Mau Jadi Penulis Profesional, Jadilah Penulis Sejati

Mau Jadi Penulis Profesional, Jadilah Penulis Sejati

Paket 3 Buku Penulis Profesional Best Seller

Oleh harmen batubara

Pernahkah terlintas dalam pikiranmu bahwa penulis terkenal, punya nama, kaya secara material dan hidup ala selebriti di berbagai dunia panggung sebenarnya hanyalah penulis biasa saja. Penulis yang siapa saja sebenarnya bisa menuliskannya. Anda pasti ingin klarifikasi? Masa Sih? Cobalah perhatikan. Berbagai  tayangan live Show  di Televisi, terserah  apa genrenya, ada banyak  penggemar dan berhasil menghasilkan “bintang” bintang  tenar, kaya raya dsb dsb. Apakah tayangan atau show itu memang bagus? Nope! Belum tentu? Memang ada yang bagus tetapi lebih banyak lagi yang biasa-biasa saja. Lalu apa intinya? Ya lihatlah industeri yang melahirkan bintang dan mega bintang nya itu. Merekalah yang punya hajat, merekalah yang punya “selera” dan merekalah yang menentukan mana bintang yang Top dan mana yangTop sekali.

Nah di sanalah bedanya. Kalau banyak anak muda yang ingin jadi penulis Idola, berkarya, dan kaya raya maka jadilah bagian dari “pentas Show” yang diusung oleh industeri penerbitan. Bukan apa-apa. Karena begitu mereka berhasil menjadikan sebuah buku “Booming”, maka perhatikanlah hanya dalam hitungan minggu akan muncul lagi buku-buku baru yang lebih hebat, yang lebih “booming” dari yang sebelaumnya. Padahal hanya dalam tenggat waktu yang demikian terbatas?  Kapan Penulisnya bisa menuliskannya? Karena mesin industeri penerbitan itu bekerja, mereka mampu mendikte selera; anda kalau tidak membaca buku terbitan mereka, pasti anda tergolong kuno. Nggak tahu jaman, nggak gaya, nggak ngarus dst dst. Hanya satu tindakan yang harus anda ambil. Membeli buku mereka, dan menyebut sang Penulisnya sebagai “penulis hebat, penulis cerdas” yang dilahirkan zaman. Kalau anda berani menyebut yang sebaliknya, maka anda pasti dibilang tidak punya akal sehat dan anda memang orang yang tidak bisa mengikuti zaman. Itulah dunia panggung. Industeri memang harus mampu membuat panggung- panggung yang melegenda. Tanpa itu rasanya sepi. Masalahnya? Apakah anda berada dalam “radar” mereka? Kalau tidak ya anda hanya akan jadi sekedar penulis professional. Memang tidak kaya sekali, tetapi anda layak hidup seperti para professional lainnya. Mungkin tulisan ini akan sedikit banyak bisa membantu anda untuk menjadi penulis professional.

Tahu Selera Pasar

Penulis Yang Tahu Selera Pasar   Tapi jangan salah persepsi, setiap segmen ( niche) mempunyai pasarnya sendiri-sendiri. Ada pasar yang ramai, tetapi hanya diminati oleh para pembaca yang menengah ke bawah. Sebaliknya ada juga segmen yang sebenarnya tidak banyak peminatnya, tetapi umumnya disukai oleh mereka yang punya daya beli. Dan banyak lagi ragamnya. Sekarang memang semua sudah ada “perangkat” atau “tool” yang bisa membantu anda. Anda bisa membaca selera pasar pada segmen yang anda suka lewat “Google” jelasnya “Google Keyword Planner” atau berbagai software yang memungkinkan anda tahu dengan benar, seperti apa sebenarnya “realitas” segmen yang akan anda kan tulis.

[related_posts limit=”3″ image=”http://www.bukuperbatasan.com/wp-content/uploads/2018/10/cover-konflikbtsa21D85-787×300.jpg”]

Begitu anda happy dengan segmen yang akan anda tulis, maka lakukanlah Riset perihal segmen yang akan anda tulis. Riset di sini adalah lewat “dektop” publishing artinya riset lewat berbagai tulisan Online terkait segmen yang akan anda tulis tersebut. Ingat kalau melakukan riset, perhatikan obyek yang anda riset; pilih juga kredibilitasnya.  Anda harus telaten saat dimana anda memanfaatkan data apa adanya dan pada saat yang mana harus memilih data dari sumber-sumber yang punya kredibilitas. Misalnya dari kalangan penerbit atau harian yang sudah punya jam terbang puluhan tahun; dari data atau publikasi kalangan universitas ternama; serta publikasi yang bisa anda yakini kredibilitasnya. Kemudian yang juga tidak kalah menariknya.  Apakah nantinya anda dalam menerbitkan buku tersebut hanya mengandalkan pada para penerbit “Mayor” yang memang hidupnya hanya dari dunia penerbitan Buku? atau anda terbitkan sendiri lewat pola “Selfpublishing” yang memadukan website pribadi, website toko Online sendiri serta memanfaatkan website mall; seperti Bukalapak com, Tokopedia com, Lazada, Alibaba, Amazon com Dll. Anda bisa memanfaatkan berbagai media website anda sendiri dengan kombinasi website pro yang memang sudah ada di pasar yang bisa anda manfaatkan secara gratis.

Disiplin dan Mampu Memotivasi Diri

Seperti kata seorang sahabat, kalau masih menulis hanya dengan mengandalkan mood, pertimbangkan ulang cita-citamu untuk jadi penulis profesional! Karena bagaimanapun tak bisa hanya mengandalkan mood. Penulis yang profesional memperlakukan aktivitas menulisnya sebagai sebuah pekerjaan yang tetap harus dilakukan setiap hari, tanpa peduli mood dan situasi hati. Tak peduli habis patah hati, gagal ujian, atau baru saja bertengkar dengan pacar, atau isteri dan tak ada alasan untuk tidak menulis. Ada banyak hal yang orang lupa kalau melihat dunia seorang penulis. Ibarat rutinas seorang prajurit professional, menulis juga harus punya jadwal-jadwal yang sudah tersusun dan telah dipraktekkan dengan baik. Seorang prajurit kegiatannya dikerangkakan oleh waktu dan waktu. Jam 06.45 dia sudah harus apel pagi ( apel nya memang jam 07.00 tapi dia sudah harus di posisi apel 15 menit sebelumnya, itu berarti sudah harus bangun jam 04.30). Kegiatan Apel pagi diikuti dengan rutinitas senam pagi, dan nanti baru selesai jam 08.00 Kegiatan berikutnya sesuai dengan tugasnya masing-masing sampai Isoma ( istirahat Sholat makan siang) pada Jam 13.30. Kegiatan berikutnya sampai Jam 15.00. Diikuti Apel Siang.Jam 16.00-17.30 kegiatan ekstra;  Jam 21.00-21.30 Apel malam dst dst.

