Pengalaman Jadi Penulis Harian Kejar Honor

Pengalaman Jadi Penulis Harian Kejar Honor

Oleh Harmen Batubara

Menulis untuk kejar honor sampai kapanpun pastilah tetap ada. Karena memang tulisan adalah sesuatu yang jadi bagian dari kehidupan itu sendiri. Bisa diyakini, setiap zaman mempunyai corak dan gayanya masing-masing. Bagi sebagian orang ada yang lebih enak tetapi bagi yang lainnya malah sebaliknya jadi sangat menyusahkan. Malah harus membuat mereka berubah cara, berubah ketrampilan. Misalnya bagi penulisan zaman tahun-tahun 70an, tentu cukup dengan mesin Tik. Karena pada zaman itu belum ada yang namanya Komputer. Kini di zaman Online, seorang penulis tidak hanya dituntut bisa menulis dengan computer, tetapi ia juga harus paham memanfaatkan media sosial seperti Google, Facebook, Yahoo, Bing, LikedIn, Tumblr Dll. Kalau dia tidak paham maka habislah ia. Tulisannya bakalan nggak bisa mendatangkan penghasilan lagi.

Pengalaman Jadi Penulis Harian Kejar Honor
Pengalaman Jadi Penulis Harian Kejar Honor

Terus terang jadi penulis pada masa sebelum zaman Online menurut saya jauh lebih enak dari pada saat ini. Gambarannya yang sebutkan adalah pada era tahun-tahun 70-80an. Saat itu harga artikel untuk Koran Nasional sekelas Kompas, Sinar Harapan, Surabaya Post sekitar Rp 22500-32500., Sementara untuk harian lokal seperti Pikiran Rakyat (bandung), Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta), Merdeka (Semarang) Dll sekitar Rp1500-2500. Harga beras dengan kualitas sedang waktu itu sekitar Rp30-40 per Kg. Jadi satu artikel Koran Nasional itu setara antara 750 kg-1000 kg beras., sementara untuk Koran Lokalnya sekitar 50 kg-85 kg. Jauh dari lumayan. Sementara harga sekarang jauh dari nilai seperti itu, untuk Koran Nasionalnya bervariasi atau setara dengan harga 50-100 kg beras, sementara Koran lokal, blog serta media sejenisnya bervariasi antara 3-5 kg beras. Tentu tidak semua, karena dengan kualitas kepenulisan tertentu, masih ada penulis yang dibayar hingga puluhan juta perbulan.

Zaman berubah, selera para pembaca juga berubah. Meski medianya tumbuh dengan begitu massif, tetapi kualitas kepenulisannya malah jauh berbeda. Bisa jadi tulisan yang pada zaman dahulu harus dibuat dengan rapi, enak dibaca dan informative serta infonya bermanfaat kini. Jauh berubah, tulisan sudah berubah bentuk. Bentuknya sudah jadi media Video, bisa berupa Vlog, videostreaming sehingga jauh lebih jelas, lebih menarik dan juga lebih dekat dan lebih emosional. Kalau sebelumnya para Blogger masih bisa mendapatkan penghasilan dengan jumlah yang menggembirakan lewat kepenulisan. Maka dengan munculnya Vlog, semuanya jadi berubah. Kalau anda memang ahlinya, maka penghasilannya nyaris tidak terbatas. Anda bisa memperoleh honor hingga ratusan juta per bulan.

Tetapi untuk jadi Youtuber berpenghasilan tinggi, tentu memerlukan modal yang juga besar. Minimal anda punya segmen yang menarik, punya Tim yang solid dan professional dan mampu menghasilkan Vlog yang professional. Sebagai contoh di sepanjang tahun 2020 antara lain, ada Jess No Limit, Frost Diamond, BUDI01 GAMING, Baim Paula, Rans Entertainment, Deddy Corbuzier, Atta Halilintar, Jessica Jane, Ricis Official dan efdew.

Sebagai gambaran, anda bisa melihat Siswanto. Ya, siswanto dari Banyumas, Jawa Tengah ia menjadi perbincangan karena ia mampu berpenghasilan sampai Rp 150 juta per bulan. Dialah Siswanto si pemilik akun Siboen Chanel. Siboen Chanel (dengan satu ‘n’) adalah akun YouTube yang punya 1,22 juta langganan dan 2.032 konten video. Siswanto atau akrab dipanggil Siboen adalah perintis Kampung YouTuber di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Siboen dikenal dengan konten dunia misteri, memancing hingga kegiatan jalan-jalan. Dalam sehari, ia menghabiskan waktunya untuk mengisi konten untuk saluran Youtubenya sejak jam 06.00-23.00. Pada pukul 06.000 pagi, Siboen sudah harus di sungai untuk produksi konten video memancing. Sekitar pukul 07.00 atau 08.00 pagi dia pulang dan materi video mentah diserahkan ke tim penyunting.  Biasanya “Dia sarapan, habis sarapan terus  ke bengkel, buat konten bengkel, ini sampai jam 12.00 WIB siang,” ucapnya. Dalam sehari mereka  dapat memproduksi lima kontan, karena sebagian kontennya disiarkan olehnya dengan cara streaming. Karena tidak memerlukan proses penyuntingan, ia terus melakukan siaran langsung hingga pukul 23.00. Siboen mengaku hampir tiga tahun belakangan ini hanya tidur empat jam sehari. Hal ini lantaran seluruh proses editing, penataan dan kebijakan lain ia lakukan sendiri. Maksudnya meski ada Tim nya tetapi masih harus terus dalam didampinginya. Tentu berbeda, kalau Tim nya sudah solid dan professional, maka tentu proses kerjanya juga akan lebih menyenangkan.

Baca Juga  :  Penulis Life Style DotCom

Sekarang kalau anda mau mendapatkan honor dari Tulisan, maka sebaiknya anda membuka Usaha Jasa Penulisan.  Kalau tidak bisa gabung dengan sesama para penulis artikel. Selanjutnya, anda bisa mulai mencari job menulis di situs-situs freelance Indonesia. Silahkan cari di kategori penulis artikel, writing, atau sejenisnya. Lalu lakukan bid/penawaran pada job menulis yang ada. Beberapa situs yang bisa anda lihat : Fastwork.id, salah satu situs freelance yang cukup lengkap ; Sribulancer.com ; Projects.co.id ; Selain itu, anda juga bisa coba gabung di grup-grup blogger indonesia di facebook, dan tawarkan jasa anda disana. Tentunya dengan mentaati  dan mengikuti aturan masing-masing grup nya. Pada masa-masa awal, mungkin anda akan rada sulit mendapatkan job disini. Tapi seiring waktu ntar bisa lebih mudah. Apalagi kalau ntar anda udah mulai membangun portofolio.

Buat Web Portofolio?  Anda juga bisa membuat Web Portofolio Anda sendiri. Maksudnya, anda bisa bikin satu blog atau website untuk portofolio penulisan. Bisa gunakan blog dengan domain dan hosting sendiri, atau menggunakan blog gratisan. Kalau mau terlihat professional, memakai sebaiknya jangan yang gratisan. Meski kalau untuk pemula hal seperti itu tidak jadi soal. Yang penting Lakukan saja dahulu. Jika menggunakan blog gratisan, saya sarankan menggunakan wordpress.com saja, karena di Indonesia orang banyak yang pakai  platformnya. Sarana lainnya, bisa menggunakan medium.com, blogspot, atau tempat-tempat lain.

Hal yang bisa anda isi di blog ini;   Berbagai contoh artikel penulisan dalam berbagai topik. Tuliskan artikel terbaik anda disini;  Bisa tulis 3-10 artikel untuk tiap kategori ; Kelompokan artikel-artikel ini dalam kategori yang sesuai;  Buat halaman ABOUT ME yang jelas. Berisikan skill yang anda kuasai, dan hal lainnya secara singkat atau The Best Of You mu.: Buat halaman kontak yang mudah ditemukan. Cantumkan kontak anda yang mudah dihubungi; dan Buat halaman portofolio pekerjaan yang telah anda buat. Halaman ini bisa anda update terus nanti, menyesuaikan dengan pekerjaan yang anda lakukan.

Pada umumnya, banyak pencari penulis lepas yang meminta portofolio atau contoh tulisan anda.  Web atau blog ini bisa langsung anda berikan. Bisa juga Dengan Mengajukan Penawaran Langsung Ke Pemilik Website/Blog. Hal lain yang bisa anda lakukan adalah dengan mengajukan penawaran langsung ke pemilik website/blog. Langkah ini bisa dilakukan saat sudah mempunyai portofolio pekerjaan yang cukup, atau langsung dari awal. Jika anda langsung melakukan hal ini dari awal, pastikan anda sudah menguasai cara membuat artikel yang bagus ya.

Caranya juga sederhana. Cari blog-blog di topik artikel yang anda inginkan/kuasai ; hubungi pemilik blog melalui halaman kontak atau email yang tersedia; Jika perlu, hubungi langsung ke banyak blog; Buat Penawaran Jenis Artikel/Jasa.  Kalau anda merasa sudah mampu.  Artinya, saat anda merasa sudah menguasai cara penulisan artikel yang dibutuhkan oleh blogger, bisa juga nanti anda tawarkan jenis artikel tertentu kepada mereka. Anda bisa tawarkan dengan harga berbeda. Misalnya saja; Artikel mendalam. Artinya artikel yang ditulis secara lebih serius. Artinya selain riset kata kunci, juga disertai riset sumber yang lebih mendalam, lengkap dengan link sumber, kesimpulan, dan hal lainnya. Anda bisa tawarkan dengan harga lebih mahal. Biasanya jenis artikel ini dipakai sebagai artikel utama oleh rekan blogger ; dan Artikel standar. Jenis artikel biasa, meski tetap dengan riset kata kunci saja.

Penawaran konten bulanan. Berupa penawaran paket artikel untuk satu bulan, dua minggu, atau satu minggu. Semua artikel disertai dengan riset kata kunci, juga memperhatikan SEO. dan lain sebagainya.

