Mau Jadi Penulis Profesional, Jadilah Penulis Sejati

Mau Jadi Penulis Profesional, Jadilah Penulis Sejati

Paket 3 Buku Penulis Profesional Best Seller

Oleh harmen batubara

Pernahkah terlintas dalam pikiranmu bahwa penulis terkenal, punya nama, kaya secara material dan hidup ala selebriti di berbagai dunia panggung sebenarnya hanyalah penulis biasa saja. Penulis yang siapa saja sebenarnya bisa menuliskannya. Anda pasti ingin klarifikasi? Masa Sih? Cobalah perhatikan. Berbagai  tayangan live Show  di Televisi, terserah  apa genrenya, ada banyak  penggemar dan berhasil menghasilkan “bintang” bintang  tenar, kaya raya dsb dsb. Apakah tayangan atau show itu memang bagus? Nope! Belum tentu? Memang ada yang bagus tetapi lebih banyak lagi yang biasa-biasa saja. Lalu apa intinya? Ya lihatlah industeri yang melahirkan bintang dan mega bintang nya itu. Merekalah yang punya hajat, merekalah yang punya “selera” dan merekalah yang menentukan mana bintang yang Top dan mana yangTop sekali.

Nah di sanalah bedanya. Kalau banyak anak muda yang ingin jadi penulis Idola, berkarya, dan kaya raya maka jadilah bagian dari “pentas Show” yang diusung oleh industeri penerbitan. Bukan apa-apa. Karena begitu mereka berhasil menjadikan sebuah buku “Booming”, maka perhatikanlah hanya dalam hitungan minggu akan muncul lagi buku-buku baru yang lebih hebat, yang lebih “booming” dari yang sebelaumnya. Padahal hanya dalam tenggat waktu yang demikian terbatas?  Kapan Penulisnya bisa menuliskannya? Karena mesin industeri penerbitan itu bekerja, mereka mampu mendikte selera; anda kalau tidak membaca buku terbitan mereka, pasti anda tergolong kuno. Nggak tahu jaman, nggak gaya, nggak ngarus dst dst. Hanya satu tindakan yang harus anda ambil. Membeli buku mereka, dan menyebut sang Penulisnya sebagai “penulis hebat, penulis cerdas” yang dilahirkan zaman. Kalau anda berani menyebut yang sebaliknya, maka anda pasti dibilang tidak punya akal sehat dan anda memang orang yang tidak bisa mengikuti zaman. Itulah dunia panggung. Industeri memang harus mampu membuat panggung- panggung yang melegenda. Tanpa itu rasanya sepi. Masalahnya? Apakah anda berada dalam “radar” mereka? Kalau tidak ya anda hanya akan jadi sekedar penulis professional. Memang tidak kaya sekali, tetapi anda layak hidup seperti para professional lainnya. Mungkin tulisan ini akan sedikit banyak bisa membantu anda untuk menjadi penulis professional.

Tahu Selera Pasar

Penulis Yang Tahu Selera Pasar   Tapi jangan salah persepsi, setiap segmen ( niche) mempunyai pasarnya sendiri-sendiri. Ada pasar yang ramai, tetapi hanya diminati oleh para pembaca yang menengah ke bawah. Sebaliknya ada juga segmen yang sebenarnya tidak banyak peminatnya, tetapi umumnya disukai oleh mereka yang punya daya beli. Dan banyak lagi ragamnya. Sekarang memang semua sudah ada “perangkat” atau “tool” yang bisa membantu anda. Anda bisa membaca selera pasar pada segmen yang anda suka lewat “Google” jelasnya “Google Keyword Planner” atau berbagai software yang memungkinkan anda tahu dengan benar, seperti apa sebenarnya “realitas” segmen yang akan anda kan tulis.

[related_posts limit=”3″ image=”http://www.bukuperbatasan.com/wp-content/uploads/2018/10/cover-konflikbtsa21D85-787×300.jpg”]

Begitu anda happy dengan segmen yang akan anda tulis, maka lakukanlah Riset perihal segmen yang akan anda tulis. Riset di sini adalah lewat “dektop” publishing artinya riset lewat berbagai tulisan Online terkait segmen yang akan anda tulis tersebut. Ingat kalau melakukan riset, perhatikan obyek yang anda riset; pilih juga kredibilitasnya.  Anda harus telaten saat dimana anda memanfaatkan data apa adanya dan pada saat yang mana harus memilih data dari sumber-sumber yang punya kredibilitas. Misalnya dari kalangan penerbit atau harian yang sudah punya jam terbang puluhan tahun; dari data atau publikasi kalangan universitas ternama; serta publikasi yang bisa anda yakini kredibilitasnya. Kemudian yang juga tidak kalah menariknya.  Apakah nantinya anda dalam menerbitkan buku tersebut hanya mengandalkan pada para penerbit “Mayor” yang memang hidupnya hanya dari dunia penerbitan Buku? atau anda terbitkan sendiri lewat pola “Selfpublishing” yang memadukan website pribadi, website toko Online sendiri serta memanfaatkan website mall; seperti Bukalapak com, Tokopedia com, Lazada, Alibaba, Amazon com Dll. Anda bisa memanfaatkan berbagai media website anda sendiri dengan kombinasi website pro yang memang sudah ada di pasar yang bisa anda manfaatkan secara gratis.

Disiplin dan Mampu Memotivasi Diri

Seperti kata seorang sahabat, kalau masih menulis hanya dengan mengandalkan mood, pertimbangkan ulang cita-citamu untuk jadi penulis profesional! Karena bagaimanapun tak bisa hanya mengandalkan mood. Penulis yang profesional memperlakukan aktivitas menulisnya sebagai sebuah pekerjaan yang tetap harus dilakukan setiap hari, tanpa peduli mood dan situasi hati. Tak peduli habis patah hati, gagal ujian, atau baru saja bertengkar dengan pacar, atau isteri dan tak ada alasan untuk tidak menulis. Ada banyak hal yang orang lupa kalau melihat dunia seorang penulis. Ibarat rutinas seorang prajurit professional, menulis juga harus punya jadwal-jadwal yang sudah tersusun dan telah dipraktekkan dengan baik. Seorang prajurit kegiatannya dikerangkakan oleh waktu dan waktu. Jam 06.45 dia sudah harus apel pagi ( apel nya memang jam 07.00 tapi dia sudah harus di posisi apel 15 menit sebelumnya, itu berarti sudah harus bangun jam 04.30). Kegiatan Apel pagi diikuti dengan rutinitas senam pagi, dan nanti baru selesai jam 08.00 Kegiatan berikutnya sesuai dengan tugasnya masing-masing sampai Isoma ( istirahat Sholat makan siang) pada Jam 13.30. Kegiatan berikutnya sampai Jam 15.00. Diikuti Apel Siang.Jam 16.00-17.30 kegiatan ekstra;  Jam 21.00-21.30 Apel malam dst dst.

