Strategi Sun Tzu Memenangkan Pilkada

Rp154,500.00

[button link=”https://www.tokopedia.com/bukuperbatasan/strategi-sun-tzu-memenangkan-pilkada” size=”large” color=”orange”]Beli Di TokoPedia[/button]

Tidak terasa kini Pilkada Serentak 2020 sudah kian dekat. Anda mungkin perlu juga tahu pengertian Pilkada itu sendiri, atau daftar daerah Pilkada 2020. Daerah mana saja yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020? Banyak yang menarik di Pilkada 2020 atau Pilkada Serentak 2020. Pada saat itulah ada memerlukan Buku terkait STRATEGI SUN TZU MEMENANGKAN PILKADA. Strategi Sun Tzu melawan Kampanye Negatif adalah dengan mengemukakan kejelekan lawan itu sendiri dengan cara yang santun- Semua bisa mengatakan apa saja-tetapi dengan pasukan Sosial Media yang taktis, santun dan kuat akan dapat menelanjangi para pembuat kebohongan- Kalau anda mau ikut PILKADA- saya sarankan baca dulu buku ini-biar anda lebih mengenal siapa kawan dan siapa lawan saat kampanye.

[button link=”https://www.bukalapak.com/p/buku/politik/jj973-jual-buku-strategi-sun-tzu-memenangkan-pilkada” size=”large” style=”info” color=”green”]Beli di BukaLapak[/button]

Tidak terasa kini Pilkada Serentak 2020 sudah kian dekat. Anda mungkin perlu juga tahu pengertian Pilkada itu sendiri, atau daftar daerah Pilkada 2020. Daerah mana saja yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020? Banyak yang menarik di Pilkada 2020 atau Pilkada Serentak 2020. Pada saat itulah ada memerlukan Buku terkait STRATEGI SUN TZU MEMENANGKAN PILKADA. Strategi Sun Tzu melawan Kampanye Negatif adalah dengan mengemukakan kejelekan lawan itu sendiri dengan cara yang santun- Semua bisa mengatakan apa saja-tetapi dengan pasukan Sosial Media yang taktis, santun dan kuat akan dapat menelanjangi para pembuat kebohongan- Kalau anda mau ikut PILKADA- saya sarankan baca dulu buku ini-biar anda lebih mengenal siapa kawan dan siapa lawan saat kampanye.

Indonesia yang maju dan Demokratis, membuka kesempatan terbuka dan konstitusional bagi siapa saja untuk menjadi seorang Gubernur, Bupati atau Walikota asal memenuhi persaratan. Kalau anda merasa untuk Indonesia yang lebih maju diperlukan para pemimpin yang lebih baik dan merasa diri anda cukup baik untuk menjadi pemimpin bagi kemajuan Indonesia? Maka sebaiknya anda harus bangkit, maju dan ikut Pilkada. Begitu juga pesan kita untuk organisasi kepemudaan atau organisasi Mahasiswa sudah sebaiknya dari awal membekali para kadernya dengan membekali diri mereka jadi Pimpinan Daerah. Jangan ragu. Buku ini diharapkan dapat memberikan inspirasi yang hidup bagaimana caranya memenangkan Pilkada dengan memanfaatkan strategi Sun Tzu secara elegan.
Buku ini digali dari strategi Sun Tzu dalam memenangkan Perang. Strategi tersebut ternyata sangat cocok untuk dunia persaiangan. Baik dalam hal pemasaran, maupun dalam persaingan kehidupan lainnya. Termasuk dalam hal Pilkada. Buku ini memberikan anda wawasan strategi Sun Tzu yang diaplikasikan dengan jaringan network sosial media zaman ini seperti Blog atau Website, Facebook, twitter, Tumblr, Stumble Upon, LinkdIn, Instagram dll. Sesuai dengan jaringan sosial yang berperan di wilayah pemilihan anda. Kata kuncinya adalah pada kemampuan pembentukan Tim Sukses yang handal, dan itu tidak bisa lepas dengan kemampuan Anda sendiri. Anda dapat menemukan semua itu dalam buku ini.

Keberhasilan kerja tim sukses merupakan cerminan kemampuan leadership dan manajerial seorang kandidat dalam pemerintahan nantinya. Keberhasilan kerja tim sukses merupakan miniatur kemampuan leadership dan manajerial seorang kandidat dalam pemerintahan nantinya. Militan, loyal, taktis, kreatif, dan penuh semangat. Barangkali itulah kata-kata yang bisa menggambarkan kondisi sebuah Tim sukses, yakni sekelompok anak muda berdedikasi yang menjadi motor penggerak tim sukses Kandidat. Bagaimana menemukan dan merekrut anak-anak muda yang diam-diam dan tanpa banyak diekspos media massa, terus bekerja dengan penuh rencana serta berdasarkan data-data survei maupun ‘intelijen’ lapangan yang sangat akurat. “Sejak awal Tim sukses ini bekerja berdasarkan data-data dan informasi lapangan yang akurat, bukan berdasar asumsi atau perkiraan-perkiraan belaka,” mestinya ya harus begitu.

Mereka merencanakan semua strategi dengan rapi dan selalu punya antisipasi-antisipasi langkah. Makanya, gerak mereka sulit dideteksi, tetapi tiba-tiba ada hasil di permukaan. Kuncinya, adalah kuasai informasi di lapangan dan punya tim-tim kerja hingga ke tingkat desa-desa, jauh-jauh hari sebelum calon kandidat lain membentuknya.” Kampanye media (online/offline) memang harus dibuat agar cukup mengena sehingga kandidat ini selalu mampu menjadi news maker. Acara-acara sosialisasi dengan program-program bantuan langsung ke masyarakat, kegiatan-kegiatan road show KKR di semua kecamatan yang terus berlanjut. Semua acara-acara tersebut harus bisa dikemas sehingga tidak menyalahi peraturan kampanye yang ada.

