Mau Jadi Blogger Sukses dan Kaya

Mau Jadi Blogger Sukses dan Kaya

Oleh Harmen Batubara

Ada seorang anonym dan meminta advis saya? Intinya dia ingin menjadi seorang penulis Blogger sukses dan punya uang. Dapatkah bapa mengajarkan saya seperti apa ilmunya? Lama saya tidak menjawab pertanyaannya. Karena menurut saya, pertanyaan itu adalah pertanyaan biasa yang dia sendiri juga sudah tahu jawabannya.Tetapi kemudian terpikirkan juga, untuk menjawabnya. Manatahu ada juga pembaca yang lain yang punya pertanyaan yang sama. Terlebih lagi Blogger zaman sekarang tentu ilmunya juga harus tinggi dan orisinal pula.

Blogger-bukuperbatasan dot com
mau jadi blogger-bukuperbatasan dot com

Terlepas dari segala kontroversi mengenai dirinya, Steve Jobs telah memberikan warisan berupa 7 prinsip yang diyakini banyak orang telah membawanya meraih kesuksesan di usia yang masih terbilang muda.  Steve Jobs dianggap sebagai salah satu CEO yang paling inovatif. Cara-cara yang ia tempuh sering menjadi inspirasi bagi pengusaha dan pemilik bisnis lain di dunia. Dari 7 warisannya tiga yang paling saya suka:

Baca Juga   : OnlineKan BisnisMu, Peluang Tanpa Batas

Pertama: Lakukan yang Anda Sukai  “People with passion can change the world for the better,” kata Jobs suatu ketika. Inilah prinsip pertama yang ia praktekkan selama hidup; ia selalu mengikuti apa kata hatinya. Menurutnya, passion itulah yang membuat segala perbedaan. Akan sulit untuk menghasilkan ide yang baru dan kreatif ketika Anda tidak memiliki ketertarikan dan minat khusus pada apa yang Anda kerjakan.

Kedua: Jangan Menjual Produk, Juallah Mimpi  Bagi Steve Jobs, mereka yang membeli produk Apple bukanlah “pelanggan”. Mereka adalah orang-orang yang dipenuhi dengan harapan, mimpi dan ambisi. Ia membuat produk untuk membantu orang-orang ini mewujudkan mimpi. “Some people think you’ve got to be crazy to buy a Mac, but in that craziness we see genius,” kata Jobs. Bagaimana Anda melihat pelanggan Anda? Bantulah mereka menemukan sisi jeniusnya dan Anda akan memenangkan hati dan pikiran mereka.

MAU BUAT WEBSITE GRATIS? DISINI

Ketiga: Ciptakan Pengalaman yang Amat Sangat Menyenangkan  Apple Store telah menjelma menjadi toko ritel terbaik dengan memperkenalkan inovasi sederhana, yang dapat diadopsi dan didalami oleh semua bisnis. Inovasi tersebut membantu mereka memperkuat hubungan emosional dengan pelanggan. Contohnya, tidak ada kasir di Apple Store. Mereka punya staf ahli, konsultan, teknisi jenius, tapi tidak ada kasir. Mengapa? Karena Apple Store bukanlah bisnis yang ‘menjual sesuatu’; mereka adalah bisnis yang ‘memperkaya hidup’. Disinilah perbedaan besarnya.

Memang masih ada 4 lagi yang jadi prinsip hidupnya. Tapi saya hanya tertarik pada tiga prinsip tersebut. Tetapi sesungguhnya, prinsip seperti itu adalah prinsip bagi yang terbaik di alam jagad ini. Padahal manusia yang hidup di dunia ini begitu banyak, dan kebanyakan diantaranya sebenarnya punya cita-cita yang sangat sederhana saja. Kalau itu di Indonesia ya gambarannya seseorang yang mempunyai penghasilan sebesar UMR. Ya kan? Nah wajarkan kalau misalnya anda menjadi seorang Blogger dengan penghasilan 5 juta perbulan. Secara logika itu berarti anda sudah berhasil. Mimpi boleh, tetapi hidup sesungguhnya haruslah Realistis. Jadi Blogger kelas UMR ya anggap apa-apa. Kenapa tidak?

Pertanyaan berikutnya? Bisakah anda menjadi seorang penulis Blogger dengan penghasilan UMR atau sekitar 5 juta per bulan? Kalau pertanyaan itu ditujukan ke saya, maka jawabannya sangat bisa. Berikut adalah desain “kemampuan” blogger yang harus anda kuasai untuk bisa mendapatkan hasil 5 juta perbulan.

Untuk menjadi sukses memang butuh yang namanya kerja keras,semangat,dan pantang menyerah. Begitu juga dalam dunia blogging harus ada kerja keras, siasat,  semangat dan kerja yang efisien. Sekarang  banyak sekali blogger sukses yang bermunculan baik dalam negeri atau luar negri. Tetapi sebaliknya ada puluhan juta Blogger yang anggak dapat apa-apa dan bahkan jutaan Blogger lainnya melupakan Blognya sama sekali. Mereka tidak melihat ada kehidupan di sana.

Baca Pula   : Penulis Profesional, Bahagia Bersama Tulisannya

Mungkin anda tahu Linda Ikeji, pemilik blog Lindaikeji.blogspot.com dan kemudian jadi http://www.lindaikejisblog.com yakni blog dengan platform blogger tetapi dengan “nama domain sendiri”. Blogger sukses asal Nigeria ini punya penghasilan yang tergolong luar biasa hanya dengan menggunakan platform blogger.com. Penghasilan Linda Ikeji dari blognya mencapai sekitar USD$63.000 setiap bulan, kalau dirupiahkan hampr 900 jutaan. Luar biasa kan?  Tapi itu di era ketika orang masih baru dengan Blog. Sekarang? Tapi ya masa cari 5 juta saja anggak bisa?  Tapi disitulah Uniknya. Hidup memang penuh dinamika dan misteri.

Rahasia Para Blogger Sukses, mulai dengan :

Target Pasar Yang Jelas.  Kalau anda mau jadi Blogger. Dari awal anda sudah harus mempunya target yang jelas dan terarah. Pilihlah target anda sesuai dengan Hobby atau kesenangan anda. Kalau anda senang sebagai penulis, maka sasaran anda adalah orang-orang yang senang menulis, senang membaca, para penerbit, para penulis buku, para penerbit online dll.

Bersamaan dengan target itu anda juga sudah mempersiapkan produk apa saja yang akan anda tawarkan, baik untuk orangnya sendiri misalnya pakaian, obat, dll. Juga anda persiapkan software yang baik utnuk mereka pakai kalau misalnya mereka akan membuat blog seperti anda. Bisa juga terkait buku-buku yang bagus untuk mereka baca untuk memperkuat pengetahuan mereka. Produk tersebut bisa anda jual lewat program affiliasi, lewat toko online dll. Persiapkan dahulu inti “bisnisnya”. Cari produknya, affiliasinya dan desain seperti apa anda menawarkannya.

Jadwal Teratur Dengan Konten Yang Terarah. Sejak awal anda sudah harus membuat rencana terkait Konten anda, dan pastikan anda juga sudah paham SEO dalam menulis. Rencana itu juga, harus seirama dengan apa yang anda akan tuliskan dan juga berhubungan dengan produk-produk apa saja yang akan anda tawarkan. Jadwal terbit atau update konten blog anda harus terjamin dan berlanjut. Kemudian yang penting lagi konten atau artikel anda harus yang berkualitas, punya manfaat dan terintegrasi dengan apa yang akan anda twarkan. Karena itu, sebagai Blogger anda juga sudah harus paham dengan platform blog anda. Apakah anda mau di jalur yang gratisan atau jalur yang berbayar. Intinya adalah, sebagai blogger anda memang harus mempunyai ilmunya. Tapi jangan hawatir, anda bisa belajar sambil melakukannya. Dengan catatan, ya anda harus sabar. Sabar sampai memang anda mempunyai ilmunya dengan baik. Barulah setelah itu, anda bisa berkarya lebih focus lagi, lengkap dengan target pendapatan dari Blog anda.

Sejak awal anda harus konsisten dengan yang anda tulis,dengan fokus hanya satu tema seperti yang telah anda pilih  dan jangan berganti ganti tema/topik. Seperti di awal tadi, yang paling penting,konten/isi artikel haruslah berkualitas;  jangan sampai anda menulis konten asal asalan atau seadanya,harus ada perencanaan dalam membuat konten. Ingat lebih baik membuat satu konten tapi berkualitas daripada banyak tapi tidak berkualitas sama sekali. Untuk mendapatkan konten berkualitas, anda bisa lakukan dengan banyak cara. Bisa lewat membayar para penulis professional, bisa dengan mengajak penulis tamu, bisa dengan memintak izin agar artikel blog lain bisa nada muat kembali di Blog anda. Intinya, banyak cara untuk mendapatkan konten berkualitas. Lakukan itu dengan cara anda sendiri, dan lakukan yang terbaik.