Dalam kerangka waktu yang seperti itulah mereka membina kesegaran atau kesemaptaan tubuh, ketrampilan bela diri, kemampuan profesionalnya dst dst. Kehidupan seperti itu sudah jadi suatu ritme. Dalam garis besarnya mereka mempunyai waktu –waktu yang bervariasi sesuai satuannya masing-masing. Yakni waktu untuk penugsan di lapangan; waktu untuk pendidikan ; dan waktu penugasan di satuan. Kalau di lapangan biasanya mulai dari 3 bulan-satu tahun penugsan; pendidikan biasanya tergantung jenis dan tingkatannya dengan durasi satu bulan-satu tahun. Dengan cara itulah mereka menempa diri hingga akhirnya jadi prajurit professional. Polanya bisa jadi tidak sama persis, tetapi seperti itulah garis besarnya. Saya tahu itu, karena saya ada di lingkungan itu selama 30 tahun.

Begitupulalah seorang penulis, dia harus mempu membuat kerangka kerjanya, kerangka cara dia meningkatkan kemampuan profesi kepenulisannya sendiri, dan juga menjaga kebugaran tubuhnya. Bisa dibayangkan kalau model penulis yang dalam satu hari bisa duduk di depan Laptop 6-7 jam disamping seruputan minum kopi. Kalau dia tidak menyediakan waktunya untuk melatih kebugaran tubuh minimal satu jam per hari. Maka percayalah dia akan tidak pernah sampai di sana (jadi penulis professional). Hanya dalam tubuh yang sehatlah maka akan muncul kemampuan menulis yang baik dan professional. Bahwa penulis itu selama ini dipersepsikan seperti kehidupan seniman, yang bekerja hanya kalau lagi mud, penuh sensasi dan berbagai atribut kesenimanan lainnya. Percayalah itu semua hanya sebuah persepsi yang keliru. Penulis professional itu justeru hidupnya penuh disiplin, bahkan melebihi disiplinnya seorang prajurit. Kenapa? Karena dia harus mampu mengatur jadwalnya sendiri. Mengatur strategi bagaimana ia mendapatkan penghasilan; bagaimana ia meningkatkan kemampuan profesionalnya dan menjaga stamina tubuhnya sendiri dan membina keluarganya. ( Berambung  Mau Baca Klik Di Sini )

 

Pengalaman Jadi Penulis Harian Koran Lepas

Oleh Harmen Batubara

Mengirimkan artikel ke Koran atau umumnya kolom opini di media massa, mungkin menjadi dambaan bagi para penulis. Entah menulis untuk  koran berskala nasional atau pun lokal, yang jelas ada prestise tersendiri bagi penulisnya serta kepuasan berbagi perspektif pada masyarakat. Namun demikian, kita harus punya perhitungan, sebab kita akan bersaing dengan banyak penulis profesional. Keraskah persaingan itu? Jawabnya tentu relative. Kalau tulisan anda memang bagus dan berkualitas serta pada waktu yang tepat, maka kemungkinan artikel anda untuk dimuat besar sekali. Tetapi apakah itu suatu jaminan? Tentu tidak, sebab pada ahirnya yang berhak menentukan dimuat tidaknya tulisan anda tersebut tergantung Redaksi dan Pimpinan Redaksinya.

7 Cara Menulis Yang Disukai Koran

Dalam upaya menulis di media arus utama ini, kita perlu banyak belajar dari penulis lain tentang keberhasilan mereka menembus media massa. Yakni dengan membaca artikel-artikel mereka serta memperhatikan waktu artikel tersebut dimuat.  Salah satu rubrik paling polpuler adalah opini, dimana banyak penulis profesional begitu antusias menulis di sini. Karena itu, saya ingin mengatakannya di sini, bahwa mencoba kemampuan menulis anda bisa diukur dari sisi ini. Meski demikian bukan berarti sebuah tulisan yang tidak bisa dimuat di suatu kolom opini Surat Kabar berarti tulisan tersebut jelek. Dalam hal ini ada terpaut soal selera. Tetapi sebagai calon penulis professional hal seperti ini bisa jadi pertanda. Mampukah anda membuat tulisan dan dimuat di Koran tersebut. Mulailah berjenjang, urutkan dari Koran kecil di kota anda, kemudian ke kota tetangga dan seterusnya hingga Koran terbaik di negeri ini. Menurut saya ide seperti itu akan mampu menumbuhkan adrenalin kepenulisan anda, dan itu sesuatu yang menarik.

Saya pernah berada pada kondisi seperti itu, tetapi motivasinya berbeda. Waktu tahun-tahun 70 an saat masih mahasiswa di UGM Yogyakarta, saya berjuang untuk bisa menjadi penulis Koran demi mendapatkan honornya. Saat itu belum ada computer, belum ada wifi dan kehidupan Online. Yang ada barulah mesin tik dan Tip Eks sebagai penghapusnya. Di tengah berbagai keterbatasan dan kegiatan perkuliahan, saya melakukan pelatihan menulis dengan otodidak ( Kisah selengkap nya sobat bisa lihat dibuku saya: Ketika Semua Jalan Seolah Tertutup… Menulis Malah Memberiku Semuanya). Hasilnya setelah enam bulan berjuang barulah satu tulisan saya dimuat di Koran  Dua Mingguan Eksponen di jalan KH Dahlan-Yogyakarta. Senangnya bukan main.

Dua bulan berikutnya, hampir semua Koran nasional sudah menerbitkan artikel-artikel saya. Yang Paling melegakan, saya dapat mempertahankan penghasilan honor dari tulisan saya tiap bulannya antara 17-35 ribu rupiah. Sutau capaian yang tidak sederhana. Saya masih ingat anak bupati yang kostnya di Realino waktu itu wesselnya baru sebesar Dua puluh lima ribu rupiah. Harga beras per Kg baru tiga puluh rupiah. Jadi harga satu artikel di harian Nasional seperti Kompas-Sinar Harapan dan Surabaya Post waktu itu bervariasi antara 17,500 sampai 30,000 rupiah atau setara dengan 580 kg -1000 kg beras ukuran sedang, sementara Koran Lokal seperti Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat dan Suara Merdeka bervariasi antara 1500-2500 rupiah. Berkaca dengan pengalaman ini maka menjadi penulis professional adalah soal kemauan.

Pakailah Tip Sederhana Ini

Inilah beberapa tips atau kiat yang umumnya dilakukan para penulis pemula, sehingga tulisannya berhasil menembus media. Di antaranya;

Perhatikan gaya penulisan media tersebut. Demikian juga dengan gaya penulisan opininya di koran tersebut, sebab masing-masing media mempunyai standar dan selera penulisan yang berbeda.

Topik Aktual. Koran terbit setiap hari, isu berubah setiap saat. Untuk menulis topik aktual, tantangannya adalah  untuk tidak hanya mengerti isu-isu terdahulu tapi juga memprediksi isu yang akan datang. Karena itu mengikuti isu yang tengah berkembang di media tersebut, namun bukan semacam berita melainkan opini dengan berbagai perspektif. Sebagai penulis opini, kita dituntut cermat menghadirkan perspektif baru untuk mengurai persolan yang tengah terjadi bahan penulisan melalui tersebut tersebut.