Dalam kerangka waktu yang seperti itulah mereka membina kesegaran atau kesemaptaan tubuh, ketrampilan bela diri, kemampuan profesionalnya dst dst. Kehidupan seperti itu sudah jadi suatu ritme. Dalam garis besarnya mereka mempunyai waktu –waktu yang bervariasi sesuai satuannya masing-masing. Yakni waktu untuk penugsan di lapangan; waktu untuk pendidikan ; dan waktu penugasan di satuan. Kalau di lapangan biasanya mulai dari 3 bulan-satu tahun penugsan; pendidikan biasanya tergantung jenis dan tingkatannya dengan durasi satu bulan-satu tahun. Dengan cara itulah mereka menempa diri hingga akhirnya jadi prajurit professional. Polanya bisa jadi tidak sama persis, tetapi seperti itulah garis besarnya. Saya tahu itu, karena saya ada di lingkungan itu selama 30 tahun.

Begitupulalah seorang penulis, dia harus mempu membuat kerangka kerjanya, kerangka cara dia meningkatkan kemampuan profesi kepenulisannya sendiri, dan juga menjaga kebugaran tubuhnya. Bisa dibayangkan kalau model penulis yang dalam satu hari bisa duduk di depan Laptop 6-7 jam disamping seruputan minum kopi. Kalau dia tidak menyediakan waktunya untuk melatih kebugaran tubuh minimal satu jam per hari. Maka percayalah dia akan tidak pernah sampai di sana (jadi penulis professional). Hanya dalam tubuh yang sehatlah maka akan muncul kemampuan menulis yang baik dan professional. Bahwa penulis itu selama ini dipersepsikan seperti kehidupan seniman, yang bekerja hanya kalau lagi mud, penuh sensasi dan berbagai atribut kesenimanan lainnya. Percayalah itu semua hanya sebuah persepsi yang keliru. Penulis professional itu justeru hidupnya penuh disiplin, bahkan melebihi disiplinnya seorang prajurit. Kenapa? Karena dia harus mampu mengatur jadwalnya sendiri. Mengatur strategi bagaimana ia mendapatkan penghasilan; bagaimana ia meningkatkan kemampuan profesionalnya dan menjaga stamina tubuhnya sendiri dan membina keluarganya. ( Berambung  Mau Baca Klik Di Sini )

 

Membangun Blog Bisnis, Jual Kemampuan Membangun Bisnismu   

blog bisnis

Oleh harmen batubara

Bagi para pebisnis Online maka salah satu yang juga bisa diharapkan memberikan hasil yang baik adalah lewat Bisnis dengan cara Blogging atau istilah kerennya lewat bisnis menjual Impian. Ya menjual gagasan yang konkrit bisa di rencanakan, bisa diperhitungkan keuntungannya meski hanya lewat menjual impian atau sesuatu yang sangat menjanjikan, sesuatu yang seolah sangat real dan bisa terjadi dan kenyataannya memang banyak yang jadi kenyataan.  Steve Jobs telah memberikan warisan berupa 7 prinsip yang diyakini banyak orang telah membawanya meraih kesuksesan di usia yang masih terbilang muda pada saat itu.  Steve Jobs dianggap sebagai salah satu CEO yang paling inovatif. Cara-cara yang ia tempuh sering menjadi inspirasi bagi pengusaha dan pemilik bisnis lain. Dari 7 warisannya tiga yang paling saya suka:

Pertama: Lakukan yang Anda Sukai “People with passion can change the world for the better,” kata Jobs suatu ketika. Inilah prinsip pertama yang ia praktekkan selama hidup; ia selalu mengikuti apa kata hatinya. Menurutnya, passion itulah yang membuat segala perbedaan. Akan sulit untuk menghasilkan ide yang baru dan kreatif ketika Anda tidak memiliki ketertarikan dan minat khusus pada apa yang Anda kerjakan.

Kedua: Jangan Menjual Produk, Juallah Mimpi Bagi Steve Jobs, mereka yang membeli produk Apple bukanlah “pelanggan”. Mereka adalah orang-orang yang dipenuhi dengan harapan, mimpi dan ambisi. Ia membuat produk untuk membantu orang-orang ini mewujudkan mimpi mereka. “Some people think you’ve got to be crazy to buy a Mac, but in that craziness we see genius,” kata Jobs. Bagaimana Anda melihat pelanggan Anda? Bantulah mereka melepaskan sisi jeniusnya dan Anda akan memenangkan hati dan pikiran mereka.

Baca Juga : Mencari Bisnis Online Terbaik

Ketiga: Ciptakan Pengalaman yang Amat Sangat Menyenangkan Apple Store telah menjelma menjadi toko ritel terbaik dengan memperkenalkan inovasi sederhana, yang dapat diadopsi dan didalami oleh semua bisnis. Inovasi tersebut membantu mereka memperkuat hubungan emosional dengan pelanggan. Contohnya, tidak ada kasir di Apple Store. Mereka punya staf ahli, konsultan, teknisi jenius, tapi tidak ada kasir. Mengapa? Karena Apple Store bukanlah bisnis yang ‘menjual sesuatu’; mereka adalah bisnis yang ‘memperkaya hidup’. Disinilah perbedaan besarnya.