Baca  Juga   :  Formula Sukses Affiliate: Wujudkan Peluangmu

Ini pengalaman zaman dahoeloe. Mengirimkan artikel ke Koran atau umumnya kolom opini di media massa, mungkin menjadi dambaan bagi para penulis. Entah menulis untuk  koran berskala nasional atau pun lokal, yang jelas ada prestise tersendiri bagi penulisnya serta kepuasan berbagi perspektif pada masyarakat. Saya sendiri punya pengalaman seperti itu, tetapi niatnya memang beda. Waktu itu semangat saya untuk menulis hanya satu cari honornya. Di tahun 70an, kala itu sebagai mahasiswa UGM saya tidak punya uang. Kesepakatan dengan ortu hanya bisa menyediakan uang bulanan, sebesar Rp 1000 (seribu Rp) per bulan, harga beras saat itu Rp30/Kg. Sementara jumlah kiriman atau wessel rata-rata mahasiswa di Yogya antara 5, 10 hingga 25 per bulan. Hidup dengan pola santri yang sudah saya persiapkan, uang seribu itu bisa menghidupi saya kala itu.

Sebagai anak perantau, sebenarnya saya sudah membekali diri dengan berbagai ketrampilam cari uang yang sudah saya persiapkan sejak SMP. Misalnya seperti kemampuan menderes karet, kemampuan jual BBM, jual sayur mayur pakai sepeda, kemampuan jadi Tk Cat Rumah; kemampuan jual nasi uduk, nasi kuning dan lain-lain. Sayangnya semua ketrampilan itu sangat menguras waktu, dan tenaga. Jadi tidak cocok untuk dilakukan disamping kuliah. Saat itulah ide untuk jadi penulis di Koran muncul. Saya sendiri termasuk yang suka membaca, dan punya selera yang baik terkait membaca tulisan. Saya dengan mudah bisa melihat berbagai “kelemahan” sebuah artikel, hanya dengan pilihan kata-katanya saja.

Baca Juga : Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya 

Tekad untuk menulis langsung saya tanamkan dalam hati. Saya harus melakukan pelatihan yang saya desain sendiri. Polanya juga sederhana, cari artikel yang membahas masalah yang sama istilah sekarang sesuai segmen atau “niche” nya, baca semuanya. Kemudian dari semua artikel itu cari intinya, cari kelemahan dan kekuatannya. Kemudian tuliskan sebuah artikel yang lebih baik lebih lengkap dan lebih menarik. Lebih lengkap dalam artian referensinya, data pendukungnya, lengkap dengan gaya yang lebih luwes. Kala itu belum ada Om Google. Jadi semua data harus dibaca dan ditulis ulang dengan tangan. Habis mesin tik juga belum punya. Pada bulan pertama, pelatihan yang saya lakukan itu ternyata sangat menyenangkan hati. Semua artikel itu saya kemas dalam bentuk Klipping. Klipping tulis tangan.  Minimal menurut saya waktu itu, saya mulai tahu selera kepenulisan Media Nasional, dan Lokal. Pada bulan kedua, saya dipercaya jadi Tukang Ketik di RW tempat saya tinggal. Itu artinya sehabis jam kerja RW, mesin ketik bisa saya pakai. Yang penting semua surat-surat ke RW an harus sudah kelar. Itulah tugas pokok saya di ke RW an.

Perkuat Tekat dan Tekuni Sampai Full

Karena kepelatihan ini, saya jadi pelanggan semua perpustakaan di Yogyakarta. Karena setiap hari saya pasti datang sebab masing-masing perpustakaan tersebut punya langganan Media yang berbeda. Polanya tetap sama, baca dan uraikan masalah apa yang dituliskan oleh media nasional atau lokal hari itu terkait satu “niche” atau topik tertentu. Kemudian cari kekurangannya, dan temukan kekurangan tersebut lewat buku-buku atau majalah atau eksilopedia dst.dst. Secara tidak langsung, saya juga sudah mempunyai sahabat-sahabat di perpustakaan. Mereka inilah yang sering saya ajak diskusi terkait terkait topik-topik tertentu. Pelatihan ini secara tidak langsung, telah membawa saya kepada pemikiran bahwa saya sudah berada sama-sama di garis depan para penulis artikel tersebut. Apa yang mereka tuliskan bisa saya lihat mulai dari kekuatan dan kelemahannya dan bahkan enak tidaknya untuk dibaca.

Hasilnya setelah enam bulan latihan dan berjuang barulah satu tulisan saya dimuat di Koran  Dua Mingguan Eksponen di jalan KH Dahlan-Yogyakarta. Senangnya bukan main. Honornya sebesar Rp 500  saya berikan pada akan pa RW. Sejak saat itu saya sudah dikenal sebagai penulis di Koran. Dua bulan berikutnya, hampir semua Koran nasional sudah menerbitkan artikel-artikel saya. Yang Paling melegakan, saya dapat mempertahankan penghasilan honor dari tulisan saya tiap bulannya antara 17-35 ribu rupiah. Sutau capaian yang tidak sederhana. Saya masih ingat anak bupati yang kostnya di Realino waktu itu wesselnya baru sebesar Dua puluh lima ribu rupiah.

Besarnya honor menulis di Koran ini sungguh jauh berbeda dengan saat sekarang. Harga beras per Kg waktu itu baru tiga puluh rupiah. Jadi harga satu artikel di harian Nasional seperti Kompas-Sinar Harapan dan Surabaya Post waktu itu bervariasi antara 17,500 sampai 30,000 rupiah atau setara dengan 580 kg -1000 kg beras ukuran sedang. Sementara Koran Lokal seperti Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat dan Suara Merdeka bervariasi antara 1500-2500 rupiah. Berkaca dengan pengalaman ini maka berusaha menjadi seorang penulis  adalah soal kemauan, soal cara dan ketekunan.

LandingPress Theme
LandingPress Theme

Jangan Lupa Pakailah Tip Ini Untuk Menulis

Kalau mau jadi penulis ada baiknya pakailah Tip Sederhana Ini Inilah beberapa tips atau kiat yang umumnya dilakukan para penulis pemula, sehingga tulisannya berhasil menembus media. Di antaranya; Perhatikan gaya penulisan media tersebut. Demikian juga dengan gaya penulisan opininya di koran tersebut, sebab masing-masing media mempunyai standar dan selera penulisan yang berbeda.

Topik Aktual. Koran terbit setiap hari, isu berubah setiap saat. Untuk menulis topik aktual, tantangannya adalah  untuk tidak hanya mengerti isu-isu terdahulu tapi juga memprediksi isu yang akan datang. Karena itu mengikuti isu yang tengah berkembang di media tersebut, namun bukan semacam berita melainkan opini dengan berbagai perspektif. Sebagai penulis opini, kita dituntut cermat menghadirkan perspektif baru untuk mengurai persolan yang tengah terjadi  melalui berbagai informasi yang ada. Pastikan anda mengikuti Koran atau Harian yang mampu merekam berbagai opini sesuai Segmen yang ada kembangkan.

Baca Juga : Formula Sukses,Pebisnis Affiliate: Wujudkan Peluangmu

Ide Orisinal, Bukan Plagiat atapun Kompilasi. Terkadang data didapat dari tulisan lain. Tapi yang perlu diperhatikan, jangan sampai data itu justru menjadi yang utama dalam tulisan. Kembangkan ide terlebih dahulu baru kemudian data mengikuti.

Argumentasi Logis.Logisme adalah syarat mutlak supaya ide dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Karena, tujuan menulis sejatinya adalah untuk menyumbangkan solusi dan tidak bertele-tele. Kurangi kata ‘kita’. Karena kata ‘kita’ mengesankan tulisan tersebut adalah tajuk rencana atau tulisan untuk meyapa redaksi. Sebut saja saya atau penulis kecuali kalau sifatnya memang sudah common sense.

Mengikuti Aturan. Perhatikan betul ejaan yang digunakan. Perhatikan pula aturan yang ditentukan oleh redaksi, misalnya: jenis tulisan, jumlah karakter, margin, spasi, dan seterusnya. Sebaik-baiknya tulisan tapi jika tidak mengikuti aturan tetap akan ditolak oleh redaksi. Kemudian menggunakan Bahasa yang Sopan. Keba nyakan media kini menerima tulisan melalui e-mail. Karena kemudahan ini, terkadang kaidah dan etika menulis surat terabaikan. Tulislah isi e-mail dengan sapaan kepada redaksi dan berisi maksud e-mail tersebut dengan bahasa yang sopan. Dengan begitu, redaksi jadi lebih merasa dihormati.

Perbanyak referensi. Sebuah tulisan akan sulit meyakinkan redaksi kolom opini jika referensinya kurang meyakinkan, entah itu sebagai data penguat, atau teori yang digunakan dalam menopang perspektif tulisannya. Meski referensi yang berlebihan juga pasti akan menyebalkan, dan itu tentu tidak disukai.

Afiliasi dalam sebuah lembaga atau organisasi. Biasanya, background seorang penulis opini juga dipertimbangkan. Hal ini bisa dimaklumi, misalkan anda seorang peneliti dari lingkungan Kementerian Pertahanan. Meskipun apa yang anda tuliskan sebenarnya tidak jauh beda dari penulis lainnya, tetapi latar belakang anda dari Kementerian terkait telah mempunyai nilai tersendiri bagi mereka. Lagi pula Harian tersebut ada juga keinginan untuk melahirkan penulis dari lingkungan Kementerian Pertahanan.

Dari pengalaman penulis sendiri, sering terasa ada perhatian dari Redaksi terkait dimana posisi penulisnya. Saya masih ingat takkala penulis melakukan penegasan batas antara Indonesia dan Papua New Guinea, semua tulisan yang saya kirimkan dari lokasi tersebut dimuat oleh media yang saya kirimi. Begitu juga pada saat saya melaksanakan Kuliah Kerja Nyata, semua tulisan-tulisan dari lapangan tersebut dimuat oleh media yang saya kirimi. Kesan saya waktu itu, redaksinya seperti ingin membantu penulisnya. Dengan kata lain latarbelakang si penulis termasuk sesuatu yang jadi pertimbangan redaksi.