Ide Orisinal, Bukan Plagiat atapun Kompilasi. Terka dang data didapat dari tulisan lain. Tapi yang perlu diperhatikan, jangan sampai data itu justru menjadi yang utama dalam tulisan. Kembangkan ide terlebih dahulu baru kemudian data mengikuti.

 Argumentasi Logis.Logisme adalah syarat mutlak supaya ide dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Karena, tujuan menulis sejatinya adalah untuk menyumbangkan solusi dan tidak bertele-tele. Kurangi kata ‘kita’. Karena kata ‘kita’ mengesankan tulisan tersebut adalah tajuk rencana atau tulisan untuk meyapa redaksi. Sebut saja saya atau penulis kecuali kalau sifatnya memang sudah common sense.

Mengikuti Aturan.Perhatikan betul ejaan yang digunakan. Perhatikan pula aturan yang ditentukan oleh redaksi, misalnya: jenis tulisan, jumlah karakter, margin, spasi, dan seterusnya. Sebaik-baiknya tulisan tapi jika tidak mengikuti aturan tetap akan ditolak oleh redaksi. Kemudian menggunakan Bahasa yang Sopan.Keba nyakan media kini menerima tulisan melalui e-mail. Karena kemudahan ini, terkadang kaidah dan etika menulis surat terabaikan. Tulislah isi e-mail dengan sapaan kepada redaksi dan berisi maksud e-mail tersebut dengan bahasa yang sopan. Dengan begitu, redaksi jadi lebih merasa dihormati.

Perbanyak referensi. Sebuah tulisan akan sulit meyakinkan redaksi kolom opini jika referensinya kurang meyakinkan, entah itu sebagai data penguat, atau teori yang digunakan dalam menopang perspektif tulisannya. Meski referensi yang berlebihan juga pasti akan menyebalkan, dan itu tentu tidak disukai.

Afiliasi dalam sebuah lembaga atau organisasi. Biasanya, background seorang penulis opini juga dipertim bangkan. Hal ini bisa dimaklumi, misalkan anda seorang peneliti dari lingkungan Kementerian Pertahanan. Meskipun apa yang anda tuliskan sebenarnya tidak jauh beda dari penulis lainnya, tetapi latar belakang anda dari Kementerian terkait telah mempunyai nilai tersendiri bagi mereka. Lagi pula Harian tersebut ada juga keinginan untuk melahirkan penulis dari lingkungan Kementerian Pertahanan. Dari pengalaman penulis sendiri, sering terasa ada perhatian dari Redaksi terkait dimana posisi penulisnya. Saya masih ingat takkala penulis melakukan penegasan batas antara Indonesia dan Papua New Guinea, semua tulisan yang saya kirimkan dari lokasi tersebut dimuat oleh media yang saya kirimi. Begitu juga pada saat saya melaksanakan Kuliah Kerja Nyata, semua tulisan-tulisan dari lapangan tersebut dimuat oleh media yang saya kirimi. Kesan saya waktu itu, redaksinya seperti ingin membantu penulisnya. Dengan kata lain latarbelakang si penulis termasuk sesuatu yang jadi pertimbangan redaksi.

Juga jangan lupa untuk melampirkan data diri penulis. Syarat yang satu ini juga penting. Jangan lupa cantumkan scan KTP atau tanda diri lainnya seperti nomor NPWP, nomor rekening (biasanya ada honor untuk penulis), dan foto diri . Untuk syarat seperti ini, biasanya agak berbeda antara Koran yang satu dan lainnya, karena itu perlu disesuaikan dengan permintaan media bersangkutan.

Mau Menjadi Penulis Profesional?

oleh harmen batubara

apenulisPro

Sekarang ini menjadi penulis sepertinya pekerjaan yang menarik dan kian hari makin banyak diimpikan anak muda Indonesia. Munculnya para penulis baru yang sukses dengan karyanya, dibumbui dengan keleluasaan waktu yang ditawarkan oleh pekerjaan ini, hingga kesempatan untuk meluapkan kreativitas membuat profesi penulis kian memikat banyak calon penulis.

Menjadi penulis tidaklah seenak yang anda bayangkan. Jika memang ingin menjadikan menulis sebagai sebuah pekerjaan, tentu banyak cara untuk mencapainya. Pertama dan yang penting sebaiknya menulislah, terkait hal hal yang anda senangi dan tulislah sesuai imajinasimu. Tentu saja tulisan itu akan menarik bagimu, dan juga yang satu selera denganmua. Tapi kalau ingin tulisanmu banyak dicari dan dibaca orang lain. Maka tentu saja, anda harus peka dengan selera para pembaca anda.  Karena itu, sebelum menghasilkan sebuah karya anda perlu membaca selera pasar, menetapkan target pembaca yang ingin di jangkau, hingga memastikan bahwa plot cerita atau nonfiksi yang anda buat memiliki sesuatu yang menarik dan berbeda dari penulis lain.

Tidak hanya berhenti di proses membaca pasar dan mencari ide, setelah karyamu selesai pun anda masih perlu mengatur strategi. Sebagai penulis, penting bagimu untuk terus berinteraksi dengan pembaca. Loyalitas mereka untuk membeli karyamulah yang akan menentukan masa depanmu di dunia kepenulisan. Anda wajib memutar otak untuk menemukan cara komunikasi yang paling baik. Bisa lewat blog, jejaring sosial, hingga acara kopi darat dengan pembaca setia. Tapi hal seperti itu, sudah menjadi bagian dari pemasaran. Kalau anda masih bergulat untuk menjadi penulis. Ya menulis saja dahulu.

Harus Tahan Banting. Jalan untuk menjadi seorang penulis yang berhasil tentu berbeda antara yang satu dengan lainnya. Bagi seorang seleberiti, sudah punya nama. Dia bisa memanfaatkan para penulis Ghost Writer untuk menuliskan bukunya dan dengan nama yang sudah tenar dan terkenal, maka bukunya juga bisa sukses dan menjadi tambahan penghasilan yang menarik buatnya. Tetapi sebaliknya bagi mereka yang belum punya apa-apa. Dalam artian belum punya “nama” , belum dikenal orang maka menulis adalah jalan panjang tiada tara.