Memang masih ada 4 lagi yang jadi prinsip hidupnya. Tapi saya hanya tertarik pada tiga prinsip tersebut. Tetapi sesungguhnya, prinsip seperti itu adalah prinsip bagi yang terbaik di alam jagad ini. Padahal manusia yang hidup di dunia ini begitu banyak, dan kebanyakan diantaranya sebenarnya punya cita-cita yang sangat sederhana saja. Kalau itu di Indonesia ya gambarannya seseorang yang mempunyai penghasilan sebesar UMR. Ya kan? Nah wajarkan kalau misalnya anda menjadi seorang Blogger dengan penghasilan 5-10 juta perbulan. Secara logika itu berarti anda sudah berhasil. Mimpi boleh, tetapi hidup sesungguhnya haruslah Realistis. Tugas anda adalah menjual gagasan menjadi Blogger dengan penghasilan 5 juta perbulan. Ya untuk di Eropa atau Amerika itu bukanlah impian, mendapatkan $ 500 perbulan itu adalah sesuatu yang mudah. Anda aggak perlu membuat sebuah Blog untuk itu. Nah disinilah bedanya. Karena anda hidup dan tinggal di Indonesia, mempunyai penghasilan $500 perbulan dari Blog adalah sesuatu yang mungkin dan menarik untuk diwujudkan dan siapapun itu pasti yakin bisa. Tapi apakah benar mereka akan bisa? Nanti dulu, anda memerlukan ilmunya. Anda harus tahu inti masalahnya, anda harus tahu cara membuat Bisnis Blog yang bisa menjanjikan penghasilan $500 perbulan, sukur kalau anda tekun dan trampil penghasilannya bisa mencapai 20 juta perbulan? Bisa menghasilkan Rp 20 jt perbulan dari bisnis Blog, jelas untuk Indonesia itu adalah sesuatu yang perlu diperjuangkan. Itulah yang akan kita tuliskan disini.

Pertanyaan berikutnya? Bisakah anda menjadi seorang penulis Blogger dengan penghasilan 5 juta per bulan? Kalau pertanyaan itu ditujukan ke saya, maka jawabannya sangat bisa. Berikut adalah desain “kemampuan” blogger yang harus anda kuasai untuk bisa mendapatkan hasil 5 juta perbulan. Untuk menjadi sukses memang butuh yang namanya kerja keras,semangat,dan pantang menyerah. Begitu juga dalam dunia blogging harus ada kerja keras, siasat,  semangat dan kerja yang efisien. Sekarang  banyak sekali blogger sukses yang bermunculan baik dalam negri atau luar negri. Tetapi sebaliknya ada puluhan juta Blogger yang anggak dapat apa-apa dan bahkan jutaan Blogger lainnya melupakan Blognya dan mimpinya terkait upaya mendapatkan penghasilan dari Blog sama sekali.

Baca Juga Yang Ini : Memilih Model Bisnis Online, Wujudkan Peluangmu

Mungkin anda tahu Linda Ikeji, pemilik blog Lindaikeji.blogspot.com dan kemudian jadi http://www.lindaikejisblog.com yakni blog dengan platform blogger tetapi dengan “nama domain sendiri”. Blogger sukses asal Nigeria ini punya penghasilan yang tergolong luar biasa hanya dengan menggunakan platform blogger.com. Penghasilan Linda Ikeji dari blognya mencapai sekitar USD$63.000 setiap bulan, kalau dirupiahkan hampr 900 jutaan. Luar biasa kan?  Masa cari 5 juta saja anggak bisa?  Tapi disitulah Uniknya. Hidup memang penuh dinamika dan misteri. Secara teori kalau anda ke pasar tanah abang sana; foto produk-produk terbaik yang ada hari itu dan sampaikan kepada temanteman bisnismu yang ada di penjuru nusantara, maka secara logika anda akan bisa mendapatkan keuntungan. Kalau order masuk, anda tinggal ngasih alamat sipembeli ke si grosir dan setelah semuanya mereka selsaikan dengan baik anda tinggal hitung untung. Gampangkan? Gampang sekali.

Tentukan sumber pendapatan blog Anda

Sejak awal Anda membangun Blog, tentu sudah direncanakan dari sumber mana saja pendapatan Blog yang akan anda harapkan. Hal ini penting, anda harus tahu dimana kekuatan dan kelemahan yang anda miliki. Kalau anda berniat membangun sebuah Blog, maka dari sisi mana saja perlu anda pikirkan sumber penghasilan yang jadi fokus anda. Dengan demikian anda harus peka dari mana saja yang bisa anda harapkan sebagai penghasilan dalam mengelola sebuah Blog. Selama ini yang paling menjanjikan adalah kalau anda punya produk sendiri dan kemudian memasarkannya. Kalau hal itu berhasil, maka andalah yang akan mendapatkan penghasilan terbesar. Jadi cepat atau lambat sebaiknya memang anda harus merencanakan untuk membuat produk sendiri.

Berikut ini adalah 4 jenis sumber pendapatan blog diurutkan dari yang paling tinggi potensi keuntungannya ke yang paling rendah. Mari kita lihat satu persatu :

Membuat produk Sendiri  Mempunyai produk sendiri merupakan pilihan terbaik untuk mendapatkan penghasilan dari blog. Ini karena keuntungannya 100% jadi milik anda, tidak dibagi dengan pihak lain. Ada 2 jenis produk yang bisa anda buat yakni produk digital dan atau produk fisik. Produk digital berarti produk yang tidak bisa dilihat secara fisik, adanya hanya di dalam hard disk komputer anda tanpa bentuk fisik. Berikut ini beberapa contoh produk digital: Ebook; Video khususnya Tutorial;  E-Course atau Kursus online; Webinar (Seminar ala Online); Website atau Blog Membership berbayar;  Jual Foto dan audio; Aplikasi, Template, Plugin; SaaS (Software as a Service);  dan Website (jual-beli website). Beberapa contoh seperti ebook, video, ecourse, sangat mudah proses pembuatannya.Hampir sama seperti pembuatan konten biasa, hanya saja dalam bentuk lain. Membuat produk fisik dan beberapa Contohnya : Buku; DVD, Kursus/kelas; Produk kreatif; Produk manufaktur; dan produk Merchandise.Sebagai blogger, anda sebaiknya punya rencana jangka panjang untuk membuat produk terserah apakah itu fisik atau digital.

