Memilih Model Bisnis Online, Ciptakan Peluangmu

Oleh harmen batubara

model bisnis online

Ada jutaan ragam atau begitu banyaknya yang bisa di buat bisnis dengan pola Online, tetapi dalam hal ini kita hanya akan memperkenalkan 5 jenis model bisnis yang paling sering dijalankan secara online. Tentu saja kelima model ini belum semuanya, tapi biasanya model-model bisnis online yang lain merupakan turunan atau cabang dari salah satunya. Mari kita lihat kembali secara lebih detail  harapannya akan memberikan gambaran pada anda apakah modelnya cocok dengan anda atau tidak.

Sama dengan bisnis Offline, bisnis Online ini juga ada tingkatannya, misalnya mulai dari sejenis Pedagang Kaki Lima, pedagang Toko di rumah sendiri, pedagang toko di daerah pertokoan,pedagang di Mall dll

Jualan produk/jasa secara online

Dari segi teknis model ini yang paling mudah, semua orang pasti sudah paham. Bedanya dengan bisnis offline, anda akan menjual produk/jasa lewat dunia maya via website. Bisa dari website sendiri, social media, atau pasar online seperti Tokopedia, BukaLapak, dll. Model ini mudah dilihat dan ditemukan di media Online.

Model bisnis ini cocok untuk anda yang: Sudah punya atau tahu produk/jasa yang akan dijual Sudah punya bisnis offline, ingin mengembangkannya ke dunia bisnis online Tidak punya modal besar, atau tidak ada modal sama sekali Butuh penghasilan langsung atau cepat Anda mau Belajar system Online meski saat ini masih gap tek

Model ini juga banyak pilihan bisa sejenis Pedagang Kaki Lima Online (website versi gratis) dan dibuat sendiri. Bisa juga model Toko Online ikut jualan di Tokopedia.com, Bukalapak.com, Lazada.com dll. Model ini bisa anda dapatkan secara gratis atau kalaupun membayar jumlahnya sangat kecil. Anda tinggal daftar atau buka akun di Website mereka sebagai pelapak. Setelah mengisi data-data anda dan setelah mereka teliti anda akan diberikan akun anda, dan setelah itu anda sudah dipersilahkan meng Upload produk-produk anda. Karena itu setelah anda bisa diterima sebagai anggota mereka. Maka sebaiknya anda mempelajari berbagai persyaratan yang mereka tetapkan. Apa saja yang boleh dan tidak boleh kita lakukan sebagai pelapak. Juga pelajari syarat foto-foto produk yang akan anda Up load. Ukurannya berapa pixel,jenisnya apakah Jpeg, PNG,TIF dll.

Soal proses penjualan atau pembayaran biasanya mereka sudah siapkan. Cara kerjanya kurang lebih begini. Kalau kastomer anda membeli produk anda, maka mereka akan mengikuti proses pembayarannya lewat proses pembayaran di misalnya Bukalapak.. Biasanya bisa lewat ATM,Bit Coin, Paypal dll. Setelah kastomer membayar atau mentransfer uangnya maka Bukalapak akan memberitahu anda adanya pesanan baru atas produk anda, lengkap dengan nama dan alamat kemana produk tersebut dikirimkan serta memakai jasa pengiriman apa (JNE,TIKI atau Pos) dan berapa biaya kirimnya, termasuk konfirmasinya. Anda diberitahu agar meresponnya atau memprosesnya maximal 2 x 24 jam. Artinya, anda harus mengirimkan produk tersebut sesuai dengan petunjuk dari Bukalapak dan kemudian memasukkan No Resi pengiriman ke Konfirmasi yang sudah ada di Toko Anda di Bukalapak. Setelah dua atau tiga hari, dan setelah barang sudah sampai ke pemesan dan tidak ada “complain”. Maka Bukalapak akan memberitahu anda bahwa uang anda sudah bisa di ambil (Buka Dompet) dan itu langsung ke No Rekening Anda sendiri, yang memang sudah ada di Bukalapak.Anda bisa Buka Dompet atau tetap meyimpannya dahulu di Dompet sampai mencapai jumlah tertentu. Terserah pilihan anda.

Mencari Bisnis Online Terbaik Buat Bisnis Sendiri

Sebenarnya peluang ini (jualan Online di Bukalapak, Tokopedia, Lazada, dll) sangat baik dan anda sama sekali tidak dipungut biaya. Coba bayangkan kalau anda membuat website sendiri. Anda tentu harus bayar atau mngeluarkan dana untuk membeli Domain name (Rp 125 ribu) pertahun, webhosting (Rp600 ribu-Rp 1 juta) pertahun, Theme atau Lapak (Rp500 ribu-Rp750 ribu) seumur hidup; Plugin Dll (Rp 250 ribu – Rp1jutaan) tergantung jenis dan kegunaannya. Belum lagi kalau anda memintak jasa orang lain untuk memasangkanya untuk anda, anda perlu bayar mulai dari Rp250 ribu-Rp1 jutaan, tergantung kerumitan jenis website yang anda minta.