Jadi jangan heran. Hanya Orang-Orang yang Tahan Banting dan Punya Komitmen Tinggi yang Bisa Bertahan Jadi Penulis. Bagi mereka. Menulis sebenarnya tak lebih ringan dari sebuah pertandingan marathon perlu tekad dan daya tahan. Bagi golongan ini. Menulis bukanlah pekerjaan yang ringan. Penulis Jepang Haruki Murakami, menurutnya penulis itu diibaratkan sebagai seseorang yang sedang mengikuti pertandingan lari maraton. Demi mencapai garis finish, seseorang harus cerdik mengatur tenaga agar tak kelelahan di tengah jalan. Juga perlu latihan panjang yang tidak kenal bosan dan melelahkan. Bagi mereka yang tergolong seperti ini. Proses menyelesaikan sebuah naskah tulisan memang tidak lebih ringan dari pertandingan maraton. Padahal bagi yang lainnya. Menulis itu tidak ada bedanya dengan bertutur. Dia cukup menceritakan idenya di depan alat perekam. Kemudian memberikannya pada penulis lain untuk menuliskan ulang untuknya. Setelah koreksi di sana dan sini, maka jadilah ia sebuah karya yang tidak kalah menariknya.

Saat anda menulis sebuah novel dengan latar belakang negara lain yang belum pernah anda kunjungi, misalnya. Demi mendapatkan gambaran yang tepat dan otentik, anda harus membuka Peta, rajin membaca informasi yang berhubungan dengan negara tersebut. Cari berbagai info yang menarik terkait wilayah tersebut, cari info yang spesifik. Usahakan lihat film-film terkait wilayah dan perhatikan budayanya. Cermati juga blog –blog negeri itu dan ambl berbagai info menarik darinya. Setelah punya gambaran yang jelas, maka barulah tuliskan karya anda terkait wilayah atau adat istiadat di wilayah itu. Cara seperti ini jelas memelukan proses. Proses menulis tidak jarang membutuhkan tenaga dan komitmen yang sungguh-sungguh. Untuk menjadi penulis yang bisa konsisten menghasilkan karya, anda harus rela bekerja keras untuk terus menulis. Nah! Masalahnya, kalau anda punya sesuatu untuk dimakan selama proses kreativitas menulis anda; tentu tidak ada masalah. Tapi kalau sambil menulis dan cari penghasilan? Tentu polanya beda lagi.

Anda Perlu membaca Buku : 7 Cara menulis Artikrl Yang Disukai Koran

Jangan Menyerah  Seburuk apapun hasil tulisanmu, teruslah menulis! Kata para sesepuh penulis. Setiap penulis pasti pernah mengalami writer’s block, yaitu sebuah kondisi dimana penulis kehilangan semangat dan ide untuk melanjutkan tulisannya. Writer’s block bisa disebabkan oleh kondisi penulis yang mungkin sedang memiliki banyak masalah pribadi, bisa juga datang karena kejenuhan setelah penulis lama berkarya tanpa pernah mengambil jeda untuk meliburkan otak, khususnya bagi mereka yang belum kuat pondasi ekonominya. Menulislah terus, tak peduli seberapa buruk hasilnya nanti. Bagi seorang penulis profesional, menuliskan seuatu yang buruk masih bisa diperbaiki lewat proses editing di kemudian hari. Tapi, menyerah pada keengganan diri adalah sebuah bentuk kekalahan.

Kenalilah pembacamu, Belajarlah Bicara Dengan Bahasa Mereka. Kalau sudah berniat mau menjadikan menulis sebagai sebuah pekerjaan jelas, anda harus lebih peduli tentang cara anda menuliskan karyamu. Anda tidak lagi menulis hanya untuk dirimu sendiri. Kini anda menulis untuk orang lain yang rela mengeluarkan uang demi menikmati hasil karyamu. Maka, jadi kewajibanmu untuk menghibur mereka! Jangan lelah untuk mengenali pembacamu. Search judul tulisan atau bahkan namamu di Google dan Twitter untuk menemukan komentar pembaca tentang hasil karya yang telah anda telurkan. Tak hanya berhenti di situ, jelajahi media sosial mereka. Kenali siapa mereka, apa kesukaannya, lelucon apa yang mereka suka, gaya bahasa apa yang mereka gunakan dengan teman-temannya dsb dsb.

Dengan kata lain. Lewat cara ini sebenarnya anda sedang menciptakan profil pembaca dan membentuk gaya komunikasi yang paling tepat dengan mereka. Ingat, tak semua orang mau susah payah memahami pemikiranmu. Anda juga belum sehebat Dewi Lestari yang sudah punya penggemar setia ‘kan? Kadang, justru andalah yang harus rela belajar bertutur sesuai gaya bahasa pembaca agar mereka lebih merasa dekat dan terhubung dengan tulisanmu.

Menulis Bisa Jadi Andalan Penghasilan. Jangan Percaya Pada Anggapan Orang Bahwa Penulis Adalah Pekerjaan yang Tak Bisa Menghasilkan Uang. Dalam suatu wawancara Bernard Batubara, seorang penulis muda dengan semangat mengatakan bahwa ia bisa hidup dari pekerjaannya sebagai penulis. Bagi penulis tertentu, menjadi penulis memang kian menjanjikan. Selain Bernard, masih ada penulis muda lain yang juga sukses: sebut saja Raditya Dika, Dewi Lestari, Agustinus Wibowo, dll Jika mau melihat  pada kunci keberhasilan mereka, sebenarnya ada satu benang merah yang dapat kita temukan. Penulis-penulis sukses itu menetapkan target pembaca yang jelas, menulis dengan bahasa yang disukai pembaca, mereka juga tak menutup diri pada kesempatan menulis yang tak hanya sekedar mencetak karya di atas kertas. Mereka juga mempunyai pekerjaan lain yang bisa menopang kehidupan kepenulisan mereka. Misalnya Dewi Lestari juga menulis skenario untuk bukunya yang diadaptasi menjadi film, Bernard Batubara bekerja sebagai editor untuk sebuah penerbit yang banyak menerbitkan buku anak muda, Raditya Dika tak enggan menjai host di beberapa acara televisi dan rajin mengisi pelatihan penulisan kreatif di berbagai kota.

Jadi sebenarnya, apapun pekerjaan anda kalau jadi professional anda bisa juga berhasil. Begitu juga sebagai penulis. Pekerjaan sebagai penulis itu membuka banyak pintu kesempatan;  yang tentunya dapat menghasilkan uang. Tetapi dengan catatan,  anda terus mengembangkan jaringan dan jeli melihat kesempatan, hidup hanya dari menulis sangat mungkin untuk dilakukan. Jadi penulis itu nggak harus tinggal di kamar kecil yang suram dan bokek seumur hidup. Penulis juga bisa hidup mapan.

Bagaimana Cara Bisa Menjadi Penulis Profesional      Mari kita ulangi lagi. Ingatlah. Ketika anda menulis, pada saat itu anda sama saja sedang berbicara. Yang membedakan hanyalah mediumnya saja. Ketika anda sedang berbicara, anda sedang menggunakan medium bahasa lisan atau lidah. Dan ketika anda sedang menulis, anda sedang menggunakan medium bahasa tulis atau susunan huruf. Namun substansinya sama, yaitu anda menyampaikan sesuatu yang telah anda pahami. Jika anda menulis sesuatu yang belum anda pahami, maka tulisan anda tidak akan menarik dan malah terasa hambar. Hasilnya, pembaca akan bingung karena penulisnya sendiri tidak tahu artinya.