Program afiliasi (Affiliate program) Affiliasi marketing dalam artian menjual produk orang lain, kalau anda berhasil menjualnya maka anda akan dapat komisi. Dalam membangun sebuah Blog terbaik di segmennya, tentu akan sangat banyak produk yang laris atau diminati kastamer sesuai dengan segmen tersebut. Nah disinilah posisi anda sebagai seorang ahli pada segmen tersebut akan didengar kastamer terkait suatu produk. Kalau hal ini anda manfaatkan dengan baik, dalam artian tetap memperhatikan kepentingan kastamer, anda dapat memberikan produk yang bisa memecahkan masalah mereka.Kalau produk-produk tersebut laku, maka anda akan mendapatkan penghasilan besar.

[button link=”http://www.bukuperbatasan.com/product/ketika-semua-jalan-tertutup/”]Mau Jadi Penulis Profesional[/button]

Ada beberapa cara anda bisa mendapatkan produk Affiliasi. Pertama, dengan bergabung dengan Affiliate Network. Kedua, dengan cara mencari langsung program afiliasi individu yang ada di pasaran terkait segmen anda. Berikut ini beberapa contoh affiliate network yang populer: Kalau Blog anda berbahasa Inggeris bisa gabung dengan jaringannya Amazon – produk fisik; Clickbank – produk digital; Share A Sale – berbagai produk dan layanan; CJ – berbagai produk dan layanan; Rakuten Linkshare – berbagai produk dan layanan; WarriorPlus, JVZoo – produk internet marketing; Envato – produk untuk web developer dan desain grafis. Untuk jaringan affiliasi Indonesia juga jumlahnya juga tidak sedikit, seperti : Ratakan.com; AsianBrain ; Qlapa ; IDAFF; Zaxaa ; Kirim.Email ; Omegasoft ; iPaymu ; AVG  ; BOC Indonesia  Bali Orange Communications; Cloud Media Biz;  Qwords.com; TipsHamil; Club Sehat; Bhinneka;  Projects.co.id; Lazada; Books&Beyond; MatahariMall.com; Zalora Dll Bagaimana anda menjual affiliasi di Blog, tentu hal itu harus anda lakukan dengan baik, dan disesuaikan dengan visi dan misi blog anda sendiri.

Penghasilan lain yang bisa anda harapkan dari Blog anda adalah dengan memberikan Jasa atau layanan kepada para kastamer anda. Bisa juga dengan menjual jasa yang sesuai dengan Segmen utama blog anda. Misalnya anda punya blog tentang manajemen bisnis, maka anda bisa membuat pelatihan manajemen bisnis atau jasa konsultasi manajemen bisnis. Berikut ini beberapa contoh penjualan jasa yang dapat dilakukan melalui blog: Event Organizer; Web developer; App developer; Desain grafis ; Social media manager; Pembicara; Pelatih/tutor; dan Penulis Dll. Secara umum, harga jasa pada umumnya jauh lebih tinggi daripada harga produk. Meskipun begitu, bukan berarti jasa selalu lebih bagus. Semua itu ada plus minusnya. Misalnya untuk menjual jasa, waktu yang kita keluarkan lebih tinggi daripada produk. Tapi  semua itu tergantung lagi dari keinginan anda sendiri.

Publisher iklan Dalam hal ini Iklan yang saya maksud disini bukan hanya AdSense dan jaringan iklan lain, ada banyak jenis iklan lain yang bisa anda manfaatkan. Berikut ini beberapa jenis iklan: Pay per Post, dibayar untuk setiap artikel yang anda tulis; Text link, iklan berupa link; Lowongan kerja ; Sponsorship; dan Ad Network (AdSense). Bukannya AdSense itu tidak bagus, saya hanya mengingatkan bahwa ada banyak cara memasang iklan di Blog anda dengan penghasilan yang jauh lebih baik dari Adsense. Ada juga hal lain yang perlu anda pertimbangkan. Misalnya kalau tidak ada produk/jasa yang bisa dijual terkait blog anda. Misalnya blog yang berisi konten-konten hiburan atau blog dengan banyak Segmen. Sehingga tidak ada produk yang bisa dijual. Kasus lain, kalau anda punya lebih dari 1 blog sehingga tidak sempat untuk membuat banyak produk apalagi menjual jasa untuk masing-masing blognya. Dalam 2 kondisi ini iklan menjadi pilihan satu-satunya. Tapi semua itu tergantung Anda.

Menulis Dengan Hati, Menulislah Secara Profesional

oleh Harmen Batubara

Mengapa kita harus menulis dengan hati? Mengapa harus melibatkan hati saat menulis. Bukankah menulis itu merangkai kata dan kata, atau apakah saat merangkai kata kata itu lalu kita menghubungkannya dengan hati?  Mari kita coba lihat disekitar kita berapa banyak sampah sampah kertas yang terbuang karena tulisannya, karena isinya tak ingin diingat, tidak berkesan. Atau pergilah ke toko buku, coba amati  berapa banyak buku yang masuk ke toko buku ternama tapi seminggu kemudian masuk ke box buku buku discount dengan label discount 70%.

bisnis onlineSedih juga melihatnya. Padahal penulisannya memerlukan upaya merangkai jutaan kata. Memerlukan bermalam malam bahkan mungkin berbulan-bulan menuliskannya. Bukan sampai di situ saja juga bukan tidak mungkin telah melalui riset yang tidak murah, lama dan melelahkan. Begitu juga dengan editornya;  mungkin sang editor telah bermalam malam begadang serta jelas kurang tidur karena target buku ini harus rampung, harus sudah masuk mesin cetak, dan sudah harus terpajang di toko. Ya banyak sekali buku yang ditulis hanya dengan mengandalkan kata kata, hanya mengandalkan target sesuai kesepakatan atau proposal. Apakah buku itu bisa kita samakan dengan sayur tanpa garam; atau seperti pembuat cake yang gak ngembang; buku yang perwajahannya begitu hambar, membosankan dan memang tidak menarik sama sekali.