Menjadi publisher iklan

Pernah dengar AdSense? Pernah heran nggak, kenapa di internet banyak blog dan website yang menyediakan informasi secara gratis? Yak karena mereka memang mencari pengunjung sebanyak-banyaknya. Mereka membuat postingan yang benar-benar dicari banyak orang, terlepas itu apapun segmennya. Yang penting mereka butuh pengunjung yang banyak. Karena di websitenya tersebut mereka memasang iklan. Sehingga makin banyak yang datang maka makin besarlah pendapatan mereka lewat komisi Iklan.

Ceritranya, Google punya jaringan iklan paling besar, namanya AdSense. Adsense ini akan membayar setiap website yang memuat Iklan mereka sejumlah uang dengan besaran tertentu, setiap iklan mereka di Klik oleh pengunjung website. Bisa dipercaya, maka para pemilik website akan berlomba membuat website yang banyak pengunjungnya dan kemudian dapat uang dan jumahnya tidak terbatas, Karena itu jangan heran seorang pebisnis iklan Adsense bisa punya website sampai ratusan jumlahnya. Mereka membangun website yang semi otomatis, atau malah otomatis. Website itu mampu berdiri sendiri, mulai dari postingan baru, menjawab pertanyaan para pengnjung dsb dsb. Lha kalau satu website bisa menghasilkan 500 ribu perbulan dan anda punya 50 website? Maka anda akan berpenghasilan 25 juta perbulan. Dalam hal hal tertentu, para pebisnis Online itu bisa mendapatkan uang dari satu website saja sampai puluhan juta perbulan. Menarik kan?

Prosesnya tergolong sederhana, lebih kurangnya begini:

Pertama-tama kita membuat website yang menarik dan menyediakan informasi yang banyak dicari orang, atau sebagai wadah komunitas. Dengan berbagai cara kemudian kita mengundang teman-teman kita atau siapa saja supaya datang ke website tersebut.Setelah websitenya populer, kita mendaftarkan Website kita ke Google AdSense. Google AdSense akan mempelajari dan meneliti website kita apakah sesuai dengan kriteria mereka. Kalau kemudian website kita diterima maka kita mendapatkan kode yang bisa dicopy-paste ke website tersebut. Setelah itu, iklannya akan muncul secara otomatis. Setiap kali pengunjung meng-klik iklan yang kita pasang, kita mendapatkan komisi. Komisinya bervariasi antara $0,01 sampai $5 (bahkan lebih) per klik.

Model bisnis ini cocok untuk anda yang: Tahu selera para pembaca atau pengunjung website anda; Anda memang tahu ilmu terkait website; Ingin pendapatan semi-pasif Ingin menjalankan bisnis hobby yang berpotensi besar Suka atau senang menulis Sabar dan Tidak sedang butuh penghasilan cepat Jenis website yang paling umum digunakan adalah blog, bagi mereka yang senang menulis dan tahu selera pasar pola bisnis ini akan sangat menarik.

Model bisnis ini sebenarnya banyak kita temukan di mana-mana, sebagai contoh anda bisa lihat website ini : http://www.health.com. Isinya terkait kesehatan dan sangat membantu para penggemarnya untuk memperoleh info terkait makanan, pola makan dan berolahraga yang sehat. Jadi mereka fokus agar setiap harinya website mereka banyak dikunjungi para pengnjung dan dari sanalah mereka memperoleh penghasilan.

Memulai Bisnis Online, Pilihlah Bisnis Yang Anda Suka

Bisnis model ini memang membutuhkan pengetahuan yang baik terkait niche atau segmen yang mereka kerjakan. Mereka juga dituntut untuk mempunyai ilmu yang baik terkait website, khususnya bagaimana sebuah website bisa terlihat tertata dengan baik dan bisa bekerja secara otomatis atau semi atomatis. Model ini juga memerlukan dana untuk membeli perangkat seperti : mngeluarkan dana untuk membeli Domain name (Rp 125 ribu) pertahun, webhosting (Rp600 ribu-Rp 1 juta) pertahun, Theme atau Lapak (Rp500 ribu-Rp750 ribu) seumur hidup; Plugin Dll (Rp 250 ribu – Rp1jutaan) tergantung jenis dan kegunaannya. Tentu untuk memasang atau membangunnya anda bisa lkukan sendiri.Kalau anda punya feeling bisnis yang bagus anda bisa membangun berbagai segmen website yang terkenal dan memberikan anda penghasilan yang baik. Tetapi sebaliknya kalau tidak berhasil? Ya anggak dapat apa-apa. ( Bersambung)