Berpromosi ke Media Sosial. Hal yang sering dilupakan para blogger adalah sisi promosi. Promosi ada yang gratis dan ada pula yang berbayar. Kalau anda ingin mendapatkan penghasilan dari Blog atau usaha Online, maka satu hal yang tidak bisa anda lupakan adalah berpromosi. Anda bisa melakukannya lewat media social secara gratis dan berbayar misalnya: Facebook, Instgram, Pinterest, LinkedIn, Twitter, Scoop it, Sumble Upon, Reddit dll.

Semua media social itu mempunyai jalur promosi baik yang gratis maupun yang berbayar. Intinya adalah, kalau anda ingin memperoleh penghasilan maka anda juga harus mempersiapkan dana anda untuk bepromosi. Karena promosi berbayar masih pilihan terbaik yang bisa mendatangkan pengunjung langsung ke Blog atau produk kita sendiri. Ingat Blog sebaik apapun itu, tetapi kalau tidak ada yang tahu, ya anggak akan ada pengunjungnya. Tanpa pengunjung, blog anda nggak akan ada manfaatnya. Baik itu untuk orang lain maupun untuk diri anda sendiri. Jadi Blogger masa kini, memang harus juga memahami dunia promosi.

Belajar, belajar dan Belajar. Intinya adalah lakukan sesuatu “take action Now” dan kemudian teruslah belajar, selalu belajar untuk lebih baik, perkuat jaringan Blog anda, manfaatkan fitur-fitur terbaik dengan memanfaatkan software yang ada, Di luar sana sangat banyak Software untuk memperkuat blog anda. Ada banyak software gratis, maupun software yang berbayar. Intinya adalah manfaatkan teknologi untuk Blog anda.

Blog yang anda buat itu adalah mesin yang membuat anda Enjoy untuk melakukan aftivitas yang anda senangi. Lewat Blog anda telah mencoba meyakinkan para pembaca anda tentang mimpi-mimpi yang bisa mereka wujudkan lewat berbagai pola sukses yang anda tawarkan. Pola sukses yang anda isi dengan produk produk yang mereka senangi dan merasa perlu untuk memilikinya demi kebaikan mereka sendiri. Kalau anda bisa mewujudkan Blog seperti itu, maka percayalah anda juga akan memperoleh penghasilan yang tidak sedikit untuk kelanjutan hidup anda beserta mimpi-mimpi anda sendiri. Jangankan sekedar UMR 5 Juta, anda bisa mendapatkan jauh lebih besar kalau anda sudah menguasai Ilmunya. Cobalah.

Kenapa BumDes Jadi Mangkrak?

Kenapa BumDes Jadi Mangkrak?

Kenapa sampai ada Desa yang BumDesnya Mangkrak?  Apakah salahnya ada pada SDM Desa yang belum punya SDM yang bisa mengelola BumDes? Atau memang Desa itu sangat minim potensinya? Sehingga nggak punya sama sekali sesuatu yang bisa untuk di jual atau ditawarkan ke warganya?   Pasalnya, Presiden Jokowi sendiri melihat sendiri setelah mengucurkan dana desa total Rp329,8 triliun dalam kurun lima tahun. Ternyata mendapat laporan masih adanya 2.188 BUMDes mangkrak dan 1.670 BUMDes yang berjalan, tapi belum optimal menggerakkan perekonomian desa.

Berbagai pendapatpun bermunculan, khususnya dari para pemerhati dan para ahli yang selama ini telah ikutan mengawal kiprah pengelolaan BumDes ini. Misalnya Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparan Anggaran (FITRA) Misbah Hasan menekankan bahwa selama lima tahun ini, minimnya kajian atau perencanaan mendalam ketika pembentukan usaha BumDes merupakan kelemahan utama yang perlu diperhatikan. “Perintah membuat BUMDes adalah mandatori dari kementerian, sehingga ditafsir oleh dinas pemerintah desa, setiap desa harus dibentuk BUMDes tanpa ada persiapan, perencanaan, dan sebagainya,” ujarnya kepada Bisnis, (22/12/2019).

Baca Juga :  BumDes & BumNas Sinergis Rakyat Sejahtera 

Menurutnya, banyak pendirian BUMDes yang masih sebatas ‘yang penting berdiri’, akibat tanpa business plan yang baik dan orientasinya masih sebatas melengkapi administratif. Akhirnya, kebanyakan BUMDes menerapkan model TOKO RITEL MODERN atau MINIMARKET, “Padahal, hal ini justru berpotensi membunuh perekonomian desa, karena produk-produk lokal desa tidak ikut dipasarkan,” tambahnya.

Belum lagi apabila BUMDes yang dibentuk hanya menerapkan model koperasi simpan pinjam. Tata kelola yang belum baik dari pengurus ditambah belum siapnya tingkat literasi masyarakat sekitar, berpotensi menimbulkan masalah seperti kredit macet, dan lain sebagainya.Oleh sebab itu, Misbah menyarankan adanya pengawasan dan pendampingan intensif terhadap BUMDes dari pihak otoritas yang lebih tinggi, misalnya pemerintah provinsi atau pemerintah pusat.

Ada juga yang melihat dari segi Kelembagaan BumDes itu sendiri. Mereka[1] menilai Pendapat Menteri Desa mengatakan bahwa BUMDes itu perlu melakukan  holding. Sesungguhnya tidak bisa membentuk holding karena BUMDes sendiri belum mendirikan unit usaha berbadan hukum sebagaimana diamanatkan dalam Permendes No. 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan, dan Pengelolaan, dan pembubaran Badan Usaha Milik Desa.

Menurut mereka BUMDes perlu bertransformasi untuk melembagakan dirinya menjadi badan usaha resmi berkekuatan hukum bisnis untuk melaksanakan transaksi usahanya secara profesional. Harus segera tinggalkan cara konvensional demi meningkatkan proses dan progresnya menjadi kekuatan ekonomi desa. Maka jangan heran bila BUMDes pada umumnya mangkrak karena memang tidak dibina atau tidak didampingi oleh tenaga profesional dalam menjalankan roda usaha BUMDes dan termasuk dalam membentuk unit usaha berbadan hukum sesuai amanat regulasinya.

BUMDes harus membuka ruang investasi atau penyertaan modal pada usahanya, baik untuk investor untuk masuk ke dalam lembaga BUMDes maupun terhadap peningkatan bidang usahanya. Salah satu strateginya adalah mereformasi kelembagaannya terlebih dahulu. Usulan tranformasi BUMDes untuk di pertimbangkan oleh pemerintah dan pemda agar bisa bergerak dalam menggali potensi desa yang bersangkutan adalah sebagai berikut:

Pertama: BUMDes dilembagakan menjadi koperasi multi pihak atau multi stakeholder cooperative. Termasuk dalam pembentukan atau pendirian BUMDes bukan lagi ditetapkan dengan Peraturan Desa, tapi melalui Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) yang dilegalisir oleh Kementerian Hukum dan HAM.Struktur kepemilikan BUMDes adalah pemerintah desa sebagai representasi publik (suara 50-60%), masyarakat desa berbasis KTP dan KK setempat sebagai representasi people (suara 20-30%) dan kelompok investor atau sponsorship sebagai representasi private (suara 10-20%).

Baca Pula   :  BumDes Jaya Indonesia Sejahtera

BUMDes akan menjadi lebih efektif karena masing-masing pihak secara alamiah menghendaki atas nilai terbaik bagi kepentingannya. Juga makin transparan karena masing-masing pihak membutuhkan informasi yang cukup agar dapat mengendalikannya. Efek keberlanjutannya, adalah mencegah penyalahgunaan wewenang oleh elit desa (elite captured).

Kedua: Permendes No. 4 Tahun 2015 pasal 8 yang menyebut BUMDes dapat membentuk unit usaha berupa Perseroan Terbatas (PT) dan/atau Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Selanjutnya direvisi atau ditambahkan pilihan kelembagaan yaitu BUMDes dapat membentuk primer koperasi (multi stakeholder cooperative).  Maksud dari revisi Permendes tersebut untuk menghilangkan kekakuan atau memberi kesempatan adanya alternatif pilihan karena pada Permendes No. 4 Tahun 2015 tidak mengafirmasi badan hukum koperasi. Namun lebih penting dan terkondisi sebagai usaha menambah kesejahteraan masyarakat desa. Pilihan terbaik adalah BUMDes bertransformasi menjadi primer koperasi yang berbasis multipihak.