Agar anda jadi professional dan pandai menulis: pahami dulu, lalu tulis, dan kemudian asah atau biasakan. Maka akhirnya menulis akan menjadi mudah. Sulit hanya berlaku bagi orang yang belum bisa atau tidak bisa. Berikut ini ada 3 hal yang perlu anda tahu tentang penulis profesional:

Penulis profesional adalah Seorang Pakar  Menulis merupakan keahlian (meski tidak perlu titel Akademis), dan untuk memiliki keahlian itu perlu belajar. Kita membaca tulisan orang lain itu sama dengan belajar. Dan semakin sering kita membaca maka akan semakin banyak pengetahuan yang kita pahami. Jika sudah paham, maka tulislah apa yang telah anda pahami tersebut. Bagaimana anda agar benar-benar memahaminya dengan baik, hal itu tergantung kualitas anda. Namun jika kita hanya membaca saja tanpa diikuti dengan praktek menulis, maka kita hanya akan pintar membaca saja namun tetap kaku dalam menulis. Intinya: baca, pahami, uji dan praktekkan (menulis).

Penulis profesional itu perlu latihan  Semakin banyak kita menulis itu sama dengan mengasah keahlian dan tentunya akan membuat kita semakin mahir. Satu rangkaian kalimat yang kita buat akan mempertajam keahlian kita. Namun jika cara menulis kita hanya seperti itu secara terus menerus tanpa kita kembangkan, maka kemampuan menulis kita hanya sebatas itu-itu saja dan tidak akan bertambah. Menulis banyak macam ragamnya dan semuanya kita harus menguasai. Kalau ingin menguasai Teori menulis baca juga buku ini : Ketika Semua Jalan Tertutup: Menulis Malah Memberi Segalanya.

Penulis profesonal itu Tidak Susah  Jika kita terus belajar dan berlatih, tanpa terasa kita akan mahir dalam menulis. Ditambah lagi tahu dan mengerti Teorinya maka segala macam cara menulis akan menjadi mudah. Tidak ada kata sulit bagi orang yang sudah mahir. Sulit hanya berlaku bagi orang yang belum mahir. Orang yang tidak mau belajar dan tidak mau mengasah keahlian akan tumpul selamanya.

Ada satu hal lagi. Tetap tingkatkan kualitas intelektual Anda. Jika anda sudah mahir dalam menulis, maka anda bisa membuat tulisan berkualitas sambil tertawa. Karena menulis artikel berkualitas bukan menjadi pekerjaan yang berat lagi bagi anda, tetapi menjadi sebuah kebiasaan yang menyenangkan. Tetapi ingat kalau kualitas diri atau kualitas intelektual anda juga tetap anda tingkatkan.

Baca juga : Rahasia Sukses Penulis Entrepreneur

 

Beberapa Hal Tentang Artikel Opini Yang Perlu Anda Tahu

Oleh harmen batubara

Cara menulis opini bisa dipelajari , malah mungkin anda juga telah menguasai ilmunya tetapi cara menulis opini yang baik belum tentu dimiliki oleh semua penulis. Menulis opini yang baik perlu juga memperhatikan hal-hal berikut ini[1]:

artikel opini

Menyajikan solusi

Tulisan berbentuk opini sebaiknya harus mampu menyajikan ulasan seseorang mengenai suatu masalah. Tulisan opini bertujuan untuk menyampaikan pendapat, kritik dan mempengaruhi pembacanya. Opini yang baik tak hanya sekedar menyampaikan pendapat atau kritik saja dan menyudutkan pihak-pihak tertentu tetapi juga menyajikan solusi yang bisa dipertimbangkan oleh pembaca.

Tidak memprovokasi

Menulis opini berarti berbagi pendapat dan wawasan kepada orang lain. Dari pendapat dan wawasan tersebut, pembaca sendiri yang akan memutuskan untuk menyetujui atau sepakat dengan penulis. Karena itu, penulis sama sekali tak perlu menggunakan kalimat-kalimat provokasi untuk mempengaruhi pembaca. Sebab hal ini hanya akan menimbulkan citra yang negatif. Penulis opini juga tak perlu mengadu domba antara penyebab masalah dan masyarakat.

[su_box title=”Menyertakan data” box_color=”#5a7ee2″ title_color=”#edeffb”]Menyampaikan kritik dan saran tanpa disertai data yang benar sama saja dengan menyebarkan fitnah. Karena itu, penulis opini tidak hanya menuliskan pendapatnya semata tetapi juga perlu menyertakan data untuk mendukung pendapatnya tersebut. Data inilah yang nantinya secara tak langsung akan mempengaruhi pembaca dan membuat sebuah opini menjadi kuat.[/su_box]

Menyertakan data

Menyampaikan kritik dan saran tanpa disertai data yang benar sama saja dengan menyebarkan fitnah. Karena itu, penulis opini tidak hanya menuliskan pendapatnya semata tetapi juga perlu menyertakan data untuk mendukung pendapatnya tersebut. Data inilah yang nantinya secara tak langsung akan mempengaruhi pembaca dan membuat sebuah opini menjadi kuat.

Sudut pandang yang berbeda

Suatu tema yang menarik bisa jadi telah menginspirasi banyak orang untuk menuliskannya dalam bentuk opini. Tetapi tak perlu kuatir jika ternyata tema yang dipilih telah banyak dipilih orang. Cobalah untuk menyajikan tema tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang ini pula yang akan membuat sebuah tulisan opini berbeda antara opini yang satu dengan opini yang lain.

Jangan menggurui

Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari saja, tetapi dalam tulisan pun sebaiknya hindari menggurui orang lain atau menonjolkan kepintaran penulisnya. Supaya tulisan opini berkesan rendah hati dan tidak menggurui, sebaiknya hindari mencantumkan banyak kutipan dari sumber-sumber yang sudah dibaca penulis. Perbandingan atau contoh yang disajikan dalam tulisan opini sebaiknya berasal dari pengamatan penulis dari lingkungan sekitarnya atau dari lingkungan yang dekat dengan pembaca.

