7 Rahasia Menulis Artikel Opini Disukai Koran

Menulis Ebook ini saya maksudkan dengan niat sederhana, bisa membantu para pembacanya untuk bisa menulis Artikel Opini dengan lebih baik. Tahu polanya, mengetahui ilmunya dan kemudian menuliskannya. Hanya saja ada satu hal yang harus kita ingat. Anda juga harus terus meng Up datet intelektual anda dengan cara banyak membaca, banyak mendengar para ahlinya dan seterusnya. Sebab tanpa pengetahuan serta intelektual yang memadai nggak mungkinlah Opini yang anda tulis akan menarik bagi para pembaca kalau anda sendiri masih gelap dengan kehidupan ini kan? Jadi memperkuat pengetahuan itu perlu dan memang diperlukan.

7 rahasia menulisUntuk dapat menulis di media arus utama ini, kita perlu banyak belajar dari penulis lain tentang upaya mereka menembus media massa. Yakni dengan membaca artikel-artikel mereka serta memperhatikan waktu artikel tersebut dimuat.  Salah satu rubrik paling polpuler adalah opini. Banyak penulis profesional begitu antusias menulis di sini. Karena itu, saya ingin mengatakannya, bahwa mencoba kemampuan menulis anda bisa diukur dari sisi ini. Meski demikian bukan berarti sebuah tulisan yang tidak bisa dimuat di suatu kolom Opini Surat Kabar berarti tulisan tersebut jelek. Dalam hal ini ada terpaut soal selera. Tetapi sebagai calon penulis professional hal seperti ini bisa jadi pertanda.

E-Book Gratis Ebook ini Bisa Anda dapatkan Gratis Kalau anda membeli Salah satu Buku Serial Menulis dari Buku Perbatasan: Katika Jalan Tertutup Menulis Malah Memberiku Segalanya, Rahasia Sukses Penulis Preneur, dan 7 Cara Menulis Artikel Yang Disukai Oleh Koran. Emailkan saja bukti pembelian Anda ke : harmenbatubara@gmail.com atau SMS kan ke HP 0818173382 maka kami akan mengirimkan Ebook tersebut ke Anda.

Mampukah anda membuat tulisan dan dimuat di Koran Nasional? Kalau belum. Mulailah berjenjang, urutkan dari Koran kecil di kota anda, kemudian ke kota tetangga dan seterusnya hingga Koran terbaik di negeri ini. Menurut saya ide seperti itu akan mampu menumbuhkan adrenalin kepenulisan anda, dan itu sesuatu yang menarik.

Saya pernah berada pada kondisi seperti itu, tetapi motivasinya berbeda. Waktu tahun-tahun 70 an saat masih mahasiswa di UGM Yogyakarta, saya berjuang hanya untuk bisa menjadi penulis Koran demi mendapatkan honornya. Saat itu belum ada computer, belum ada wifi dan kehidupan Online. Yang ada barulah mesin tik dan Tip Eks sebagai penghapusnya. Di tengah berbagai keterbatasan dan kegiatan perkuliahan, saya melaku kan pelatihan menulis dengan otodidak ( Kisah selengkapnya sobat bisa lihat dibuku saya: Ketika Semua Jalan Seolah Tertutup… Menulis Malah Memberiku Semuanya). Hasilnya setelah enam bulan berjuang barulah satu tulisan saya dimuat di Koran  Dua Mingguan Eksponen di jalan KH Dahlan-Yogyakarta. Senangnya bukan main.

Dua bulan berikutnya, hampir semua Koran nasional sudah menerbitkan artikrl-artikrel saya. Yang Paling melegakan, saya dapat memperta hankan penghasilan honor dari tulisan saya antara 17-35 ribu rupiah perbulannya. Sebagai perbandingan, saya masih ingat anak bupati sahabat saya, yang kostnya di Realino waktu itu wesselnya baru sebesar Dua puluh lima ribu rupiah. Harga beras per Kg memang masih tiga puluh rupiah. Jadi harga satu artikel di harian Nasional seperti Kompas-Sinar Harapan dan Surabaya Post waktu itu bervariasi antara 17,500 sampai 30,000 rupiah atau setara dengan 580 kg-1000 kg beras ukuran sedang, sementara Koran Lokal seperti Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat dan Suara Merdeka bervariasi antara 1500-2500 rupiah. Berkaca dengan pengalaman ini maka menjadi penulis professional adalah soal kemauan dan target yang diinginkan.Jadi kalau anda mahasiswa dan ingin mebiayai kuliah anda dengan hasil honor dari menulis artikel, maka ebook ini perlu anda baca.