Tetapi kalau kita berkaca pada beberapa BumDes yang telah berhasil maka yang terlihat benang merahnya adalah di Desa tersebut ada SDM yang mengetahui permasalahan Ekonomi di Desanya; SDM Desa itu mengetahui apa sebenarnya yang mereka butuhkan dan termasuk solusi atau pemecahaannya. Maka mereka dirikanlah BumDes dan itu berhasil.

Potensi Desa itu Luar Biasa

Secara empirik Desa jadi menarik didiskusikan karena dua misteri modal sosial di Indonesia yang sungguh berbeda dengan keyakinan teoritik. Pertama, desa-desa di Indonesia sebe¬narnya sangat kaya modal sosial tetapi juga rentan secara sosial. Di satu sisi masyarakat desa sudah lama mempunyai beragam ikatan sosial dan solidaritas sosial yang kuat, se¬bagai penyangga penting kegiatan pemerintahan, pemba¬ngunan dan kemasyarakatan. Swadaya dan gotong royong telah terbukti sebagai penyangga utama “otonomi asli” desa. Ketika kapasitas negara tidak sanggup menjangkau sampai level desa, swadaya dan gotong royong merupakan sebuah alternatif permanen yang memungkinkan berbagai proyek pembangunan prasarana desa tercukupi. Di luar swadaya dan gotong-royong, masyarakat desa mempunyai tradisi to¬long-menolong, bahu-membahu dan saling membantu an¬tarsesama, apalagi ketika terjadi musibah yang mereka lihat secara dekat.

Tetapi di balik ikatan sosial dan solidaritas sosial yang menyenangkan itu, masyarakat desa sering menghada¬pi berbagai kerentanan sosial (social vulnerability) yang menyedihkan, bahkan bisa melumpuhkan ketahanan sosial (social security) mereka. Ketahanan sosial masyarakat desa kerapkali sangat rentan ketika menghadapi gempuran dari luar, mulai dari regulasi dan kebijakan pemerintah, proyek pembangunan, wabah penyakit menular, narkoba, bencana alam, kekeringan, dan masih banyak lagi. Bahkan bantuan dari pemerintah seperti BLT kompensasi BBM juga memu¬nculkan kerawanan sosial dalam masyarakat, misalnya da¬lam bentuk pertikaian antara warga dan aparat setempat.

Kedua, desa kaya modal sosial tetapi tidak kaya modal ekonomi. Dengan kalimat lain, modal sosial itu tidak men¬galami transformasi menjadi modal ekonomi. Studi Ed¬ward Miguel, Paul Gertler, dan David I. Levine (2005) di 274 daerah industri di Indonesia, misalnya, menunjukkan bahwa modal sosial tidak berpengaruh secara signifikan ter¬hadap pertumbuhan industri. Karena itu, wajar jika Prof. Robert Lawang, pernah mengajukan pertanyaan: mengapa modal sosial yang kaya tidak menghasilkan modal ekonomi? Bagaimana dan dimana letak missink link antara modal so¬sial dan modal ekonomi?

Mari kita lihat keberhasilan BumDes Tirta Mandiri Pongok Klaten Jawa Tengah.Banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi dalam membangun eonomi berbasis komunitas di desa. Betapa tidak. Padahal, pada tahun 2001 Desa Ponggok justru masuk dalam daftar Inpres Desa Tertinggal (IDT). Letak geografis di dataran rendah lereng Merapi, sebenarnya membuat Ponggok kaya dengan sumber mata air seperti umbul Ponggok, Besuki, Kajen, Kapilaler, dan Sigedang. Tapi hal tersebut kala itu tak cukup membuat Ponggok sejahtera. Kemudian perubahan itupun mulai datang dengan lahirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan nama Tirta Mandiri, yang merupakan sebuah usaha yang digagas di bidang kepariwisataan.

Awal terbentuknya BUMDes Tirta Mandiri Unit Usaha yang dikelola baru berupa TOKO PAKAN IKAN dan KOPERASI SIMPAN PINJAMAN Modal Bagi Masyarakat, pengelolaan air bersih serta merintis kegiatan pariwisata Umbul Ponggok sebagai wahana rekreasi. Di awal berdirinya BumDes ini hanya memiliki 3 orang karyawan, sekarang karyawan sudah lebih dari 80 orang yang seluruhnya berasal dari masyarakat desa setempat. “Dengan gaji diatas UMR kabupaten (UMR Kabupaten Klaten Rp 1.527.500). Artinya di satu desa ga perlu lagi harus berbondong bondong ke kota, di sini sendiri kita sudah bisa memberi penghidupan yang layak; begitu selalu yang pengurus katakan. Jika pada 2012 pendapatan kotor BUMDes Tirta Mandiri sekitar Rp 150 juta. Setahun kemudian meningkat menjadi Rp 600 juta. Kemudian 2014 melonjak Rp 1,1 miliar. Pada 2015 melebihi target yang ditentukan Rp 3,8 miliar menjadi Rp 6,1 miliar. Tahun 2016 dengan pimpinan BUMDes yang baru, target Rp 9 miliar terealisasi Rp 10,3 miliar.

[1] H.Asrul Hoesein. https://www.kompasiana.com/hasrulhoesein/5e196736d541df5b4f04e542/hindari-mangkrak-bumdes-harus-segera-transformasi-kelembagaan-koperasi?page=all

Jalur Partai atau Independen, Penting Menangkan PilkadaMu

Jalur Partai atau Independen, Penting Menangkan PilkadaMu

Oleh Harmen Batubara

Mau menang Dalam  Pilkada? Ya pastilah… semua peserta Pilkada menginginkan agar bisa memenangkan pertarungan dalam Pilkada. Masalahnya, apakah lebih mudah memenangkan Pilkada lewat jalur Partai atau Jalur Independen? Apakah kampanye akan lebih moncer lewat mesin partai atau lewat Lembaga Survei atau lewat Konsultan Politik? Dan mana yang lebih mahal? Ya selama ini umumnya orang hanya percaya kalau mau menang dalam Pilkada ya Calon tersebut haruslah punya elektabilitas serta ketokohan yang baik. Ya artinya Calon tersebut sudah lama berkecimpung di tengah-tengah masyarakat serta mempunyai reputasi yang baik. Semua percaya kalau tokoh seperti itu memang pasti akan mendapat dukungan dari warga. Calon yang seperti itu dipercaya akan mudah memenangkan pertarungan di Pilkada.

Pada pilkada serentak di Desember 2015 khususnya di Papua, ada hal yang cukup menarik perhatian saat itu yakni pada PILKADA Kabupaten  Supiori yang dimenangkan oleh pasangan melalui jalur independen.  Pada waktu peristiwa itu ada terasa efeknya dalam memberikan semangat bagi para Calon yang ikut Pilkada lewat jalur Independen. Pada Pilkada tahun 2015, jumlah pasangan calon yang mendaftar lewat jalur perseorangan tercatat ada 135 pasangan.  Jumlah ini ternyata mengalami penurunan pada Pilkada tahun 2017. Di tahun tersebut, angkanya turun menjadi hanya 68 pasangan.

Baca Juga : Membangun Tim Sukses Pilkada

Tapi memang pada umumnya para Calon yang ikut Pilkada lewat jalur Independen adalah karena masalah Biaya. Ya biaya kalau mau ikut jalur Parpol biaya atau maharnya tidaklah murah. Sudah itu, kalau mau mengoperasikan mesin partai juga akan membutuhkan biaya yang lebih besar. Jadi kalau lewat jalur independen maka dana-dana itu bisa langsung dimanfaatkan untuk membiayai kebutuhan kampanye. Tetapi sudah lewat jalur Independen tetapi tidak juga memanfaatkan Konsultan Politik atau Lembaga Survei, Ya memang lain lagi. Enaknya lewat jalur Indepen, ya kalau bisa menang lewat jalur Independen maka beban politiknya jauh lebih “bebas” daripada lewat jalur Partai yang pada umumnya dikunci lewat “kontrak politik” atau ada deal-deal tertentu yang seringkali cukup mengikat.