Struktur Artikel Opini[2]

  • Judul
  • Alinea Pembuka (Lead)
  • Alinea Penjelas (Batang Tubuh
  • Alinea Penutup (Ending)

Teknik Menulis

  • Pilih Tema – pilih yang sedang actual tetapi memang bidang yang anda senangi atau kuasai
  • Tentukan Judul-ini sangat pleksibel, judul akan menyesuaikan
  • Susun Alinea Pertama
  • Uraikan Tema dalam beberapa Alinea Penjelas (tergantung panjang-pendek tulisan; ilmiah atau popular)
  • Perhatikan Format/Gaya Penulisan
  • Eksploitasi Data/Referensi Penting – kumpulkan data penunjang, akurat dan kuat
  • Simpulkan Pendapat dalam Alinea Penutup Awal artikel (judul bisa ditentukan saat ini)
  • Edit Ulang Draf Awal
  • Langsung dikirimkan ke media massa, atau
  • Draf Final artikel dimintakan pendapat kawan sebagai proof reader

[1] http://ridhass.blogspot.co.id/2014/03/cara-menulis-opini-yang-baik.html

[2] Diolah dari sumbernya- http://www.astaqauliyah.com/blog/read/564/bagaimana-cara-menulis-opini.html

Mau Jadi Penulis Blogger Sukses dan Kaya

Oleh Harmen Batubara

Ada seorang anonym dan meminta advis saya? Intinya dia ingin menjadi seorang penulis Blogger sukses dan punya uang. Dapatkah bapa mengajarkan saya seperti apa ilmunya? Lama saya tidak menjawab pertanyaannya. Karena menurut saya, pertanyaan itu adalah pertanyaan biasa yang dia sendiri juga sudah tahu jawabannya.Tetapi kemudian terpikirkan juga, untuk menjawabnya. Manatahu ada juga pembaca yang lain yang punya pertanyaan yang sama.

blogger kaya dan sukses

Terlepas dari segala kontroversi mengenai dirinya, Steve Jobs telah memberikan warisan berupa 7 prinsip yang diyakini banyak orang telah membawanya meraih kesuksesan di usia yang masih terbilang muda.  Steve Jobs dianggap sebagai salah satu CEO yang paling inovatif. Cara-cara yang ia tempuh sering menjadi inspirasi bagi pengusaha dan pemilik bisnis lain di dunia. Dari 7 warisannya tiga yang paling saya suka:

Pertama: Lakukan yang Anda Sukai

“People with passion can change the world for the better,” kata Jobs suatu ketika. Inilah prinsip pertama yang ia praktekkan selama hidup; ia selalu mengikuti apa kata hatinya. Menurutnya, passion itulah yang membuat segala perbedaan. Akan sulit untuk menghasilkan ide yang baru dan kreatif ketika Anda tidak memiliki ketertarikan dan minat khusus pada apa yang Anda kerjakan.

Kedua: Jangan Menjual Produk, Juallah Mimpi

Bagi Steve Jobs, mereka yang membeli produk Apple bukanlah “pelanggan”. Mereka adalah orang-orang yang dipenuhi dengan harapan, mimpi dan ambisi. Ia membuat produk untuk membantu orang-orang ini mewujudkan mimpi. “Some people think you’ve got to be crazy to buy a Mac, but in that craziness we see genius,” kata Jobs. Bagaimana Anda melihat pelanggan Anda? Bantulah mereka melepaskan sisi jeniusnya dan Anda akan memenangkan hati dan pikiran mereka.

Ketiga: Ciptakan Pengalaman yang Amat Sangat Menyenangkan

Apple Store telah menjelma menjadi toko ritel terbaik dengan memperkenalkan inovasi sederhana, yang dapat diadopsi dan didalami oleh semua bisnis. Inovasi tersebut membantu mereka memperkuat hubungan emosional dengan pelanggan. Contohnya, tidak ada kasir di Apple Store. Mereka punya staf ahli, konsultan, teknisi jenius, tapi tidak ada kasir. Mengapa? Karena Apple Store bukanlah bisnis yang ‘menjual sesuatu’; mereka adalah bisnis yang ‘memperkaya hidup’. Disinilah perbedaan besarnya.

Memang masih ada 4 lagi yang jadi prinsip hidupnya. Tapi saya hanya tertarik pada tiga prinsip tersebut. Tetapi sesungguhnya, prinsip seperti itu adalah prinsip bagi yang terbaik di alam jagad ini. Padahal manusia yang hidup di dunia ini begitu banyak, dan kebanyakan diantaranya sebenarnya punya cita-cita yang sangat sederhana saja. Kalau itu di Indonesia ya gambarannya seseorang yang mempunyai penghasilan sebesar UMR. Ya kan? Nah wajarkan kalau misalnya anda menjadi seorang Blogger dengan penghasilan 5 juta perbulan. Secara logika itu berarti anda sudah berhasil. Mimpi boleh, tetapi hidup sesungguhnya haruslah Realistis.

Pertanyaan berikutnya? Bisakah anda menjadi seorang penulis Blogger dengan penghasilan 5 juta per bulan? Kalau pertanyaan itu ditujukan ke saya, maka jawabannya sangat bisa. Berikut adalah desain “kemampuan” blogger yang harus anda kuasai untuk bisa mendapatkan hasil 5 juta perbulan.

Untuk menjadi sukses memang butuh yang namanya kerja keras,semangat,dan pantang menyerah. Begitu juga dalam dunia blogging harus ada kerja keras, siasat,  semangat dan kerja yang efisien. Sekarang  banyak sekali blogger sukses yang bermunculan baik dalam negri atau luar negri. Tetapi sebaliknya ada puluhan juta Blogger yang anggak dapat apa-apa dan bahkan jutaan Blogger lainnya melupakan Blognya sama sekali.

Mungkin anda tahu Linda Ikeji, pemilik blog Lindaikeji.blogspot.com dan kemudian jadi http://www.lindaikejisblog.com yakni blog dengan platform blogger tetapi dengan “nama domain sendiri”. Blogger sukses asal Nigeria ini punya penghasilan yang tergolong luar biasa hanya dengan menggunakan platform blogger.com. Penghasilan Linda Ikeji dari blognya mencapai sekitar USD$63.000 setiap bulan, kalau dirupiahkan hampr 900 jutaan. Luar biasa kan?  Masa cari 5 juta saja anggak bisa?  Tapi disitulah Uniknya. Hidup memang penuh dinamika dan misteri.

Rahasia Para Blogger Sukses, mulai dengan :

Target Pasar Yang Jelas.

Kalau anda mau jadi Blogger. Dari awal anda sudah harus mempunya target yang jelas dan terarah. Pilihlah target anda sesuai dengan Hobby atau kesenangan anda. Kalau anda senang sebagai penulis, maka sasaran anda adalah orang-orang yang senang menulis, senang membaca, para penerbit, para penulis buku, para penerbit online dll.

Bersamaan dengan target itu anda juga sudah mempersiapkan produk apa saja yang akan anda tawarkan, baik untuk orangnya sendiri misalnya pakaian, obat, dll. Juga anda persiapkan software yang baik utnuk mereka pakai kalau misalnya mereka akan membuat blog seperti anda. Bisa juga terkait buku-buku yang bagus untuk mereka baca untuk memperkuat pengetahuan mereka. Produk tersebut bisa anda jual lewat program affiliasi, lewat toko online dll.

Jadwal Teratur Dengan Konten Yang Terarah.