Juga jangan lupa untuk melampirkan data diri penulis. Syarat yang satu ini juga penting. Jangan lupa cantumkan scan KTP atau tanda diri lainnya seperti nomor NPWP, nomor rekening (biasanya ada honor untuk penulis), dan foto diri . Untuk syarat seperti ini, biasanya agak berbeda antara Koran yang satu dan lainnya, karena itu perlu disesuaikan dengan permintaan media bersangkutan.

Penulis Profesional, Bahagia Lewat Tulisannya

Penulis Profesional, Bahagia Lewat Tulisannya

Oleh Harmen Batubara

Kalau secara “to the point” maka makna penulis professional itu, sebenarnya lebih merujuk kepada pekerjaan. Ya sebagai pekerjaan penulis Profesional yang sudah memasang tariff atas berbagai tulisan yang ia hasilkan. Disini  kepenulisan itu, sudah jadi komoditas professional yang ada kualitas, karakter dan lengkap dengan harganya. Pada hakekat sebenarnya, entah apapun perangkat keprofesionalismean pekerjaan anda, maka yang lebih penting adalah apakah anda bahagia dengan pekerjaan anda. Kalau anda senang dan bisa bahagia karenanya maka itu sudah cukup. Mau disebut sebagai penulis professional atau penulis saja, tidak akan buat perbedaan. Kalau tulisan anda sudah punya “trade mark” tersendiri serta punya komunitas yang jadi penggemarnya, maka itu saja sudah lebih dari Cukup.

Menulis Membuatku Bahagia
Menulis Membuatku Bahagia

Pernahkah terlintas dalam pikiranmu bahwa penulis terkenal, punya nama, kaya secara material dan hidup ala selebriti di berbagai dunia panggung? Tetapi sebenarnya mereka juga hanyalah penulis biasa saja. Penulis yang siapa saja sebenarnya bisa menuliskannya. Anda pasti ingin klarifikasi? Masa Sih? Cobalah perhatikan. Berbagai  tayangan live Show  di Televisi, terserah  apa genrenya, ada banyak  penggemar dan berhasil menghasilkan “bintang” bintang  tenar, kaya raya dsb dsb. Apakah tayangan atau show itu memang bagus? Nope! Belum tentu? Memang ada yang bagus tetapi lebih banyak lagi yang biasa-biasa saja. Lalu apa intinya? Ya lihatlah industeri yang melahirkan bintang dan mega bintang nya itu. Merekalah yang punya hajat, merekalah yang punya “selera” dan merekalah yang menentukan mana bintang yang Top dan mana yangTop sekali.

Baca Juga : Menjadi Penulis Pro Dengan Memanfaatkan Logika SEO

Nah di sanalah bedanya. Kalau banyak anak muda yang ingin jadi penulis Idola, berkarya, dan kaya raya maka jadilah bagian dari “pentas Show” yang diusung oleh industeri penerbitan. Bukan apa-apa. Karena begitu mereka berhasil menjadikan sebuah buku “Booming”, maka perhatikanlah hanya dalam hitungan minggu akan muncul lagi buku-buku baru yang lebih hebat, yang lebih “booming” dari yang sebelaumnya. Padahal hanya dalam tenggat waktu yang demikian terbatas?  Kapan Penulisnya bisa menuliskannya? Karena mesin industeri penerbitan itu bekerja, mereka mampu mendikte selera; anda kalau tidak membaca buku terbitan mereka, pasti anda tergolong kuno. Nggak tahu jaman, nggak gaya, nggak ngarus dst dst.

Hanya satu tindakan yang harus anda ambil. Membeli buku mereka, dan menyebut sang Penulisnya sebagai “penulis hebat, penulis cerdas” yang dilahirkan zaman. Kalau anda berani menyebut yang sebaliknya, maka anda pasti dibilang tidak punya akal sehat dan anda memang orang yang tidak bisa mengikuti zaman. Itulah dunia panggung. Industeri memang harus mampu membuat panggung- panggung yang melegenda. Tanpa itu rasanya sepi. Masalahnya? Apakah anda berada dalam “radar” mereka? Kalau tidak ya anda hanya akan jadi sekedar penulis professional. Memang tidak kaya sekali, tetapi anda layak hidup seperti para professional lainnya. Mungkin tulisan ini akan sedikit banyak bisa membantu anda untuk menjadi penulis professional.

Tahu Selera Pasar

Penulis Yang Tahu Selera Pasar   Tapi jangan salah persepsi, setiap segmen ( niche) mempunyai pasarnya sendiri-sendiri. Ada pasar yang ramai, tetapi hanya diminati oleh para pembaca yang menengah ke bawah. Sebaliknya ada juga segmen yang sebenarnya tidak banyak peminatnya, tetapi umumnya disukai oleh mereka yang punya daya beli. Dan banyak lagi ragamnya. Sekarang memang semua sudah ada “perangkat” atau “tool” yang bisa membantu anda. Anda bisa membaca selera pasar pada segmen yang anda suka lewat “Google” jelasnya “Google Keyword Planner” atau berbagai software yang memungkinkan anda tahu dengan benar, seperti apa sebenarnya “realitas” segmen yang akan anda kan tulis.

Baca Pula : Pengalaman Jadi Penulis Harian Koran Lepas 

Begitu anda happy dengan segmen yang akan anda tulis, maka lakukanlah Riset perihal segmen yang akan anda tulis. Riset di sini adalah lewat “dektop” publishing artinya riset lewat berbagai tulisan Online terkait segmen yang akan anda tulis tersebut. Ingat kalau melakukan riset, perhatikan obyek yang anda riset; pilih juga kredibilitasnya.  Anda harus telaten saat dimana anda memanfaatkan data apa adanya dan pada saat yang mana harus memilih data dari sumber-sumber yang punya kredibilitas. Misalnya dari kalangan penerbit atau harian yang sudah punya jam terbang puluhan tahun; dari data atau publikasi kalangan universitas ternama; serta publikasi yang bisa anda yakini kredibilitasnya. Kemudian yang juga tidak kalah menariknya.  Apakah nantinya anda dalam menerbitkan buku tersebut hanya mengandalkan pada para penerbit “Mayor” yang memang hidupnya hanya dari dunia penerbitan Buku? atau anda terbitkan sendiri lewat pola “Selfpublishing” yang memadukan website pribadi, website toko Online sendiri serta memanfaatkan website mall; seperti Bukalapak com, Tokopedia com, Lazada, Alibaba, Amazon com Dll. Anda bisa memanfaatkan berbagai media website anda sendiri dengan kombinasi website pro yang memang sudah ada di pasar yang bisa anda manfaatkan secara gratis.

Disiplin dan Mampu Memotivasi Diri

Seperti kata seorang sahabat, kalau masih menulis hanya dengan mengandalkan mood, pertimbangkan ulang cita-citamu untuk jadi penulis profesional! Karena bagaimanapun tak bisa hanya mengandalkan mood. Penulis yang profesional memperlakukan aktivitas menulisnya sebagai sebuah pekerjaan yang tetap harus dilakukan setiap hari, tanpa peduli mood dan situasi hati. Tak peduli habis patah hati, gagal ujian, atau baru saja bertengkar dengan pacar, atau isteri dan tak ada alasan untuk tidak menulis. Ada banyak hal yang orang lupa kalau melihat dunia seorang penulis. Ibarat rutinas seorang prajurit professional, menulis juga harus punya jadwal-jadwal yang sudah tersusun dan telah dipraktekkan dengan baik. Seorang prajurit kegiatannya dikerangkakan oleh waktu dan waktu. Jam 06.45 dia sudah harus apel pagi ( apel nya memang jam 07.00 tapi dia sudah harus di posisi apel 15 menit sebelumnya, itu berarti sudah harus bangun jam 04.30). Kegiatan Apel pagi diikuti dengan rutinitas senam pagi, dan nanti baru selesai jam 08.00 Kegiatan berikutnya sesuai dengan tugasnya masing-masing sampai Isoma ( istirahat Sholat makan siang) pada Jam 13.30. Kegiatan berikutnya sampai Jam 15.00. Diikuti Apel Siang.Jam 16.00-17.30 kegiatan ekstra;  Jam 21.00-21.30 Apel malam dst dst.

Dalam kerangka waktu yang seperti itulah mereka membina kesegaran atau kesemaptaan tubuh, ketrampilan bela diri, kemampuan profesionalnya dst dst. Kehidupan seperti itu sudah jadi suatu ritme. Dalam garis besarnya mereka mempunyai waktu –waktu yang bervariasi sesuai satuannya masing-masing. Yakni waktu untuk penugsan di lapangan; waktu untuk pendidikan ; dan waktu penugasan di satuan. Kalau di lapangan biasanya mulai dari 3 bulan-satu tahun penugsan; pendidikan biasanya tergantung jenis dan tingkatannya dengan durasi satu bulan-satu tahun. Dengan cara itulah mereka menempa diri hingga akhirnya jadi prajurit professional. Polanya bisa jadi tidak sama persis, tetapi seperti itulah garis besarnya. Saya tahu itu, karena saya ada di lingkungan itu selama 30 tahun.

Begitupulalah seorang penulis, dia harus mempu membuat kerangka kerjanya, kerangka cara dia meningkatkan kemampuan profesi kepenulisannya sendiri, dan juga menjaga kebugaran tubuhnya. Bisa dibayangkan kalau model penulis yang dalam satu hari bisa duduk di depan Laptop 6-7 jam disamping seruputan minum kopi. Kalau dia tidak menyediakan waktunya untuk melatih kebugaran tubuh minimal satu jam per hari. Maka percayalah dia akan tidak pernah sampai di sana (jadi penulis professional). Hanya dalam tubuh yang sehatlah maka akan muncul kemampuan menulis yang baik dan professional. Bahwa penulis itu selama ini dipersepsikan seperti kehidupan seniman, yang bekerja hanya kalau lagi mud, penuh sensasi dan berbagai atribut kesenimanan lainnya. Percayalah itu semua hanya sebuah persepsi yang keliru. Penulis professional itu justeru hidupnya penuh disiplin, bahkan melebihi disiplinnya seorang prajurit. Kenapa? Karena dia harus mampu mengatur jadwalnya sendiri. Mengatur strategi bagaimana ia mendapatkan penghasilan; bagaimana ia meningkatkan kemampuan profesionalnya dan menjaga stamina tubuhnya sendiri dan membina keluarganya.