Namun satu hal yang perlu digaris bawahi. Kalau mau maju Pilkada tanpa punya uang dan tidak lewat jalur Partai. Maka jelas itu adalah sesuatu yang menyalahi kodratinya. Intinya kalau memang mau maju jadi Calon Pilkada yang harus professional, pakailah jalur partai dan jadilah besar bersama partai. Kalau anda seorang professional tetapi ingin maju Pilkada maka anda memang harus punya dana. Artinya akalau anda datang di luar katagori itu. Yakni bukan orang partai dan juga tidak punya uang tetapi ingin maju lewat pilkada, jelas ada yang enggak nyambung di sana.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jerry Sumampouw memprediksi, minat pasangan calon perseorangan atau independen untuk ikut serta pada kontestasi Pilkada 2020 bakal sepi. Calon kepala daerah diprediksi bakal didominasi dari kalangan partai politik. Sebab, selain syarat calon perseorangan berat, oligarki pada penyelenggaraan negara juga semakin menguat. “Prediksi saya calon perseorangan di (Pilkada) 2020 makin sedikit. Karena oligarki kita makin kuat, apalagi persyaratan calon perseorangan berat,” kata Jerry dalam sebuah diskusi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

Penting Menangkan PilkadaMu
Penting Menangkan PilkadaMu

UU Pilkada Seharusnya perlu direvisi, Jerry mengatakan, setidaknya, ada empat hal yang menandakan menguatnya oligarki. Pertama, maraknya politik uang. Persoalan ini, baik di pilkada maupun pemilu, belum juga dapat dituntaskan. Kedua, adanya politik dinasti yang dikuasi  elite. Ketiga, makin banyaknya calon kepala daerah tunggal, dan terakhir makin sedikitnya calon perseorangan. “Empat hal ini menurut nya memperlihatkan memang oligarki itu akan makin kuat, karena jabatan dan demokrasi sebagai wacana-wacana kita itu dikuasai oleh para elite,” ujar Jerry. “Dan para elite lah semua yang menentukan hajat hidup demokrasi kita, hajat hidup pemilu kita, dan hajat hidup orang-orangnya,” lanjutnya.

Apa yang dikatakan oleh Jerry terkait Oligarki mungkin terlalu dibesar besarkan. Karena, sejatinya  Pilkada dan pemilihan umum pasti akan melahirkan oligarki baru dalam sebuah sistem pemerintah. Kalau sistem Pilkada dan Pemilu nya baik pastilah melahirkan Oligarki baru. Artinya bukan Oligarki yang itu-itu saja. Pada pemahaman yang sederhana, oligarki politik adalah bentuk pemerintahan dimana kekuasaan berada ditangan minoritas kecil. Menurut Jeffry A Winters (2011) Oligarki mengkonstruksikan pada dua dimensi. Dimensi pertama, oligarki yang bertautan dengan kekuasaan dan kekayaan materil. Dimensi kedua, oligarki yang terikat dengan jangkauan kekuasaan yang luas dan sistemik.

Yang jelas untuk saat ini memang persyaratan bagi para Calon Pilkada lewat jalur independen jelas jauh lebih berat.  Karena memang sistemnya dibentuk untuk memperkuat sistem ke partaian. Sebagaimana kita maklumi bahwa Partai Politik adalah elemen penting dalam demokrasi seperti juga yang kita lihat di negara negara lain. Secara teori dan secara per -undang-undangan sekurang kurangnya mempunyai beberapa fungsi yaitu fungsi edukasi politik, rekrutment politik dan menyerap dan menyalurkan aspirasi politik masyarakat.Bukanlah barang haram kalau dikatakan bahwa Partai Politik berjuang untuk merebut kekuasaan dan kekuasaan itu akan digunakan untuk merealisasikan program partai yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan rakyat. Sesungguhnya ada peran luhur Partai Politik untuk peningkatan kemajuan bangsanya. Semua itu demi kepentingan Rakyat.

Untuk jalur independen, berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada, sebagai dasar Pilkada Serentak 2020, potensi bakal calon independen untuk bisa maju menjadi kandidat semakin sulit. Karena syarat minimal dukungan calon perseorangan yang maju tingkat bupati/wali kota yaitu 10 persen untuk jumlah DPT hingga 250.000; 8,5 persen untuk jumlah DPT antara 250.000-500.000; 7,5 persen untuk jumlah DPT antara 500.000-1 juta; dan 6,5 persen untuk jumlah DPT di atas 1 juta. Pun hal tersebut tidak hanya berbentuk berkas administrasi saja, namun harus dibuktikan dengan metode verifikasi faktual yang harus memeriksa seluruh dokumen dukungan untuk calon independen yang jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu dukungan.

Menangkan PilkadaMu

Kalau mau memenangkan Pilkada, maka ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar lebih mudah dalam memenangkan pertarungan dalam Pemilukada. Pertama, kemasan figur. Kedua, program kerja, dan ketiga kinerja mesin kampanye politik sebagai pendulang suara. Jika ingin menang tiga faktor ini harus digarap serius.  Diatas semua itu anda harus punya data yang valid yang diperoleh dari hasil Riset yang baik dan benar. Anda harus punya atau mampu membiayai Tim Riset yang bisa memberikan data yang sebenarnya. Tugas tim riset fokus untuk mencari data-data pendukung. Jelasnya melakukan riset tentang kondisi masyarakat di daerah Pilkada untuk mengetahui peta politiknya. Bagaimana tingkat dukungan awal para pemilih kepada para calon yang akan ikut berkompetisi. Data-data inilah kemudian yang di analisis dan dijadikan rekomendasi tindakan yang perlu dilakukan tim sukses. Baik dalam bentuk pencitraan politik, rumusan program kerja atau tindakan lain.

Tim riset harus bekerja secara objektif dalam melihat realitas politik yang ada sebagaimana adanya. Dari data Tim Riset inilah di visualkan perwujudan Tokoh. Pemolesan Tokoh sehingga menjadi Idola warga yang dipadukan dengan Program Kerjanya.  Sedangkan tim sukses bertugas melakukan mobilisasi terkait rekomendasi yang diberikan berdasarkan hasil Tim Riset. Jadi ada dua tim, yaitu tim riset dan tim sukses. Sebagai kandidat anda bisa memilih Tim Riset dan sekaligus menjadikannya bagian dari Tim Sukses, atau membuatnya dua bagian yang berbeda. Tetapi tetap dalam satu manajemen.

Baca Pula : Strategi SunTzu Menangkan Pilkada

Menurut survey yang dilakukan oleh Pew Research Center for the People and the Press terhadap sekitar 200 konsultan politik di seluruh dunia pada tahun 1997 – 1998, ditemukan fakta bahwa kualitas dari pesan-pesan kampanye politik dan strategi pencitraan para calon pemimpin yang maju Pilkada merupakan faktor utama dalam menentukan kemenangan dalam pemilihan, sehingga selain faktor biaya yang mutlak dipersiapkan untuk menggerakkan mesin politik calon kandidat, pencitraan calon pilkada merupakan kunci penentu kemenangan.

Strategi SunTzu Memenangkan Pilkada
Strategi SunTzu Memenangkan Pilkada

Bagi sebagian besar warga pendekatan program kerja yang ditawarkan oleh calon pilkada hanya akan dimengerti oleh publik yang “melek” politik. Tetapi bagi publik yang “buta” politik, mereka akan lebih suka melihat citra para calon pemimpin itu sendiri. Pengertian citra dalam hal ini berkaitan erat dengan suatu penilaian, tanggapan, opini, kepercayaan publik, asosiasi, lembaga dan juga simbol simbol tertentu terhadap personel yang diusung oleh partai. Dengan demikian, tanggapan dan penilaian publik merupakan unsur penting dalam melakukan penelitian tentang Citra. Citra (image) adalah seperangkat keyakinan, ide dan kesan seseorang terhadap suatu obyek tertentu. Sikap dan tindakan seseorang terhadap obyek tersebut akan ditentukan oleh citra obyek yang menampilkan kondisi yang paling baik. Karena itu Pencitraan adalah salah satu kunci sukses pilkada anda.

Jadi dalam garis besarnya memasarkan seorang calon Pilkada tak ubahnya seperti memasarkan sebuah produk atau jasa kepada target pasarnya. Pada dasarnya, jika diibaratkan pemasaran produk, target pasar untuk pemilukada adalah para pemilih (voters), yang kalau kita cermati secara lebih teliti terbagi dalam empat (4) segmen. Segmen pertama adalah pemilih ideologis (ideologist voters); yang kedua adalah pemilih tradisional (traditional voters); yang ketiga adalah pemilih rasional (rational voters) yang terbagi dalam pemilih intelektual dan non partisan; dan yang keempat adalah pemilih yang masih berubah-ubah (swing voters). Dari data empiris memperlihatkan persentasenya sebagai berikut : Ideologist dan Traditional Voters menguasai sekitar 40% dari market share, sedangkan Rational Voters dan Swing Voters menguasai sekitar 60% dari market share (Priosoedarsono, 2005 ). Nah sebagai calon Gubernur, calon bupati atau calon walikota anda dan tim sukses anda harus dapat merebut suara tersebut sebanyak bisa.