Sejak awal anda sudah harus membuat rencana terkait Konten anda, baik itu karena terkait apa yang anda akan tuliskan dan juga berhubungan dengan produk-produk apa saja yang akan anda tawarkan. Jadwal terbit atau update konten blog anda harus terjamin dan berlanjut. Kemudian yang penting lagi konten atau artikel anda harus yang berkualitas, punya manfaat dan terintegrasi dengan apa yang akan anda twarkan. Karena itu, sebagai Blogger anda juga sudah harus paham dengan platform blog anda. Apakah anda mau di jalur yang gratisan atau jalur yang berbayar. Intinya adalah, sebagai blogger anda memang harus mempunyai ilmunya. Tapi jangan hawatir, anda bisa belajar sambil melakukannya. Dengan catatan, ya anda harus sabar. Sabar sampai memang anda mempunyai ilmunya dengan baik. Barulah setelah itu, anda bisa berkarya lebih focus lagi, lengkap dengan target pendapatan dari Blog anda.

[su_box title=”Konsisten dengan Konten Berkualitas” box_color=”#5a7ee2″ title_color=”#2836a5″]Konsisten dengan Konten Berkualitas Sejak awal anda harus konsisten dengan yang anda tulis,dengan fokus hanya satu tema seperti yang telah anda pilih dan jangan berganti ganti tema/topik. Seperti di awal tadi, yang paling penting,konten/isi artikel haruslah berkualitas; jangan sampai anda menulis konten asal asalan atau seadanya,harus ada perencanaan dalam membuat konten. Ingat lebih baik membuat satu konten tapi berkualitas daripada banyak tapi tidak berkualitas sama sekali. Untuk mendapatkan konten berkualitas, anda bisa lakukan dengan banyak cara. Bisa lewat membayar para penulis professional, bisa dengan mengajak penulis tamu, bisa dengan memintak izin agar artikel blog lain bisa nada muat kembali di Blog anda. Intinya, banyak cara untuk mendapatkan konten berkualitas. Lakukan itu dengan cara anda sendiri, dan lakukan yang terbaik.[/su_box]Konsisten dengan Konten Berkualitas

Sejak awal anda harus konsisten dengan yang anda tulis,dengan fokus hanya satu tema seperti yang telah anda pilih  dan jangan berganti ganti tema/topik. Seperti di awal tadi, yang paling penting,konten/isi artikel haruslah berkualitas;  jangan sampai anda menulis konten asal asalan atau seadanya,harus ada perencanaan dalam membuat konten. Ingat lebih baik membuat satu konten tapi berkualitas daripada banyak tapi tidak berkualitas sama sekali. Untuk mendapatkan konten berkualitas, anda bisa lakukan dengan banyak cara. Bisa lewat membayar para penulis professional, bisa dengan mengajak penulis tamu, bisa dengan memintak izin agar artikel blog lain bisa nada muat kembali di Blog anda. Intinya, banyak cara untuk mendapatkan konten berkualitas. Lakukan itu dengan cara anda sendiri, dan lakukan yang terbaik.

Berpromosi ke Media Sosial.

Hal yang sering dilupakan para blogger adalah sisi promosi. Promosi ada yang gratis dan ada pula yang berbayar. Kalau anda ingin mendapatkan penghasilan dari Blog atau usaha Online, maka satu hal yang tidak bisa anda lupakan adalah berpromosi. Anda bisa melakukannya lewat media social secara gratis dan berbayar misalnya: Google +; Facebook, Instgram, Pinterest, LinkedIn, Twitter, Scoop it, Sumble Upon, Reddit dll.

Semua media social itu mempunyai jalur promosi baik yang gratis maupun yang berbayar. Intinya adalah, kalau anda ingin memperoleh penghasilan maka anda juga harus mempersiapkan dana anda untuk bepromosi. Karena promosi berbayar masih pilihan terbaik yang bisa mendatangkan pengunjung langsung ke Blog atau produk kita sendiri. Ingat Blog sebaik apapun itu, tetapi kalau tidak ada yang tahu, ya anggak akan ada pengunjungnya. Tanpa pengunjung, blog anda nggak akan ada manfaatnya. Baik itu untuk orang lain maupun untuk diri anda sendiri. Jadi Blogger masa kini, memang harus juga memahami dunia promosi.

Belajar, belajar dan Belajar.

Intinya adalah lakukan sesuatu “take action Now” dan kemudian teruslah belajar, selalu belajar untuk lebih baik, perkuat jaringan Blog anda, manfaatkan fitur-fitur terbaik dengan memanfaatkan software yang ada, Di luar sana sangat banyak Software untuk memperkuat blog anda. Ada banyak software gratis, maupun software yang berbayar. Intinya adalah manfaatkan teknologi untuk Blog anda.

Nah kalau anda ingat lagi prinsi Steve Job yakni Lakukan yang Anda Sukai. Ingat “People with passion can change the world for the better,” kata Jobs, inilah prinsip pertama yang ia praktekkan selama hidup; ia selalu mengikuti apa kata hatinya. Menurutnya, passion itulah yang membuat segala perbedaan. Akan sulit untuk menghasilkan ide yang baru dan kreatif ketika Anda tidak memiliki ketertarikan dan minat khusus pada apa yang Anda kerjakan.

Jangan lupa Juallah Mimpi yang Indah.

Bagi Steve Jobs, mereka yang membeli produk Apple bukanlah “pelanggan”. Mereka adalah orang-orang yang dipenuhi dengan harapan, mimpi dan ambisi. Ia membuat produk untuk membantu orang-orang ini mewujudkan mimpi. “Some people think you’ve got to be crazy to buy a Mac, but in that craziness we see genius,” kata Jobs. Bagaimana Anda melihat pelanggan Anda? Bantulah mereka mengoptimalkan sisi jeniusnya dan Anda akan memenangkan hati dan pikiran mereka.

Blog yang anda buat itu adalah mesin yang membuat anda Enjoy untuk melakukan aftivitas yang anda senangi. Lewat Blog anda telah mencoba meyakinkan para pembaca anda tentang mimpi-mimpi yang bisa mereka wujudkan lewat berbagai pola sukses yang anda tawarkan. Pola sukses yang anda isi dengan produk produk yang mereka senangi dan merasa perlu untuk memilikinya demi kebaikan mereka sendiri. Kalau anda bisa mewujudkan Blog seperti itu, maka percayalah anda juga akan memperoleh penghasilan yang tidak sedikit untuk kelanjutan hidup anda beserta mimpi-mimpi anda sendiri. Jangankan 5 Juta, anda bisa mendapatkan jauh lebih besar kalau anda sudah menguasai Ilmunya. Cobalah.

Penulis Kejar Honor, Mau menulis di Harian Kompas?