Jadi Blogger Sukses: Ikuti Cara Blogger Top Ini

Jadi Blogger Sukses: Ikuti Cara Blogger Top Ini

Oleh Harmen Batubara

Seorang anonym meminta advis? Intinya dia ingin menjadi seorang penulis Blogger sukses dan punya uang. Dapatkah bapa mengajarkan saya seperti apa ilmunya? Lama saya tidak menjawab pertanyaannya. Karena menurut saya, pertanyaan itu adalah pertanyaan biasa yang dia sendiri juga sudah tahu jawabannya.Tetapi kemudian terpikirkan juga, untuk menjawabnya. Manatahu ada juga pembaca yang lain yang punya pertanyaan yang sama. Terlebih lagi Blogger zaman sekarang tentu ilmunya juga harus tinggi dan orisinal pula.

Mau Jadi Blogger Sukses Juallah MimPi
Mau Jadi Blogger Sukses Juallah MimPi Wanita bernama asli Zoe Elizabeth Sugg ini memulai kisahnya dari sebuah blog yang dibuatnya pada tahun 2009. Blog bernama Zoella buatannya tersebut membahas soal kecantikan, lifestyle dan fashion, ditujukan untuk kalangan remaja. Tak disangka blog buatannya tersebut telah mendapatkan 140 juta kunjungan. Lalu ia membuat channel kecantikan di YouTube. Hingga kini chanel tersebut diketahui telah dikunjungi oleh 12 juta setiap bulan

Baik Anda seorang blogger yang bercita-cita Blogger Top  atau hanya sekedar mencari sedikit inspirasi dalam bagi kehidupan Blog  Anda, berikut beberapa Blog terbaik di Dunia versi Jordan Fried[1] dan Indonesia versi Mas Sugeng[2]. Blog blog terbaik dengan blogger inspiratif yang semuanya memulai sebagai, sebagai blogger biasa saja.

Gary Vaynerchuk Dengan GaryVaynerchuk.com

Dia warga New York banyak melihatnya  sebagai seseorang yang ulet  dan karismatik yang mendapatkan ketenaran di internet sebagai pembawa acara Wine Library TV yang menarik dan supel.  Sebuah blog video yang secara obsesif berbicara tentang segala hal yang berkaitan dengan anggur. Melalui blog video online, dia membangun bisnis anggurnya dari toko ritel anggur senilai $ 3 juta dolar setahun menjadi bisnis grosir anggur senilai $ 60 juta dolar.

Gary Vaynerchuk telah membangun kerajaan bernilai jutaan dolar terkait dengan merek pribadinya. Dia juga tergolong penulis laris dan salah satu pendiri Vayner Media, agensi pemasaran digital besar yang bekerja sama dengan beberapa merek terbesar di dunia. Dia pernah tampil di The Wall Street Journal, GQ, dan Majalah Time, serta muncul di Late Night with Conan O’Brien dan The Ellen DeGeneres Show.

Rand Fishkin Dengan SEOmoz.org

Rand Fiskin beda lagi dia adalah seorang putus sekolah yang mulai membuat blog tentang SEO (Search Engine Optimization) pada tahun 2004 ketika bekerja untuk perusahaan pengembang web yang dikelola keluarganya. Dia juga menyediakan layanan konsultasi SEO untuk beberapa klien kecil. SEOmoz sejak meninggalkan bisnis konsultasi dan lebih fokus secara eksklusif pada pembuatan perangkat lunak SEO, serta mendukung komunitas Online dengan sumber daya pendidikan terkait dengan industri pencarian.

Dikabarkan bahwa perusahaannya menghasilkan jutaan dolar setiap bulan dari perangkat lunak dan layanan berlangganannya. Perusahaan ini juga mengumpulkan $ 18 juta pada tahun 2012, dan telah digunakan untuk mengakuisisi perusahaan lain. Rand masih aktif menjalankan perusahaan dan terkadang memposting di blognya.

Pat Flynn Dengan SmartPassiveIncome.com

Pat termasuk salah satu blogger paling inspiratif di dunia. Ceritanya bermula saat ia jadi pengangguran, setelah kehilangan pekerjaannya beberapa tahun yang lalu. Dia terpaksa melakukan sesuatu untuk menghidupi keluarganya. Dia memulai situs web bernama “SmartPassiveIncome.com

Sejak saat itu, dia telah berhasil membangun banyak pengikut dan pembaca berkat berbagai ide-ide terkait “passive income”,  secara terbuka dan apa adanya. Sampai hari ini, Pat selalu mengungkapkan pendapatan bulanannya kepada para pembaca, dan itu ternyata  telah menginspirasi banyak orang.

Baca Juga  : LandingKit Elementor, Promosi Bisnis Jadi Joss

Pat kini sudah jadi bagian dari konferensi dan promosi berbagai industri, menjalankan podcast reguler untuk pembacanya, dan menghabiskan waktu sebanyak yang dia bisa dengan keluarganya. Pat mampu menghasilkan, rata-rata, sekitar $ 50.000 USD per bulan.

Brian Clark Dengan Copyblogger.com

Brian Clark adalah pendiri Copyblogger. Dia memulai blog pada tahun 2006 sebagai sumber daya bagi para wirausahawan untuk belajar menjadi copywriter yang lebih baik, pemasar konten, dan semua tentang “raja konten”. Blog tersebut telah berkembang menjadi otoritas dalam membuat KONTEN BERMUTU untuk web. Dengan 100k + pelanggan, Brian mampu memanfaatkan pembacanya dengan baik, dengan kemampuan itu pullah ia meluncurkan COPYBLOGGER MEDIA, yang kemudian melahirkan beberapa perusahaan terkait “ spin-off”. Berbagai perusahaan perangkat lunak ini termasuk Scribe, Synthesis, Premise, dan StudioPress.

Kejeniusan di balik model bisnisnya adalah bahwa para pembaca setianya mencintainya dan mengantre untuk membeli PERANGKAT LUNAK PEMASARAN yang dibuat oleh perusahaannya. Brian masih sangat aktif dalam mengoperasikan Copybloggernya.

Andrew Sullivan Dengan thedishdaily.com

Andrew memulai blognya, The Daily Dish, mendekati akhir tahun 2000. Pada pertengahan tahun 2003, dia menerima sekitar 300.000 kunjungan unik per bulan.Pada 2013, Sullivan membuat beberapa perubahan besar dan memutuskan untuk meninggalkan acara bloggingnya yang lain (sebelumnya di TIME, The Atlantic, dan The Daily Beast) untuk mengerjakan The Daily Dish penuh waktu. Pada hari hari peluncurannya, blog tersebut dilaporkan mampu menghasilkan lebih dari $ 330.000 dan terus berulang dan berlanjut. Para penggemarnya rela membayar rata-rata $ 20 / bulan. Suatu Blog yang mampu memberikan dan memenuhi “kepentingan” para anggotanya.

Berikut adalah Blog yang cuku terkenal dan banyak pengikutnya di Indonesia versi Mas Sugeng :

radityadika.com

Raditya Dika adalah seorang penulis, pelawak, Aktor, pemeran, model dan sutradara  Indonesia. Raditya Dika dikenal sebagai penulis buku-buku jenaka. Tulisan-tulisan itu berasal dari blog pribadinya yang kemudian dibukukan. Wikipedia.

  • Topik : Personal, Komedi
  • Facebook Fans : 1,5 Juta(https://www.facebook.com/radityadikapages)
  • Twitter Follower : 10,5 Juta(https://twitter.com/radityadika)
  • Youtube Subscribers : 1,4 Juta(https://www.youtube.com/user/radityadika)
  • Umur Blog : 8 Tahun
  • Sumber penghasilan Blog : Jual Buku, … ?

omkicau.com

Blog bagi pecinta burung atau suara burung Blog yang popular dan cukup sering  dikunjungi meskipun hanya sekedar untuk mendownload MP3 Suara Burung Bagi mereka pecinta burung tentu ini sangat menarik.

  • Topik :  Hobi Burung
  • Facebook Fans : 197(https://www.facebook.com/BurungFB)
  • Twitter Follower : 215(https://twitter.com/omkicau)
  • Umur Blog : 6 Tahun
  • Sumber penghasilan Blog : Jual produk, Iklan, … ?

iwanbanaran.com

Para pecinta otomotif atau buat mereka yang hobi otomotif sudah pasti sering mengunjungi blog ini. Admin blog ini sering muncul di acara kualifikasi MotoGP jam 11 malam di trans 7  sebagai seorang komentator.

  • Topik : Otomotif
  • Facebook Fans : 609(https://www.facebook.com/pages/iwanbanaranwordpresscom/199358176792069)
  • Twitter Follower : 594(https://twitter.com/iwanbanaran)
  • Youtube Subscribers : 867(https://www.youtube.com/user/iwanbanaranblog)
  • Umur Blog : 6 Tahun
  • Sumber penghasilan Blog : Iklan, … ?

blogdokter.net

Blog dengan topik kesehatan yang cukup populer dengan jumlah follower twitter mencapai 1 Juta.

  • Topik : Kesehatan
  • Facebook Fans : 48,701(https://www.facebook.com/blogdokter)
  • Twitter Follower : 1 Juta(https://twitter.com/blogdokter)
  • Umur Blog : 8 Tahun
  • Sumber penghasilan Blog : Iklan, … ?

www.enigmablogger.com

Blog ini dulunya beralamat di xfile-enigma.blogspot.com tapi sekarang sudah berganti alamat menjadi www.enigmablogger.com. Blog ini sangat populer karena membahas kisah-kisah misteri di dunia secara detail dan mendalam.

  • Topik : Kisah Misteri
  • Facebook Fans : 063)
  • Twitter Follower : 418(https://twitter.com/enigmablogger)
  • Umur Blog : 6 Tahun
  • Sumber penghasilan Blog : Jual buku, … ?

Masih ingat Steve Jobs? Terlepas dari segala kontroversi mengenai dirinya, Steve Jobs telah memberikan warisan berupa 7 prinsip yang diyakini banyak orang telah membawanya meraih kesuksesan di usia yang masih terbilang muda.  Steve Jobs dianggap sebagai salah satu CEO yang paling inovatif. Cara-cara yang ia tempuh sering menjadi inspirasi bagi pengusaha dan pemilik bisnis lain di dunia. Dari 7 warisannya tiga yang paling saya suka:

Baca Juga   : OnlineKan BisnisMu, Peluang Tanpa Batas

Pertama: Lakukan yang Anda Sukai  “People with passion can change the world for the better,” kata Jobs suatu ketika. Inilah prinsip pertama yang ia praktekkan selama hidup; ia selalu mengikuti apa kata hatinya. Menurutnya, passion itulah yang membuat segala perbedaan. Akan sulit untuk menghasilkan ide yang baru dan kreatif ketika Anda tidak memiliki ketertarikan dan minat khusus pada apa yang Anda kerjakan.

Kedua: Jangan Menjual Produk, Juallah Mimpi  Bagi Steve Jobs, mereka yang membeli produk Apple bukanlah “pelanggan”. Mereka adalah orang-orang yang dipenuhi dengan harapan, mimpi dan ambisi. Ia membuat produk untuk membantu orang-orang ini mewujudkan mimpi. “Some people think you’ve got to be crazy to buy a Mac, but in that craziness we see genius,” kata Jobs. Bagaimana Anda melihat pelanggan Anda? Bantulah mereka menemukan sisi jeniusnya dan Anda akan memenangkan hati dan pikiran mereka.

MAU BUAT WEBSITE GRATIS? DISINI

Ketiga: Ciptakan Pengalaman yang Amat Sangat Menyenangkan  Apple Store telah menjelma menjadi toko ritel terbaik dengan memperkenalkan inovasi sederhana, yang dapat diadopsi dan didalami oleh semua bisnis. Inovasi tersebut membantu mereka memperkuat hubungan emosional dengan pelanggan. Contohnya, tidak ada kasir di Apple Store. Mereka punya staf ahli, konsultan, teknisi jenius, tapi tidak ada kasir. Mengapa? Karena Apple Store bukanlah bisnis yang ‘menjual sesuatu’; mereka adalah bisnis yang ‘memperkaya hidup’. Disinilah perbedaan besarnya.

Memang masih ada 4 lagi yang jadi prinsip hidupnya. Tapi saya hanya tertarik pada tiga prinsip tersebut. Tetapi sesungguhnya, prinsip seperti itu adalah prinsip bagi yang terbaik di alam jagad ini. Padahal manusia yang hidup di dunia ini begitu banyak, dan kebanyakan diantaranya sebenarnya punya cita-cita yang sangat sederhana saja. Kalau itu di Indonesia ya gambarannya seseorang yang mempunyai penghasilan sebesar UMR. Ya kan? Nah wajarkan kalau misalnya anda menjadi seorang Blogger dengan penghasilan 5 juta perbulan. Secara logika itu berarti anda sudah berhasil. Mimpi boleh, tetapi hidup sesungguhnya haruslah Realistis. Jadi Blogger kelas UMR ya anggap apa-apa. Kenapa tidak?

Pertanyaan berikutnya? Bisakah anda menjadi seorang penulis Blogger dengan penghasilan UMR atau sekitar 5 juta per bulan? Kalau pertanyaan itu ditujukan ke saya, maka jawabannya sangat bisa. Berikut adalah desain “kemampuan” blogger yang harus anda kuasai untuk bisa mendapatkan hasil 5 juta perbulan.

Untuk menjadi sukses memang butuh yang namanya kerja keras,semangat,dan pantang menyerah. Begitu juga dalam dunia blogging harus ada kerja keras, siasat,  semangat dan kerja yang efisien. Sekarang  banyak sekali blogger sukses yang bermunculan baik dalam negeri atau luar negri. Tetapi sebaliknya ada puluhan juta Blogger yang anggak dapat apa-apa dan bahkan jutaan Blogger lainnya melupakan Blognya sama sekali. Mereka tidak melihat ada kehidupan di sana.

Baca Pula   : Penulis Profesional, Bahagia Bersama Tulisannya

Mungkin anda tahu Linda Ikeji, pemilik blog Lindaikeji.blogspot.com dan kemudian jadi http://www.lindaikejisblog.com yakni blog dengan platform blogger tetapi dengan “nama domain sendiri”. Blogger sukses asal Nigeria ini punya penghasilan yang tergolong luar biasa hanya dengan menggunakan platform blogger.com. Penghasilan Linda Ikeji dari blognya mencapai sekitar USD$63.000 setiap bulan, kalau dirupiahkan hampr 900 jutaan. Luar biasa kan?  Tapi itu di era ketika orang masih baru dengan Blog. Sekarang? Tapi ya masa cari 5 juta saja anggak bisa?  Tapi disitulah Uniknya. Hidup memang penuh dinamika dan misteri.

Rahasia Para Blogger Sukses, mulai dengan :

Target Pasar Yang Jelas.  Kalau anda mau jadi Blogger. Dari awal anda sudah harus mempunya target yang jelas dan terarah. Pilihlah target anda sesuai dengan Hobby atau kesenangan anda. Kalau anda senang sebagai penulis, maka sasaran anda adalah orang-orang yang senang menulis, senang membaca, para penerbit, para penulis buku, para penerbit online dll.

Bersamaan dengan target itu anda juga sudah mempersiapkan produk apa saja yang akan anda tawarkan, baik untuk orangnya sendiri misalnya pakaian, obat, dll. Juga anda persiapkan software yang baik utnuk mereka pakai kalau misalnya mereka akan membuat blog seperti anda. Bisa juga terkait buku-buku yang bagus untuk mereka baca untuk memperkuat pengetahuan mereka. Produk tersebut bisa anda jual lewat program affiliasi, lewat toko online dll. Persiapkan dahulu inti “bisnisnya”. Cari produknya, affiliasinya dan desain seperti apa anda menawarkannya.

Jadwal Teratur Dengan Konten Yang Terarah. Sejak awal anda sudah harus membuat rencana terkait Konten anda, dan pastikan anda juga sudah paham SEO dalam menulis. Rencana itu juga, harus seirama dengan apa yang anda akan tuliskan dan juga berhubungan dengan produk-produk apa saja yang akan anda tawarkan. Jadwal terbit atau update konten blog anda harus terjamin dan berlanjut. Kemudian yang penting lagi konten atau artikel anda harus yang berkualitas, punya manfaat dan terintegrasi dengan apa yang akan anda twarkan. Karena itu, sebagai Blogger anda juga sudah harus paham dengan platform blog anda. Apakah anda mau di jalur yang gratisan atau jalur yang berbayar. Intinya adalah, sebagai blogger anda memang harus mempunyai ilmunya. Tapi jangan hawatir, anda bisa belajar sambil melakukannya. Dengan catatan, ya anda harus sabar. Sabar sampai memang anda mempunyai ilmunya dengan baik. Barulah setelah itu, anda bisa berkarya lebih focus lagi, lengkap dengan target pendapatan dari Blog anda.

Sejak awal anda harus konsisten dengan yang anda tulis,dengan fokus hanya satu tema seperti yang telah anda pilih  dan jangan berganti ganti tema/topik. Seperti di awal tadi, yang paling penting,konten/isi artikel haruslah berkualitas;  jangan sampai anda menulis konten asal asalan atau seadanya,harus ada perencanaan dalam membuat konten. Ingat lebih baik membuat satu konten tapi berkualitas daripada banyak tapi tidak berkualitas sama sekali. Untuk mendapatkan konten berkualitas, anda bisa lakukan dengan banyak cara. Bisa lewat membayar para penulis professional, bisa dengan mengajak penulis tamu, bisa dengan memintak izin agar artikel blog lain bisa nada muat kembali di Blog anda. Intinya, banyak cara untuk mendapatkan konten berkualitas. Lakukan itu dengan cara anda sendiri, dan lakukan yang terbaik.

Berpromosi ke Media Sosial. Hal yang sering dilupakan para blogger adalah sisi promosi. Promosi ada yang gratis dan ada pula yang berbayar. Kalau anda ingin mendapatkan penghasilan dari Blog atau usaha Online, maka satu hal yang tidak bisa anda lupakan adalah berpromosi. Anda bisa melakukannya lewat media social secara gratis dan berbayar misalnya: Facebook, Instgram, Pinterest, LinkedIn, Twitter, Scoop it, Sumble Upon, Reddit dll.

Semua media social itu mempunyai jalur promosi baik yang gratis maupun yang berbayar. Intinya adalah, kalau anda ingin memperoleh penghasilan maka anda juga harus mempersiapkan dana anda untuk bepromosi. Karena promosi berbayar masih pilihan terbaik yang bisa mendatangkan pengunjung langsung ke Blog atau produk kita sendiri. Ingat Blog sebaik apapun itu, tetapi kalau tidak ada yang tahu, ya anggak akan ada pengunjungnya. Tanpa pengunjung, blog anda nggak akan ada manfaatnya. Baik itu untuk orang lain maupun untuk diri anda sendiri. Jadi Blogger masa kini, memang harus juga memahami dunia promosi.