Menulis Dengan Hati

Apakah anda setuju kalau menulis dengan hati itu kita sebutkan juga sebagai penulis dengan kemampuan professional?  Memang sih ada juga yang menyarankan agar kalau menulis itu untuk membuat sebuah tulisan yang spesial. Membuat sebuah tulisan yang membuat diri kita dan pembaca lainnya bisa bergetar saat membacanya. Kalau kita lewat ungkapan seperti itu, kita bisa paham bahwa tulisan yang dimaksudkan adalah tulisan terkait kehidupan. Ya kehidupan yang menyangkut siapa saja baik itu hewan, manusia dan seterusnya. Jadi kalau saya perhatikan, yang mereka sebutkan itu menulis dengan hati sesungguhnya adalah menulislah secara professional. Sebab secara logika, tidak mungkin sebuah buku teknik yang terkait dengan prosedur “how to” tentang perawatan mesin kita jadi tergetar dalam membacanya. Tetapi kalau buku teknik itu sudah di susun secara procedural dan professional maka kita dapat mengatakan bahwa penulis buku tersebut sudah berhasil dan sudah sangat professional. Padahal kalau kita lebih peka sedikit saja. Sesungguhnya buku buku seperti itu sudah ada pakemnya. Sudah ada format bakunya. Kalau format itu diikuti secara benar maka akan jadilah ia sebuah buku pedoman atau “guide” yang fungsional dan menarik.penulis koran

Menjadi Profesional

Nah dalam menulis juga begitu.  Semua pengetahuan terkait menulis itu ya harus di pelajari. Ibarat kata nih ye. Kalau membuat tulisan atau artikel ya kita harus tahu dahulu jenis yang mana? Sebab jangan lupa ternyata sebuah artikel itu sangat banyak ragamnya. Ada artikel narasi, eksposisi, argumentasi dll dll Jadi kalau kita berniat menuliskan sesuatu tetapi kita sendiri belum bisa mengklassifikasikan jenis artikel yang akan kita tulis. Maka percayalah, anda akan muter muter saja di sana. Mungkin niat anda mau membuat sedikit ada lelucon, pada hal artikel anda adalah jenis narasi. Ya nggak akan mungkin hidup suasananya. Artinya pengetahuan tentang menulis itu jelas sangat penting. Baru kemudian ketrampilan dalam menuliskannya. Artinya latihan menulis dan menulis.

Memang banyak ahli yang mengatakan kalau ingin menulis ya menulis saja. Tetapi itu bukan berarti anda tidak perlu mempelajari ilmu menulis itu sendiri. Ceritanya bisa begini. Katakan dikampung anda adalah kampung penghasil bambu. Di seluruh desa anda bambu tumbuh dimana-mana. Boleh dikatakan semua warga desa adalah ahli tentang kerajinan dari bahan bambu. Nah kalau demikian ceritranya tentu beda. Sebab secara tidak terasa sebenarnya anda sendiri sudah “ahli” dalam hal perbambuan. Cuma belum trampil. Tapi coba lakukan sesuatu yang berbeda. Coba cari semua buku atau referensi yang terkait dengan bambu dan kerajinan dari bambu, dan kemudian tekuni dan pelajari. Kemudian padukan dengan kegiatan ikut berkarya terkait bambu sesuai dengan kehidupan warga desa anda. Maka percayalah, dalam waktu yang tidak lama. Pastilah anda akan jauh lebih dikenal dan trampil di desa anda.

Nah kalau anda sudah paham dengan ilmunya, dan sudah trampil dengan pekerjaannya maka kalau anda padukan dengan “niatan hati” anda untuk menghasilkan karya bambu yang bermanfaat dan enak untuk dilihat, maka hal itulah yang barangkali disebut banyak orang dengan sebutan berkarya dengan hati. Nah menurut saya menulis dengan hati itu ya tidak jauh beda. Pertama tama pahami dahulu ilmunya. Kemudian latihlah ketrampilan anda lewat latihan dan latihan atau menulis dan terus menulis. Maka pada suatu tahapan anda akan bisa merasakan, bahwa kalau anda mau berkarya dengan hati, maka karya atau tulisan anda akan jadi sebuah karya yang kalau dibaca akan menyenangkan para pembacanya. Kalau anda menuliskan artikel kehidupan, maka anda sendiri dan para pembacanya akan tergetar saat membacanya. Cobalah.

 

Menjadi Penulis di Era Life Style Dot Com

Menjadi Penulis di Era Life Style Dot Com

Oleh harmen batubara

rahasia sukses penulis preneur
penulis life style dot com

Dunia kepenulisan berubah. Dunia Penulis Life Style Dot Com adalah dunia para penulis yang mampu memanfaatkan sarana Dot Com, yang memahami dan tahu perihal SEO terkait penulisan artikel dalam  postingan, sosial media, press release, e-book dll,. Sekaligus berusaha mengusung suatu brand yang akan jadi pusat strategis bagi kepentingan bisnisnya kelak. Sebagai penulis Entrepreneur atau penulis yang sekaligus pebisnis dan bertekat untuk mengembangkan brandnya meski belum tau secara persis akan jadi apa nantinya. Apakah akan jadi expert dalam bidangnya yang bisa sebagai pembicara, nara sumber dan experties sesuai keahliannya atau apa? Era dot com adalah era kehidupan yang memberikan kemudahan kepada siapa saja, selama ia dapat memanfaatkannya. Cobalah bertanya pada diri anda sendiri, sebagai apa anda maunya dikenal oleh alam di sekitarmu. Apakah akan menjadi seorang ahli sesuai bidangmu? Ringkasnya seperti apa nantinya dirimu dilihat orang dalam tiga tahun lagi? Dst dst.

Bayangkan ada jutaan atau ratusan juta pebisnis atau penulis online di dunia maya, bisa anda bayangkan bagaimana sulitnya untuk  bisa menemukan tulisan atau bisnismu di sana; sesuatu yang tidak mudah dan tentu memerlukan suatu usaha yang berkelas; baik dari sisi teknis penulisan ataupun dari sisi SEO nya sendiri. Karena itu pada era dot com anda dituntut dan dapat mengetahui atau setidaknya memahami SEO, anda perlu menguasai atau minimal tahu tentang ilmu marketing, paham akan periklanan, paham akan dunia affiliasi marketing, tahu caranya membuat produk sendiri dan bisa memanfaatkan jejaring sosial. Sebuah upaya yang memerlukan ketrampilan dan pengalaman.