Jadi apakah anda lewat Jalur Partai atau jalur Independen sebenarnya bukanlah masalahnya. Tetapi bagaimana anda bisa memanfaatkan Tim Riset yang baik, memanfaatkan mesin partai secara maksimal dan membangun Tim Sukses yang Solid? Itulah persoalannya. Meski anda dari jalur Independen tetapi bisa memanfaatkan Tim Riset yang baik, dan mampu memoles pigure serta Penampilan guna pencitraan sang Tokoh, serta mampu membuat Program Kerja Yang Unggul serta Kinerja Tim Kampanye yang mumpuni. Maka percayalah peluang Anda untuk menang Pilkada akan jelas dan bisa dipercaya akan berhasil.

Onlinekan BumDesMu

Onlinekan BumDesMu

Oleh Harmen Batubara

Suka atau tidak suka bisnis Online sudah ada di sekitar kita. Bisnis ini ramah dengan anak-anak muda di usia produktif. Karena secara fakta baru merekalah yang sudah mengikuti dunia Online atau dunia maya dan bisa melihat berbagai peluangnya. Para generasi tua atau mereka yang rata-rata diatas 50 tahunan boleh dikatakan masih belum melek dengan dunia Online ini. Sehingga tidak heran kalau diberbagai komunitas, masih banyak yang merasa asing atau belum “nya hok” akan arti dan makna bisnis online ini. Bisnis seperti apakah bisnis Online itu. Terlebih lagi di kalangan pencinta BumDes atau BUM DES. Hal itu karena keterbatasan adanya jaringan internet dan juga karena belum bisa melihat peluang yang ada lewat jaringan Online. Semacam apakah bisnis seperti itu? Dalam bentuk atau wujud seperti apakah bisnis ini dijalankan?

Apakah Bisnis Online Itu? Bisnis Online pada dasarnya sama seperti bisnis biasa dimana kita harus menjual sesuatu. Tidak peduli jenis apa yang kita perjual belikan, apakah jasa atau produk. Semua bisa. Bedanya, bisnis online jualannya bisa saja di pasar atau di mall-mall, namun mereka juga hadir di dunia maya atau internet.Jadi dengan begitu, bisnis online tak ayal adalah bisnis nyata juga. Hanya saja, pasarnya berbeda. Jadi jika masih ada yang beranggapan bahwa bisnis online adalah suatu bisnis cepat menghasilkan uang banyak dan kaya raya, maka itu jelas keliru besar. Tanpa usaha nyata dibarengi dengan kemampuan berbisnis di dunia maya, percayalah maka bisnis anda juga tidak akan bisa berhasil. Bisnis Online bisa saja kita sebut sebagai bisnis mereka yang meng Online kan bisnisnya.

Baca Juga  :  Membuat Website Bersama LandingPress 

Kini muncul provokasi baru Segera Onlinekan Bisnismu Or Die atau kau akan mati atau ketinggalan zaman. Bisnis Online semakin menjanjikan, sebab bisnis online, dengan peluang market tanpa batas, membuat pengusaha-pengusaha retail besar & kecil mau tidak mau beralih meng ONLINE kan bisnisnya…Tahukah anda bahwa Lazada berinvest sebesar 3,5 T utk mengonlinekan bisnisnya. Tahukah anda bahwa Matahari mall berinvest sebesar 5,4 T untuk mengonlinekan bisnisnya? Tahukah anda bahwa di Tokopedia.com ada 6 jutaan UMKM yang pasang Lapak dengan jumlah produk puluhan hingga ratusan ragamnya? Tokopedia juga memperoleh tambahan dana sebesar USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun oleh Alibaba.com, raksasa e-commerce asal China. Belum lagi kalau kita melihat ke Amazon.com atau ke Alibaba.com  raksasa bisnis Online yang pasarnya ada diseluruh belahan dunia. Bisa ke baying nggak kalau anda Meng Online BumDes anda? Ya yang pertama harus di ingat adalah apakah aka nada manfaatnya kalau anda meng Online BumDes anda?

OnlineKan BumDesMu

Hal yang paling sederhana adalah BumDes anda akan lebih banyak di kenal, juga terlihat lebih keren, karena bisa memanfaatkan Online demi ke untungan BumDes anda. Tapi kalau BumDes anda belum punya Produk atau Jasa yang bisa di Jual, maka sebaiknya nggak usahlah meng Online BumDes anda? Percuma, manfaatnya tidak terasa. Tetapu sebaliknya. Kalau BumDes anda punya produk atau Jasa maka jelas akan sangat banyak untungnya kalau anda meng Onlinekan BumDes anda. Masalahnya mahal kah biaya meng Onlinekan BumDes itu? Mari kita lihat secara lebih detail.

Untuk meng Onlinekan BumDes anda perlu ada jaringan internet maka anda perlu sewa Jasa internet lewat FirsMedia atau IndoHome minimalnya per bulan sekitar Rp600.000. Anda perlu Thema Website Pro seharga Rp 500.000. an untuk dua atau satu tahun, nantinya di perpanjang lagi. Anda perlu juga nama Domain atau nama BumDes Online anda misalnya Bumdessejahtera.com Rp150.000 per tahun. Anda juga perlu menyewa server untuk bisnis pemula sekitar Rp 125.000 per tahun. Kemudian anda memerlukan “mentor” yang mau membuatkan website buat anda atau seseorang yang bisa anda Tanya kalau anda memerlukan bantuan untuk membuat, mengembangkan dan merawat website anda. Untuk ini sangat relative, dan bisa gratis misalnya kalau anda bergabung dengan LandingPress Thema bisa lihat di Sini atau Di Sini.  Jadi anda perlu dana sekitar Rp 1.350.000. s/d Rp 1.500.000 pada bulan pertama dan sekitar Rp 600.000. per bulan berikutnya (sewa internet). Termasuk anda harus mempersiapkan salah satu staf BumDes anda untuk mengoperasikannya.

Baca Pula :  OnlineKan BisnisMu, Peluang Tanpa Batas

Di luar itu semua. Kalau Anda  meng Online BumDes anda. Maka anda juga punya banyak pilihan. Yang jelas rasanya anda tidak mungkin membangun BumDes anda tanpa meng Onlinekannya. Karena itu memang sudah tuntutan zaman. Zaman ini memang mengharuskan anda untuk meng Online kan bisnis BumDes Anda. Anda memerlukan itu untuk lebih memperluas pasar bisnis dan usaha anda, dan memasuki area market tanpa batas….termasuk di dalamnya era MEA atau pasar Asean. Kalau selama ini anda masih terpukau oleh website tradisional, maka kini saatnya. Ambil peluang dari sekarang dengan memiliki website keren, canggih, anti mainstream, interaktif dan support di smartphone/tablet ? Saatnya beralih dari website konvensional ke website responsif. Ada beberapa alasan Utama untuk memiliki website responsif :  Manajemen konten website mudah dikelola;  Meningkatkan popularitas pengunjung ; Menambah traffik penjualan;  Enak dan nyaman diakses dalam smartphone/tablet;  Desain menarik dan simple ; Media promosi profil/perusahaan anda efektif dan efisien dimanapun dan kapanpun;  dan Integrasi multimedia dan social media. Kalau anda belum juga beralih dari sekarang, maka bisa jadi anda akan terus ketinggalan. Maknanya kian banyak peralatan atau software baru yang membuat dunia Online menjadi lebih menarik dan lebih kuat.

Dalam artian harpiah, yang anda lakukan sebenarnya tidaklah susah-susah amat. Intinya anda perlu membuka Bisnis Usaha anda di dunia maya atau dunia internet. Kalau selama ini BumDes anda mempunyai Bengkel Mobil secara Off Line atau Bengkel Konvensional atau sebagai pembuat “kerupuk Belut”. Maka dengan meng Onlinekannya, maka anda memerlukan karyawan yang bisa melayani Kastomer anda lewat Online. Tetapi bagaimana Bengkel anda berintegrasi dengan para kastomer anda tentu akan berbeda. Kalau tadinya mereka harus datang dulu ke Bengkel lalu Tanya ini itu, maka setelah Online mereka akan bisa memintak informasi sesuai kebutuhan mereka sebelum kemudian datang ke Bengkel anda. Dengan demikian anda harus punya informasi yang lebih terpola dan lebih baik yang sudah anda persiapkan sehingga bisa menjawab berbagai pertanyaan kastomer anda, sebelum mereka datang ke Bengkel. Menyimpan, menyajikan informasi seperti itu, merupakan kebutuhan kastomer yang perlu dipersiapkan secara lebih baik. Hal seperti itu membutuhkan website yang lebih baik. Jadi kalau mereka misalnya memerlukan informasi terkait “pergantian Dinamo starter” anda sudah punya informasi terkait persoalan dynamo starter, kenapa dan mengapa nya dynamo itu perlu diperbaiki dan berapa lama perbaikannya. Kalau informasi itu anda sajikan dengan menarik di website anda maka mereka akan terkesan dan mau datang untuk memperbaiki Dinamo starter mobilnya ke Bengkel Anda. Sebaliknya kalau website anda ternyata tidak bisa menyajikan informasi yang mereka butuhkan. Bisa dipastikan mereka malah akan melihat Bengkel Anda tidak bisa diandalkan.

