Catatan Blog Seorang Prajurit Perbatasan Ke-2

Rp265,500.00

Beli Di BukaLapak Paket Tiga Buku Catatan Blog Seorang Prajurit Perbatasan Kedua Paket ini merupakan sebuah referensi tentang perbatasan. Buku Pertama: Disaat Tapal Batas Tak Berharkat, buku ini berisi catatan bagaimana kondisi wilayah perbatasan yang terisolir, tidak terurus, dan malah dijadikan sarana untuk mencari anggaran. Maksudnya berbagai pihak mengatakan “begini” begitu terkait pentingnya membangun wilayah perbatasan, termasuk untuk menjadikannya daerah DOB ( pemekaran). Tetapi setelah mereka mendapatkan anggaran atau harapan yang mereka cari, dana itu bukannya untuk membangun perbatasan. Tetapi anehnya. Kalau terjadi konflik terkait Batas?  Maka semua orang ingin tampil sebagai pembela perbatasan.Beli Di TokoPedia Sebut saja konflik batas, maka yang ada itu umumnya adalah semangat permusuhan, misalnya yang ada antara Thailand-Kamboja; antara China-India; antara Mexico-Amerika; antara Indonesia-Malaysia; antara china dengan Vietnam, Malaysia, Taiwan, Brunai Darussalam, Filipina di Laut China Selatan; antara China-Jepang;antara Korea Utara-Korea Selatan;antara Korea Selatan-Jepang dll., semua itu penuh intrik dan tipu daya. Tidak ada suasana damai.  Yang ada adalah saling Rebutan.

Description

Paket Tiga Buku Catatan Blog Seorang Prajurit Perbatasan Kedua Paket ini merupakan sebuah referensi tentang perbatasan. Buku Pertama: Disaat Tapal Batas Tak Berharkat, buku ini berisi catatan bagaimana kondisi wilayah perbatasan yang terisolir, tidak terurus, dan malah dijadikan sarana untuk mencari anggaran. Maksudnya berbagai pihak mengatakan “begini” begitu terkait pentingnya membangun wilayah perbatasan, termasuk untuk menjadikannya daerah DOB ( pemekaran). Tetapi setelah mereka mendapatkan anggaran atau harapan yang mereka cari, dana itu bukannya untuk membangun perbatasan. Tetapi anehnya. Kalau terjadi konflik terkait Batas?  Maka semua orang ingin tampil sebagai pembela perbatasan.

Sebut saja konflik batas, maka yang ada itu umumnya adalah semangat permusuhan, misalnya yang ada antara Thailand-Kamboja; antara China-India; antara Mexico-Amerika; antara Indonesia-Malaysia; antara china dengan Vietnam, Malaysia, Taiwan, Brunai Darussalam, Filipina di Laut China Selatan; antara China-Jepang;antara Korea Utara-Korea Selatan;antara Korea Selatan-Jepang dll., semua itu penuh intrik dan tipu daya. Tidak ada suasana damai.  Yang ada adalah saling Rebutan.

Buku Kedua adalah Gelar Kekuatan Udara di Perbatasan. Selama ini wilayah perbatasan, umumnya tidak terdekteksi. Cakupan radar TNI belum menjangkau wilayah pertesebut. Sementara Radar Sipil belum bersinergi dengan radar TNI. Jadi kalau ada pelanggaran batas lewat udara yang bisa dilakukan prajurit kita baru sebatas buat laporan pandangan mata. Laporan itu kemudian dikirimkan secara berjenjang dan baru sampai di Mabes TNI dua hari kemudian-dari TNI ke Kemhan dan kemudian ke Kemlu bisa dua hari lagi. Sementara sang “intruder” sudah entah kemana. Dua minggu kemudian, barulah ada Nota protes dari Kemlu ke negara sang pemilik pesawat yang melanggar batas. Sementara di negara tetangga, begitu pesawat kita mendekat, pesawat penjaga perbatasan mereka sudah datang menghampiri dan memberi tahu agar hati-hati karena akan memasuki wilayah mereka. Gelar kekuatan Udara kita di perbatasan masih jauh dari memadai.

Buku Ketiga : Pusaran Masalah Perbatasan Catata Blog Seorang Prajurit Perbatasan. Boleh dikatakan semua masalah wilayah ada di daerah ini. Sebagai daerah perbatasan, garis batasnya belum jelas.Ternyata pengongganisasian dan pendanaan penegasan perbatasan itu, sejak dari dahulu nggak jelas dan tidak fokus.Faktanya Batas dikerjakan banyak Kementerian/Lembaga dengan penggaran yang tidak jelas ada di Kementerian yang mana? Sudah itu ada BNPP tetapi mereka tidak mengurusi garis batasnya. Mereka hanya membuat grand design dan sebatas menentukan lokasi prioritas daerah.Yang membangun dan punya dana Kementerian lain lagi. Daerah masih serba terisolir, sehingga muncul jalan-jalan tikus tempat semua perkara kegiatan illegal bisa berjalan terus. Masalah daerah perbatasan, sebenarnya adalah persoalan klasik pembangunan wilayah. Tapi karena penangannya yang tidak jelas, jadi semua jadi saling sengkarut. Masalahnya tidak dapat terurai dengan jelas, karena pola pengorganisasian kelembagaannya juga anggak jelas. Ketika Buku ini akan ikut memperkaya pengetahuan anda terkait perbatasan dan wilayah perbatasan.

 

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.