Penulis Era Dot Com

Penulis era dot com adalah penulis yang memahami dunia Life Style Dot Com. Penulis yang sejak awal bertekad melakukan dan memulai usahanya sebagai pusat pelatihan kepenulisan, dan sekaligus pembelajaran bisa berupa marketingnya atau memperdalam ketrampilan pada keduanyanya sementara sang penulis sendiri terus  mengembangkan kemampuannya.  Life style dot com adalah gaya hidup online, era internet, kalau anda penulis atau pebisnis online golongan Pedagang Kaki Lima Online, maka penampilan anda mungkin mirip anak muda keren dengan menjingjing laptop atau netbook ke sana ke mari diatas mobil karapannya, kadang mangkal di café atau di taman kota sekedar mencari hot spot atau jaringan online. Kemudian ia “membuka lapak”, mengecek apakah segala sesuatunya masih berjalan dengan baik. Melihat lihat iklannya di berbagai direktori dan kemudian menjadwalkan pengiriman surat–surat baru (email marketing) pada para pelanggannya. Setelah semuanya diketahui masih berjalan normal dan surat-surat baru telah terjadwal dengan baik ( hanya butuh waktu sekitar 20 -30 menit), setelah itu si anak muda ke Bank terdekat untuk menguangkan chek-cheknya atau melihat secara fakta uangnya di bank yakni dengan membuat print out buku-buku banknya pada minggu terahir.

Setelah itu ia kembali mencari tempat mangkal, bisa jadi di halaman belakang resto yang tengah persiapan makan siang, di sanalah ia mulai menuliskan berbagai artikel yang ia perlukan untuk bahan presentase, atau konten di beberapa blognya, atau meneruskan proyek penulisannya tentang E-book yang tengah Populer terkait Autoresponder murah yang tidak lagi perlu berlangganan seperti autoresponder biasa; tapi cukup satu kali beli dan setelah itu anda tidak perlu lagi bayar apa-apa. Bisa juga meneruskan penulisan bukunya yang merupakan bagian dari bisnisnya secara keseluruhan dll dll. Apa yang menarik di sini adalah bagaimana seorang penulis bisa berperan sebagai penulis pada umumnya, tetapi pada waktu yang sama menjadi seorang pengusaha Online, baik sebagai seorang affiliate, sebagai blogger, atau malah menjual produknya sendiri. Sukur kalau ia bisa berbahasa asing, inggris misalnya, maka pasarnya kian teruka lebar. Gambaran seperti itulah yang kita sebut sebagai penulis Life Style Dot Com.

Kalau anda jujur dengan diri anda sendiri, mana ada sih bisnis yang semudah dan sefleksibel zaman dot com ini? Anda bisa cari dimana saja. Pasti anda tidak akan menemukan, enaknya punya kehidupan yang ditopang sebagai penulis atau oleh bisnis online dengan gaya hidup ala lifestyle dot com. Kalau mereka yang sudah punya nama atau yang bergerak dengan bisnis online gedean, ceritanya lain lagi. Mereka melakukan bisnisnya bisa dari kapal pesiarnya, atau dari hotel berbintang lima di Hawaii atau di Bali. Kantor virtualnya ada dimana-mana, ia cukup melakukan chatting dengan sang manajer operasionalnya, dan setelah semua di ketahui berjalan normal, barulah ia mencek uang pemasukannya untuk kemudian larut dengan upaya mencari ide-ide untuk buku baru atau ide –ide produk baru untuk bisnis online yang lebih menjanjikan. Kehidupan sepertinya begitu menjanjikan. Apakah anda tidak tertarik dengan gaya seperti itu?

Dunia Internet Indonesia

Benang merahnya, adalah bisnis online telah hadir dan membawa peluang besar yang belum pernah ada sebelumnya. Sebuah peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, sejauh mereka tahu ilmunya. Perlu anda ketahui, potensi pasarnya luar biasa. Menurut data Daily Social[1] (DS) Annual Startup Report 2015, data yang didapat dari APJII dan AdPlus mengenai kondisi terakhir pengguna internet di Indonesia, ada sekitar 83,6 juta pengguna internet atau betumbuh sebanyak 33% dibanding akhir tahun lalu. 34% dari angka di atas, menggunakan internet melalui koneksi broadband. Jika melihat populasinya, 28,3% dari total jumlah pengguna internet merupakan pengguna baru yang datang dari generasi lebih tua (40-59 tahun). Sementara 69,3%-nya adalah generasi yang lebih muda dengan rentang umur di 20-39 tahun.

Lebih dari jumlah pengguna internet, di Indonesia terdapat sekitar 281,9 juta pengguna aktif ponsel atau sekitar 113% dari total populasi masyarakat Indonesia. 99%-nya adalah prepaid costumer. Dari jenigadget yang digunakan, ponsel masih mendominasi denga jumlah 85% pengguna. Disusul oleh netbook sebanyak 32%, tablet 14%, dan desktop sebanyak 13%.

Karena itu, memulai dan mengembangkan bisnis internet Anda sendiri adalah salah satu cara terbaik saat ini yang bisa memberikan anda berbagai keuntungan, baik dalam permodalan, pengoperasian serta mampu memberikan anda kesempatan untuk memiliki lebih banyak penghasilan, fleksibilitas, gaya hidup dot com. Nah kalau anda sebagai penulis, tentu zaman seperti ini adalah zaman yang penuh dinamika yang bisa membuat anda bisa jadi apa saja hanya dengan bermodalkan Laptop dan jaringan internet dan tentu saja kualitas kemampuan anda sebagai penulis atau pebisnis online.

Bayangkan di meja anda seolah dihadirkan rung buku atau referensi yang besarnya lebih besar dari lapangan sepak Bola Gelora Bung Karno? Yang benar? La iyalah. Coba anda bayangkan betapa hebatnya layanan informasi yang bisa anda dapatkan lewat Google (www.google.com), Bing, Yahoo dll. Coba ketikkan apa saja di Search engine Google misalnya, maka dalam hitungan detik anda akan disuguhi ratusan juta info terkait apa yang anda mintak, itu bermakna ratusan jutaan lembar buku, yang kalau anda masukkan dalam satu ruangan; sungguh tidak terbayang betapa besarnya ruangan yang anda perlukan. Kehidupan Life Style Dot Com benar-benar informasi Dunia ini ada dalam jinjingan tangan anda; ruaarrr biasa. Kalau kita tidak bisa memanfaatkannya, maka sungguh yang rugi itu siapa?

[1] Sumber- http://marketeers.com/article/inilah-overview-pasar-internet-indonesia-di-2015.html

[google376d534bc5eabe5f.html]

5 Cara Menulis Karangan Cerita Yang Menarik

5 Cara Menulis Karangan Cerita Yang Menarik

Oleh harmen batubara

Cerita yang menarik adalah cerita yang bermakna dan memang seolah real adanya. Tetapi karena cerita yang menarik dan riel itu susah didapatkan secara apa adanya, maka yang termudah untuk membuat tulisan yang menarik itu, ya dengan mengarang cerita itu sendiri. Kalau anda suka membaca atau mendengarkan cerita maka sesungguhnya hal itu sudah memperkaya kemampuan anda untuk mengarang sebuah cerita. Tetapi untuk menjadikan sebuah cerita itu menarik, maka tetaplah harus ada pesan moralnya; harus ada manfaat bagi sipembacanya.Penulis

Cerita yang menarik adalah cerita yang realistis, realistis di sini adalah yang hidup, yang hidup itu ya yang riel. Kalau anda menceritakan seorang tokoh yang kaya, ya anda harus menceritakan seorang tokoh yang kaya. Baik dari banyaknya uangnya, berapa bank yang mengelola uangnya; seperti apa rumahnya; apakah ia tinggal di mension, di apartemen mewah atau di istana; apa saja merk mobil pribadinya dan ada berapa;bagaimana caranya menikmati uangnya; dimana saja tempatnya berlibur dll. Intinya harus realistis, harus masuk akal. Kalau tidak maka cerita itu akan gersang. Nggak ada emosinya.

Karena itu karakter sangat berperan dalam sebuah cerita. Setiap penulis harus kuat dalam melahirkan karater tokoh-tokohnya. Karakter adalah salah satu bagian utama yang bertanggung jawab untuk menjalankan skenario yang telah ditulis. Bisa dibilang karakter adalah bagian vital dari sebuah cerita. Karakter atau tokoh, sering menimbulkan problematika tersendiri bagi tiap penulis. Karena apa? Karena sering kali keutuhan penokohan itu kurang terdeskripsi dengan akurat oleh penulis. Semakin utuh rinci, semakin akurat penjelasan tentang tokoh, maka semakin nyata dan hidup lah tokoh dalam cerita itu.

Berikut ini beberapa poin penting untuk membuat tokoh-tokoh dalam tulisanmu semakin nyata.

Pertama – Gambarkan Tokohmu secara Jelas  Untuk memahami lebih dalam karakter tokoh yang akan kita critakan itu paling mudah jika dimulai dengan mendeskipsikan fisik mereka. Mulailah dari atas hingga ke bawah. Kamu bisa memulai dengan mendeskripsikan rambutnya. Apa warna rambutnya, tipe rambutnya bagaimana? Keriting, lurus, bergelombangkah?, atau coba kaitkan dengan tokoh pesohor yang sudah ada. Misalnya seperti rambutnya Iwans Fals; yang penting sesuaikan dengan tokoh yang ingin anda tokohkan. Misalnya kalau tokoh itu memang seorang penyanyi legenda, ya carilah padanan yang disukai atau dibenci  oleh orang awam yang akan jadi pembaca cerita anda. Lalu merujuk ke mata. Sipitkah? Besarkah? Adadak keteduhan di sana atau malah setajam mata elang ketika menatap lawan bicaranya? Kemudian pipi, hidung, bibirnya? Pinggangnya, perut buncit atau berimbang; kakinya kecil atau besar. Bagaimana dengan postur? Tinggi? Kurus? Gemuk? Berotot? Kamu bisa juga deskripsikan bagian tubuh mana yang paling disukai dan dibenci tokohmu. Pendeskripsian ini sejak awal sudah harus jelas; kalau perlu anda harus membuat gambarannya. Namun demikian dalam penulisannya nanti, bisa dijelaskan setahap demi setahap sesuai dinamika cerita.

Kedua-Pendeskripsian bahasa tubuh secara tepat-Menggambarkan gaya body language atau gesture dalam penggalian karakter sangat penting dalam berceritra. Kemampuan menuliskan gaya tubuh para tokoh sangat membantu para pembaca dalam menikmati ceritanya. Kalau tokoh yang anda tampilkan itu misalnya adalah seorang perokok berat; maka anda harus dapat memvisualkannya dengan kata-kata yang pas, sehingga para pembaca anda akan melihat tokoh itu memang “ tokoh real” dari seorang perokok berat. Sehingga dalam paragrap yang kamu tulis terlihat gaya seorang perokok berat asli.  Bagian ini bisa kamu gunakan untuk memperjelas apa yang sedang dilakukan sang tokoh di dalam paragrapmu. Gerakan-gerakan yang dimaksud di sini umumnya mencakup ekspresi wajah dan gerak-geriknya yang nanti butuh kamu munculkan berkali-kali dalam tulisanmu. Misalnya, tokohmu punya kebiasaan melempar asbak ke muka anakbuahnya takkala ia jengkel luar biasa. Atau bisa juga mengetuk-ngetukkan rokoknya di meja saat gugup, atau menggerak-gerakkan kakinya saat sedang tegang, membelalakkan matanya saat dia sedang berbicara menggebu-gebu, menaikkan satu alisnya saat tidak yakin dengan apa yang dikatakan orang lain dll.