Oleh harmen batubara

Mau mengirim tulisan artikel ke harian Kompas? Misalnya pada rubric : Opini?  Ada baiknya baca dulu syarat-syarat tulisan atau artikel yang diterima Kompas. Minimal ada semacam “guide” untuk anda lebih memfokuskan diri?  Syarat-syarat ini sebenarnya adalah sebuah balasan dari Redaksi Kompas kepada para pengirim artikel ke harian Kompas. Sebelum era digital seperti saat ini. Biasanya redaksi Kompas, khususnya pada era tahun 90an akan mengembalikan artikel yang tidak bisa mereka muat disertai selembar informasi yang berisi kriteria umum artikel yang mereka inginkan. Kala itu meski anda tidak menyertakan prangko, redaksi tetap dengan setia mengembalikan artikel anda.

menulis di harian kompas

Kriteria umum ARTIKEL yang diterima Kompas:

Asli, bukan plagiasi, bukan saduran, bukan terjemahan, bukan sekadar kompilasi, bukan rangkuman pendapat/buku orang lain.

Belum pernah dimuat di media atau penerbitan lain termasuk Blog, dan juga tidak dikirim bersamaan ke media atau penerbitan lain.

Topik yang diuraikan atau dibahas adalah sesuatu yang aktual, relevan, dan menjadi persoalan dalam masyarakat.

Substansi yang dibahas menyangkut kepentingan umum, bukan kepentingan komuninas tertentu, karena Kompas adalah media umum dan bukan majalah vak atau jurnal dari disiplin tertentu.

Artikel mengandung hal baru yang belum pernah dikemukakan penulis lain, baik informasinya, pandangan, pencerahan, pendekatan, saran, maupun solusinya.

Uraiannya bisa membuka pemahaman atau pemaknaan baru maupun inspirasi atas suatu masalah atau fenomena.

Penyajian tidak berkepanjangan, dan menggunakan bahasa populer/luwes yang mudah ditangkap oleh pembaca yang awam sekalipun. Panjang tulisan 3,5 halaman kuarto spasi ganda atau 700 kata atau 5000 karakter (dengan spasi) ditulis dengan program Words.

Artikel tidak boleh ditulis berdua atau lebih.

Menyertakan data diri/daftar riwayat hidup singkat (termasuk nomor telepon / HP dan foto diri), nama Bank dan nomor rekening.  Alamat e-mail opini@kompas.co.id

Ketatkah Kriteria Rubrik Kompas itu?

Bagaimana? Apakah kriteria artikel yang diterima Kompas itu menurut anda terlalu berat? Menurut saya, dibilang berat ya memang berat, dibilang wajar ya wajar. Memang tulisan itu harusnya memang seperti itu, dan bisa memenuhi kriteria di atas. Tapi apakah dengan memenuhi kriteria itu, berarti tulisan kita lalu bisa dimuat? Jawabnya? Ya tergantung. Tergantung, kalau tulisan kita itu lebih unggul dari tulisan-tulisan lainnya. Sebab jangan lupa, tiap harinya redaksi pasti menerima artikel dalam julam puluhan hingga ratusan artikel perharinya. Katakanlah tulisan anda sudah bagus, tepat waktu dan menarik. Tetapi kemudian ada pula tulisan lain yang tidak kalah menariknya, dan ditulis oleh seorang “pesohor” atau seorang ahli bertitel professor maka secara logika redaksi bisa dipastikan akan memilih tulisan dari para ahli itu.

Yang ingin saya sampaikan adalah, redaksi juga ingin melihat agar harian mereka memang juga penuh dengan orang-orang ahli, pesohor, selebriti dll yang punya “nilai jual” dan bisa memberikan mereka tambahan prestis.Logika seperti itu bisa diterima, meski dan tentu saja tidak sepenuhnya benar. Ada baiknya, agar dalam riwayat singkat anda cantumkan hal yang spesifik yang berhubungan dengan yang anda tuliskan. Misalnya kalau tulisan itu tentang lingkungan hidup, dan kebetulan anda juga aktifis lingkungan hidup. Makah informasi seperti itu akan jadi nilai tambah bagi anda. Bisa juga, kalau anda sedang mengambil S2 atau S3 cantumkan juga agar bisa menambah bobot tulisan anda.

Halaman 4 Kompas yang memuat Tajuk Rencana dan Opini yang sekarang menjadi Halaman 6, sering dianggap sebagai “Candra dimuka”-nya Kompas. Tempat dimana para pemikir dan praktisi saling beradu argumentasi terkait sesuatu yang tengah jadi bahan perbincangan di tengah masyarakat. Kalau tulisan anda menarik, lugas, cerdas, mengigit  dan pas, tentu mereka tidak akan melihat “latar belakang anda”. Tapi kalau isinya hanya sesuai dengan sesuai dengan teori kepenulisan biasa, maka dapat dipastikan mereka akan melihat “siapa sebenarnya” anda, dan juga membandingkannya dengan tulisan para pakar yang lain.

Kalau anda sudah sering mengirimkan tulisan ke harian Kompas, tetapi mereka belum juga bisa memuat tulisan anda; ada kalanya mereka juga akan mengirimkan  beberapa pointer yang perlu anda perhatikan secara lebih teliti. Berikut adalah  beberapa  penyebab sebuah artikel Anda ditolak oleh Desk Opini Kompas, yaitu:

[su_box title=”Bisa Jadi Tulisan Tidak Memenuhi Kriteria Berikut” box_color=”#5a7ee2″ title_color=”#f7f8fd”]Topik atau tema kurang aktual;Argumen dan pandangan bukan hal baru; Cara penyajian berkepanjangan; Cakupan terlalu mikro atau lokal; Mengungkapan dan redaksional kurang mendukung Konteks kurang jelas; Bahasa terlalu ilmiah/akademis, kurang populer Uraian Terlalu sumir; Gaya tulisan pidato/makalah/kuliah; Sumber kutipan kurang jelas; Terlalu banyak kutipan; Diskusi kurang berimbang; Alur uraian tidak runut ;Uraian tidak membuka pencerahan baru; Uraian ditujukan kepada orang; Uraian terlalu datar ; Alinea pengetikan panjang-panjang.[/su_box]

Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan, menulis di harian Kompas (Surabaya Post, Sinar Harapan) saat ini honornya tidaklah sebesar tahun tahun 70 an. Saya masih ingat waktu itu, untuk artikel kelas Opini mereka memberikan honor mulai dari Rp12000 sampai dengan Rp15000. Sedangkan harian lokal seperti Kedaulatan Rakyat ( Yogya), Pikiran Rakyat ( Bandung), Suara Merdeka( Semarang), Waspada (Medan)  antara rp15000 sampai dengan rp 2000. Harga beras kualitas sedang waktu itu baru Rp 30 per Kgnya. Jadi satu tulisan honornya setara antara 400kg sampai 500 kg beras atau dengan harga sekarang setara dengan nilai Rp900000 sampai rp1500000. Sebagai mahasiswa waktu itu, kita hanya butuh satu artikel Utama ( Kompas, Surabaya Post, Sinar Harapan) dan 3 sampai 4 tulisan di Koran lokal. Sekarang? Kompas paling paling hanya menghargai antara Rp300000 sampai dengan 750000 rupiah. Suatu jumlah yang sangat berbeda dengan jaman tahun tahun 70an. Nanti kita sambung lagi.