Tetapi kalau mereka menemukan informasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan mereka, maka bisa dipastikan mereka akan mempunyai penilaian yang baik atas usaha bengkel anda. Dan mereka pasti datang. Karena itu berbisnis Online memang memerlukan pengetahuan yang berbeda dengan bisnis Off line yang selama ini kita tekuni. Kita harus tahu betul akan produk atau jasa yang akan kita tawarkan. Kita tahu betul akan informasi seperti apa saja yang akan berharga bagi para “pelanggan kita” dan kita memanjakan mereka dengan informasi seperti itu. Kalau anda bisa memahami jalan pikiran bisnis yang seperti itu dan mempersiapkannya dengan baik maka dipercaya anda akan bisa berhasil di Bisnis BumDes Online. Anda akan lebih berhasil jika Meng Online Bisnis BumDes Anda.

Pengelolaan Wilayah Pesisir, Mensejahterakan Nelayan

Pengelolaan Wilayah Pesisir, Mensejahterakan Nelayan

Oleh Harmen Batubara

Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah laut 2/3 dari seluruh wilayahnya. Dengan Dekalarasi Djuanda 1957 sebagai  konsep Wawasan Nusantara memberikan kita anugerah yang luar biasa baik itu laut, darat maupun udara. Indonesia memiliki wilayah laut seluas 5,8 juta km2 yang terdiri dari wilayah teritorial sebesar 3,2 juta km persegi dan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) 2,7 juta km2. Selain itu, terdapat 17.504 pulau di Indonesia dengan garis pantai sepanjang 95.181 km.  Secara geografi  Indonesia merupakan Negara terbesar ke lima di dunia yang menghubungkan dua benua (Asia-Australia) dan dua samudra  ( Hindia dan Pasifik)  merupakan jantung perdagangan di belahan dunia timur.

Pengelolaan Wilayah Pesisir
Pengelolaan Wilayah Pesisir

Di Laut wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI berbatasan dengan 10 (sepuluh) negara  sahabat yaitu  India, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, Kepu lauan Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste dan di Darat berbatasan dengan 3 (tiga) Negara yaitu ; Malaysia, Papua Nugini dan RDTL. Selain itu terdapat 92 (sembilan puluh dua) buah pulau kecil terluar yang merupakan halaman Negara dan tiga belas diantaranya membutuhkan perhatian khusus.

Baca Juga : BumNas & BumDes Sinergis Rakyat Sejahtera

Sebelum anda meneruskan membaca betapa hebatnya potensi ekonomi yang terdapat di wilayah pesisir. Saya mintak perhatian Anda untuk membaca ide dari pengelolaan wilayah pesisir ini. Pengelolaan Wilayah Pesisir yang demikian kaya dengan berbagai potensi, mengingatkan kita perlunya pemahaman yang menarik terkait pengembangan potensi bisnis dengan pola SHARING PLATFORM, pola bisnis yang bisa menjangkau para peminatnya dengan cara yang menjanjikan. Masih ingat Facebook? Facebook kini sudah menjadi perusahaan media besar TANPA memproduksi konten apapun. Go-Jek dan UBER adalah perusahaan transportasi besar TANPA memiliki kendaraan. AIRBNB adalah perusahaan hospitality TANPA memiliki satu pun kamar hotel atau villa. Banyak yang menyebut fenomena ini sebagai sharing economy. Hal ini dimungkinkan oleh berbagai perusahaan tersebut rela bergabung karena memiliki business model berbasis platform. Apa yang dimaksud dengan platform? Sebaiknya kita sederhanakan saja. Secara sekilas, kita bisa melihat bahwa mereka tidak memiliki aset yang merupakan kunci dari operasi yang dijalankan. Mereka bisa bertahan dan berkembang pesat karena mereka menciptakan suatu wadah yang dapat menghubungkan calon pengguna dan pemilik aset dalam bahasa yang sama, yakni ingin bersama-sama menghasilkan uang. Wadah inilah yang disebut sebagai suatu platform.

Nelayan Masih Tertinggal

Tren seperti inilah yang kita harapkan bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Pusat, Pemda, BUMN, BumDes dan Swasta dalam mengelola wilayah pesisir di Indonesia. Mempertemukan para pengelola dengan Pemda sang pemilik asset untuk menghadirkan berbagai produk serta layanan andalan yang berada di wilayah pesisir yang kesemuanya itu bisa jadi lahan lapangan kerja bagi warga. Pemda bisa mengubah perkembangan dunia bisnis, perdagangan, ekonomi, dan pada akhirnya akan membawa kesejahteraan di tengah tengah kehidupan kita. Mari teruskan membaca potensi wilayah pesisir.

Sebagai negara maritim[1] dan kepulauan ter unik di dunia, Indonesia memiliki baragam potensi SDA kelautan yang besar. Kekayaan SDA kelautan dapat didayagunakan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa melalui sedikitnya 11 sektor ekonomi, yakni: (1) perikanan tangkap, (2) perikanan budidaya, (3) industri pengolahan hasil perikanan, (4) industri bioteknologi kelautan, (5) pertambangan dan energi, (6) pariwisata bahari, (7) kehutanan, (8) perhubungan laut, (9) sumberdaya wilayah pulau-pulau kecil, (10) industri dan jasa maritim, dan (11) SDA non-konvensional.

Potensi produksi lestari sumberdaya ikan laut Indonesia yang dapat dipanen mencapai 6,4 juta ton/tahun atau 8% dari potensi lestari ikan laut dunia. Pada 2009 tingkat pemanfaatannya mencapai 4,8 juta ton (75%). Potensi produksi budidaya laut diperkirakan mencapai 47 juta ton/tahun, dan budidaya perairan payau (tambak) sekitar 5,5 juta ton/tahun. Sementara itu, pada 2009 total produksi budidaya laut baru mencapai 2,5 juta ton (5,3%), dan total produksi budidaya tambak sebesar 1,5 juta ton (27%). Artinya, potensi pengembangan usaha perikanan, khususnya untuk budidaya laut dan tambak, masih terbuka lebar.  Dari total produksi perikanan sebesar 9,75 juta ton, hanya sekitar 1,25 juta ton yang diekspor, dan sisanya (8,5 juta ton) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.  Perlu dicatat, bahwa sekitar 65% kebutuhan protein hewani rakyat Indonesia dipenuhi dari ikan, seafood, dan beragam produk perikanan (BPS, 2009).  Dengan kata lain, kontribusi sektor perikanan dan kelautan bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa, bukan hanya dalam hal ekonomi, tetapi juga berupa perbaikan gizi, kecerdasan dan kesehatan rakyat.

Indonesia juga memiliki potensi industri bioteknologi kelautan berbasis marine BIODIVERSITY RESOURCE (sumberdaya keanekaragaman hayati laut) paling besar di dunia berupa industri makanan dan minuman, farmasi (seperti Omega-3, squalence, viagra, dan sun-chlorela), kosmetik, film, kertas, bioenergi, bioremediasi, genetic engineering, dan beragam industri lainnya yang hingga kini hampir belum tersentuh pembangunan. Potensi ekonomi perikanan dan bioteknologi kelautan diperkirakan mencapai US$ 100 miliar setiap tahunnya atau setara dengan besarnya APBN 2009.

