berkembang di media tersebut, namun bukan semacam berita melainkan opini dengan berbagai perspektif. Sebagai penulis opini, kita dituntut cermat menghadirkan perspektif baru untuk mengurai persolan yang tengah terjadi  melalui berbagai informasi yang ada. Pastikan anda mengikuti Koran atau Harian yang mampu merekam berbagai opini sesuai Segmen yang ada kembangkan.

Baca Juga : Formula Sukses,Pebisnis Affiliate: Wujudkan Peluangmu

Ide Orisinal, Bukan Plagiat atapun Kompilasi. Terkadang data didapat dari tulisan lain. Tapi yang perlu diperhatikan, jangan sampai data itu justru menjadi yang utama dalam tulisan. Kembangkan ide terlebih dahulu baru kemudian data mengikuti.

Argumentasi Logis.Logisme adalah syarat mutlak supaya ide dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Karena, tujuan menulis sejatinya adalah untuk menyumbangkan solusi dan tidak bertele-tele. Kurangi kata ‘kita’. Karena kata ‘kita’ mengesankan tulisan tersebut adalah tajuk rencana atau tulisan untuk meyapa redaksi. Sebut saja saya atau penulis kecuali kalau sifatnya memang sudah common sense.

Mengikuti Aturan. Perhatikan betul ejaan yang digunakan. Perhatikan pula aturan yang ditentukan oleh redaksi, misalnya: jenis tulisan, jumlah karakter, margin, spasi, dan seterusnya. Sebaik-baiknya tulisan tapi jika tidak mengikuti aturan tetap akan ditolak oleh redaksi. Kemudian menggunakan Bahasa yang Sopan. Keba nyakan media kini menerima tulisan melalui e-mail. Karena kemudahan ini, terkadang kaidah dan etika menulis surat terabaikan. Tulislah isi e-mail dengan sapaan kepada redaksi dan berisi maksud e-mail tersebut dengan bahasa yang sopan. Dengan begitu, redaksi jadi lebih merasa dihormati.

Perbanyak referensi. Sebuah tulisan akan sulit meyakinkan redaksi kolom opini jika referensinya kurang meyakinkan, entah itu sebagai data penguat, atau teori yang digunakan dalam menopang perspektif tulisannya. Meski referensi yang berlebihan juga pasti akan menyebalkan, dan itu tentu tidak disukai.

Afiliasi dalam sebuah lembaga atau organisasi. Biasanya, background seorang penulis opini juga dipertimbangkan. Hal ini bisa dimaklumi, misalkan anda seorang peneliti dari lingkungan Kementerian Pertahanan. Meskipun apa yang anda tuliskan sebenarnya tidak jauh beda dari penulis lainnya, tetapi latar belakang anda dari Kementerian terkait telah mempunyai nilai tersendiri bagi mereka. Lagi pula Harian tersebut ada juga keinginan untuk melahirkan penulis dari lingkungan Kementerian Pertahanan.

Dari pengalaman penulis sendiri, sering terasa ada perhatian dari Redaksi terkait dimana posisi penulisnya. Saya masih ingat takkala penulis melakukan penegasan batas antara Indonesia dan Papua New Guinea, semua tulisan yang saya kirimkan dari lokasi tersebut dimuat oleh media yang saya kirimi. Begitu juga pada saat saya melaksanakan Kuliah Kerja Nyata, semua tulisan-tulisan dari lapangan tersebut dimuat oleh media yang saya kirimi. Kesan saya waktu itu, redaksinya seperti ingin membantu penulisnya. Dengan kata lain latarbelakang si penulis termasuk sesuatu yang jadi pertimbangan redaksi.

Juga jangan lupa untuk melampirkan data diri penulis. Syarat yang satu ini juga penting. Jangan lupa cantumkan scan KTP atau tanda diri lainnya seperti nomor NPWP, nomor rekening (biasanya ada honor untuk penulis), dan foto diri . Untuk syarat seperti ini, biasanya agak berbeda antara Koran yang satu dan lainnya, karena itu perlu disesuaikan dengan permintaan media bersangkutan.

One Comment

  1. Dari pengalaman penulis sendiri, sering terasa ada perhatian dari Redaksi terkait dimana posisi penulisnya. Saya masih ingat takkala penulis melakukan penegasan batas antara Indonesia dan Papua New Guinea, semua tulisan yang saya kirimkan dari lokasi tersebut dimuat oleh media yang saya kirimi. Begitu juga pada saat saya melaksanakan Kuliah Kerja Nyata, semua tulisan-tulisan dari lapangan tersebut dimuat oleh media yang saya kirimi. Kesan saya waktu itu, redaksinya seperti ingin membantu penulisnya. Dengan kata lain latarbelakang si penulis termasuk sesuatu yang jadi pertimbangan redaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *