Gelar Kekuatan Udara Di Perbatasan

Rp104,500.00

Beli Di TokoPedia Buku ini meski terkait Gelar Kekuatan Udara di Perbatasan, tetapi ia tidak lepas dari strategi militer kita terkait dua pilihan tersebut.  Doktrin negara pulau- mengandalkan Angkatan Darat sebagai first line of defence “continental strategy”,  hal ini bisa dilihat ketika Belanda mengkopi strategi Caesar Napoleon Bonaparte saat memerintahkan Daendels untuk menyiapkan jalur logistik dari Anyer – Panarukan sebagai persiapan menghadapi Inggris. Dalam aplikasinya  dibutuhkan prajurit AD dalam jumlah yang sangat besar, sementara dua angkatan lainnya hanya sebagai pendukung.

Beli Di BukaLapak Doktrin negara Maritim – mengandalkan Angkatan Laut sebagai FIRST LINE OF DEFENCE. Melakukan anti blokade atau blokade laut terhadap musuh di wilayahnya sendiri atau wilayah perairan musuh “maritime strategy”  adalah strategi Inggris dalam menghadapi continental strategy Napoleon di Eropa. Dalam aplikasinya serangan akan bermula dari laut  kemudian udara  dan seterusnya  darat. Dengan demikian prioritas adalah adanya AL yang kuat, dipayungi oleh superioritas AU dan pada akhirnya AD yang siap jadi penentu kemenangan.

Description

Selama ini kalau melihat pada matra laut dan menghubungkannya dengan doktrin pertahanan negara serta sistem pertahanan yang sudah ada, ada dua hal yang selalu mengemuka. Doktrin sebagai negara kepulauan versus sebagai negara maritim. Kalau dilihat dari akar filosofis pada kedua doktrin tersebut, maka ada dua hal mendasar yang sangat berbeda. Dalam doktrin negara pulau adalah cara pandang bahwa NKRI terdiri dari rangkaian pulau-pulau, daratan yang dipisahkan oleh laut. Sementara doktrin negara maritim adalah cara pandang bahwa NKRI terdiri dari wilayah lautan yang menghubungkan pulau-pulau di dalamnya.

Implikasinya terhadap strategi militer akan sangat berbeda, yaitu:  Doktrin negara pulau – mengandalkan Angkatan Darat sebagai first line of defence (continental strategy – hal ini bisa dilihat ketika Belanda mengkopi strategi Caesar Napoleon Bonaparte saat mereka memerintahkan Daendels untuk menyiapkan jalur logistik dari Anyer – Panarukan sebagai persiapan menghadapi Inggris). Dalam aplikasinya  dibutuhkan personel AD dalam jumlah yang sangat besar, sementara dua angkatan lainnya hanya sebagai pendukung.

Doktrin negara maritim – mengandalkan Angkatan Laut sebagai first line of defence. Melakukan anti blokade atau blokade laut terhadap musuh di wilayahnya sendiri atau wilayah perairan musuh (maritime strategy  adalah strategi Inggris dalam menghadapi continental strategy Napoleon di Eropa). Dalam aplikasinya serangan akan bermula dari laut  kemudian udara  dan seterusnya  darat. Dengan demikian prioritas adalah adanya AL yang kuat, dipayungi oleh superioritas AU dan pada akhirnya AD yang siap jadi penentu kemenangan. Bisa juga dilakukan dengan menghadirkan superioritas udara ketengah samudera (dengan konsep Aircraft Carrier Ship atau kapal Induk), suatu konsep yang mengandalkan pangkalan-pangkalan mobile di saentero pulau-pulau. Bisa juga menjadikan Pulau-pulau terluar sebagai Kapal Induknya RI.

Ingatlah Perang Laut Jawa 1942, Ingatlah Armada Karel Doorman. Ingatlah dan kenanglah kembali  Pertempuran Laut Jawa (Slag in de Java Zee) yang terjadi 70 tahun lalu. Perang terjadi antara Armada Gabungan Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Australia (ABDA) melawan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (Kaigun) di perairan utara Surabaya dan Pulau Bawean. Pertempuran Laut Jawa adalah salah satu pertempuran laut terlama dalam awal Perang Pasifik tahun 1942. Pertempuran itu dimulai pada 27 Februari di utara Surabaya-selatan Bawean dan berakhir di Teluk Banten pada 1 Maret 1942.

Salah satu kisah heroiknya adalah Kapal Karel Doorman,  armada Karel Doorman mencakup 2 penjelajah HMS Exeter dan USS Houston, 3 penjelajah ringan SMS De Ruyter yang menjadi kapal komando Doorman, SMS Java, dan HMAS Perth. Selain itu, ada sembilan kapal perusak, yakni HSM Electra, HMS Encounter, HMS Jupiter, SMS Kortenaer, SMS Witte de With, USS Alden, USS John D Edwards, USS John D Ford, dan USS Paul Jones. Sesuai catatan, hampir semua kapal kapal tersebut tenggelam termasuk kapal Karel Doorman  tenggelam dalam pertempuran yang misinya untuk mencegah pendaratan pasukan Jepang ke benteng terakhir pertahanan Sekutu di Asia Tenggara, Pulau Jawa.

Tenggelamnya Karel Doorman, sebagai bukti nyata pentingnya bantuan SUPERIOR Udara. Dari sisi strategi militer, armada Karel Doorman tidak memiliki dukungan udara. Kekuatan udara Sekutu yang tersisa dari Koninklijk Luchtvaart (Penerbangan Militer Hindia Belanda), Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force/RAF), Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF), serta penerbangan militer US Army terpencar di sejumlah lokasi di selatan Sumatera dan terutama di pusat pertahanan Sekutu, yakni Kota Bandung. Adapun upaya mengirimkan sekitar 70 pesawat tempur AS dengan kapal induk USS Langley digagalkan Jepang. Langley ditenggelamkan 70 mil di selatan kota Cilacap. Selain itu, banyak pesawat tempur Inggris, Hawker Hurricane, yang masih tersimpan di dalam peti dan belum sempat dirakit di selatan Jawa Barat serta sekitar Cilacap.

Melihat kekuatan Alut Sista kita, dan melihat potensi industri Pertahanan Nasional, maka sesungguhnya kita bisa melihat begitu banyak peluang untuk berbuat yang terbaik untuk negeri. Dialektika seperti itulah yang dingkat dalam buku ini. Buku Catatan Blog Seorang Prajurit Perbatasan dalam melihat Pertahanan sebuah Negara Kepulauan yang butuh superioritas Udara dan potensi yang bisa dikembangkan. Catatan Blog ini tidak terasa akan membawa anda ke berbagai dinamika dan peluang serta kendala yang terkait dalam upaya menjadikan negara Kepulauan ini mempunyai system pertahanan yang kuat di Laut, Unggul di Udara dan Jaya di Darat.

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.