Baca Pula : Menulis Sambil Berbisnis Affiliasi

Saat ini sekitar 75% produksi minyak dan gas bumi berasal dari kawasan pesisir dan lautan. Dari 60 cekungan yang potensial mengandung migas, 40 cekungan terdapat di lepas pantai, 14 di pesisir, dan hanya 6 yang di daratan. Dari seluruh cekungan tersebut diperkirakan potensinya sebesar 11,3 miliar barel minyak bumi. Cadangan gas bumi diperkirakan sebesar 101,7 triliun kaki kubik.  Survei geologi oleh Dept. ESDM (2009) menemukan 68 cekungan baru yang mengandung potensi migas, 50 cekungan merupakan yang benar-benar baru ditemukan, sedangkan 18 cekungan lainnya merupakan perluasan dari cekungan yang telah teridentifikasi sebelumnya. Lokasi dari 68 cekungan baru itu tersebar di wilayah Sumatera, Selat Sunda, Kalimantan, Maluku, dan Papua yang sebagian besar juga terdapat di wilayah pesisir dan laut.  Contohnya, Blok gas Masela di Laut Timor, NTT memiliki potensi cadangan gas sebesar 10 TCF (trillion cubic feet) yang merupakan cadangan gas terbesar kedua di Indonesia setelah blok gas Tangguh di Papua dengan potensi cadangan gas sebesar 14,4 TCF.

Belum lagi potensi ekonomi dari industri dan jasa maritim (seperti galangan kapal, coastal and offshore engineering, pabrik peralatan dan mesin kapal, fibre optics, dan teknologi komunikasi dan informasi), pulau-pulau kecil, dan SDA non-konvensional yang sangat besar. SDA non-konvesional adalah SDA yang terdapat di wilayah pesisir dan laut Indonesia, tetapi karena belum ada tekonologinya atau secara ekonomi belum menguntungkan, sehingga belum bisa dimanfaatkan.  Contohnya adalah DEEP SEA WATER INDUSTRIES, bioenergi dari algae laut, energi gelombang, energi pasang surut, OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion), sumber-sumber mata air tawar di dasar laut, energi listrik dari ion Na+ dan Cl- , energi nuklir, dan mineral laut (Becker and Carlin, 2004).

Potensi total nilai ekonomi kesebelas sektor kelautan Indonesia diperkirakan mencapai US$ 800 miliar (Rp 7200 triliun) per tahun atau lebih dari tujuh kali APBN 2009. Sedangkan, kesempatan kerja yang dapat dibangkitkan mencapai 30 juta orang. Ekonomi kelautan bakal semakin strategis bagi Indonesia, seiring dengan pergesaran pusat ekonomi dunia dari Poros Atlantik ke Asia-Pasifik. Dewasa ini, 70% perdagangan dunia berlangsung di kawasan Asia-Pasifik. Sekitar 75% dari seluruh barang dan komoditas yang diperdagangkan di dunia ditransportasikan melalui laut Indonesia dengan nilai sekitar US$ 1.500 triliun per tahun (UNCTAD, 2008).

Besarnya potensi laut pasti akan mengundang berbagai kepentingan untuk mengambil peran dalam memanfaatkannya. Pengelolaan wilayah pesisir jadi penting karena harus bisa melestarikan potensi yang ada serta di sisi lain dapat memanfaatkannya untuk kepentingan bersama. Hal itu terlihat dalam Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, dirumuskan bahwa pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pualu kecil adalah rangkaian suatu proses mulai dari perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, dan pengendalian sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil antar sektor, antara pemerintah dan pemerintah daerah, antara ekonomi darat, laut, serta antara ilmu pengetahuan dan manajemen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil berasaskan pada: keberlanjutan, konsistensi, keterpaduan, kepastian hukum, kemitraan, pemerataan, peranserta masyarakat, keterbukaan, desentralisasi, akuntabilitas, dan keadilan. Hal mana dilakukan  dengan cara mengintregasikan kegiatan : antar pemerintah dan pemerintah daerah; antar pemerintah daerah; antar sektor; antar pemerintah, dunia usaha, dan rakyat; antar ekosistem darat dan ekosistem laut; dan antar ilmu pengetahuan dan prinsip-prinsip manajeme. Dengan demikian dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil akan lepas dari kerusakan lingkungan yang makin parah. Perlindungan terhadap pengelolaan lingkungan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil secara implisit diatur dalam Chapter 17 dari Agenda 21. Sedangkan mengenai pentingnya perlindungan pelestarian lingkungan laut untuk mendukung pembangunan kelautan di atur dalam Bab XII UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea ) 1982. Tetapi untuk mensejahterakan warga pesisir bukanlah sesuatu yang mudah dan hal itulah yang akan anda temukan dalam membaca buku ini.

[1] https://dahuri.wordpress.com/2008/01/01/transformasi-kekayaan-laut-untuk-kemajuan-kemakmuran-dan-kedaulatan-bangsa/

Menjaga Marwah Perbatasan

Menjaga Marwah Perbatasan

Oleh harmen batubara

Dalam hal hubungan Internasional, masalah teritorial merupakan salah satu penyebab klasik munculnya konflik antar negara dan menjadi ancaman abadi bagi perdamaian serta keamanan internasional Tapi anehnya, tidak semua Negara dengan benar-benar membenahi perbatasannya. Bahkan banyak Negara yang menempatkan penegasan perbatasannya pada Lembaga/Kementerian yang justeru awam dengan masalah perbatasan itu sendiri. Indonesia bisa digolongkan pada Negara yang seperti itu. Padahal semua paham bahwa ketidakjelasan batas territorial; merupakan salah satu hal, menjadi faktor laten penyebab munculnya sengketa perbatasan yang akan mengganggu stabilitas hubungan antarnegara. Hal seperti itu sudah bukan lagi rahasia umum, boleh dikatakan 85% Negara di Dunia ini mempunyai permasalahan perbatasan dengan Negara tetangganya. Apalagi kalau hal itu kita lihat dibelahan Asia, hampir semua Negara punya masalah perbatasan dengan Negara tetangganya. Sebut saja nama negarnya, misalnya China atu Tiongkok, Negara ini punya permasalahan batas dengan India, dengan Jepang, dengan Korea Selatan, dengan Malaysia, dengan Brunai, dengan Vietnam, dengan Filipina. Indonesia sendiri mempunyai masalah perbatasan dengan sepuluh (10) Negara tetangganya dan selalu bermasalah dengan kedaulatan perbatasannya.

Menjaga Marwah Perbatasan
Menjaga Marwah Perbatasan

Tidak banyak juga orang yang tahu, kalau kedaulatan itu lahir dari pertarungan memperebutkan pengaruh dan kekuasaan. Pertarungan itu berupa perang selama 30 tahun (1618-1648) antara kaum Protestan dan kaum Katolik Roma berakhir di meja perundingan. Sekilas[1], perang ini adalah perang keyakinan. Namun, sesungguhnya perang di Eropa tersebut adalah perang tentang perebutan pengaruh dan kekuasaan. Lantaran itulah, perang ini melibatkan banyak negara. Sebutlah Swedia, Belanda, Jerman, Denmark, dan Italia. Perang yang menelan banyak korban tersebut diakhiri dengan perundingan damai Osnabruck dan Munster di Provinsi Westphalia, Jerman. Perjanjian damai ini dikenal dengan nama Perjanjian Westphalia.

Salah satu isi perjanjian Westphalia, yang jadi tonggak sejarah dan praktik hubungan dan hukum internasional, ialah adanya pengakuan kedaulatan negara tanpa campur tangan negara lain. Ini yang kita sebut SOVEREIGNTY OF STATE. Konsep kedaulatan negara inilah yang mengubah konstelasi politik global dan meneguhkan prinsip kesederajatan bangsa-bangsa yang ada di dunia ini.

Kedaulatan negara memiliki dua unsur utama: (1) pemegang kedaulatan (negara) secara mutlak memiliki otoritas dan (2) kedaulatan negara ditandai dengan adanya teritori, di mana otoritas mutlak itu dijalankan secara penuh. Kedua unsur ini acapkali dipostulatkan secara hukum dengan istilah supreme authority within a territory. Bagi filosof RP Wolff, otoritas adalah ”The right to command and correlatively the right to be obeyed.”

Jabaran dari perjanjian damai Westphalia mengenai kedaulatan negara ini diabadikan dalam Piagam PBB, khususnya dalam Pasal 2 (4), yang jelas menegaskan, semua anggota PBB (negara) dalam hubungan internasional mereka menjauhkan diri dari tindakan mengancam atau menggunakan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik negara lain atau dengan cara apa pun yang bertentangan dengan tujuan-tujuan PBB. Kedaulatan suatu negara terkandung di dalamnya adalah otoritas penuh menjalankan hukum yang dibuat oleh negara tersebut. Membuat dan menjalankan hukum dalam wilayah dan teritori negara adalah kebebasan mutlak negara tersebut dan tidak boleh dicampuri negara lain.