Belajar, belajar dan Belajar. Intinya adalah lakukan sesuatu “take action Now” dan kemudian teruslah belajar, selalu belajar untuk lebih baik, perkuat jaringan Blog anda, manfaatkan fitur-fitur terbaik dengan memanfaatkan software yang ada, Di luar sana sangat banyak Software untuk memperkuat blog anda. Ada banyak software gratis, maupun software yang berbayar. Intinya adalah manfaatkan teknologi untuk Blog anda.

Blog yang anda buat itu adalah mesin yang membuat anda Enjoy untuk melakukan aftivitas yang anda senangi. Lewat Blog anda telah mencoba meyakinkan para pembaca anda tentang mimpi-mimpi yang bisa mereka wujudkan lewat berbagai pola sukses yang anda tawarkan. Pola sukses yang anda isi dengan produk produk yang mereka senangi dan merasa perlu untuk memilikinya demi kebaikan mereka sendiri. Kalau anda bisa mewujudkan Blog seperti itu, maka percayalah anda juga akan memperoleh penghasilan yang tidak sedikit untuk kelanjutan hidup anda beserta mimpi-mimpi anda sendiri. Jangankan sekedar UMR 5 Juta, anda bisa mendapatkan jauh lebih besar kalau anda sudah menguasai Ilmunya. Cobalah.

[1] https://www.lifehack.org/articles/communication/top-10-most-inspirational-bloggers-the-world.html

[2] https://sugeng.id/blog-terbaik-di-indonesia/

SejahTera Bersama Kopi Mandheling: Bersinergi Bangun Madina

SejahTera Bersama Kopi Mandheling: Bersinergi Bangun Madina

Sebuah Buku Yang Meng Inspirasi. Buku yang menjelaskan secara sederha dalam membangun suatu Daerah. Terus terang, jujur aku katakan, aku sangat senang membaca Buku ini. Buku yang berkisah tentang usaha yang tiada henti–hentinya dari Bupati Patahana Madina Dahlan Hasan Nasution dalam membangun Kabupatennya. Ya selama ini kita sudah lama mengetahui bahwa Kopi Mandheling enaknya itu tiada tara.  Gurih rasanya, dan harum baunya. Sederhananya, Kopi Mandailing atau Mandheling sudah ke sohor ke seluruh Dunia. Nilainya itu sungguh tidak terkira. Yang terpikirkan kini adalah bagaimana agar nama yang sudah baik bisa tetap lebih baik lagi, minimal bisa dipertahankan.

Dahlan Hasan Nasution: SejahTera Bersama Kopi Mandheling
Dahlan Hasan Nasution: SejahTera Bersama Kopi Mandheling

Lalu aku ingat. Ketika masih SMP di Kotanopan tahun 70 awal, Tulangku (sopir Truk) mengajak aku ke Siantar. Karena muatannya dari Sorik Marapi kami mampir ke sana. Bere ingat ini Ya, begitu beliau menarik dan memberdirikanku di ata batu. Bere inilah yang disebut Tor Pangolat. Hamparan yang didepan adalah pemandangan indah lembah Mandailing Godang yang luas dan subur hinga ke dataran tinggi Padasidempuan. Tempat Kopi terbaik dunia tumbuh, tempat rawa godang sebagai hasil persahabatan Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola. Kalau kedua potensi ini kelak bisa kau kembangkan wilayah ini akan makmur.  Orang Belanda mengatakan Tor Pangolat itu sebagai hemelspoort  yang artinya PINTU SORGA. Kala itu aku sama sekali nggak “ngeh” anggak ngerti maksud tulangku itu. Tetapi 50 tahun kemudian, dan setelah membaca Buku bapa Dahlan Hasan ini barulah mataku terbuka. Alangkah besarnya potensi wilayah ini, dan hebatnya lagi beliau tahu cara membangunnya. Hanya memang belum tuntas.

Kembali kita ke Buku Pa Dahlan Hasan, Ya. Suatu tugas yang tidak mudah. Menurut Dahlan, sebagai Bupati dia senang dengan tantangan itu. Tetapi jelas, hal seperti ini tidaklah mungkin bisa ditangani oleh Bupati saja. Ini memerlukan kerja sama semua pemilik nama tanah Mandailing, ya tanah Mandailing Natal. Kita juga tahu bahwa para pekebun Kopi di wilayah Mandailing atau berbagai Kopi di wilayah Indonesia lainnya seperti yang mewakili nama Kopi khusus atau SPECIALITY Gunung Puntang, Mekar Wangi, Manggarai, Malabar Honey, Atu Lintang, Toraja Sapan, Gayo Organik, Java Cibeber, West Java Pasundan Honey; Arabica Toraja, Flores Golewa, Redelong, Preanger Weninggalih, Flores Ende Dll Daerah penghasil Kopi yang umumnya belum sepenuhnya bisa menikmati hasil jerih payahnya. Patahanan bilang kita tahu, kita juga pahami bahwa para petani Kopi di wilayah Madina masih jauh dari dukungan sarana dan prasarananya. Umumnya kebun Kopi jauh dari Desa atau Kampung, tidak ada jalan besar bahkan jalan kecil ke lokasi Kebun Kopi, padahal kita tahu Kopi Arabika itu baru bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian antara 700 – 1600 m dari permukaan laut. Tentu tanpa dukungan sarana jalan dari Pemda, tidak mudah menjangkau wilayah kebun seperti itu.

Karena itulah menurutnya selama ini Madina terus berupaya untuk berbuat sesuatu bagi para penggiat Kopi.  Meski terbatas, sarana jalan terus dibangun misalnya dari desa Pagur ke Desa Padang Lawas. Madina juga sudah mempunyai partner dengan PT Kopi Rakyat Indonesia untuk bekerja sama mengembangkan lahan Kopi bersama rakyat. Juga sudah ada Rumah produksi Kopi dari BI. Sudah didirikan Sekolah Kopi. Juga sudah ada   Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Mandailing (MPIG) sebagai pemilik Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Mandheling dan sekaligus jadi kawan dalam meningkatkan kualitas kopi di tingkat petani. Teman para petani Kopi, baik dari sisi hulu maupun hilir atau mulai dari budidaya hingga paska panen agar sesuai dengan standar kualitas pasar internasional. Serta bagaimana pula melakukan negosiasi dengan produsen-produsen yang selama ini memakai nama Mandailing. Mereka yang selama ini mengharumkan nama Kopi Mandheling, semua itu semoga akan membuat para penggiat Kopi Mandheling jadi lebih solid dan lebih bekerja sama untuk kemakmuran bersama. Kita juga berusaha untuk memanfaatkan BumDes menjadi salah satu solusi atau upaya untuk lebih menyemarakkan Kopi Mandheling di tingkat akar rumput.

Perlu Kerja dan Besar Bersama

Sebagai Bupati Madina dan sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan Dahlan juga membuatkan percontohan cara budi daya kopi. Contohnya itu dia buatkan di sebelah kiri kantor bupati. Kebun Kopi lengkap dengan tanaman tumpang sari berupa sayur mayurnya (pola tumpang sari). Harapannya sederhana, agar warga bisa mencontohnya. Dalam pandangan nya, masyarakat kita sampai sekarang tak menerima kalau kita hanya OMdo atau omong doang. Apalagi kalau hanya ngomong tanpa bukti yang jelas, rakyat tidak akan mau. Kita harus ikut melakukannya secara bersama.

Dahlan Hasan Nasution: SejahTera Bersama Kopi Mandheling
Dahlan Hasan Nasution: SejahTera Bersama Kopi Mandheling

Buku ini sejatinya adalah kemasan strategi pembangunan Madina yang dikemas dalam bentuk Buku yang enak dibaca dan memang perlu. Buku ini juga menceritakan bagaimana Kopi bisa tumbuh berkembang di Madina sejak zaman Kolonial, sejak zaman penjajahan. Jauh sebelum Partiang Latong jadi kernet Pedati jurusan  Panyabungan-Sibolga yang menjadi pengusaha angkuta Kopi pada zamannya. Buku ini juga membedah strategi baru pengembangan Madina Kedepan, Madina yang modern tetapi sejahtera dengan aroma perdesaan yang di dukung oleh sarana dan prasarana Transportasi Udara (Lanud Malintang), KEK dan Pelabuhan Batahan.yang memadukan pasar Tradisional dan Modern di sekitarnya. Buku ini juga menceritakan bagaimana Bisnis Kopi tiga terbesar di Pentas Dunia, dia juga menceritakan Bisnis Kopinya Starbucks, Costa Coffee dan Luckin Coffee dan tentu termasuk di Indonesia dan malah tidak ketinggalan bagaimana Kedai Kopi di Madina.

Baca Juga  : Kopi Takar KoPi Mandailing

Tetapi sesungguhnya Kopi Mandheling itu sendiri, dari awalnya bukanlah di desain untuk bisa menjadi Kopi terbaik. Kala itu menanam Kopi juga bukanlah sebuah usaha yang menguntungkan. Kopi Madina justeru berkembang karena hadirnya Tanam Paksa yang dilakukan oleh Pemerintah Belanda. Pemerintah Hindia Belanda mulai memasuki wilayah Mandheling atau Mandailing Natal tahun 1824 dan membentuk pemerintahan dibawah Karesidenan Air Bangis bagian dari Gouvernment Sumatra’s Westkust. Pada masa itu Belanda belum bisa memasuki wilayah Mandailing. Belanda masih mencoba merebut Bonjol, Bonjol kala itu masih berstatus  DOM[1] .  Ini mengindikasikan bahwa penguasaan wilayah dengan pengerahan militer memerlukan biaya yang tidak sedikit. Harus ada biaya yang bisa diambil dari daerah taklukan.  Karena itu, selagi masa perang dan melakukan pertempuran, produksi beras lokal pun termasuk Kopi dimanfaatkan Belanda untuk menghasilkan uang. Terlebih lagi waktu itu beras masih melimpah. Semua itu dikirim ke Jawa.