Cara Elegan Memenangkan Pilkada Pemilihan umum kepala daerah atau yang disebut pemilukada (pilkada) bukanlah sarana kompetisi tanpa aksi. Dalam rangkaian panjang menuju kemenangan, calon pasangan kepala daerah harus berjuang keras merebut simpati dan dukungan dari masyarakat di suatu wilayah. Untuk bisa menang, tentu saja dibutuhkan berbagai macam prasyarat agar suara yang di dapat mengungguli kompetitor yang ada. Berikut ada beberapa cara yang perlu dipertimbangkan para calon kepala daerah jika berniat memenangkan pilkada dengan telak :

Faktor Nilai Personal Kandidat Sebagai calon pemimpin di sebuah propinsi atau kabupaten/kota, sepasang calon pemimpin ini hendaknya bukan orang yang punya masalah, baik pada saat ini maupun di masa lalunya. Artinya kualitas moralitas, perilaku serta tindakan-tindakannya telah teruji waktu dan menunjukan “kelayakan” sebagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin itu memang sebaiknya adalah mereka yang mempunyai “track record” yang baik dan membanggakan. Bayangkan apabila seorang calon kepala daerah yang seadanya saja, sementara ia punya masalah moralitas yang jelek, punya masa lalu yang kelam, siapa yang malu kalau terjadi apa-apa dengan dirinya? Pastilah seluruh rakyat yang ada di tempat itu tidak mau menanggung aib seseorang yang karena alasan demokrasi terpilih jadi pemimpin tertinggi di sana. Pernah lihatkan? Seorang Kepala Daerah baru saja satu bulan menjabat sudah ditangkap KPK. Sudah itu dijatuhi hukuman enam tahun penjara lagi, artinya ya di tidak akan pernah lagi bisa memimpin daerahnya.

Faktor Warga Pemilih Sebagai seorang yang hendak memimpin, sesungguhnya ada banyak cara untuk seorang pasangan kandidat bisa memenangkan Pilkada. Kalau sang pasangan kandidat mempunyai mesin politik yang bagus, punya Tim Sukses yang trampil, ulet dan pintar mengambil hati. Maka siapa warga yang tidak terperdaya? Karena itu rakyat harus jeli, rakyat butuh contoh keberhasilan atau “success story” dari cara mereka memimpin selama ini. Warga bisa melihat sang kandidat lewat komunitasnya sendiri. Komunitas atau kelompok mana dia selama ini berada, dan pada kelompok mana kandidat pernah atau sedang memimpin? Lalu cari informasi, bagaimana saat dia memimpin kelompoknya itu, sesuaiakah dengan kaidah-kaidah kepemimpinan yang baik? Punyakah dia sesuatu yang menggambarkan bahwa ia layak jadi seorang pemimpin? Atau justeru menunjukkan ketidakmampuannya dalam memimpin? Dan dari modal awal komunitas yang pernah atau sedang ia pimpin, apakah mereka—komunitas tersebut—masih memberikan rasa hormat, solidaritas serta kepercayaan.

Hal-hal seperti ini penting untuk diketahui warga, karena menyangkut keterkaitan dengan faktor ketokohan dan trust pada kepemimpinannya. Kepercayaan diperlukan sebagai “modal awal” untuk memudahkan memperoleh dukungan dan memperluas raihan suara masa. Dan kepercayaan pada seorang kandidat, adalah masalah vital untuk “menjual” seseorang untuk dijadikan sebagai kepala daerah. Karena itu pendapat warga harus jadi bahan pertimbangan bila akan mendukung keberhasilan seorang Kandidat Kepala Daerah.Faktor Budaya dan Etnisitas. Persoalan budaya dalam meraih kemenangan di sebuah tempat tidak bisa diremehkan. Tengok saja data kemenangan suara yang diperoleh sejumlah partai besar, ternyata tidak lepas dari kemampuan mereka berkomunikasi yang sesuai dengan karakter dan budaya lokal yang ada.

Faktor Kampanye Menang adalah kata kunci bagi siapapun yang berhasil mendapat simpati paling banyak dari rakyat. Dan simpati ini sendiri bukanlah yang tumbuh tiba-tiba di hati seseorang. Ia butuh proses panjang untuk tumbuh dan berkembang. Orang yang bersimpati secara alamiah umumnya orang yang memiliki interaksi sebelumnya, baik karena ada kesamaan-kesamaan sesuatu maupun karena pernah ada komunikasi atau kebersamaan aktivitas. selain secara alamiah ditumbuhkan, sebenarnya simpati bisa tumbuh dengan cara direkayasa. Salah satu mekanisme menumbuhkan simpati secara instan adalah melalui kampanye yang sistematis. Lewat kampanye yang dibuat, dipompakan sejumlah informasi—yang seluruhnya telah disiapakan dan dipilah—bagi siapapun yang sebelumnya tidak pernah mengenal, berhubungan atau berkomunikasi dengan calon yang akan dimenangkan. Dan konsekuensi dari pilihan ini adalah sisi yang harus diangkat seluruhnya adalah sisi-sisi positif, kalau perlu yang memang merupakan sisi terbaik dari sang calon.

Additional information

Weight 0.25 kg

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.