Dari Sisi Pengelolaan Ekonomi

Hal lain yang juga, menentukan bagaimana bangsa lain melihat dan menaruh respek terhadap kedaulatan perbatasan suatu Negara, adalah dengan melihat kemampuan Negara itu dalam hal pengelolaan Ekonomi negaranya. Sulit untuk menghargai kedaulatan sebuah bangsa, kalau ternyata Negara itu tidak mempunyai kedaulatan dalam mengelola ekonomi negaranya. Seperti halnya dalam penegasan perbatasan, ternyata Indonesia juga mempunyai masalah serius dalam mengelola perekonomiannya. Minimal selama pemerintahan Orde Lama sampai jatuhnya Orde Baru.

Pada Era Reformasi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai -13% (minus 13%). Namun, perlahan tapi pasti ekonomi Indonesia semakin menunjukan pemulihan. Pada tahun 1999 ekonomi Indonesia naik menjadi 0,7%, jauh dari angka sebelumnya -13%. Ini sebenarnya belum maksimal dikarenakan investor masih belum percaya kepada ekonomi Indonesia kala itu, ditambah krisis politik Timor Timur pada 1999 yang menyebabkan lepasnya Timor Timur Indonesia. Inflasi Indonesia yang sebelumnya menembus angka 75%, akibat dari depresiasi mata uang dan krisis ekonomi mampu ditekan hingga menjadi 14% pada 1999.  Hal ini tidak terlepas dari bantuan keuangan oleh lembaga perbankan dunia seperti IMF yang nilanya mencapai 40 Milliar $ AS  sehingga mampu membantu Indonesia untuk mengatasi krisis. Tercatat pada tahun 1998 hutang indonesia mencapai 70% dari total PDB.

Menjaga Marwah Perbatasan
Menjaga Marwah Perbatasan

Ekonomi mulai stabil sejak tahun 2000an. Bahkan sejak 2000 – 2014 ekonomi Indonesia stabil dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi 5%. Dari sisi inflasi, inflasi paling tinggi hanya pada tahun 2000 yang mencapai 20%. Dan kembali tinggi pada 2005, 2008, dan 2010 yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Namun pada tahun 2012 hingga 2015 inflasi stabil bahkan dibawah 11% dan kini jauh lebih kecil lagi dibawah 4%.

Baca Juga : Cara Meraih Milliar Pertama Dari Bisnis Online

Dari sisi konstribusi PDB sektor pertanian, industri, dan jasa masih mendominasi. Bisa dituliskan ekonomi Indonesia setelah krisis yaitu sejak 2000 – 2014 berada dalam keadaan stabil. Dan pemerintah mampu mengatasi krisis dan menciptakan kondisi ekonomi dan politik yang stabil. Bahkan Indonesia berhasil menyelenggarakan pemilu pertama yaitu pada 2004 dengan sukses yang secara tidak langsung membuktikan kepada para investor bahwa Indonesia masih merupakan negara yang aman dalam hal ekonomi maupun politik. Walaupun hutang pemerintah Indonesia meningkat. Artinya secara ekonomi Negara kita masih jauh dari Negara-negara tetangga kita. Tetapi satu hal kita percaya Negara kita secara ekonomi sudah jauh lebih bagus dan sudah berada pada jalur yang benar. Bahkan banyak juga yang memprediksi Indonesia akan jadi kekuatan ekonomi Dunia di tahun 2030 an.

Dilihat Dari Sisi Pertahanan

Hal lain yang membuat orang lain menaruh respek pada perbatasan Negara adalah dilihat dari segi Pertahanan. Seperti apa Negara itu menjaga kedaulatan pertahanannya. Karena itu saya ingin memperlihatkan sisi pertahanan kita sebagai sebuah Negara kepulauan.  Pada hari kebangkitan Nasional di tahun 2015 Indonesia memperlihatkan pada dunia ada 40an kapal illegal pencuri ikan yang ditenggelamkan. Sebuah pengalaman nyata memperlihatkan bahwa ke depan Indonesia akan bertekad untuk mengamankan wilayah perairannya dari illegal apapun juga. Meski harus diakui, apa yang dilakukan itu barulah aksi yang sesungguhnya tergolong kecil, bila dikaitkan dengan besarnya jumlah illegal fishing yang menjarah kekayaan laut Nusantara yang jumlahnya lebih dari 7000 kapal. Tetapi dengan hal itu setidaknya Indonesia telah berani mencanangkan dan bertekad secara sungguh-sungguh untuk menjalankan amanat UU nya untuk melindungi segenap bangsa di seluruh wilayah tumpah darahnya.

Sejatinya UU telah mengamanatkan bahwa Negara wajib melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Negara yang berada di pertemuan dua samudra (Hindia dan Fasifik) dan dua benua ( Asia dan Australia). Strategi pertahanan NKRI minimal, harus mampu memperhatikan realita geografi; bahwa (i) wilayah negeri ini terdiri dari rangkaian pulau besar dan kecil, dengan luas perairan 5 juta km², termasuk ZEEI serta daratan 2 juta km² (ii) ada tiga perbatasan darat, dengan seluruh rangkaian pulau dan kepulauan negeri yang terbuka dan berbatasan dengan sepuluh negara yang memiliki FIRE POWER yang berbeda beda, (iii) negeri dengan kewajiban menyiapkan 3 ALKI bagi dunia. Strategi pertahanan NKRI haruslah strategi pertahanan yang mampu manangkal, menindak dan memulihkan.

Baca Pula : Pengalaman Jadi Penulis Koran Harian Lepas

Kini kita sadar bahwa TNI AL kita harus kuat. Tetapi bagaimana menjadikan AL kuat kalau keadaan ekonomi nasionalnya masih dalam perjuangan? Di satu sisi kita memang harus sadar bahwa negara kita itu penuh hutang, dan pertahanan negara kita itu hanya dilakukan dengan alut sista bekas dan dengan tentara yang digaji ala kadarnya. Kalau kita bisa “nyadar” dan mau menyadari sebagai bangsa, barulah kita sadar alangkah “lembeknya” negeri ini yang masih memberi pengampunan bagi para koruptor yang merusak sendi-sendi kehidupan bernegara. Karen Mingst (Mingst,199:120) mengatakan, geografi bukan sekedar penghias peta, dan konfirmasi fisik bukan sekedar data. Memiliki letak geografi yang strategis tidak cukup menjadikan suatu negara berpengaruh, tapi yang lebih utama lagi adalah bagaimana negara itu memanfaatkan elemen geografik dan memberikan nilai tambah pertahanan secara efektif demi kepentingan nasionalnya. Hal ini menjadi sangat penting. Jangan hanya terpesona oleh Kapal Armada yang besar, tetapi berdayakanlah letak dan posisi Pulau-pulau Nusantara ini sehingga bisa menjadi jauh lebih kuat dari Kapal Armada manapun juga. Harapannya, Indonesia dapat memanfaatkan potensi maritimnya untuk menggerakkan perekonomian nasional, sehingga dapat meningkatkan pengaruh Indonesia di tingkat internasional. Pertumbuhan ekonomi  akan memberikan jalan buat membangun dan meningkatkan kekuatan Angkatan Laut. Sangatlah mustahil mengembangkan perekonomian maritim tanpa adanya kemampuan untuk mengamankan wilayah perairannya, jalur perdagangannya, rangkaian pelabuhannya serta semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Indonesia perlu mengawasi perairannya dan menyelesaikan berbagai persoalan penegasan perbatasannya serta memastikan tegaknya hukum di wilayahnya.

Secara sederhana sebenarnya Indonesia sudah mempunyai kemampuan untuk mempersenjatai negaranya sendiri. Indonesia telah memulai industri pertahanannya sejak tahun 1958. Hanya saja para pimpinan kitalah yang kurang menghargai kemampuan bangsanya sendiri. Lihatlah negara India, dan perhatikan pula China, kemampuan dua bangsa itu tidak ada yang istimewa, tetapi mereka mampu membangun negaranya dengan cara mereka sendiri. Kemudian lihat kita di Indonesia, semua kita punya, tetapi Negaranya sibuk dengan semua urusan yang bukan menjadi urusan demi kejayaan bangsanya, masih disibukkan dengan urusan demi golongan dan urusan demi partai. Dalam kondisi seperti itulah kita menjaga Marwah Perbatasan kita. Entah seperti apa bangsa lain melihat kita, biarlah itu mereka saja yang tahu. Harapan kita, semoga bangsa kita bisa sadar dan kukuh untuk mau memajukan bangsa dan Negara sendiri.

[1] Hamid Awaluddin Mantan Duta Besar RI Di Rusia Dan Belarus (Sumber : Kompas, 26 Januari 2016)