Kopi Mandailing juga kembali mengingatkan kita akan kehidupan di pantai barat Sumatera, yang sudah lama sepi. Kota-kota pantai, seperti Barus, Sibolga, Natal, Air Bangis, dan Padang, sudah ratusan tahun tak lagi ingar bingar. Pada masa lalu, orang dari berbagai bangsa di dunia hilir mudik di tempat itu. Kini semuanya sunyi, tinggal kopi yang menjadi sisa kejayaan sebuah peradaban di tempat itu, yakni Kopi Mandheling atau Mandailing. Alun-alun Kecamatan Natal sudah lama  sepi, meski kini sudah ada KEK Batahan. Beberapa meriam tua terletak di ujung alun-alun dan menghadap ke Samudra Indonesia. Kota yang dulu mempunyai Benteng Eluot yang didirikan Belanda pada tahun 1833 an dan digunakan sebagai pelabuhan dagang, bahkan ada juga yang menyebut Portugis pernah membuat benteng serupa di tempat itu, kini benar benar sepi.

Ada yang bilang ”asal-usul kopi Mandheling bukanlah dibawa oleh orang Belanda, tetapi sebagian mengatakan dibawa oleh orang Inggeris[2] tapi ada juga yang mengatakan orang Minangkabaulah yang memulainya. Orang minang yang naik haji ke Mekkah. Ketika kembali, mereka membawa biji-biji kopi dari Mekkah kemudian ditanam di daerah Minangkabau. Jadi, sebelum awal abad ke-18 tanaman kopi sudah ada di pantai barat Sumatera,” kata sejarawan dari Universitas Andalas, Prof Gusti Asnan.  Pada tahun 1789, kopi diperdagangkan di Kota Padang. Setahun kemudian, ada laporan yang menyebutkan, sebuah kapal Amerika yang pertama berlabuh di Kota Padang telah memuat kopi.

Bisnis Kopi adalah bisnis yang menarik dan menjanjikan bagi yang memang senang dengan Kopi, tetapi yang lebih menarik bagi kalangan per Kopian di Indonesia adalah bagaimana agar Kopi yang sudah banyak di kenal warga Dunia ini bisa menjadikannya lebih memberikan nilai tambah bagi para anak negeri. Idenya adalah bagaimana agar Kopi ini jadi bisnis yang menarik. Itu artinya akan lahir kelak pusat-pusat kebun Kopi yang lengkap dengan dukungannya. Kebun-kebun Kopi yang punya sarana jalan untuk menjangkaunya. Jadi siapapun ia, mereka bisa berkebun Kopi dengan mudah. Sepeda motornya bisa jalan-jalan di tengah kebun Kopinya. Mereka juga punya banyak sumber pengetahuan terkait bagaimana caranya berkebun Kopi yang benar dan baik serta mempu memberikan hasil kepada mereka secara optimal. Buku ini juga memberikan contoh cara bertanam Kopi yang benar dan baik. Mereka juga tahu terkait berbagai peralatan berbisnis Kopi. Baik itu sarana yang baik dan benar untuk para pekebunnya, atau sarana dan teknologi yang tepat untuk para pemilik Kedai Kopi, para pemilik Kedai Panggang Kopi. Patahana ingin melihat mendorong peran Pemda, peran Perguruan Tinggi/ Sekolah, peran Koperasi, peran Rumah Produksi dan bahkan peran para konsultan Kopi. Peran para Kolaborator yang bisa menghadirkan bisnis Kopi yang menguntungkan bagi semua pihak, khususnya bagi warga Madina.

[1] DOM itu singkatan dari Daerah Operasi Militer, dimana semua kehidupan warga di kontrol untuk memaksa mereka mematuhi peraturan.

[2] http://akhirmh.blogspot.com/2014/08/bag-2-sejarah-mandailing-koffijcultuur.html

Jadi Penulis Profesional ? Tulis Saja Dulu

Jadi Penulis Profesional ? Tulis Saja Dulu

Paket 3 Buku Penulis Profesional Best Seller

Oleh harmen batubara

Pernahkah terlintas dalam pikiranmu bahwa penulis terkenal, punya nama, kaya secara material dan hidup ala selebriti di berbagai dunia panggung sebenarnya hanyalah penulis biasa saja. Penulis yang siapa saja sebenarnya bisa menuliskannya. Anda pasti ingin klarifikasi? Masa Sih? Cobalah perhatikan. Berbagai  tayangan live Show  di Televisi, terserah  apa genrenya, ada banyak  penggemar dan berhasil menghasilkan “bintang” bintang  tenar, kaya raya dsb dsb. Apakah tayangan atau show itu memang bagus? Nope! Belum tentu? Memang ada yang bagus tetapi lebih banyak lagi yang biasa-biasa saja. Lalu apa intinya? Ya lihatlah industeri yang melahirkan bintang dan mega bintang nya itu. Merekalah yang punya hajat, merekalah yang punya “selera” dan merekalah yang menentukan mana bintang yang Top dan mana yangTop sekali.

Nah di sanalah bedanya. Kalau banyak anak muda yang ingin jadi penulis Idola, berkarya, dan kaya raya maka jadilah bagian dari “pentas Show” yang diusung oleh industeri penerbitan. Bukan apa-apa. Karena begitu mereka berhasil menjadikan sebuah buku “Booming”, maka perhatikanlah hanya dalam hitungan minggu akan muncul lagi buku-buku baru yang lebih hebat, yang lebih “booming” dari yang sebelaumnya. Padahal hanya dalam tenggat waktu yang demikian terbatas?  Kapan Penulisnya bisa menuliskannya? Karena mesin industeri penerbitan itu bekerja, mereka mampu mendikte selera; anda kalau tidak membaca buku terbitan mereka, pasti anda tergolong kuno. Nggak tahu jaman, nggak gaya, nggak ngarus dst dst. Hanya satu tindakan yang harus anda ambil. Membeli buku mereka, dan menyebut sang Penulisnya sebagai “penulis hebat, penulis cerdas” yang dilahirkan zaman. Kalau anda berani menyebut yang sebaliknya, maka anda pasti dibilang tidak punya akal sehat dan anda memang orang yang tidak bisa mengikuti zaman. Itulah dunia panggung. Industeri memang harus mampu membuat panggung- panggung yang melegenda. Tanpa itu rasanya sepi. Masalahnya? Apakah anda berada dalam “radar” mereka? Kalau tidak ya anda hanya akan jadi sekedar penulis professional. Memang tidak kaya sekali, tetapi anda layak hidup seperti para professional lainnya. Mungkin tulisan ini akan sedikit banyak bisa membantu anda untuk menjadi penulis professional.

Tahu Selera Pasar

Penulis Yang Tahu Selera Pasar   Tapi jangan salah persepsi, setiap segmen ( niche) mempunyai pasarnya sendiri-sendiri. Ada pasar yang ramai, tetapi hanya diminati oleh para pembaca yang menengah ke bawah. Sebaliknya ada juga segmen yang sebenarnya tidak banyak peminatnya, tetapi umumnya disukai oleh mereka yang punya daya beli. Dan banyak lagi ragamnya. Sekarang memang semua sudah ada “perangkat” atau “tool” yang bisa membantu anda. Anda bisa membaca selera pasar pada segmen yang anda suka lewat “Google” jelasnya “Google Keyword Planner” atau berbagai software yang memungkinkan anda tahu dengan benar, seperti apa sebenarnya “realitas” segmen yang akan anda kan tulis.

Baca Juga   : OnlineKan BisnisMu, Peluang Tanpa Batas

Begitu anda happy dengan segmen yang akan anda tulis, maka lakukanlah Riset perihal segmen yang akan anda tulis. Riset di sini adalah lewat “dektop” publishing artinya riset lewat berbagai tulisan Online terkait segmen yang akan anda tulis tersebut. Ingat kalau melakukan riset, perhatikan obyek yang anda riset; pilih juga kredibilitasnya.  Anda harus telaten saat dimana anda memanfaatkan data apa adanya dan pada saat yang mana harus memilih data dari sumber-sumber yang punya kredibilitas. Misalnya dari kalangan penerbit atau harian yang sudah punya jam terbang puluhan tahun; dari data atau publikasi kalangan universitas ternama; serta publikasi yang bisa anda yakini kredibilitasnya. Kemudian yang juga tidak kalah menariknya.  Apakah nantinya anda dalam menerbitkan buku tersebut hanya mengandalkan pada para penerbit “Mayor” yang memang hidupnya hanya dari dunia penerbitan Buku? atau anda terbitkan sendiri lewat pola “Selfpublishing” yang memadukan website pribadi, website toko Online sendiri serta memanfaatkan website mall; seperti Bukalapak com, Tokopedia com, Lazada, Alibaba, Amazon com Dll. Anda bisa memanfaatkan berbagai media website anda sendiri dengan kombinasi website pro yang memang sudah ada di pasar yang bisa anda manfaatkan secara gratis.

Disiplin dan Mampu Memotivasi Diri

Seperti kata seorang sahabat, kalau masih menulis hanya dengan mengandalkan mood, pertimbangkan ulang cita-citamu untuk jadi penulis profesional! Karena bagaimanapun tak bisa hanya mengandalkan mood. Penulis yang profesional memperlakukan aktivitas menulisnya sebagai sebuah pekerjaan yang tetap harus dilakukan setiap hari, tanpa peduli mood dan situasi hati. Tak peduli habis patah hati, gagal ujian, atau baru saja bertengkar dengan pacar, atau isteri dan tak ada alasan untuk tidak menulis. Ada banyak hal yang orang lupa kalau melihat dunia seorang penulis. Ibarat rutinas seorang prajurit professional, menulis juga harus punya jadwal-jadwal yang sudah tersusun dan telah dipraktekkan dengan baik. Seorang prajurit kegiatannya dikerangkakan oleh waktu dan waktu. Jam 06.45 dia sudah harus apel pagi ( apel nya memang jam 07.00 tapi dia sudah harus di posisi apel 15 menit sebelumnya, itu berarti sudah harus bangun jam 04.30). Kegiatan Apel pagi diikuti dengan rutinitas senam pagi, dan nanti baru selesai jam 08.00 Kegiatan berikutnya sesuai dengan tugasnya masing-masing sampai Isoma ( istirahat Sholat makan siang) pada Jam 13.30. Kegiatan berikutnya sampai Jam 15.00. Diikuti Apel Siang.Jam 16.00-17.30 kegiatan ekstra;  Jam 21.00-21.30 Apel malam dst dst.

Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya
Mau Memulai Bisnis Online, Ini Dia Langkahnya

Dalam kerangka waktu yang seperti itulah mereka membina kesegaran atau kesemaptaan tubuh, ketrampilan bela diri, kemampuan profesionalnya dst dst. Kehidupan seperti itu sudah jadi suatu ritme. Dalam garis besarnya mereka mempunyai waktu –waktu yang bervariasi sesuai satuannya masing-masing. Yakni waktu untuk penugsan di lapangan; waktu untuk pendidikan ; dan waktu penugasan di satuan. Kalau di lapangan biasanya mulai dari 3 bulan-satu tahun penugsan; pendidikan biasanya tergantung jenis dan tingkatannya dengan durasi satu bulan-satu tahun. Dengan cara itulah mereka menempa diri hingga akhirnya jadi prajurit professional. Polanya bisa jadi tidak sama persis, tetapi seperti itulah garis besarnya. Saya tahu itu, karena saya ada di lingkungan itu selama 30 tahun.

Baca Pula   :  Membangun Tim Sukses Pilkada 

Begitupulalah seorang penulis, dia harus mempu membuat kerangka kerjanya, kerangka cara dia meningkatkan kemampuan profesi kepenulisannya sendiri, dan juga menjaga kebugaran tubuhnya. Bisa dibayangkan kalau model penulis yang dalam satu hari bisa duduk di depan Laptop 6-7 jam disamping seruputan minum kopi. Kalau dia tidak menyediakan waktunya untuk melatih kebugaran tubuh minimal satu jam per hari. Maka percayalah dia akan tidak pernah sampai di sana (jadi penulis professional). Hanya dalam tubuh yang sehatlah maka akan muncul kemampuan menulis yang baik dan professional. Bahwa penulis itu selama ini dipersepsikan seperti kehidupan seniman, yang bekerja hanya kalau lagi mud, penuh sensasi dan berbagai atribut kesenimanan lainnya. Percayalah itu semua hanya sebuah persepsi yang keliru. Penulis professional itu justeru hidupnya penuh disiplin, bahkan melebihi disiplinnya seorang prajurit. Kenapa? Karena dia harus mampu mengatur jadwalnya sendiri. Mengatur strategi bagaimana ia mendapatkan penghasilan; bagaimana ia meningkatkan kemampuan profesionalnya dan menjaga stamina tubuhnya sendiri dan membina keluarganya. ( Berambung  Mau Baca Klik Di Sini )

 

Penulisan Ilmiah di Perguruan Tinggi Kita

Jadi Penulis Profesional
Jadi Penulis Profesional

Oleh Redi Panuju

Paling tidak saat ini ada sekitar 18 organisasi yang mengeluarkan informasi global atau worldwide university ranking. Media massa di Indonesia pada umumnya merilis ranking perguruan tinggi (PT) dari tiga organisasi dominan, yakni: (1) Times Higher Education World University Ranking(THE) yang berpusat di Inggris; (2) Academic Ranking of World University(Arwu) yang bermarkas di China; dan (3) QS World University Rankingyang bermarkas di Inggris.

Ketiga lembaga tersebut menempatkan 10 PT paling hebat di dunia, enam berasal dari AS dan empat dari Inggris. Bagaimana PT di Tanah Air menurut lembaga-lembaga riset di atas? PT di Indonesia baru bisa menduduki urutan di bawah 300, yakni diwakili Universitas Indonesia (310), Institut Teknologi Bandung (461), dan Universitas Gadjah Mada (551).

Baca Juga   : Memilih Model Bisnis Online, Ciptakan Peluangmu

Bagaimana konstalasi PT Indonesia di Asia? Berdasarkan data QS Top Universities Asia, 100 PT terbaik di Asia 2016 di dominasi PT asal Singapura, Hongkong, China, Jepang, India, dan Korea Selatan. PT di Indonesia hanya mampu menempati peringkat ke-67 diwakili UI dan peringkat ke-86 ditempati ITB. Ada satu lagi lembaga yang menjadi rujukan, yakni Webometrics.Dasar skoring berdasarkan aktivitas kelembagaan dan akademik yang menggunakan interaksi internet. Di tingkat dunia, Juli 2016, Indonesia baru bisa menempati ranking ke-761 (UGM), 849 (UI), dan 939 (ITB).

Berdasarkan data tersebut, PT di Indonesia memang masih sulit unjuk gigi di kawasan regional Asia, apalagi tingkat dunia. Kebanyakan yang masuk 1.000 besar dunia tersebut berasal dari perguruan tinggi negeri. Perguruan tinggi swasta belum banyak memperlihatkan geliatnya.

Dianggap sebagai beban

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir kemungkinan besar sudah kehabisan kesabarannya menanti pendidikan tinggi di Indonesia jadi mercusuar penyemai ilmu pengetahuan di dunia. Jangankan di kawasan Asia, di regional ASEAN saja Indonesia belum mampu berbicara banyak hingga peringkatnya kalah dari Malaysia, Singapura, Filipina, ataupun Thailand. Karena itu, baru-baru ini M Nasir menandatangani Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 20 Tahun 1017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesi Profesor..

Rendahnya peringkat PT di Indonesia memang berkait erat dengan publikasi ilmiah yang dilakukan para dosen, baik melalui jurnal maupun buku. Selama ini tujuan pemerintah memberikan tunjangan  profesi bagi dosen antara lain untuk memacu kreativitas penelitian dan penulisan, tetapi Menteri menengarai hal tersebut belum memperlihatkan dampak signifikan. Karena itu, tunjangan tersebut akan dievaluasi melalui karya ilmiahnya.

Pasal 4 peraturan dimaksud menyebutkan, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di Indonesia, bagi dosen yang memiliki jabatan akademik lektor kepala harus menghasilkan paling sedikit tiga karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal nasional terakreditasi atau paling sedikit satu karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional dalam kurun waktu tiga tahun (2015-November 2017). Di samping karya ilmiah di jurnal, lektor kepala juga masih diwajibkan menghasilkan buku atau paten atau karya seni monumental. Sementara bagi guru besar (profesor) dituntut lebih besar lagi. Pada Pasal 8 Ayat 1 (g) disebutkan, mereka wajib menghasilkan paling sedikit tiga karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional atau paling sedikit satu karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi.  Selain itu, guru besar juga diwajibkan menghasilkan buku atau paten.Apabila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi, tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan guru besar akan dihentikan sementara. Tunjangan baru dibayarkan kembali setelah memenuhi syarat.

Selama ini kalangan civitas akademika menganggap tunjangan profesi itu hanya sebagai wujud bantuan negara kepada para dosen agar penghasilannya bisa melampaui standar upah minimum regional sehingga tidak mengaitkannya dengan penulisan karya ilmiah. Ketika tiba-tiba M Nasir mengaitkan tunjangan tersebut dengan kewajiban penulisan karya ilmiah, hal itu menjadi semacam beban sehingga ada yang berkomentar negara ini tidak ikhlas menolong rakyatnya.

Baca  Juga  :  Membuat Website Bersama LandingPress

Sebagian kalangan dosen menilai Permen Ristek-Dikti itu bersifat diskriminatif karena kewajiban tersebut hanya untuk dosen yang kepangkatan akademiknya lektor kepala ke atas. Sebagian dosen yang pangkatnya lektor kepala dan guru besar ada yang berseloroh ingin mengajukan pemunduran pangkat supaya terbebas dari kewajiban menulis karya ilmiah. Sementara dosen yang pangkat akademiknya di bawah lektor kepala berniat mengurungkan mengurus kepangkatan ke jenjang lebih tinggi.

Momentum untuk bangkit

Lepas dari kontroversi tersebut, sebetulnya ini sebuah momentum untuk membangkitkan kreativitas penulisan ilmiah di PT. Selama ini kegiatan penulisan ilmiah tidak diseriusi sebagai pengembangan kompetensi yang substansial. Penulisan karya ilmiah sering kali hanya kegiatan formal belaka. Setelah satu-dua kali menulis kemudian berpuas diri. Malah ada yang tidak memperhatikan kualitasnya karena yang penting dipublikasikan oleh penerbit yang punya ISBN.

Dengan membiayai sebagian ongkos cetak, buku diproduksi sangat terbatas. Kadang (mohon maaf) ada yang hanya dicetak 20 eksemplar saja. Buku-buku semacam ini memang bisa lolos menjadi kredit poin, tetapi tidak berkontribusi pada diskusi ilmiah ke publik. Permen Riset-Dikti ini paling tidak bersifat memaksa pada awalnya, tetapi akan menjadi kebiasaan untuk selanjutnya. Setiap PT mestinya memberi insentif yang menarik agar kegiatan penelitian dan penulisan ilmiah menjadi bagian dari tradisi.

Hal lain mengenai jurnal, Menteri M Nasir tak memahami bahwa tidak semua cabang ilmu telah memiliki cukup penerbitan jurnal, apalagi yang sudah terakreditasi. Kini tahapannya baru sampai pada kegairahan ”belajar” menerbitkan jurnal. Mungkin baru dalam tiga tahun ke depan kegairahan itu sudah bisa dipetik hasilnya, siap untuk diakreditasi.Karena itu, pemerintah mestinya tak keburu nafsu untuk mengilmiahkan PT, tetapi dibuat tahapan-tahapan. Sebagian dana hibah penelitian, misalnya, bisa digeser untuk menyubsidi penerbitan jurnal di setiap PT. Saya yakin dalam waktu tak terlalu lama akan membuat PT di Indonesia peringkatnya menyalip PT di negara ASEAN lainnya.

Redi Panuju Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr Soetomo Surabaya ( Sumber: Harian Kompas, 17 Februari 2017)