Ketiga- Deskripsikan barang-barang kesayangan atau property lainnya yang dimiliki tokohmu. Ingat penokohan dalam sebuah cerita adalah refleksi dari kehidupan manusia. Karena itu dalam menuliskan terkait tokoh atau lakon harus juga tergambarkan kedekatan atau kesenangan mereka terkait barang-barang atau pernak pernik disekitar mereka. Misalnya tokohmu itu ternyata seorang yang senang dengan “cerutu” apalagi cerutu dari Havana. Malah ternyata tokohmu itu masih menympan cerutu pemberian Fidel Castro saat beliau berkunjung ke Havana. Bisa juga, tokohmu ternyata adalah seorang fashionista yang memiliki brand favorit dari merk merk kelas dunia, atau tokohmu memiliki sebuah topi butut yang merupakan hadiah dari pacar pertamanya dan selalu dipakainya; atau tokoh yang suka memakai celana belel yang menjadi ciri khasnya, suka pakai bando telinga kucing, fanatik dengan warna tertentu sehingga hampir semua barangnya berwarna serupa itu.

Berbagai barang atau pernak pernik itu bisa meliputi rumah, kendaraan, dan sebagainya. Misalnya kamu akan mendeskripsikan dimana tokohmu tinggal. Tinggal dirumah, apartemen, kos, atau masih ikut mertua indah. Gambaran itu harus realistis pada zamannya. Jangan sampai ada pertentangan antara imajinasi dan realitas. Jika sudah memiliki rumah, apakah dia mendapatkannya dengan KPR atau langsung bayar tunai saat membeli? Lalu apakah tokohmu punya kendaraan pribadi? Dia punya motor atau mobil? Apakah masih kredit atau sudah lunas? Beli sendiri atau masih dibelikan orangtua? Atau diam-diam tokohmu malah menyimpan banyak investasi dalam bentuk saham reksa dana dll

Keempat – Gambarkan hobi dan Setting Ceri sangat diperlukan beberapa kalimat untuk menuliskan latar belakang sang tokoh hingga dia menjadi ‘sekarang’ (menjadi seperti saat ini di cerita). Jangan bertele-tele dan fokus saja tentang arah hidup sang tokoh. Karena ini cerita tentang kehidupan, maka tokoh-tokoh itu juga harus realistis. Mereka mempunyai barang-barang ke sayangan dan juga hobi. Nah, jadi kamu pun harus bisa menjelaskan hobi dari tokohmu. Jangan sampai hobby itu tidak sesuai setting cerita. Kasarnya tokohmua suka foto selfie saat dia remaja pada kehidupan tahun 90an? Jelas anggak realis kan? Mana ada HP bisa foto selfie kala itu.  Mungkin tokohmu itu adalah seorang pemburu “babi hutan”? Maka umumnya mereka sangat erat dengan model-model senjata laras panjang model para pemburu professional. Pasti ada model kelas Amerika, kelas Hollywood, perbakin dll yang menggambarkan bahwa tokoh itu adalah pemburu berkelas. Hingga berbagai stiker dan gambar senjata ada tertempel di kaca mobilnya, di bajunya, di jaketnya dll. Akan lebih bagus juga kalau suatu ketika anda menuliskan betapa senangnya tokoh mu itu dalam menggeluti hobbynya.

Kelima- Seperti apa kepribadian tokohmu itu? Setiap tokoh memiliki kepribadian tersendiri. Karena itu ada baiknya anda juga membaca terlebih dahulu buku-buku terkait kepribadian ini. Maksudnya agar anda tidak terjebak dalam menggambarkan realitas kepribadian tokohmu. Sebab ini tergolong penting. Kepribadian itu jiwanya tokoh. Karena itu kamu wajib menentukan terlebih dahulu apakah tokohmu itu seorang introvert, ambivert, atau ekstrovert? Jangan sampai seseorang yang suka teledor, tetapi malah tergambarkan berpenampilan rapi? Atau sebaliknya. Apakah tokohmu perfeksionis?, melankolis, plegmatis, atau sanguine? Cerewetkah? Pendiamkah? Suka mengatur atau bossykah? Penakut? Pecundang? Pemberani? Ataukah karakter tokohmu memiliki watak licik? Jahil? Jaim? Humoris? Konyol? Atau malah Bedeguk?

Penentuan kepribadian tokoh ini akan memperkuat gambaran emosi yang muncul dari tulisanmu; kare itu ia sama pentingnya dengan menentukan apakah karakter yang kita ciptakan berjenis kelamin lelaki atau perempuan. Karena perbedaan dan persamaan karakter dalam ceritamu adalah pemicu lahirnya perbedaan emosi, timbulnya persoalan  konflik. Penentuan karakter tokoh akan berimbas pada perilaku sang tokoh, gestur yang mereka tunjukkan, tingkat emosi mereka. Bagi para penulis maka penokohan adalah penentu jalannya cerita. Menarikkah, membosankan kah dll.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah  Latar belakang kehidupan tokoh-tokohmu. Untuk memberikan gambaran yang utuh maka jagan lupa untuk menjelaskan juga berbagai hal tentang latar belakang tokoh-tokohmu. Hal ini akan menentukan jalannya emosi pada saat-saat kritis. Bagaimanapun gilanya seorang tokoh umumnya itu bisa muncul tidak lepas dari latar belakang kehidupan mereka sendiri. Tokoh yang keras, kepala batu pasti ada kaitannya dengan kehidupannya di masa lalu. Begitu juga sebaliknya.

Ingat dalam meramu jalan ceritamu, kamu harus berperan sebagai seorang seniman pemahat. Tidak ada pahatan yang sekali jadi. Dia harus bertahap, mulai dari yang kasar, halus dan halus. Begitu juga dalam menulis, menulis adalah menyajikan kata dan kata-ia bagaikan ramuan-yang terus menerus diasah dan diolah sehingga bisa melahirkan untaian paragarap demi paragrap, yang menjadi kalimat demi kalimat yang menari dalam menguraikan ceritamu. Jangan pernah bermimpi menulis sekali jadi. Kecuali anda seorang penulis jenius, yang mampu merangkai kata dalam satu kelebatan tulisan. Sebab kemampuan seperti itu ada. Tapi sangat langka.